Game To Heaven

Game To Heaven
Episode 22


__ADS_3

Mendengar kata Hanabi, setengah perempuan dari kerumunan memilih untuk bergabung dengannya, dan menunggunya di belakang panggung.


 


 


Setelah itu hanabi turun ke belakang panggung dan menemui mereka, kebanyakan dari mereka adalah wanita-wanita jepang, 40% lagi para wanita asia, dan beberapa wanita eropa, total mereka tidak lebih dari 100.000.


 


 


"Senang bisa menemui kalian, aku harap kita akan menjadi sebuah kelompok yang kuat, dan saling percaya satu sama lain". Dia membungkukan badannya dengan sopan.


 


 


Kemudian 12 wanita menghadap ke Hanabi, "Apa kau mampu memimpin kita, kami semua telah membentuk tim kami sendiri sebelumnya, 12 dari kami masing-masing memimpin 1 kelompok, aku ingin tahu apa rencanamu membentuk allianze," seorang wanita berkata padanya seolah dia mewakili para wanita tersebut.


 


 


"Aku tidak akan mampu, memimpin kalian semua, tapi kalau kalian bersatu, dan membentuk allianze itu akan menjadi hal baik". dia membalas mereka dengan sopan.


 


 


"Dan itu juga menjadi awalan, kita tidak harus mempunyai pemimpin, kita akan berdiskusi dalam menentukan hal apapun, gunakan system demokrasi".


 


 


wanita itu merespon. "Apa rencana awalmu".


 


 


"Pertama, tidak semua wanita memiliki bloodline, dan kita tidak harus memaksakan wanita lemah untuk menjadi prajurit".


 


 


"Jika mereka ingin, mereka bisa memilih untuk berada di markas yang akan kita buat, bila allianze ini terbentuk, lagipula kita memang membutuhkannya, harus ada yang mengurus hal-hal sederhana.".


 


 


"Aku harap para wanita muda akan jadi prajurit, aku ingin menjadikan mereka sebagai pilar allianze di masa depan".


 


 


"Kau berpikir terlalu jauh, apa kau yakin allianze akan bertahan lama". kilauan rambut emas wanita yang mengatakan kalimat itu, sangat terlihat mempesona mata.


 


 


"Memang...terkadang kita harus bermimpi setinggi mungkin, untuk membuat kita mau melakukan hal-hal terkecil terlebih dahulu, namun itu membutuhkan tekad yang paling kuat".


 


 


"Siapa tahu di masa depan kelak, hal-hal kecil itu sebenarnya luar biasa".


 


 


Wanita berambut emas itu merenung sejenak, kemudian berkata "Lanjutkan idemu".


 


 


Hanabi menunduk, dan berkata "Aku lebih menyarankan wanita 40 tahun ke atas hanya berada d i markas untuk mengatur ekonomi, jika mereka ingin menjadi prajurit aku tidak keberatan, mereka bebas menentukan apa yang mereka inginkan".


 


 


11 Wanita yang berada di belakang wanita tersebut kemudian berpikir untuk beberapa menit.


 

__ADS_1


 


Wanita 30 tahunan memakai pakaian Casual kemudian berbicara."Apa yang kau katakan memang layak untuk di lakukan, tapi jika memihak pada 1 kelompok saja, aku akan keluar...Dan aku setuju bergabung denganmu".


 


 


Kemudian 7 dari mereka semua setuju, untuk membuat alianze,  sedangkan 5 orang lagi memilih untuk berdiskusi terlebih dahulu.


 


 


"Kenapa kalian setuju untuk membentuk allianze" Hanabi bertanya.


 


 


Wanita berambut emas berkata "Kau sudah tahu jawabannya, kenapa masih bertanya". dia melihat ke arah Hanabi dengan mata heran.


 


 


"Untuk membangun kekuatan, dan melindungi diri, semakin banyak orang, semakin bagus". Wanita berpakaian Casual menjawab.


 


 


"Melindungi diri???, maksudmu situasi di shelter ini dalam keadaan buruk, atau apa". Hanabi memandang wanita berpakaian casual itu dengan ekspresi penasaran.


 


 


"Apa kau bersungguh-sungguh" Wanita itu berkata dengan serius. Hanabi hanya menangguk.


 


 


"Aku kira, kau membuat pengumuman allianze, karena terdesak, banyak orang yang memiliki kekuatan lebih, melakukan hal itu". Hanabi memasang wajah kebingungan.


 


 


 


 


Wanita berpakaian Casual itu menghela nafas "Jadi begitu rupanya, kau terlalu banyak menghabiskan waktu di ruang kultivasi".


 


 


"Kau tahu, setelah The New Beginning di mulai, 60 % orang mempersiapkan diri terlebih dahulu di ruang kultivasi untuk menjadi kultivator, beberapa hari melihat orang-orang yang keluar dari ruang kultivasi menjadi kuat, membuat 40 % yang tersisa, berlatih juga di ruang kultivasi".


 


 


"Lalu seminggu kemudian, kelompok kultivator berkumpul, mereka membuat kelompok, dan akhirnya banyak orang yang melakukan, sehingga itu menjadi trending di shelter ini".


 


 


"Kelompok bersaing dengan ketat, yang kalah terpaksa mengikuti yang menang, dan kelompok pemenang menjadi besar".


 


 


"Kelompok kami adalah kelompok terbesar saat ini", Wanita berpakaian Casual itu memperkenalkan 5 orang yang menjadi pemimpin. Hanabi hanya menganguk-angguk.


 


 


"Jika kalian yang terbesar, kenapa kalian memilih beralliansi", tanya Hanabi.


 


 


Wanita berambut emas menjawab "Karena kami takut". Hanabi tampak serius.


 

__ADS_1


 


"Kami telah melihat, beberapa kelompok yang baru satu hari terbentuk, menjadi sangat kuat dan besar". lalu Hanabi bertanya.


 


 


"Apa kelompok yang tiba-tiba menjadi kuat dan besar ini, baru terjadi beberapa hari ke belakang", Kedua wanita itu mengangguk bersamaan.


 


 


"Mereka lebih kuat, karena menghabiskan waktu lebih banyak". Hanabi berkata.


 


 


"Ya kau benar, mereka menghabiskan lebih banyak waktu". suara wanita berambut emas itu penuh penyesalan.


 


 


"Lalu, kenapa kalian lebih memilih keluar lebih cepat" tanya Hanabi.


 


 


"Aku dan dia punya sesuatu untuk di lindungi, jadi karena khawatir kami terpaksa keluar lebih cepat". Wanita berambut emas itu menunjuk ke arah Wanita berpakaian casual.


 


 


"Kalian membuat kesalahan yang besar". Mata kedua wanita tampak serius. seolah bertanya kenapa.


 


 


"Karena ruangan kultivasi sudah hilang". Kedua wanita itu terkejut, begitupula dengan 5 wanita yang hanya mendengarkan dari tadi.


 


 


"Apa???, Kenapa bisa menghilang" Wanita berambut emas terdengar marah.


 


 


"Aku juga tidak tahu, ketika aku berkultivasi, ruangan itu tiba-tiba menghilang, lagipula aku lebih memilih untuk berkultivasi daripada harus keluar seperti kalian" Jawab hanabi.


 


 


Wanita-wanita itu tampak gelisah, mereka tidak bisa menjadi kuat lagi. menghadapi musuh yang lebih kuat, mereka tidak yakin bisa mengalahkannya, tanpa ruang kultivasi yang meningkatkan kekuatan dengan cepat.


 


 


Hanabi melihat sebuah peluang untuk menjadi pemimpin mereka.


 


 


"Jangan Khawatir, dan jangan menyesali keadaan yang sudah terjadi". dia yang awalnya sopan, kini terdengar penuh percaya diri.


 


 


"Kalian telah memilih untuk melindungi, aku yakin setelah melakukan hal itu hati kalian terasa tenang".


 


 


"Dan keputusan kalian bergabung membentuk Alliansi sangat baik, kalian hanya harus memfokuskan segala pada alliansi, mari kita bangun kekuatan yang besar untuk saling melindungi".


 


 


Mereka tidak bereaksi, hanya diam dan berpikir.

__ADS_1


__ADS_2