Game To Heaven

Game To Heaven
Episode 24


__ADS_3

Situasi yang menyedihkan terjadi dengan irsan, dia yang memiliki wajah kurang tampan, dan sedikit gendut ini, dalam hari pertama tidak ada wanita yang mau bergabung dengan allianze dia.


 


 


Di panggung kecil, di pusat keramaian, dia duduk, menunggu dengan sabar, wajahnya menunjukan banyak keluhan.


 


 


Selama itu pula dia berpikir, hanya akan menunggu dalam 3 hari, itu adalah batasan yang dia buat, dia tidak ingin membuang waktu.


 


 


Dia sebenarnya memiliki bentuk wajah tampan, hanya saja dia memiliki kulit kecoklatan, kumis yang tidak rapih, dan bibir hitam pink, yang menutupi semua ketampanannya.


 


 


Alis Mata dengan stroke yang bagus, namun tidak rapih, dia tidak merapihkan alisnya dengan benar. Hidung yang ujungnya bulat, dengan garis hidung yang lurus, dan Bibir Pointy Natural yang bagian atasnya hitam, bagian bawahnya pink. semua kombinasi itu yang membuat dia memiliki bentuk wajah yang tampan. namun perpaduan warna yang tidak selaras menutupinya.


 


 


Irsan pada awalnya memilik perut buncit. dan buncitnya itu karena penyakit, Namun semua penyakit itu hilang di dunia baru ini, Dan secara perlahan-lahan perut buncit itu hilang. namun dia masih terlihat sedikit gendut.


 


 


Pada hari kedua dia tidak juga mendapatkan seorang anggota, hal ini membuat semangatnya berkurang. Dia telah menungu dengan sabar, sembari melihat keadaan sekitar, dan mencoba merekrut anggota wanita.


 


 


Terlalu banyak orang yang tidak percaya padanya, mereka menganggap dia tidak tahu malu, dan Maniac yang gila terhadap wanita. atau bisa di sebut ingin membuat Haremnya sendiri.


 


 


Pada hari ketiga, dia terkejut, 2 orang wanita cantik ingin bergabung dengannya. kecantikan mereka berdua sedikit di bawah shenli dan hanabi, atau sama dengan Han Ji Yun, yang membuat irsan semakin terkejut adalah dia mengenal salah satu wanita tersebut.


 


 


"Kau itu irsan bukan, yang satu sekolah denganku," Seorang gadis cantik bertanya dengan nada penasaran, kemudian irsan pun melihat dia dan memandangnya beberapa detik, " itu kau Irni".


 


 


"Senang bisa melihatmu lagi," irsan melihatnya dengan wajah bahagia.


 


 


"Jadi itu memang kau irsan, kau sekarang semakin kurus," irni melihat dia dengan wajah tersenyum, namun sedikit canggung. Dulu dia tidak terlalu akrab dengannya, dan hanya sebatas mengenal.


 


 


"Kalian sudah saling kenal...namamu irsan kan, apa aku boleh bergabung juga, aku memiliki sedikit masalah" Wanita berambut coklat bertanya dengan malu-malu.


 


 


"Tentu saja boleh", Irsan tersenyum padanya. Karena datang secara bersamaan, Irsan menyadari sesuatu dan langsung bertanya.


 


 


"Dan kau irni, apa kau juga ingin bergabung denganku, kelompoku hanya wanita saja.".


 


 


Irni pun menjawab "Tentu saja, karena aku mengenalmu, lebih baik aku bergabung denganmu, aku juga memiliki sedikit masalah". ekspresi terpaksa mereka terlihat cukup jelas untuk Irsan.


 


 

__ADS_1


"Kalian berdua memiliki sedikit masalah, aku tidak yakin sesederhana itu". Irsan melipat tangan di dada.


 


 


"Kalian harus jujur padaku, dan siapa namamu gadis cantik", dia mengatakanya dengan nada menggoda, tapi dia terlihat kaku.


 


 


Dia sedang berlatih, tapi dia terlalu bodoh, berlatih dengan wanita cantik, hanya akan menambah beban.


 


 


"Aku Lin Zhou Jun, aku baru berusia 22, dan soal sedikit masalah itu, aku takut akan membuatmu membatalkan niatmu". Sedikit kekhawatiran terdengar dari suaranya.


 


 


"Aku mungkin tahu apa masalahmu, jadi ceritakan saja", Irsan tidak mau banyak berpikir, dengan kekuatan saja, masalah apapun bisa dia selesaikan dengan mudah.


 


 


"Jika kau tahu, maka aku akan  menjelaskanya...aku sekarang sedang di kejar oleh pria ******** yang mencoba menodaiku". Jejak kekhawatiran terdengar dari suaranya. namun kemarahan terdengar setelah menyebutkan pria ********.


 


 


"Pria itu memiliki kekuatan luar biasa, dia juga memiliki allianze sendiri yang berjumlah 5.000, mereka semua penjahat yang di kumpulkan pria ******** itu".


 


 


"Sudah banyak korban wanita yang di perkosa oleh kelompok tersebut. teror yang divbuat mereka, membuat para wanita memilih untuk diam di shelter atau di dalam portal untuk bersembunyi".


 


 


"Jadi itu alasan hanya ada sedikit wanita cantik, 1 hari sebelumnya" Gumam Irsan dalam hatinya.


 


 


 


 


"Setelah kejadian itu, Para wanita yang sudah tahu tentang pria itu, memilih untuk bersembunyi di portal, sedangkan mereka yang berada di daerah ini belum menyadari, ancaman pria ******** tersebut".


 


 


"Jadi kau dan aku memiliki masalah yang sama," irni pun menjawab.


 


 


"Seperti itu masalahnya", Irsan tertawa kecil,  "Aku akan membunuh mereka semua, percaya padaku, yang perlu kalian katakan padaku adalah, di mana pria ******** itu berada, dan level tahapan kultivasinya".


 


 


Kemudian mereka pun menjawab " Warrior level 4, dia juga memiliki bloodline Divine",


 


 


"Kalau seperti itu, aku akan tunjukan markas mereka, tapi apa kau yakin bisa mengalahkan dia, jujur saja, aku ingin tahu apa yang kau miliki", Lin Zhou Jun bertanya dengan ragu.


 


 


"Tenang saja aku juga memiliki blooline divine, aku akan mengalahkan dia, kalian tidak usah khawatir, aku akan melindungi kalian, di dunia ini keindahan adalah sebuah bencana". dia membalasnya dengan nada selembut mungkin.


 


 


Mereka berdua melihat keyakinan yang di miliki irsan, kemudian memilih untuk bertaruh padanya, karena mereka yakin, mereka akan segera tertangkap oleh ******** itu.

__ADS_1


 


 


Mereka kemudian menunjukan markas pria ******** itu, mereka memiliki anggota yang banyak.


 


 


"Kapan pria itu memulai kejahatannya ini" Irsan bertanya, dia curiga pria itu baru keluar dari ruangan kultivasi, sama seperti dia.


 


 


"2 Hari yang lalu, itu sebabnya berita mengenai pria itu belum masuk ke daerah shelter, Para wanita yang tahu kejadian ini, tidak menyebarkan berita, karena kebanyakan dari mereka panik, dan hanya peduli diri mereka sendiri". Lin Zhoun Jun dan Irni bergantian mengucapkan kalimat itu.


 


 


Irsan mengangguk, "Wajar saja mereka seperti itu, mereka pasti sangat ketakutan".


 


 


Dia mengerutkan matanya, "******** itu pasti melakukan hal yang mengerikan, jika tidak, mereka tidak akan ketakutan sampai melupakan hal-hal yang ada di sekitarnya". irsan mengingat beberapa wanita yang tampak ketakutan, ketika dia berada di panggung kecil.


 


 


Wajah dan gerak tubuhnya, menunjukan kegelisahan, kemudian irsan meminta mereka untuk bergegas.


 


 


Mereka berlari, dalam 1 menit mereka melewati batas shelter. Irni menunjuk ke arah depan, "Disana".


 


 


Daerah yang di tunjukan olehnya, berupa hutan kecil, Irsan tidak melihat apapun. " Markas mereka masih jauh, kita harus melewati hutan kuning itu".


 


 


Irsan memegang kedua punggun irni dan Zhou Jun, mereka terkejut. "Pegang yang kuat, jangan sampai lepas". Irsan terbang perlahan, mereka tidak siap, dan membuat gangguan untuk terbang.


 


 


Namun dengan cepat, mereka memegang erat irsan, dan bahkan menyilangkan kakinya dengan kaki irsan, supaya menjadi lebih erat.


 


 


Mereka tampak konyol, tapi itu memang cara terbaik, untuk tetap erat, agar tidak menganggu irsan ketika terbang.


 


 


Walaupun konyol, mereka malah tersenyum penuh antusias, mereka belum pernah terbang sebelumnya


 


 


Tak lama, Irsan melihat banyak sekali tenda, di bagian paling depan ada papan nama bertuliskan " Slave Army", di sampingnya ada pos penjaga.


 


 


Irsan mendarat 30 meter dari pos penjaga.


 


 


Ketika melihat tenda pertama, irsan melihat seorang wanita sedang di seret oleh pria, wanita tersebut memiliki pakaian compang-camping. pria itu membawa wanita itu ke dalam tenda.


 


 


Irni dan Lin Zhou Jun merapihkan bajunya, ekspresi puas membuat mereka sangat mempesona.

__ADS_1


__ADS_2