Garis Tangan Tuhan Untukku

Garis Tangan Tuhan Untukku
Persiapan Pernikahanku


__ADS_3

Setelah Aku dan Zafin mencapai kesepakatan, kami pun kembali ke rumah.Betapa terkejutnya Aku ketika melihat bahwa Ibu sedang berpelukan dengan Neneknya Zafin.


" Ehem... " Zafin berusaha mencari kesempatan untuk berbicara. Mendengar Zafin dan Aku kembali,Nenek Zafin menarik tanganku dan menyentuh lembut pipiku.


" Mulai saat ini kamu adalah cucu menantu Nenek. " Kata Neneknya Zafin sambil tersenyum bahagia. Aku pun memandang kedua orang tuaku yang berdiri di belakang Neneknya Zafin dan mereka menganggukkan kepala pertanda mereka sudah menyetujui pernikahan ini.


" Apakah Paman dan Bibi merestui pernikahan ini?. " Tanya Zafin berusaha memastikan.


" Tentu saja!Mulai sekarang kau bisa memanggilku Ayah. " Kata Ayah sambil menghampiri Zafin dan memeluknya.


'Sebenarnya apa yang kalian bicarakan tadi, sehingga ayahku jadi luluh begini?'Batinku heran karena cepat sekali Ayahku berubah pikiran.


" Sayang, katakan pada Ibu, apakah kau mencintai Zafin?. " Pertanyaan Ibu membuatku sontak terkejut. Aku pun diam dan berpikir.


'Apa yang harus kujawab? ' Kataku dalam hati sambil memutar otak untuk menemukan jawabannya.


" Tentu saja dia mencintaiku Bibi sama seperti Aku yang mencintainya saat pertama kali dia magang di perusahaanku, bukan begitu Fifi?!. " Zafin yang mengerti situasiku saat ini membantuku menjawab pertanyaan Ibu.

__ADS_1


" Syukurlah kalau begitu, kapan kita akan mengadakan pertunangannya?. " Tanya Ibu kembali tak sabar dengan pernikahanku.


" Tiga hari lagi adalah hari yang baik. " Kata Neneknya Zafin yang masih menggenggam kedua tanganku.


" Kalau begitu kalian harus memilih cincin untuk pertunangan dan juga cincin pernikahannya besok. " Kata Ibu dengan wajah yang masih meluapkan kebahagiaan di matanya.Aku pun mengerti bahwa sepertinya Ayah dan Ibu sangat bahagia jika Aku menikah dengan Zafin, jadi Aku putuskan untuk menerimanya.


" Yah, lebih cepat itu lebih baik. " Sahut Ayah mendukung saran Ibu yang juga di ikuti dengan anggukan Neneknya Zafin.


***


Keesokan paginya setelah sarapan Aku mendapatkan pesan dari Zafin, yah... sebelum pulang kemarin malam kami sempat bertukar kontak. Beberapa menit kemudian dia pun datang dengan mobilnya tapi kali ini dia ditemani oleh sekretarisnya.


" Siapa dia?. " Tanyaku sambil menatap ke arah sekretaris Zafin. Sementara sekretarisnya itu hanya tersenyum ramah padaku.


" Dia adalah Firza sekretarisku di kantor, dan dia juga adalah orang kepercayaanku. Jika kau butuh sesuatu saat di perusahaan dan kau tidak menemukanku maka kau bisa minta bantuannya. " Zafin memperkenalkan sekretarisnya sambil menunjukkan sisi kelembutannya padaku. Akupun hanya mengangguk dan kembali menatap keluar kaca mobil.


Suasana pun menjadi sangat canggung hingga kami sampai di sebuah mall tempat kami akan memilih cincin pertunangan dan pernikahan kami.

__ADS_1


Firza turun kemudian membukakan pintu mobil untuk Zafin dan juga untukku. Aku pun berjalan di belakang mengikuti Zafin menuju ke dalam mall tempat kami akan memilih cincin di toko perhiasan.


" Selamat datang Tuan dan Nyonya, ada yang bisa saya bantu?. " Tanya seorang pegawai toko tersebut menyambut kami dengan ramah.


" Tolong panggilkan manajermu kemari, katakan padanya Zafin Ahmeer ingin bertemu dengannya. " Kata Zafin dengan nada dingin.


" Ba-baik Tuan, silahkan anda tunggu sebentar." Nampak pegawai tadi ketakutan hingga tangan dan kakinya gemetar setelah mengetahui nama pelanggannya yang ternyata salah satu investor di mall tersebut.


Setelah manajer itu datang, ia memberi hormat pada Zafin dan menunjukkan beberapa desain cincin yang di rancang oleh desainer perhiasan terkenal dari Singapura.


Setelah kami selesai memilih cincinnya. Zafin mengajakku ke sebuah restoran yang tak jauh dari mall tempat kami membeli perhiasan tadi karena waktu menunjukkan sudah saatnya makan siang.


" Firza, pukul berapa meeting di mulai?. " Tanya Zafin sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 10.00 WIB.


" 30 menit dari sekarang Presdir. " Jawab Firza dengan sigap.


" Tunda meetingnya pada pukul 2 siang nanti,dan kau kembalilah ke perusahaan untuk menyiapkan beberapa dokumen dan bahan presentasi. " Kata Zafin sambil menepuk bahu Firza.

__ADS_1


" Baik, saya pamit dulu. Assalamualaikum... " Firza membungkuk hormat dan mengucapkan salam sebelum pergi.


" Waalaikumsalam... " Aku dan Zafin menjawab salamnya.


__ADS_2