Garis Tangan Tuhan Untukku

Garis Tangan Tuhan Untukku
Makan malam bersama


__ADS_3

Malam ini seperti ajakan Mama Zafin, Aku,Ayah, dan Ibu pergi kerumahnya dengan menggunakan taksi. Setelah kami sampai di rumahnya, Papa dan Mama Zafin langsung menyambut kami di gerbang depan rumah mereka. Kami pun masuk dan duduk di ruang tamu.


" Bagaimana kabar Anda sekeluarga?. " Tanya Papa Zafin memulai percakapan.


" Alhamdulillah seperti yang Anda lihat, kami sehat sekeluarga. " Jawab Ayahku sambil tersenyum.


Sembari melihat jam tangan yang melingkar di tanganku, Aku melihat kedua Orang tuaku dan Zafin saling berbincang bersama dengan akrab. Rasanya Aku jadi tak enak jika mengganggu mereka.


'Dimana dia? Mengapa sedari tadi belum terlihat batang hidungnya?. 'Aku sambil celingukan mencoba mencari bayangan seseorang yang sedari tadi belum ada tanda-tanda akan kehadirannya.


Ibu dan Mamanya Zafin pun berhenti berbincang dan menatapku dengan tatapan menyelidik.


" Sebentar lagi Zafin pasti pulang, Fifi. " Kata Mamanya Zafin mencoba menenangkanku. Aku pun hanya bisa tertunduk malu karena sikapku tadi, sedangkan mereka masih menertawai sikap khawatirku yang mencari sosok Zafin sedari tadi. Sampai akhirnya calon suamiku itu datang.


" Assalamualaikum Pa... Ma... " Kata Zafin sambil mencium tangan kedua orangtuanya.


" Assalamualaikum Paman, Bibi maaf telah membuat kalian lama menunggu karena tadi ada sedikit masalah di perusahaan. " Kata Zafin menghampiri Orang tuaku dan mencium kedua tangan mereka.


" Kami memakluminya Zafin. " Kata Ayahku sambil menepuk bahu Zafin. Setelah Zafin selesai berganti pakaian di kamarnyadi lantai atas, kami pun menuju meja makan karena sudah waktunya untuk makan malam.


" Apa kau suka makanannya sayang?. " Tanya Mama Zafin di sela makan sembari menatap menunggu jawabanku.


" Yah, masakannya sangat lezat, apa Bibi yang membuat semua ini. " Aku memuji masakan yang di buat oleh Mama Zafin karena memang itu sesuai dengan lidahku.

__ADS_1


" Yah, kalau kau suka Mama akan buatkan beberapa makanan penutup untukmu. " Kata Mama Zafin memanjakanku, sementara Zafin hanya tersenyum melihat tingkah Mamanya itu.


Setelah selesai makan malam, Papa Zafin mengajak Ayah pergi ke ruang baca untuk membicarakan yah... topik para pria dewasa pasti tentang olahraga. Sedangkan Zafin pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi sambil menikmati kopinya.


" Biar saya bantu. " Kata Ibu sambil membantu membersigkan bekas peralatan makan yang kotor setelah dipakai tadi.


" Eh... itu tidak perlu, sebaiknya Anda duduk di ruang tamu dan bersantai. " Kata Mama Zafin berusaha agar tidak merepotkan calon besannya itu.


" Bagaimana kalau kita memberi waktu pada Zafin dan Fifi?. " Kata Ibuku sembari berbisik di dekat telinga Mama Zafin. Mama Zafin pun mengangguk mengerti karena dia ingat ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada Ibuku.


" Fifi kau berikan ini pada Zafin di ruang keluarga,ini adalah camilan favoritnya saat menonton televisi. "Kata Mama Zafin sambil menyodorkan sepiring roti bakar dengan selai blueberry yang masih hangat. Aku pun menerima piring itu dan membawanya ke ruang keluarga.


" Maaf sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan tentang hubungan anak-anak Kita. Apakah Anda tidak merasa ada yang disembunyikan mereka dari Kita? " Kata Mama Zafin sembari menaruh peralatan makan yang kotor tadi di wastafel.


" Aku juga merasa mereka tidak saling mencintai seperti yang mereka katakan, tapi mengapa Fifi menyetujui pernikahan ini?Apakah Zafin telah memaksanya? Ataukah ada hal lain?. " Kata Mama Zafin dengan penuh tanda tanya.


" Atau jangan-jangan mereka berdua membuat kesepakatan dengan memikirkan diri mereka sendiri-sendiri!. " Kata Ibuku masih berusaha berpikir


'Yah yang Ku tau dari putraku itu adalah sifatnya sedikit egois terhadap apapun yang disukainya, Aku takut dia memaksa untuk menjadikan Fifi sebagai miliknya. 'Batin Mama Zafin.


'Yah yang Ku tau dari putriku itu, dia akan berusaha membahagiakan orang-orang terdekatnya. Dia rela melakukan apapun demi kami, Aku takut dia mengajukan syarat yang sulit untuk Zafin. 'Batin Ibuku.


" Sepertinya kita sebagai Ibu mereka harus menyadarkan tentang kesalahan anak-anak kita. " Kata Mama Zafin berusaha mengambil keputusan.

__ADS_1


" Itu benar, sebelum mereka melangkah ke arah yang lebih jauh. Masih ada waktu sebelum pertunangan besok malam. " Kata Ibuku membenarkan. Di setujui dengan anggukan oleh Mama Zafin.


***


Aku meletakkan sepiring roti bakar yang masih hangat itu di depan meja di ruang keluarga tepatnya di depan Zafin, lalu Aku memilih untuk duduk di sofa sebelah kirinya sambil ikut menonton televisi.


" Dimana Mama dan Bibi?. " Kata Zafin sambil mengambil sepotong roti bakar dan mulai menggitnya.


" Sedang di dapur. "Jawabku singkat.


" Oh ya, apakah kau keberatan jika Aku memberimu kedudukan sebagai Direktur pemasaran di perusahaan? " Kata Zafin setelah menelan gigitan rotinya.


" Tapi...bukankah itu adalah kedudukan yang sangat penting di perusahaan, mengapa kau memberikannya padaku sebelum Aku melalui wawancara?. " Kataku sedikit terkejut dengan perkataan Zafin.


" Kau tidak perlu melalui wawancara, Aku sudah melihat CV mu dulu, dan apa kau lupa bukankah kau pernah magang di perusahaanku?Jadi Aku tau bagaimana potensimu dalam bekerja dan Aku merasa hanya Kau yang bisa mengambil posisi itu. " Jelas Zafin sambil menyeruput kembali sisa kopinya.


" Tapi bagaimana kesan karyawan lain padaku nanti?. "Aku takut akan menjadi musuh satu perusahaan karena itu.


" Siapa yang berani membuly Nyonya presdir nya di perusahaan, sama saja dia tidak menghormatiku sebagai atasannya. " Kata-kata Zafin membuatku tertegun karena sikapnya yang ingin melindungiku setelah menjadi istrinya nanti.


"Baiklah jika memang itu keputusanmu, Aku mengucapkan terima kasih padamu. " Kataku mengungkapkan ucapan terima kasih dengan tulus.


Setelah selesai berpamitan, Aku dan Orang tuaku pun pulang ke rumah tapi kali ini dengan di antar Zafin menggunakan mobil pribadinya. Setelah menurunkan kami di halaman rumah, ia pun berpamitan dan melajukan mobilnya meninggalkan rumahku.

__ADS_1


__ADS_2