GEN-X BATTLE

GEN-X BATTLE
Mesin tinju...


__ADS_3

Pengendara mobil mewah itu tampak mengada-ada. Jalan begitu lebar, bahkan tak terlihat seekor semut menghalangi jalannya.


Mungkin karena Melvin terlihat kumuh dan kusam, pengendara mobil tersebut berniat sombong.


"Hei...! Apa kau tak bisa mundur lebih jauh? Takutnya, aroma tubuhmu membuat lecet mobil baruku." Ucap pengendara mobil seraya menutup hidung.


Kaya, menindas. Miskin, ditindas. Itu kata yang tepat untuk menggambarkan dunia yang sudah kehilangan moral.


Mendengar perkataan orang tersebut, Melvin hanya diam. Tak sakit hati, tak juga terprovokasi. Bagi Melvin, hal seperti itu hanya tindakan orang bodoh yang tak tau tempat pamer.


Tak mau berurusan lebih jauh, Melvin segera meninggalkan pengendara mobil. Dengan santainya berjalan melewati orang itu tanpa peduli sedikitpun.


Sakit hati karena tak dihiraukan, pengendara mobil segera menginjak pedal gas, bermaksud menabrak Melvin.


Tapi, seakan tak kasat mata, tiba-tiba saja Melvin sudah berada di seberang bahkan sudah hampir membuka pintu restoran


Sebenarnya, pemilik mobil merasa heran dengan apa yang dia lihat barusan. Hanya karena ego dan kesombongannya lebih mendominasi, dia tak mau melepaskan Melvin begitu saja.


Dia segera turun, berlari mengejar Melvin yang sudah membuka pintu restoran.


"Tunggu...! Aku lihat, kau menyerempet mobilku. Kau harus ganti rugi." Pemilik mobil mencegat, mencengkram pundak Melvin.


Melvin terhenti, menoleh kearah orang orang itu dari balik rambut gondrongnya.


Melihat tatapan Melvin, orang itu seakan merasakan sebuah aura yang berbeda tapi mengerikan.


Dia seakan sedang dihadapkan dengan ratusan ekor binatang buas yang siap menjadikannya sebagai bulan-bulanan untuk dimangsa.


Tanpa sadar, orang itu melepas tangannya yang memegang pundak Melvin. Kakinya gemetar hebat, dari dahi mulai bermunculan butiran embun kecil yang semakin lama terlihat seperti keringat. Tubuhnya seakan terkena penyakit meriang.


Bug...!


Sekali lagi, orang itu tak dapat mengendalikan dirinya yang tanpa sadar, berlutut.


Pada akhirnya, dia hanya dapat melihat Melvin yang masuk begitu saja kedalam restoran tanpa dia dapat memberikan pelajaran seperti yang dia maksud sebelumnya.


Di dalam restoran, Melvin segera disambut oleh seorang wanita cantik yang bertugas menerima pengunjung.


Tak seperti biasa, jika pada umumnya pengunjung restoran akan dilayani saat duduk dimeja makan, namun restoran ini akan menyambut pengunjung masuk pertama kali.


Jenis pelayanan ini sudah diterapkan hampir di semua jenis fasilitas pertokoan besar. Pelayanan tersebut baru berkembang sejak sejak beberapa tahun yang lalu...


"Kau... Apa yang kau butuhkan?" Melihat penampilan Melvin, pelayan tersebut bertanya, sinis.


"Makan..." Jawab Melvin singkat.


"Makan...?! Dengan penampilan seperti ini, kau hanya akan mengusir semua pelanggan kami." Ejek pelayan tersebut.

__ADS_1


"Aku tak melihat adanya peraturan penampilan, disini."


"Memang... Tapi setidaknya kau sadar diri! Pakaian saja tak punya, bagaimana kau akan membayar?"


"Paket khusus..." Jawab Melvin.


"Paket khusus....? Kau hanya orang biasa." Balas si pelayan, meremehkan.


Wajar jika pelayan wanita itu beranggapan, Melvin tidak akan bisa menggunakan paket khusus.


Paket khusus hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kemampuan khusus. Kemampuan yang hanya bisa didapat setelah menyuntikkan serum gen dari binatang X yang hanya sanggup dibeli oleh orang-orang kaya saja.


Melihat penampilan Melvin yang tidak meyakinkan, siapapun akan beranggapan demikian.


"Aku akan melakukannya...!" Jawab Melvin tanpa ekspresi, membuat pelayan wanita itu semakin ragu.


Melihat Melvin yang keras kepala, membuat pelayan itu semakin malas untuk menanggapi. Ia segera mencari pelayan lain.


"Hei kau, kemari...!" Panggil pelayan tersebut kepada wanita lain yang satu profesi, yang kebetulan lewat.


"Kau layani orang ini... Jangan biarkan dia berbuat yang aneh-aneh." Perintah Pelayan tersebut seakan bertindak sebagai orang yang lebih senior.


Pelayan yang disuruh, mengangguk patuh.


"Silahkan, tuan... Apa yang tuan inginkan?" Ucap pelayan pengganti, sopan.


Mendengar jawaban Melvin, pelayan itu tampak sedikit tak percaya. Namun dia berusaha untuk bekerja sebagai seorang profesional.


Pelayan pertama yang masih berada disitu, mengerutkan dahi. Dia semakin jengkel melihat Melvin yang berkhayal terlalu tinggi.


"Apakah tuan yakin...?" Pelayan pengganti mencoba meyakinkan jawaban Melvin. Kata-katanya membuktikan bahwa dia juga meragukan pernyataan Melvin.


Melvin mengangguk.


"Baiklah, tuan... Silahkan ikuti saya." Pinta pelayan tersebut.


Pelayan tersebut membawa Melvin menuju sebuah ruangan yang cukup luas. Didalam ruangan terdapat sederet mesin tinju yang menampilkan kekuatan tinju seseorang.


"Tuan... Seperti yang tuan lihat, mesin-mesin ini akan menampilkan kekuatan pukulan tuan." Terang pelayan tersebut.


"Tuan akan mendapatkan pelayan gratis jika memenuhi persyaratan yang telah ditentukan."


"Tuan akan mendapatkan pelayanan gratis kelas dasar dari top skorer tingkat dasar yang ada saat ini. Selanjutnya, tuan akan mendapatkan pelayanan gratis tingkat menengah dan juga tingkat VIP jika berhasil melampaui top skor yang telah ada."


"Dan tuan hanya boleh mencoba dalam sekali pukul. Jika gagal, maka tidak ada pengulangan. Sebaiknya tuan memilih sesuai kemampuan tuan." Lanjut pelayan tersebut menerangkan. "Apa tuan mengerti?"


Melvin mengangguk. Tak disangka dia segera berjalan ke arah mesin dengan tingkatan yang paling sulit.

__ADS_1


Beberapa orang yang mengambil pelayanan khusus yang sejak awal berada di sana, sontak melihat kearah Melvin. Tentu saja mereka merasa geli, melihat Melvin yang tahu diri dengan kemampuan sendiri.


"Eh, lihat... Apakah orang itu sudah gila? Apa dia pikir dia bisa menggerakkan satu angka dari mesin itu?" Ucap seseorang terhadap teman yang ada disampingnya.


"Namanya juga orang miskin. Mungkin dia pikir bisa melakukan apapun hanya dengan modal semangat." Jawab temannya.


"Ya... Sepertinya, Orang itu baru pertama kali memasuki restoran semewah ini dan sangat ingin memakan makanan gratis." Balas orang itu.


"Hmmm. Bisa jadi..."


Mesin tinju disana sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Sehingga, semakin tinggi tingkatannya, semakin sulit bagi seseorang untuk mencetak angka.


Pada mesin kelas pertama, skor tertinggi yang pernah dicapai oleh pengunjung disana sudah mencapai sudah mencapai 2800 power.


Sementara mesin kelas kedua, mencapai 920 power.


Sedangkan mesin dengan tingkatan kelas tertinggi, saat ini baru mencapai 98 power. Hingga saat ini, tepatnya setahun, belum ada satu orangpun yang dapat melampaui skor tersebut...


Melvin berdiri menghadap mesin. Ia memperhatikan sasaran tinju yang terbuat dari karet dan dilapisi serat-serat kuat.


"Apakah aku sudah boleh memukulnya?" Tanya Melvin, Membuyarkan pelayan yang terlihat bengong. Mungkin masih belum yakin dengan pilihan Melvin.


"Ah, ya.... A, apakah tuan yakin? Rekor yang tertera disana, sejak setahun lalu belum seorangpun dapat melampaui hingga saat ini." Ucap pelayan tersebut.


"Aku akan coba..." Jawab Melvin.


"Baiklah, asalkan tuan tidak menyesal dengan pilihan tuan dan tidak protes, maka tuan boleh memulainya." Ucap si pelayan.


Setelah mendengar persetujuan pelayan, Melvin langsung mengepalkan tinju. Tanpa kuda-kuda atau persiapan matang sama sekali, Melvin mulai mengarahkan pukulannya pada sasaran tinju.


"Hei, kau...!" Seseorang tiba-tiba membentak Melvin.


"Apa kau kira ini permainan anak-anak? Tanpa persiapan dan kuda-kuda yang tepat, kau pikir berapa angka yang bisa kau dapatkan." Lanjut orang itu.


"Hahaha... Sampai muntah darah pun, paling dia hanya memperoleh satu angka." Tawa seseorang yang ikut mendatangi tempat Melvin berada.


Mendengar cemoohan yang ditujukan padanya, Melvin cuek. Dia tak mau berurusan dengan orang-orang yang selalu menilai rendah penampilan orang lain.


Melvin hanya akan membuat bukti menjadi saksi. Bukan teori.


Bug...!


Pukulan yang terlihat main-main itu, tepat mengenai sasaran.


Jika itu mesin kelas dasar atau menengah, kemungkinan angka yang ditampilkan akan berjalan sangat cepat. Tapi ini mesin dengan tingkatan tersulit. Angka terlihat berjalan sangat lambat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2