Girl With

Girl With
Girl With [ Silent ] #1


__ADS_3

Semua sifat dan sikap yang kau lakukan itu tabu dan abu-abu.


Aku bahkan tak tahu, entah perempuan mana yang kau cintai. Aku bahkan tak tahu, entah perempuan mana yang benar-benar kau sayangi.


Terkadang, aku berpikir itu diriku.


Namun, terkadang aku berpikir itu dirinya.


Dan terkadang, aku berpikir bahwa itu dia...


...•••...


Bulan Juli di Tahun 2022. Tepatnya di administrasi keuangan sekolah, tempat di mana pertama kali aku bertemu denganmu. Kupikir, itu hanya pertemuan sekilas yang akan menjadi kenangan dan angan-angan. Kupikir, setelahnya kita akan kembali menjadi asing dan tak kembali menyapa.


Namun, ternyata takdir berkata lain, ya.

__ADS_1


Entah Tuhan yang memang sengaja menempatkanku bersamamu atau sebaliknya, yang jelas aku tak pernah menyangka bahwa kita akan berada di kelas yang sama.


Dulu, aku hanya bisa menatapmu jauh. Aku begitu malu untuk menyapamu, terkecuali jika dirimu memang berbicara denganku lebih dulu. Wajahmu yang selalu tersenyum, sifatmu yang seolah-olah tidak takut pada apapun dan siapa pun, juga sosok dirimu yang selalu membuat orang lain merasa nyaman saat ada di dekatmu. Lagi, caramu melindungi seseorang dengan caramu sendiri, dan tutur katamu yang membuat semua orang tenang dan mendengarkan.


Semua itu membuat kekagumanku melebihi kapasitasnya. Membuat perasaan kagumku berubah perlahan-lahan menjadi rasa yang tidak bisa dijelaskan. Kurasa, perasaan suka?


Namun, sayangnya tidak hanya aku. Banyak gadis lain pula yang menyukaimu, dan itu membuatku tidak cukup percaya diri. Bahkan awalnya, aku ingin membuang harapan itu jauh-jauh, dan menguburnya dalam-dalam.


Tapi, apa kau ingat?


Tugas yang mengharuskan kita pergi ke suatu museum secara berkelompok?


Perasaan yang sudah kukubur dalam-dalam, namun seakan-akan kembali tumbuh lewat tanah yang disirami oleh air hujan.


Aku tidak begitu ingat bagaimana detail kejadian pada hari itu. Yang kuingat jelas adalah sosok dan perilaku yang kau lakukan perlahan hampir memikat seluruh hatiku, atau mungkin seluruh gadis yang ada di sana pada saat itu?

__ADS_1


Meskipun begitu, aku merasa sedikit kasihan padamu. Kau sangat melindungi semua orang yang ada di sekitarmu, kau benar-benar mementingkan kepentingan orang lain daripada dirimu sendiri.


Kenapa?


Aku penasaran, apa yang membuatmu seperti itu?


Bahkan, aku masih mengingat dengan jelas. Kau rela untuk hampir tidak muncul dalam perekaman video, hanya karena kau merasa tidak enak untuk meminta pertolongan pada anggota lainnya.


Hei Rian, meminta tolong pada orang lain adalah hal yang wajar. Kau tidak perlu terlalu memaksakan diri hanya untuk menyenangkan perasaan orang lain.


Jika memang orang lain merasa bahagia, lantas dirimu?


Kau tahu, terkadang kau juga harus memikirkan dirimu sendiri. Tidak, itu bukan egois. Namun, terkadang dirimu juga membutuhkan perhatian dari dirimu sendiri.


Bukan, bukan aku melarangmu untuk peduli pada orang lain. Namun, coba pikirkanlah. Ada seseorang yang memang pantas untuk mendapatkan perhatian dan pertolonganmu, tapi juga ada seseorang yang memang pantas tidak kau acuhkan.

__ADS_1


Seseorang yang tidak memberikanmu timbal balik apa pun. Seseorang yang hanya bisa mengandalkanmu tanpa mencoba. Seseorang yang yang hanya merepotkanmu.


Mereka tidak layak untuk mendapatkan kepedulianmu. Rian, kumohon, pikirkan dirimu sesekali. Aku tahu, dirimu yang kau sembunyikan jauh lebih membutuhkan itu semua.


__ADS_2