
Gracce menyusuri koridor rumah sakit, dengan nafas terengah engah. Dia hampir saja terlambat karena sakit magh nya kambuh pagi ini. Gracce meletakan tas nya ke dalam loker, lalu mengambil rok didalam tas nya dan segera ke toilet untuk berganti pakaian secepat mungkin.
Gracce bekerja sebagai Resepsionis pada salah satu rumah sakit terkenal. Dia sangat berterima kasih kepada ibu amora karena telah membantu nya untuk bekerja di rumah sakit ini.
Gracce duduk di kursi resepsionis sambil membersihkan meja nya. "Kau hampir terlambat gracce" sapa jasmin, salah satu resepsionis selain gracce. "Maaf tadi magh ku sempat kambuh", jawab gracce merasa bersalah. "Magh mu lagi..", balas jasmin ketus. Gracce hanya diam tanpa membalas perkataan jasmin.
Jasmin mengambil tas nya dan bergegas pulang, karena gracce sudah datang. Gracce mendapat shift pagi di minggu pertama dan akan bergantian dengan jasmin di minggu berikutnya.
Gracce membaca buku pelajaran yang dia bawa karena sebentar lagi akan ada uts. "Permisi..", sapa tamu yang baru masuk, kedalam rumah sakit. "Iya bu, ada yang bisa saya bantu", jawab gracce. " Saya mau bertemu dengan dokter zigni, apa saat ini dokter ada di ruangannya?", tanya tamu itu lagi.
"Tunggu sebentar ya bu saya tanya ke ruangan dokter zigni dulu..", jawab gracce lembut. Gracce mengangkat telpon dan mencoba menghubungi ruangan dokter zigni. Gracce menutup telpon, kemudian mempersilahkan tamu itu untuk menuju ke ruangan dokter zigni.
***
Gracce sudah bekerja selama setahun di rumah sakit ini, namun sampai saat ini dia belum memiliki teman. Gracce memang memiliki kepribadian yang pendiam dan tertutup. Namun gracce memiliki kecantikan dan postur tubuh yang sangat sempurna. Hanya saja gracce tidak pernah menyadari semua itu.
__ADS_1
Dokter ryan tersenyum pada gracce, gracce membalas senyuman dokter ryan dengan kikuk. "Halo gracce...", sapa dokter ryan. "Halo dok..", jawab gracce lembut.
"Apa tadi ada yang mencariku gracce?", tanya dokter ryan basa basi. "Belum ada dok", jawab gracce singkat. " Kamu sudah sarapan tadi?", tanya dokter ryan lagi. "Sudah kok dok", jawab gracce. "Kenapa ryan kamu mau mengajak gracce sarapan denganmu..?", ucap dokter zigni sambil menepuk pundak dokter ryan.
Sontak saja dokter ryan terkejut dengan kedatangan dokter zigni, dokter ryan menggaruk kepalanya sambil tertawa kikuk.
"Gracce kamu jangan perdulikan dia, laki laki ini buaya", ucap dokter zigni bercanda. Dokter ryan hanya bisa tertawa mendengar ucapan dokter zigni. Dokter zigni menyerahkan sebuah daftar kepada gracce, lalu mengajak dokter ryan keruangannya untuk berbicara.
***
Gracce memandang ke arah halaman rumah sakit, gracce menatap kearah dokter reynold yang baru keluar dari mobilnya. Gracce menundukan kepalanya. jantung gracce mulai berdetak kencang, dia berpura pura sedang menulis sesuatu dibuku. Dokter reynold membuka pintu masuk rumah sakit. Dia melihat ke arah resepsionis dan melihat ke arah gracce yang sedang menulis.
Dokter reynold meninggalkan gracce setelah memberikan bungkusan cake. Dia berjalan menuju ruangan nya di lantai dua. Dokter reynold adalah salah satu dokter spesialis bedah di rumah sakit tempat gracce bekerja. Dokter reynold sangat terkenal akan kebaikan dan keramahannya. Meskipun orang tua nya adalah pemilik rumah sakit itu, dan memiliki pengaruh besar terhadap setiap kegiatan di rumah sakit. Dokter reynold tetap rendah hati terhadap siapapun yang ada di sana.
***
__ADS_1
Gracce membuka kotak makan miliknya. Gracce menyantap makan siangnya, yang hanya berisi telur dan nasi. Gracce tidak pernah rewel terhadap makanan apapun. Karena bagi nya perut nya merasa kenyang, itu adalah sebuah nikmat. Gracce hanya makan siang sendiri di pantry. Seperti hari yang dia lewati setiap saat, hanya berbicara pada diri nya sendiri didalam hati.
Dokter reynold melihat ke arah pantry, dia tersenyum melihat gracce yang sedang makan. Lalu pergi melewati pantry tanpa ingin mengganggu kesendirian gracce.
***
"Iya aku tahu ini hanya untuk sementara saja, kenapa kita harus repot merekrut orang dari luar kalau begitu", ucap dokter zigni. "Aku setuju dengan dokter zigni, sebaiknya kita mengambil dari dalam karena ini hanya untuk 3 bulan saja kan..", ucap amora. Ternyata sedang ada perundingan di antara petinggi di rumah sakit. Salah satu kasir rumah sakit akan cuti karena melahirkan. Untuk itu mereka sedang mengadakan pertemuan, untuk mencari pengganti sementara posisi kasir rumah sakit.
"Lalu siapa yang ingin kau ajukan ibu amora?", tanya dokter reynold. "Bagaimana kalau aku mengajukan gracce..", ucap amora lagi. Semua tampak berpikir dengan usulan yang diajukan amora. " Dia memang bukan lulusan tinggi, tapi saat ini dia sedang kuliah dan dia pun selalu mendapat nilai cumlaude dalam setiap semester nya", ucap amora.
"Aku setuju dengan pendapat ibu amora", jawab dokter ryan menyetujui. "Kau setuju karena kau tertarik dengan gracce atau...", timpal dokter zigni. "Tentu saja aku juga setujuu...", sambung dokter mike memotong omongan dokter zigni, dengan nada bercanda. Semua tertawa melihat ke arah wajah dokter mike, yang memang sudah sangat lucu itu.
"Baiklah kalau semua setuju dengan keputusan ini, kalau begitu apakah ibu amora sendiri yang akan berbicara dengan gracce, atau aku yang akan menyampaikan kepadanya?", tanya dokter reynold. "Tentu saja aku dok, kalau kamu yang menyampaikannya bisa bisa jantung gracce meledak karena grogi dengan ketampanan mu", jawab amora tertawa. Yang lainnya ikut tertawa melihat ibu amora menggoda dokter reynold.
Gracce sedang bersiap siap untuk pulang, dia mengambil tas nya didalam loker. Jasmin seperti berpura pura tidak melihat gracce. Gracce tahu jasmin mencoba untuk membalas nya dengan datang 3 menit sebelum jam keterlambatan.
__ADS_1
Gracce menuju halte bus untuk bergegas pulang. Cuaca sedang mendung, dia takut akan turun hujan sebelum dia tiba dikosan nya. Gracce duduk di bus, sambil memandang ke arah langit malam dari balik kaca bus. Dia tersenyum dan menyentuh kaca bus seolah olah sedang menyentuh awan yg gelap itu.