
Terkadang aku merasa rapuh dengan keadaanku. Terkadang aku ingin menyalahkan takdir yang begitu jahat terhadap diriku. Pa..ma...kenapa semakin lama semua ini semakin terasa berat. Gracce meneteskan air matanya, sambil memeluk guling dengat erat.
***
pagi ini begitu hangat. Keramaian kota yang disibukan dengan lalu lalang kendaraan yang tampak begitu rapat, membuat suasana pagi ini semakin hangat. Amora menunggu gracce yang berlari kecil menghampirinya, dihalaman rumah sakit. "Kamu nampak semakin kurus gracce..apa kamu sedang sakit?", tanya amora perhatian.
"Tidak bu..aku hanya sedang sibuk bekerja dan kelas semester akhir saja, jadi memang agak menguras tenaga", jawab gracce tersenyum.
"Kamu jangan melupakan jam makan mu gracce..kamu tahu kan kalau kamu tidak boleh terlambat makan", ucap amora mengingatkan. Gracce tersenyum, lalu berjalan beriringan dengan amora masuk ke dalam rumah sakit.
Ryan tampak sedang mengintip kedalam ruangan kasir, saat pintu ruangan terbuka. Abel nampak grogi saat menoleh ke pintu, dan melihat dokter ryan tampak sedang menatap ke arahnya. Dokter ryan yang sedang terpergok itu tersenyum kikuk pada abel dan bergegas meninggalkan koridor ruang kasir.
Abel senyum senyum sendiri karena merasa dokter ryan sedang mencuri pandang pada dirinya. Padahal saat itu dokter ryan sedang mencari gracce yang dari tadi belum terlihat olehnya.
__ADS_1
Gracce merapikan kertas yang sedang dia fotocopy. Abel menyuruhnya mem fotocopy berkas laporan bulan kemarin yang sedang diminta oleh bagian accounting. "Nona cantik..seperti nya sekarang kamu sangat sibuk dengan pekerjaanmu ya..", goda dokter zigni pada gracce. "Tidak juga dok, saya cuma membantu fotocopy saja kok..", jawab gracce tersenyum. "Melihat wajah mu ini membuat hatiku ini sungguh adem gracce...kalau aku laki laki mungkin sudah lama aku melamarmu", ucap dokter zigni lagi. "Dokter bisa saja...", jawab gracce tertawa. Zigni pun tertawa sambil mengelus punggung gracce.
Gracce merapikan uang tunai yang dia terima dari wali pasien. Setelah merapikan uang gracce menyerahkannya kepada abel, lalu menanda tangani laporan harian yang dibuat oleh abel.
***
Tanpa terasa gracce sudah tiga minggu bekerja sebagai kasir rumah sakit, dan sudah memahami semua pekerjaannya. Namun gracce merasa ada sesuatu yang janggal, namun dia menepis semua perasaan itu.
"Kamu mau pesan makan gracce?", tanya merlin. " Tidak..kamu saja, tadi dikosan aku sudah makan kok", jawab gracce menolak. Merlin lalu memesan dua es jeruk, dan duduk berhadapan dengan gracce. "Kamu sudah menentukan variable untuk skripsi mu gracce?", tanya merlin. "Sudah kok..tapi aku masih belum terlalu yakin..", jawab gracce. "Menentukan variable untuk skripsi ini saja sudah membuat kepala ku ingin meledak. Belum tugas semester akhir ini banyak sekalii...", ucap merlin frustasi.
"Aku salut padamu..kamu masih tenang saja dengan semua nya, padahal kamu juga harus bekerja..", ucap merlin. Gracce hanya tersenyum mendengar ucapan merlin. Terkadang sesuatu yang menurut orang lain baik, namun sebenarnya itu tidak baik baik saja. Padahal semua itu, karena mereka tidak pernah mengetahuinya. pikir gracce, sambil meminum es jeruk yang sudah datang.
***
__ADS_1
"Ayolah gracce temani aku....", rengek merlin pada gracce. "Hmmm...baiklah merlin", ucap gracce, mengiyakan permintaan merlin menemaninya ke mall sepulang dari kampus.
Merlin meminta gracce untuk menemaninya berbelanja. Dia sedang suntuk untuk pulang kerumah lebih cepat hari ini.
Merlin melihat lihat baju di salah satu butik. Gracce pun mengikuti kemana merlin menghentikan kaki nya, pada setiap baju yang menarik perhatiannya. Tiba tiba mata gracce tertuju pada sosok yang tidak asing, tidak jauh dari tempat dia berdiri. Dokter reynold tampak sedang menemani seorang wanita berbelanja di butik itu.
Gracce segera menghindari mereka, gracce pun beralasan mau ke toilet pada merlin. Dokter reynold tampak melihat ke arah punggung gracce yang sudah berbalik Membelakanginya. Reynold mengernyitkan dahi nya karena seperti mengenali punggung gracce.
"Kenapa kamu tidak kembali lagi gracce?", tanya merlin, menyusul gracce di depan toilet mall. "Disana ada dokter yang aku kenal, aku takut dia melihatku", jawab gracce dengan polos. "Memangnya kenapa kalau dia melihatmu, kamu tidak mencuri apapun kan kenapa harus menghindar", ucap merlin sambil menggelengkan kepalanya pada gracce. Gracce tersenyum kikuk, bingung dengan dirinya sendiri.
Merlin puas dengan belanjaannya hari ini. Merlin termasuk anak dari keluarga yang berada. Merlin sangat menyukai kepolosan gracce, karena memang dia tidak menyukai orang yang suka bersifat munafik. Merlin membelikan gracce baju kaos, karena dia tahu gracce hanya suka memakai baju kaos saat bepergian.
Gracce melambaikan tangannya pada merlin, dan mengucapkan terima kasih karena sudah mengantarnya pulang dan membelikannya baju. Gracce pun segera masuk ke dalam kamar kos nya. Dan segera membersihkan tubuhnya karena habis dari tempat keramaian.
__ADS_1