Gracce

Gracce
Mencoba tegar


__ADS_3

Gracce baru selesai mencuci piring dan membereskan tempat tidurnya. Di luar sedang turun hujan sangat deras. Gracce sangat bersyukur, hujan turun setelah dia sampai di kosan. Gracce duduk di sofa, dia melihat kalender di handphone nya. "Besok harus bayar uang untuk uts..", ucap gracce lirih. Gracce berdiri lalu membuka lemari dan menyiapkan uang untuk pembayaran ujian tengah semesternya.


"Ayo gracce semangatt....", ucap grace sambil memeluk guling nya. Gracce memejamkan matanya, dan mencoba untuk segera tidur. Terkadang gracce merasa dia tidak kuat terus bertahan dengan kondisi nya. Namun dia mencoba untuk terus tegar, dan melangkah demi mewujudkan impian nya selama ini.


***


Air hujan tampak membasahi jalanan, setelah hujan deras semalam. Cuaca pagi nampak mendung dan sangat dingin. Gracce memakai jaket andalan nya, dan bersiap menuju rumah sakit.


"Istirahat harus kekampus sebentar..", ucap gracce dalam hati. Dia melangkahkan kaki nya dengan penuh semangat menuju halte bus terdekat.


Gracce melihat mobil yang sangat dia kenal sedang melewati halte bus, tempatnya menunggu. Mobil dokter reynold melewati halte bus, namun dokter reynold tidak melihat keberadaan gracce disana.


Gracce merasa lega setelah melihat mobil dokter reynold melewati nya. Dia segera menaiki bus yang datang, dan duduk di kursi dekat kaca seperti biasanya.


***


"Gracce kamu bisa keruangan saya ya..", ucap amora setibanya di rumah sakit. "Iya baik bu..", jawab gracce . Gracce pun mengikuti amora menuju ruangan nya. Amora adalah kepala bagian keuangan di rumah sakit tempat gracce bekerja.


"Kuliah kamu lancar kan gracce?", tanya amora. "Iya bu semua nya lancar, minggu depan gracce mulai uts", jawab gracce sambil tersenyum.


"Gracce..kamu tau kan nadila akan cuti melahirkan minggu depan?", ucap amora. "Iya bu saya sudah dengar..", jawab gracce. "Kemarin kami sudah mengadakan pertemuan untuk pengganti sementara nadila. Dan kami sepakat, kamu akan menjadi pengganti nadila untuk 3 bulan ini, selama dia cuti, kamu mau kan gracce?" ucap amora lagi.

__ADS_1


Gracce diam dan tampak ragu menjawab amora. "Kamu tidak perlu khawatir gracce, saya yakin kamu pasti bisa mengerjakan pekerjaan itu", ucap amora meyakinkan gracce.


"Tapi bu..apa nanti tidak akan ada yang protes kalau saya menggantikan nadila?", tanya gracce ragu. " Gracce...kenapa orang harus protes..ini hanya sementara, dan kamu bisa mendapatkan pelajaran dari posisi ini. Setidaknya penambahan pengalaman untukmu..", ucap amora lagi.


Gracce menundukkan kepalanya, "baiklah bu..kalau memang ini yang sudah diputuskan oleh managemen", jawab gracce lembut. Amora mengelus pundak gracce, dan menatapnya sambil tersenyum.


***


Gracce sedang bersiap untuk istirahat. Dia mengejar waktu untuk kekampus. Kemudian kembali lagi ke rumah sakit, sebelum jam istirahatnya habis. Kampus gracce tidak begitu jauh dari rumah sakit. Namun gracce tampak terburu buru, karena takut terlambat kembali lagi ke rumah sakit.


"Akhhh....",


Gracce meringis kesakitan, sambil menyentuh luka di kakinya. Gracce terjatuh, karena berlari dengan terburu buru, saat kembali ke rumah sakit. Gracce berdiri, kemudian tetap berlari menuju rumah sakit, tanpa menghiraukan luka di kakinya.


***


Gracce tidak menyadari dokter reynold sedang memperhatikannya sejak tadi. "Ikut aku keruangan gracce..", ucap reynold memerintah. Gracce berdiri dari kursinya, lalu mengikuti reynold dari belakang sambil berjalan tertatih.


"Kamu tidak bisa membersihkan luka di kaki mu seperti itu saja gracce, apalagi luka ini cukup besar..", ucap reynold setiba nya di ruangan. Gracce hanya diam, tidak menjawab ucapan reynold.


Reynold mengambil alkohol dan kapas dari kotak obat. "Duduklah disini...", ucap reynold lagi. Gracce duduk disofa ruangan reynold. Reynold tampak membungkuk dan melihat luka di kaki gracce.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa terjatuh begini?", tanya reynold lagi. "Aku terburu buru kembali dari kampus", jawab gracce ragu. Reynold menggelengkan kepala, mendengar jawaban gracce.


Gracce kembali dari kampus tanpa naik kendaraan umum. Gracce melakukan itu, karena ingin mengirit uang sakunya. Gracce menghebuskan nafasnya dengan panjang, sambil menutup pintu ruangan reynold. Gracce merasa tidak enak, karena reynold melihatnya terluka seperti itu.


***


"Wanita itu memang pandai merayu dokter disini dan ibu amora..", ucap jasmin kepada numa. "Ya untungnya dia kan cuma pengganti, itupun kalau dia bisa mengerjakan pekerjaan nadila", ucap numa dengan nada mengejek.


Gracce terdiam dari dalam toilet. Tanpa sengaja gracce mendengar percakapan jasmin dan numa dari balik toilet. Gracce menunggu mereka selesai berdandan, baru dia keluar dari dalam toilet.


Gracce memandang wajahnya di cermin. "Apa aku memang tidak pantas...", ucap gracce dalam hati. Gracce mencuci tangannya, sambil mencoba meyakinkan hatinya, untuk tidak memperdulikan perkataan jasmin dan numa.


"Kamu mau ku antar gracce..", ucap reynold pada gracce, dilobby rumah sakit. Jasmin melihat gracce dengan tatapan tajam, mendengar dokter reynold menawari gracce untuk pulang bersamanya. "Tidak perlu dok..saya baik baik saja kok", jawab gracce, Lalu meninggalkan dokter reynold begitu saja.


Reynold terdiam melihat gracce berlari meninggalkannya begitu saja. Dia memandangi gracce yang berjalan tertatih, dengan tatapan penuh iba.


Gracce membuka dompet miliknya setelah menaiki bus. Hanya tersisa uang lima puluh ribu satu lembar di dalam dompetnya saat ini. Gracce memandang jauh ke arah kaca bus, dan mencoba untuk tetap kuat menghadapi hari harinya.


...


__ADS_1


...


__ADS_2