Gracce

Gracce
Memulai baru


__ADS_3

Gracce melangkahkan kaki nya dengan penuh semangat pagi ini. "Ayo gracce kamu bisa..!!", ucap nya bersemangat untuk meyakinkan dirinya. Gracce masuk ke ruangan amora setiba nya di rumah sakit.


"Selamat pagi bu..", sapa gracce pada amora. "Pagi gracce...", jawab amora senang. "Kamu sudah siap untuk hari ini gracce..", ucap amora lagi. Gracce tersenyum menandakan dia siap menghadapi hari nya. Gracce berjalan beriringan dengan amora, menuju ruangan kasir rumah sakit.


***


"Gracce akan belajar denganmu selama satu minggu abel..", ucap amora kepada abel. "Baik bu..", jawab abel. "Saya harap gracce bisa cepat menyesuaikan diri dengan pekerjaannya. Karena kita tahu bagian ini harus bekerja dengan cepat dan teliti", ucap amora menasehati.


Gracce merapikan meja kerja nya setelah amora keluar ruangan. "Kamu harus bisa cepat beradabtasi dengan pekerjaanmu gracce, aku tidak mau nanti kamu malah merepotkanku", ucap abel ketus. Gracce hanya menganggukan kepala nya kepada abel.


Cuaca sedang terik terik nya hari ini. Reynold membayar kopi yang dia pesan. Cafe nya tidak begitu jauh dari rumah sakit, reynold berjalan melewati trotoar, sambil sibuk melihat handphone di tangannya.


"Rey.....", panggil seorang wanita, di halaman rumah sakit. Rey menoleh ke arah suara yang memanggilnya, rey tersenyum. "Kamu darimana rey..?", tanya wanita itu. "Aku dari membeli kopi di cafe", jawab rey. Wanita itu memeluk reynold dengan sangat erat. "Aku merindukanmu rey...", ucapnya.


"Kapan kamu kembali dari inggris?", tanya reynold lagi. " Aku baru tiba tadi pagi rey..setelah menaruh koper dirumah, aku langsung menuju kesni rey..", jawab wanita itu manja.


Rey mengajak wanita itu masuk ke dalam rumah sakit. Semua mata melihat ke arah wanita itu dengan takjub. Pakaiannya yang seksi sangat cocok terbalut dalam kulitnya yang sangat putih dan bersih. Para perawat dirumah sakit yang melihatnya langsng berbisik membicarakan reynold dan wanita itu.

__ADS_1


***


Gracce sedang menikmati makan siang nya di pantry. Entah kenapa perutnya terasa sangat mual, sehingga membuatnya tidak begitu nafsu untuk makan. Reynold menghampiri gracce yang sedang makan dipantry. "Minumlah..", ucap rey sambil menyodorkan kopi yang tadi dia beli kepada gracce.


"Terima kasih dok..", ucap gracce. Sesosok wanita melihat gracce dengan tatapan tidak suka dari balik pintu pantry rumah sakit. Gracce menundukan kepalanya melihat wanita itu menatap tajam ke arahnya. Reynold lalu mengajak wanita itu pergi keruangannya.


***


Gracce termasuk anak yang cerdas, tidak begitu sulit baginya untuk memahami pekerjaan yang akan dia lakukan. Bahkan tidak perlu menunggu waktu satu minggu bagi gracce untuk terbiasa dengan setiap detail dari jobdesk nya.


Abel menyadari kalau gracce mudah mengerti setiap kata yang dia ajarkan. Hal ini membuat abel gundah. "Kamu tidak perlu membuat laporan penerimaan dan pengeluaran setiap hari gracce, biar aku yang membuatnya", ucap abel pada gracce. Gracce mengangguk mengiyakan abel.


"Kamu kenapa gracce...", ucap reynold. "Tidak apa dok..", jawab gracce lemas. Reynold menyentuh dahi gracce, terasa panas. Reynold lalu mengajak gracce ke ruangannya untuk diperiksa.


"Magh mu kambuh gracce..kenapa kamu tidak bilang kalau lambung mu sedang tidak enak", ucap reynold pada gracce. Gracce hanya diam bingung tidak bisa menjawab ucapan reynold. "Aku akan meresepkan obat untukmu gracce, nanti bisa kamu ambil di bagian farmasi", ucap reynold lagi. " Terima kasih dok..maaf aku merepotkan...", ucap gracce lemas.


"Tidurlah sebentar di ruangan kosong, jangan memaksakannya", ucap reynold melihat gracce yang nampak lemas. Gracce lalu keluar dari ruangan reynold dan menuju bagian farmasi.

__ADS_1


"Darimana saja kamu, bukankah ke toilet tidak butuh waktu sampai setengah jam lebih dari ruangan ini..!" ,ucap abel kesal karena gracce terlalu lama keluar dari ruangan. "Maaf.. tadi aku sedang tidak enak badan", jawab gracce. "Kalau kamu tahu tubuhmu lemah, jangan bekerja di sini", jawab abel ketus.


Gracce lalu duduk di kursi nya dan kembali menghitung uang pembayaran yang telah dia terima. " Setelah selesai menghitung kamu tanda tangan disini,0 biar aku yang menyerahkan uang tunai nya ke bagian finance",ucap abel pada gracce.


Gracce mengganti pakaian kerja nya lalu memasukannya ke dalam tas. Dia sedang bersiap untuk pulang dan lanjut ke kampusnya. Karena jam 19.00 gracce akan ada kelas kuliah.


Gracce menaiki bus menuju kampus. Jam di ponselnya sudah menunjukan pukul 18.10. "Aku tidak akan terlambat..", ucap gracce dalam hati. "Semoga saja aku bisa secepatnya lulus...", ucap gracce sambil menatap ke arah langit.


***


"Gracce....", sapa merlin teman kampus gracce. Gracce menoleh ke arah merlin lalu tersenyum. "Kamu tampak pucat gracce", ucap merlin pada gracce. " Aku sedang tidak enak badan mer", jawab gracce lemas. "Kamu sudah makan kan..?", tanya merlin melihat kearah wajah gracce. "Sudah kok mer..hanya sedang capek saja", jawab gracce.


Mereka berjalan beriringan menuju kelas. Sekelompok lelaki tampak berbisik dengan teman temannya, melihat gracce lewat didepan mereka. "Dia gracce mahasiswi yang terkenal cantik itu...", bisik salah satu laki laki itu. Mereka pun menyapa gracce sambil menggoda nya.


Gracce mempercepat langkah laki nya sambil memegang tangan merlin. "Santai cantik...pak domo tidak akan memarahimu hanya karena kamu terlambat 2 menit..", ucap merlin menggoda gracce sambil tertawa.


...

__ADS_1



...


__ADS_2