Gracce

Gracce
Kebodohan


__ADS_3

Jalanan kota begitu hangat dan ramai. Reynold turun dari mobilnya dengan suasana hati yang sangat buruk. Dia mendapatkan kabar ada pemalsuan data di bagian keuangan. Semua sedang tampak sangat tegang saat ini.



Amora melempar laporan diatas meja, semua langsung terdiam dan ketakutan, termasuk gracce yang bingung dengan keadaan. "Apa maksud semua data ini?!", ucap amora emosi. "Seperti yang sudah saya jelaskan bu, data keuangan ini tidak sesuai dengan fisik yang seharusnya ada", ucap mei Supervisor accounting di rumah sakit.



"Kenapa semua baru terlihat sekarang?, apakah finance tidak pernah mengecek semua data dan fisik uang yang ada?", ucap amora lagi. "Maaf bu..tadinya terlihat tidak ada masalah karena sesuai. Namun begitu dicocokan dengan data bagian administrasi pasien rumah sakit, semua manipulasi nya terlihat bu..", jawab beby finance rumah sakit, membela diri.


"Dan semua data yang tidak sesuai, ditanda tangani dan dikerjakan oleh gracce bu...", ucap abel. Semua mata tertuju kepada gracce, seolah gracce adalah pelakunya. Gracce terkejut mendengar semua itu, bagaimana mungkin dia pelakunya. Sedangkan dia selama ini tidak pernah membuat laporan itu.


Gracce menundukan kepalanya dengan lemas. "Jawab gracce apa benar kamu yang menanda tangani laporan dan menghitung uang?", tanya amora tegas. Gracce hanya diam tidak menjawab, air matanya menetes tanpa dia sadari.


"Usut semua ini sampai tuntas, setelah semua jelas serahkan laporan yang seharusnya padaku", ucap reynold marah. Semua meninggalkan ruangan, kecuali amora dan gracce.


"Apa benar kamu menanda tangani itu gracce..aku tahu kamu anak yang jujur. Dan aku tidak akan mencurigaimu..tapi aku ingin mendengar jawabanmu gracce..", ucap amora sedih.

__ADS_1


Gracce hanya menangis dipelukan amora, hatinya begitu sakit dan terluka dengan semua tuduhan terhadap dirinya. Dia telah membuat amora kecewa dengan semua keadaan saat ini.


Seluruh rumah sakit tampak heboh membicarakan situasi saat ini. Gracce semakin terpojok dan sedih. Tidak ada yang percaya terhadapnya, bahkan dokter ryan pun tampak menghindari gracce.


"Panggil gracce kedalam ruanganku", ucap reynold pada abel di telpon. Gracce menyusuri koridor menuju ruangan reynold dengan jantung berdebar dan ketakutan. Perasaan campur aduk ada didalam hatinya saat ini.


Gracce membuka pintu ruangan reynold, dia melihat reynold berdiri melihat ke arah jendela ruangan. " Duduk gracce", ucap reynold melihat gracce. Gracce duduk sambil tertunduk lemas.


"Aku tahu kamu memerlukan uang yang banyak dengan kondisi mu saat ini, tapi kalau kamu memanipulasi data seperti itu, aku sungguh tidak bisa mentolerir mu gracce", ucap reynold tajam.


"Apakah perlu menghalalkan segala cara untuk kondisimu?, aku sangat malu terhadap mu gracce..aku sungguh tidak menyangka dengan semua perbuatanmu..", ucap reynold lagi, dengan penuh emosi dan kekecewaan.


"Aku sungguh menyesal karena telah begitu menyanjung sikap mu selama ini, ternyata kamu hanya wanita palsu gracce", ucap reynold tanpa memikirkan kata kata yang diucapkannya.


Hati gracce semakin hancur mendengar ucapan reynold. Harga dirinya terasa diinjak dan tak dihargai. Namun bibirnya kelu tak bisa menjawab semua ucapan reynold.


"Keluar dari ruanganku, aku sungguh tidak tahan melihat wajah mu yang ternyata hanya polos dari luar itu", ucap reynold lagi.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang dan menjawab perkataan reynold, gracce keluar dari ruangan, dan menangis sejadi jadinya didalam toilet staff rumah sakit.


Tuhan kenapa tidak ada sedikitpun kebaikan untukku..begitu jahatnya perlakuan ini kepadaku. Aku tidak seperti itu, kenapa semua orang selalu merendahkanku bahkan tidak pernah menghargaiku...gracce putus asa, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini.


Gracce seakan tidak memiliki tenaga untuk berdiri, ingin rasanya dia menghentikan dunia ini. Ingin rasanya dia menghentikan detik demi detik yang terus berjalan ini.


Dengan sisa sisa keberaniannya, gracce masuk ke ruangan amora. Amora melihat gracce yang nampak tak berdaya, dia mantap sendu kearahnya. Gracce menyodorkan selembar kertas pada amora.


'Surat pengunduran diri'


"Apa ini gracce??!!", ucap amora terkejut.


"maaf bu aku telah mengecewakanmu..", ucap gracce lirih. "Ini belum selesai gracce, kami masih akan menyelidiki lagi semua ini..", ucap amora. "Tidak bu, mungkin ini yang terbaik..aku memang tidak layak untuk bekerja disini. Aku takut semakin lama aku akan membuatmu kecewa..", ucap gracce menangis.


"Gracce....", amora lalu memeluk gracce.


Gracce menyadari kesalahannya, kebodohannya dan semua kelalaiannya. Dia membiarkan orang orang menjebaknya dengan begitu mudah. Gracce mengemas semua barang miliknya, dan bergegas untuk pulang.

__ADS_1


Abel tersenyum dengan licik melihat gracce, dia merasa lega karena telah berhasil. Gracce meninggalkan ruangan kasir dan abel yang sedang duduk disana. Dia pergi tanpa berpamitan pada siapapun disana. Karena tidak ada guna baginya untuk berpamitan ataupun membela diri saat ini.


Gracce duduk termenung dihalte bus, angin berhembus kencang membelai wajahnya. Awan tampak mendung, seakan sedang ikut bersedih dengan keadaan gracce saat ini. Gracce menatap awan yang begitu kelabu, dia mencoba untuk tegar. Karena dia tahu harus tetap melangkah saat ini.


__ADS_2