GRAFFITI AREA

GRAFFITI AREA
Bab 7 | Peace


__ADS_3

Ternyata, menjalankan suatu rencana tak segampang merencanakannya...


Beberapa jam sebelum rencana dimulai.


4 April 2012, 07.30 Di SMA Osaka.


Fuyuki, Hiyori, Madara, dan Mawaru berangkat bersama-sama.


"Hiyori-kun apa kau siap?" Tanya Mawaru sambil berharap cemas.


"Ya aku siap." Dalam pikiran Hiyori – tinggal menyamar saja itu mudah.


"Pastikan Madarame untuk selalu di dekat Master." Kata Mawaru menyarankan Madara untuk berada dalam mode pelindung Fuyuki.


"Baik." Jawab singkat Madara tanpa mengajukan komentar atau pertanyaan sedikit pun yan artinya telah siap untuk menjalankan rencana ini.


"Oke, kita mulai." Hiyori berkata dengan semangatnya.


****


Ketika jam istirahat sekolah, Fuyuki di temani Madara segera menuju halaman depan sekolah dan menghubungi klien. Ada penjaga juga di sana, satpam sekolah.


"Hei kau, anak muda! Mau ke mana? Bolos ya!?" Teriak satpam itu pada Fuyuki dan Madara.


Sementara Fuyuki sibuk memencet nomor telepon kliennya di smartphonenya. Madara bersiap-siap mengepalkan tangan dan menggertakkan giginya, bersiap untuk teriak balik. Namun, Fuyuki mencegahnya dan bicara baik-baik "Oh pak satpam, ini kan jam istirahat. Aku mau ketemuan dengan seseorang di depan gerbang sekolah." Kata Fuyuki dengan santainya berjalan mendahului satpam, akhirnya Madara mengikutinya.


"Apa kata-katamu bisa dipercaya?" Satpam itu terlihat ragu dan curiga. Kemungkinan besar anak ini hanya berandalan yang rambutnya di cat dan matanya pakai lensa lalu ketemuannya dengan orang-orang jahat. Madara yang ada di dekatnya terlihat garang dengan tubuhnya yang kekar dan tatapan matanya yang dingin pastinya – pikirnya satpam itu.


Fuyuki berhenti sejenak, lalu menoleh ke arah satpam. "Kenapa anda tidak mengikutiku dan mengeceknya sendiri? Anda percaya padaku atau tidak terserah sih, yang penting saya jujur saat mengatakannya."


"Bocah ini terlihat menyebalkan." Dalam pikirannya satpam sambil mengerutkan alis dan dagunya.


Fuyuki kembali melanjutkan langkah kakinya dan menelepon kliennya. Ia menunggu selama kurang lebih 5 menit di depan gerbang sekolah. Madara berada di dekatnya sebagai bodyguardnya.


Tiba-tiba mobil sedan kencang mengerem dan berhenti di depan pintu gerbang sekolah. Kemudian pintu mobil bagian belakang itu terbuka memunculkan paha wanita yang ditutupi oleh kimono berwarna merah dengan hiasan bunga Camelia di kainnya. Kemudian Wanita itu keluar mobil dan menutup mobilnya, berjalan dengan sandal jepitnya (tap-tap-tap) menuju tempat Fuyuki berdiri menunggunya di pojok gerbang.


Fuyuki menatapnya. Dengan postur tubuh tegapnya di depan klien, Fuyuki langsung membungkuk dan menyambutnya. "Selamat siang, Matsumura-san." Diikuti Madara yang juga membungkuk menyambutnya.


"Selamat siang, Matsuda-sama." Wanita itu membungkuk juga mengucapkan salam yang sama.


(-sama wa yamette!)


"Ada yang bisa saya bantu?" Fuyuki kembali ke postur tubuh tegapnya, melihat klien yang sangat cantik dengan ornamen pita kupu-kupu di sanggul rambutnya.


Pak satpam tadi hanya melihantnya dari kejauhan dan berpikir kalau ucapan anak ini benar.


"Oh soal itu...." Bu Matsumura menjelaskan butuh dana pengembangan untuk pembangunan Alifiansi yayasannya.


Sebelum itu bu Matsumura menyuruh sopirnya untuk menjemput anaknya di TK. Rencana hampir gagal karena tak disangka klien yang datang membawa mobil.


Negosiasi Fuyuki dengan bu Matsumura berhasil dan Fuyuki memberikan sejumlah kotak yang berisi cek tunai yang telah di isi dengan nominal uangnya.


"Tolong ibu simpan baik-baik cek ini. Di depan gang itu ada taman lalu di dekatnya ada ATM dan anda bisa mengeceknya di situ." Kata Fuyuki sambil menunjukkan arahnya.


"Ah... Anda baik sekali." Bu Matsumura tersenyum anggun, wajahnya yang memancarkan senyuman kini sangat cantik.


"Ah, enggak-enggak. Sudah terbiasa saya melayani hal seperti ini (Fuyuki merendah karena pujian baginya itu biasa saja, bahkan nyamuk mati karena tepuk tangan)" Lalu Fuyuki menyodorkan kantong kecil yang diikat dengan gambar bunga sakura dan bertuliskan 'Mamoru' pada bu Matsumura.


"Apa ini?" Bu Matsumura heran sebelum menerimanya.


"Ini jimat untuk melindungi anda. Takutnya dijalan pulang nanti ada apa-apa..." Jelas Fuyuki kemudian Matsumura menengadahkan tangan dan menerimanya.


"Baiklah aku akan membawanya." Meski Matsumura membawanya, raut wajahnya gelisah seperti tidak suka membawa jimat karena ia pikir ini norak.


****


Sementara di taman Higashiyodogawa.


"Oi Nishiki, apa benar anak preman Taisho itu datang?" Kata rekan orang berjambul itu ditengah menunggu sambil meminum makanan kaleng.


"Yo, tentu saja. Kali ini kita akan membuatnya terkencing-kencing." Orang dengan jambul ini tengah asik berbicara sambil mengepulkan asap rokoknya.


"Hahahaha..." Tawa teman-temannya mendengar kata-kata Nishiki.


"Memangnya siapa dia berani datang dan menginjakkan kakinya di sini. Hanya seekor lalat kecil." Orang dengan jambul ini masih membicarakan Madara sambil asyik mengepulkan asap rokoknya.


"Siap-siap kita bantai kelompok mereka, kita kan punya mas Yoko." Dengan optimisnya ucap salah seorang member yang belum lama singgah di kelompok itu.


"Halo, Yoko-san?" Seorang gadis bertampang yakuza tengah memegang pedang kayu sibuk menelepon seseorang.


"Apa Hana-chwan?" Suara mas Yoko dari telepon.


"Berhentilah memanggilku seperti itu! (Gadis bertampang yakuza ini menjadi kesal) Laporkan situasi di sana."


"Hmm... Di sini pemandangannya indah, sungai bersih, banyak orang jual takoyaki dan-"


"Yoko-san, maksudku pergerakan kelompok mereka." Gadis bertampang yakuza ini menjadi sangat kesal dan ingin membanting teleponnya.


"Oh soal itu, tidak ada pergerakan sama sekali." Mas Yoko berbicara dengan nada datarnya.


(....) Hana-chan berpikir ini aneh!


"Hana, pinjam sebentar." Kata orang berpakaian rapi, berjas dan mengenakan kacamata hitam meminta telepon yang digenggam Hana.


"Um." Hana memberikannya.


"Yo, Yoko. Apa kau sudah melakukan tugasmu dengan baik?"


"Oh bos Marine. Sepertinya aku perlu menggertak para tikus untuk keluar dari sarangnya."


"Hmm... Induk tikus itu belum menampakkan diri di hadapan singa."


"Apa kau bepikir induknya melindungi anak-anaknya?"


"Mungkin." Sesaat bos Marine menggeram. "Aku tak bisa mendeteksi keberadaannya."


(Tentu saja tidak bisa karena Madarame berada dalam jarak yang dekat dengan Fuyuki dan dilindungi perisainya)


"Apa mungkin ada kesalahan?" Kata Hana sambil berpikir logis memikirkan pembicaraan mereka berdua.


"Apa maksudmu? Obat nyamuk bisa membuat nyamuk mati tanpa menepuknya." Kata Nishiki sambil memisalkan Madara dengan nyamuk.


"Maksudku lalat yang kau sebutkan tadi tidak mempan dengan obat nyamuk."


"Haaaaaaa!? Bicara apa kau ini Hana! Aku tidak paham." Teriak Nishiki melototinya.


Lalu bos Marine menutup teleponnya dan memberikannya pada Hana. "Nih!" Tangkapan bagus Hana.


"Kita tunggu saja sampai dia datang." Waktunya masih kurang 10 menit lagi.


Dia bilang mencari orang kuat, apa ada orang kuat selain aku di distrik ini? Bos Marine berpikir seyakin itu dan sama sekali tidak kepikiran dengan keberadaan direktur utama perusahaan Miyamoto yang merupakan pengguna kemampuan spiritual terkuat di Rakugaki.


....


Sepuluh menit telah berlalu, bu Matsumura berjalan di taman masih membawa jimat itu (padahal di dalam jimatnya ada chip yang dipinjam Fuyuki dari Kei, dan menjadikan jimat itu sinyal akan dimulainya rencana ini)


"Hiyori-kun apa kau siap?" Kata Mawaru di sekolah yang berbicara di telepon, sementara Hiyori telah menyamar dan menyembunyikan hawa keberdaannya di dekat taman.


"Ya." Jawab singkat Hiyori dan segera menutup teleponnya.


Ketika bos Marine ingin menelepon Yoko kembali dan memberi perintah untuk menjalankan aksinya, secara tidak sengaja bu Matsumura lewat di depannya dan dengan kencang dari arah belakang bu Matsumura, Hiyori sebagai penjahat mulai beraksi mencuri tas berisi cek tunai dan jimatnya.


"Akh!!! (Teriak bu Matsumura dan terjatuh)." Kemudian bu Matsumura mencoba bangkit, lalu pencuri itu melambaikan tas dan jimatnya di hadapan gangster dan bu Matsumura, Hiyori secara sengaja menjatuhkan kartu nama dari tas Matsumura (Perusahaan Miyamoto).


Kemudian pencuri itu berlari dengan cepat meninggalkannya, secara refleks kelompok gangster ini tidak tinggal diam dan Marine melihat kartu nama dari perusahaan yang dikenalnya dan menyuruh Hana mengikuti pencurinya dengan deteksi radarnya.


"Hana, cepat kejar pencuri itu!"


"Nishiki, awasi keadaan sekitar!"


"Baik." Mereka berdua menjawab serentak perintah dari bosnya.


Sesaat Hana mengikutinya, keberadaan pencuri itu hilang.


Hiyori berteleportasi menuju sekolah, di rooftop sekolah tempat Fuyuki, Madara dan Mawaru menunggunya. Sekarang Hiyori yang berada di dekat Fuyuki aman, karena dalam lindungan perisainya.


"Selamat datang kembali, Hiyori." Fuyuki menyambutnya kemudian Hiyori memberikan chipnya pada Fuyuki untuk di kembalikan ke Kei.


"Kerja bagus." Mawaru menepuk pundak Hiyori.


"Kau sendiri bagaimana?" Tanya Hiyori pada Mawaru sambil memikirkan keadaan di Tennoji.


"Mereka tidak beraksi." Kata Madara menjawabnya.


"Oh syukurlah sesuai rencana." Lalu Hiyori memberikan tasnya bu Matsumura pada Madara. "Nih, malam nanti jangan sampai gagal. Aku masih ada tugas lain."


....


Tak lama kemudian, Fuyuki menelepon bu Matsumura (memang di sengaja ponselnya Matsumura tidak dicuri, hanya bukti cek dan jimatnya)


Tetapi bos Marine yang mengangkatnya karena Matsumura terlalu syok dengan kejadian ini.

__ADS_1


"Oi nona, kau baik-baik saja?" Marine mengulurkan tangannya sembari mengambil kartu nama perusahaan yang dibawa Matsumura.


"Ya." Jawab Matsumura tertunduk dan menangis, kemudian ada telepon masuk.


[Matsuda-sama]


"Nona yang cantik, ada telepon masuk." Kata Marine sambil menunjukkan telepon milik Matsumura di hadapannya. Matsumura masih menangis dan terpaksa bos Marine mengangkatnya.


"Halo? ... Ah iya, ya." Marine berbicara sopan seperti dengan orang sibuk.


"Kebetulan kalian ada di sana, saya akan menyewa kalian untuk mengawal klien saya." Kata Fuyuki yang berbicara lewat telepon.


"Baiklah." Marine menyetujuinya.


"Nanti jam 18.00 (ba'da maghrib) di TKP."


"Di sini?"


"Ya."


Fuyuki segera menutup teleponnya.


*Rencana pertama berhasil, lanjut rencana kedua.*


"Mawaru, bersiaplah."


"Baik."


Pastikan rencana ini berjalan seperti tidak ada dusta di antara kita.


****


Satu jam sebelum pertemuan [17.00]


"Bagaimana keadaan klienku di sana?" Fuyuki memastikan kliennya aman di jaga sekelompok gangster Dorgeia


"Aman bos." Kata bos Marine pada Fuyuki.


"Baiklah kita tunggu pelakunya muncul." Kata Fuyuki sambil duduk di bangku taman.


"Anu... bos..." bos Marine melirik Fuyuki dengan tatapan ragu ingin mengungkapkan sesuatu.


"Ada apa?" Fuyuki sedikit heran. "Oh soal bayarannya ya? Tenang, sudah aku siapkan." Fuyuki tersenyum tipis.


"Bukan itu bos, anu ini tentang anak buahku yang menjaga di luar area taman." Marine merasakan kegelisahan di hatinya.


"?"


"Sepertinya, aku merasakan aura aneh yang kuat."


"Tidak mungkin!"


*Tap tap tap (suara langkah kaki mendekati taman)


"Mawaru!" Ucap Fuyuki terkejut


*Rencana akan segera dimulai*


"Maaf aku baru saja tiba, Master." Mawaru menundukkan kepalanya di hadapan Fuyuki.


"Master!?" (Dalam hatinya Marine bertanya-tanya)


"Ya, tidak apa-apa." Fuyuki menjawab dengan coolnya.


"Siapa wanita ini?" Tanya Marine dengan berbisik pada Fuyuki.


"Dia muridku. Kau mungkin belum lupa kalau di sini ada pengguna spiritual, aku melatihnya." Dengan santainya Fuyuki menjelaskan pada Marine.


"Jadi, anda juga pengguna spiritual? Tapi, orang yang boleh mempunyai murid dan melatih pengguna spiritual lain hanya tingkat atas setingkat kapten, sarjana yang sudah memiliki lisensi mengajar dan kepala akademik."


"Ya. Memang benar." Jawab Fuyuki singkat.


"Anda ini siapa?" Marine bertanya dengan rasa penasarannya.


"...." Fuyuki terdiam melihat Marine tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Master adalah..." Ketika Mawaru akan menjelaskan tiba-tiba kelompok gangster di luar taman di serang oleh sekelompok orang yang mencurigakan.


"Fokuslah pada tugasmu, mereka datang!" Fuyuki berdiri dan menghadap ke luar taman.


"Apaaaaa!!!?" Marine kesal melihat anak buahnya di hajar habis-habisan. Marine ingin menuju ke tempat mereka namun...


"Marine, lindungilah klienku." Perintah Fuyuki pada bos gangster itu, kemudian Marine melangkah ke belakang Fuyuki dan berdiri di dekat kliennya (bu Matsumura).


(Dalam hati Mawaru - Akhirnya dimulai juga) "Biar aku yang akan menghadapinya." Mawaru berlari ke arah luar taman.


"Oi tunggu Mawaru!" Teriak Fuyuki seolah-orang ingin mencegahnya.


(Dalam hati Fuyuki - God Job Mawaru!)


****


Sementara Hiyori dan Madara melihatnya dari kejauhan.


"Nah pertempuran dimulai, ayo ke sana!" Ajak Hiyori sambil menggenggam tangan Madara


"Tunggu dulu, sejak kapan Matsuda mengaktifkan jurusnya?" Tanya Madara penasaran.


"Hmm... Sejak kapan hayooo?" Hiyori bertanya balik


"Cih, mana kutahu."


Malah jadi tebak-tebakan deh.


....


Sudah 8 menit berlalu sejak perkelahian dimulai, tinggal 7 menit lagi.


(Hiyori masih belum datang juga? Dalam hati Fuyuki yang terus menunggunya)


Perlahan-lahan shikigamiku mulai di kalahkan.


....


"Eh, mereka menghilang!" Kata anggota-anggota kelompok Dorgeia yang melawan shikigami itu.


"Itu shikigami!" Kata Mawaru.


"Jadi yang kami kalahkan barusan itu shikigami?" Kata salah satu gadis Dorgeia yang bernama Hana tadi.


(percakapan antara dua gadis manis)


"Ya. Masih ada 3 tersisa. Kemungkinan penggunanya ada di sekitar sini."


"Apa untungnya menggunakan shikigami untuk melawan kita?"


"Itu berarti pelaku memastikan dirinya akan melangkah untuk negosiasi tanpa adanya kekerasan."


....


"Itu terdengar curang. Tujuan awal kami adalah mengamankan klien bukan untuk berkelahi."


"Benar, tetap pelaku ini berhati-hati untuk tidak dianiaya setelah negosiasi selesai."


"Kalau begitu tunggu perintah atasan saja."


"Sekalipun menunggu perintah atasan, bukannya kalian sudah terkenal dengan pembantaian?" Pertanyaan Mawaru ini membuat Hana kesal.


Kemudian Hana menarik kerah Mawaru "Jaga bicaramu bocah!"


"Dia akan kemari setelah kalian mengalahkan shikigami terakhir."


"Bagaimana kau bisa tahu?"


"Melalui shikigami ini aku merasakan energi yang dipancarkan dari dihatinya."


"Kau bisa merasakannya?"


"Ya, lebih tepatnya membaca hatinya."


(Dalam hati Hana - Anak ini memiliki kemampuan telepati, sebenarnya siapa dia? Apa orang yang setingkat dengan bos Marine?)


....


[5 Menit lagi]


"Hiyori, ayo!"


"Ya!"


Hiyori segera menteleportasi Madara ke radius 100 meter dari taman luar taman.

__ADS_1


(Dalam hati Fuyuki dengan perasaan tersiksa - Cepatlah datang, Madarame! Jika kau terlambat sedetik saja, aku akan tumbang)


Wajah Fuyuki menjadi pucat.


Tiba-tiba Fuyuki dengan lesu duduk di bangku taman.


"Bos, kau tidak apa-apa? Wajahmu pucat sekali..." Kata Marine mengkhawatirkannya.


"Ya, aku hanya sedikit anemia." Jawab singkat Fuyuki sambil tertunduk Murung


[3 Menit lagi] dan...


Tiba-tiba shikigami menghilang sendiri.


Apa yang terjadi?


Seseorang datang dengan membawa kresek dan mengambil tas dalam kresek tersebut.


"Anu... apa ada dari kalian yang menjadi pemilik tas ini?" Madara mendekati Mawaru dengan santainya.


"Oi kau bocah preman itu!" Tiba-tiba Nishiki berteriak dan menuju depan Mawaru.


"Ah!!! Kau pria berjambul itu." Teriak Madara seperti kebetulan bertemu


"Oi jangan-jangan ini semua rencanamu!?"Nishiki menuduhnya.


"Jaga bicaramu ya, bahkan aku jadi babak belur sebelum ke sini."


"Apa yang kau katakan!? Kau membohongi kesepakatan kami."


"Apa yang kalian lakukan? Sejak awal aku memang tak menyetujuinya. Aku sudah bukan preman lagi."


"Apa?"


"Kau mau ngotot tidak percaya pun ya sudah." Madara mengatakannya denga ekspresi masa bodoh akan hal ini.


"Bahkan mas Yoko di Taisho ternyata menghancurkan markas palsu."


"Oh begitu ya, aku kan sudah bukan pemimpinnya lagi. Mungkin kelompok kami sudah bubar (padahal kelompoknya memang tidak beraksi sama sekali dan info lokasinya palsu)."


"Tidak mungkin!"


"Mungkin saja, kan aku sekarang tinggal di sini. Coba liat aku tadi hanya jalan-jalan dari supermarket lalu ketemu orang mencurigakan dan tiba-tiba menyerangku seenak jidat. Tapi orang itu lari terbirit-birit karena aku mengalahkannya dan dia menjatuhkan ini lalu bilang di taman Higashiyodogawa pemiliknya, katanya seperti itu."


"Cukup bocah jangan banyak alasan (Kemudian Nishiki menarik kerah Madara) bukankah tujuanmu mencari orang kuat dan ingin mengalahkannya?" (Dalam hati Nishiki – Jika yang dia katakan benar, berarti orang ini sekuat bos kami)


Dalam hati Hana juga berpikir demikian.


Tetapi karena Madara tidak datang di kesepakatan tadi siang, Hana siap menghunuskan pedang. Kali ini Hana membuka sarung pedangnya dan mengacungkan pedang pada Madara "Aku mungkin sedikit percaya padamu saat ini, tetapi kau membuat kami menunggu tadi siang."


....


"Hentikan kalian semua!" Tiba-tiba Mawaru melerai mereka bertiga.


"Eh!?" Seketika Nishiki dan Hana terdiam heran.


"Jangan-jangan...." Hana mulai berpikir Mawaru membaca isi hatinya.


"Ya, orang ini jujur. Orang ini jujur mau mengembalikan kepada pemiliknya, dan dia yang mengalahkan pengguna shikigami itu." Jelas Mawaru pada mereka semua.


Oooo....


Tiba-tiba Mawaru meraih tangan Madara "Ikut aku!" Menggenggamnya dan membawanya ke tempat Fuyuki.


"Aku akan membawanya ke tempat Master."


Kemudian semua anggota gangster mengikuti Mawaru ke tempat Fuyuki.


"Master? Siapa? Apa pemilik tas ini?"


(Sepertinya rencana ini berhasil – Hiyori melihatnya dengan teropong dari kejauhan)


"Master, aku melapor. Kami telah menemukan barang klien yang hilang." Kata Mawaru sambil berlagak seperti bawahan yang patuh pada bosnya.


Sementara Fuyuki yang pucat masih tertunduk murung karena energinya terkuras oleh penggunaan shikigaminya.


"Oi kau kan!?" Marine terkejut melihat Madara seakan-akan bertanya kenapa orang ini ada di sini setelah tidak datang di kesepakatan siang tadi? Beraninya orang asing menginjakkan kakinya di tanah ini.


....


"Ya, dia yang menemukannya." Kata Mawaru dengan optimis.


"Matsumura-san benarkah itu barangnya?" Tanya Marine untuk memastikannya.


"Ya."


Madara memberikannya pada bu Matsumura.


"Terima kasih." Ucap Matsumura bersyukur sambil tersenyum lembut pada Madara


"I-iya." Kata Madara yang malu menggaruk-garuk belakang kepalanya lalu memalingkan padangannya dari Matsumura


"Anu, master kenapa?" Kata Mawaru khawatir.


"Dia bilang, dia sedikit anemia." Jawab Marine dengan sedikit khawatir juga.


"Oh." Jawab Mawaru singkat sambil mendekati Fuyuki


(Dalam hati Mawaru – Tak kusangka penggunaan shikigami itu menjadikannya sepucat ini)


(Dalam hati Madara – Dia kehabisan energi)


Fuyuki yang duduk di bangku taman memegang kepalanya dengan tangan kanannya ekspresi lesunya ia mendongak menatap Mawaru. Kemudian Madara yang mengintip sedikit wajah Fuyuki di sela-sela belakang dari punggung Mawaru.


Kemudian Fuyuki berdiri, membuka mata dan menatap Madara.


Mereka saling pandang...


Mereka terkejut, mata mereka terbelalak tajam.


"Kau kan...."


"Madara!" (Karena dirasa akrab ketika memanggil dengan nama depan)


"Fuyuki! Akhirnya aku menemukanmu."


(Apa maksudnya semua ini? Seluruh anggota kelompok Dorgeia bertanya-tanya)


Kemudian Madara merangkulnya erat.


*Akhirnya misi selesai*


Madara meluruskan omongannya pada Dorgeia kalau orang kuat yang ia cari adalah Fuyuki Matsuda. Madara juga meminta maaf soal kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua belah pihak itu, karena alasannya ia sudah pensiun jadi preman. Lalu, rasa penasaran Marine terjawab setelah Madara dan Mawaru menjelaskan kalau Fuyuki adalah pengguna spiritual di divisi nol Rakugaki namun, saat ini kembali ke dunia nyata karena mendapat misi untuk melatih anak didiknya. Kemudian Hiyori sebagai anak didiknya datang dengan teleportasinya ke tempat Fuyuki dan lainnya berkumpul (Taman Higashiyodogawa).


"Fuyuki, mumpung kita sudah bertemu, izinkan aku menggendongmu. Kau terlihat kesakitan." Kata Madara sambil mengulurkan tangannya pada Fuyuki.


"Kau membuatku malu dengan bicara begitu. Lihat, aku seperti anak kecil yang manja."


"Ah! Kau bisa saja, padahal tubuhmu dari dulu lemah."


"Sial. Jangan salahkan tubuhku, begini-begini aku masih punya tanggungan untuk melatih mereka berdua (Hiyori dan Mawaru)."


"Huh sok kuat!"


"Cih."


"Maaf membuatmu khawatir, sebenarnya Master masih kelelahan tadinya setelah berlatih tanding denganku." Kata Hiyori, kemudian Hiyori dan Mawaru menundukkan kepala ke Marine dengan sopan minta maaf karena membuat Marine khawatir dengan keadaan Fuyuki.


"O-oh. Tidak masalah." Marine memalingkan pandangannya karena merasa malu kalau ternyata ada orang kuat lain selain dia, lalu murid orang kuat itu meminta maaf dengan sopannya sementara anggota gengnya adalah pengikut yang brutal.


Kemudian Fuyuki membelikan sebuah amplop berisikan uang tunai ke dada Marine "Nih bayarannya."


Entah kenapa dalam hati Marine merasa tidak enak sendiri dan sungkan mau menerimanya.


"Anu, soal ini bos–"


Belum selesai Marine bicara, Fuyuki memotong perkataanya "Ada apa? Kau kan sudah kusewa. Oh ya, antarkan bu Matsumura ke rumahnya." Kata Fuyuki memerintahnya, kemudian Madara menggendong Fuyuki.


Fuyuki melambaikan tangan dan pergi meninggalkan mereka.


Mawaru dan Hiyori berjalan mengikuti Fuyuki.


Bu Matsumura dan kelompok Dorgeia membungkuk mengucapkan terima kasih sebagai tanda perpisahan.


Lalu, Hiyori melakukan teleportasi mentransfer dirinya, Madara, Fuyuki dan Mawaru ke rumah Fuyuki.


Akhinya, berakhir dengan damai.


****


Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan perkelahian atau bahkan dengan cara yang kotor. Bahkan cara licik pun boleh untuk mencegah peperangan dan mempertahankan kedamaian. Kejahatan di dunia ini memang tak terhitung, meski hanya kebaikan-kebaikan kecil yang selalu diingat manusia.

__ADS_1


....


__ADS_2