GUMIHO

GUMIHO
1. ~who?~


__ADS_3

cast


girls


-Grace Ace


-Aurora Steffa


-Marcella Mukusa


-Johana Xuxi


-Via Octavira


Trouble maker


-Mark


-Lucas


-Yuta


-Jaehyun


-Taeyong


-Winwin


-Yangyang


.


.


.


.


.


🥀🥀🥀


Kringggggggggggg!!


Sebuah jam beker berwarna hitam yang bertengger manis di meja dengan warna hitam terus berdering dengan nyaringnya, hingga membangunkan sang empunya dari tidur manisnya. Tangan Ace menggapai-gapai untuk memberhentikan bunyi nyaring yang terus menusuk telinganya. Ia terbangun dengan nyawa yang masih belum terkumpul penuh. Ia mendudukkan dirinya lalu ia memulai aktivitas awal paginya dengan berdoa. Selesai itu, ia memulai membaca sedikit renungan untuk memberikan dia motivasi hari ini.


Ace bangun dengan langkah gontai sambil mengusap matanya yang masih mengantuk, lalu ia mengetuk empat pintu setiap kamar yang ia lewati.


"Bangun guys! ini udah jam 5. Jangan lupa doa!" Teriaknya. Inilah rutinitasnya, membangunkan empat teman lainnya.


"Auroraaa, ihhhh cepet ahhh. Mandi lama banget sihh!" Teriak Marcella kesal.


"Bentar elahh, Cell." Kata Aurora.


"Hana! Bangun dong, ya Tuhan. Molor banget sih ni anak." Via berteriak-teriak tidak jelas. Namun bukan Hana kalau terbangun hanya karena teriakan.


"Biar aku, Vi." kata Ace dengan santai.


"Hana! Oh My God! Kak Lucasss ada didepann, dia nunggu lo!" Lanjutnya dengan membuat-buat nada histeris.


"Ohhh Myy Goddd! I can't believe itttt!! Huhhh akhirnya cintaku tidak bertepuk sebelah tangan yaa girls!" Katanya dengan haru sambil merapatkan kedua tangannya dan diayunkan di kanan dan kiri kepalanya.


"Langsung melek!" Umpat Via sambil berjalan keluar bersama Ace.


Ya, benar. Inilah yang mereka lakukan setiap pagi. Rumah ini penuh dengan teriakan dengan sedikit bumbu umpatan.


Jam menunjuk pukul 05.45. Mereka sudah duduk dengan manis di meja makan sambil memakan gigitan demi gigitan roti bakar yang sudah Marcella dan Via buatkan. Hening dan tidak ada yang berbicara hingga salah satu membuka topik yang sedikit sensitif untuk salah satu dari mereka.


"Ace, kamu ga papa sama perbuatan mereka ke sekolah kita selama ini?" Kata Hana dengan sedikit pelan.


"Selama kita bisa melindungi sekolah ini aku gapapa." Kata Ace.


"Kita harus cari inti/kepala dari orang-orang itu, Ace!" Marcella sedikit k


"Benar, kasus ini sedikit aneh. Mengapa mereka harus menyerang sekolah kita?" Lanjut Aurora.


"Kita makan dulu aja, kita harus cepet-cepet guys! Kalo ngga kita ga sempet bangun hallucinatory glass." Kata Ace mengalihkan pembicaraan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


hallucinatory glass yaitu gelas/kaca halusinasi ini membuat para Gumiho (musuh) tidak bisa memasuki kawasan yang dilindungi oleh hallucinatory glass. Dan kaca halusinasi ini hanya dapat bekerja dalam waktu 6 jam. Itu mengapa setiap jam makan siang mereka selalu menghilang. Mereka harus menguatkan hallucinatory glass kembali

__ADS_1


.


.


.


.


 


🥀🥀🥀


 


Sebuah mobil berwarna merah dan hitam pekat telah berhasil terparkir sempurna di tempatnya. Satu persatu anak mulai turun dari mobil merah tersebut. Disusul dengan turunnya tujuh laki-laki tampan yang dikenal sebagai 'trouble makers' dari mobil dengan warna hitam pekat.


Seketika teriakan gadis-gadis memenuhi sekolah. Kelima gadis ini tidak menghiraukan teriakan itu, mereka berjalan berpencar untuk melakukan aktivitas mereka tanpa siswa lain sadari. Ya, mereka memasang hallucinatory glass di setiap sudut sekolah.


Kringgg! Kringgg!! Kringgggg!!!


Bell tanda jam makan siang pun berbunyi, para siswa berbondong-bondong menuju ke kantin untuk melahap makan siang mereka.


Di kelas para Trouble Maker


"Hey guys, apa kalian gak laper? Aku laper nihh." Kata Taeyong dengan nada sok imutnya.


"Aku jijik" kata Mark dengan wajah risih.


"Jahattt ihhh!" Kata Taeyong membuat ekspresi wajahnya menjadi jauh lebih imut dari sebelumnya, membuat Mark ingin menampar wajahnya. Tetapi dengan cepat Jaehyun menenangkan Mark.


"Sudahlah, kalau lapar ayo ke kantin." Ucapannya yang diangguki oleh teman-temannya.


Merekapun berjalan menuju kantin. Adalah hal yang biasa mendengar teriakan dari para gadis.


Dengan gagah mereka berjalan dan sesekali mereka menyapa guru yang mereka temui saat perjalanan. Walaupun nakal mereka tetap sopan. Tanpa sengaja mereka mendengar seorang guru membicarakan soal sesuatu yang menarik bagi mereka. Para pria ini pun sengaja memperlambat jalannya untuk dapat mendengarkan pembicaraan guru-guru itu lebih lama.


"Saya sebenarnya sedikit bingung dengan mereka. Mereka selalu melewatkan jam makan siang mereka untuk pergi entah kemana." Kata seorang guru.


"Benar bu, bahkan sebenarnya saya merasa sedikit aneh saat tanpa sengaja saya melihat warna mata mereka berubah saat melakukan perkelahian dengan kakak kelasnya saat awal mereka masuk sekolah" kata guru lainnya.


"Aduh bu, saya jadi merinding deh kalo ngomongin ini." Lanjutnya. Lalu diangguki oleh guru yang lain.


Seketika rasa penasaran menjalar pada tubuh para pria ini. Selain suka membuat masalah, mereka juga suka memecahkan hal misterius.


"Kalian dengar itu?" Tanya Mark.


"Cukup seru." Tambah Jaehyun.


"Sudahlah, percumah saja, kita tidak tau siapa mereka." Kata Lucas dengan sedih.


"CARI TAU!!" Ucap mereka dengan serentak dan semangat.


.


.


.


.


.


.


.


.


🥀🥀🥀


Tepat saat lima gadis ini selesai memperkuat ketahanan hallucinatory glass, tepat juga saat itu bell tanda masuk kelas berbunyi. Dengan cepat mereka yang awalnya berpencar selalu kembali berkumpul di lapangan basket. Merekapun mulai berjalan menuju kelas mereka.


Saat perjalanan tiba-tiba Hana berteriak histeris.


"OMG! KAK Lucas ganteng banget Tuhannnn!!".


"Tadi aja waktu di parkiran ketemu biasa aja, sekarang kumat lagi dah." Kata Aurora jengah.


"Udah ah! Balik kelas yuk, capek banget nih." Kata Ace yang disetujui oleh semua dengan senang kecuali Hana.


Ace POV


Kalau boleh jujur sih, aku juga masih ingin di sini. Aku juga masih ingin melihat wajahnya. Wajah yang aku dambakan sejak aku kecil. Mengapa sangat mudah untuk menerimanya, sangat cepat untuk mencintainya, tetapi mengapa sangat sulit untuk benar-benar meninggalkannya?


Aku bahkan tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Uhh, bagaimana ini? Aku terlalu lama bergumul dengan pikiranku. Saat aku mencoba melihat ke arahnya lagi, dan saat itu juga ...



dia menatapku, tepat di mataku!! Dan kalian tahu? Dengan gilanya aku langsung membuang muka, dan langsung merubah rautku menjadi sangat kaku.


Gila gila gilaaaa! Mengapa aku masih belum bisa melupakannya, aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa menjadi miliknya. Ayo Ace, kamu pasti bisa melupakannya.


"Huft~ persetan dengan perjanjian busuk." Desisku.


"Apa?" Tanya Marcella yang membuatku kaget.


"Ahhh ha? Uh, apa? Haha! Bukan apa apaaa! Hahaha!" Tawaku malah membuat mereka curga deh.

__ADS_1


AUTHOR POV


Mark masih setia melihat seorang gadis yang dianggapnya sedikit 'aneh'. Namun setelah ia melihat cara gadis itu berpura pura, ia seakan familiar. Ia terus berpikir siapakah gadis itu. Namun ia tetap tidak ingat.


Baiklah Mark, lupakan saja. Nanti juga ingat, mungkin? -batin Mark.


Tanpa menunggu, Marcella pun langsung berjalan kearah dimana kelasnya berada. Tanpa pikir panjang yang lain mengikutinya kecuali Ace. Ia masih bergulat dengan pikirannya, hingga ia disadarkan oleh teriakan dari satu sahabatnya itu "Ace, cepet ta laaah!" Siapa lagi kalau bukan Aurora.


Ace menatap Mark sebentar, dan betapa terkejutnya Ace, ternyata Mark masih tetap melihatnya. Senang, sedih, kecewa, menyesal semua menjadi satu. Ace berusaha sekuat mungkin supaya ia tidak melihat ke arah lelaki itu lagi. Ace berjalan dengan wajah dinginnya supaya tidak terlihat kegugupannya.


.


.


.


.


.


Sesampainya di kelas mereka langsung duduk di bangku mereka masing-masing. Mereka bukanlah anak yang kaku karena mereka berbeda. Mereka menutupi semua itu dengan cara berbaur dengan yang lain. Hal ini membuat teman-teman di kelasnya tidak merasa curiga dengan mereka. Mereka juga mempunyai beberapa teman dekat yang konyol dan KAYA.


"Woyyy, lu lu pada teh dari mana aja atuhh?" Tanya Haechan pada lima siswi yang diketahui adalah sahabatnya itu.


"Biasaaa" jawab Aurora.


"Kalo mau nenangin diri di taman sekolah percumah kalik, orang rame gitu. Besok gua buatin taman khusus kalian dah!" Kata Chenle dengan tampang tanpa dosanya.


"Menurut gua, kalian udah harus ikhlasin orang tua kalian yang udah ngga ada." Kata jaemin.


"Bener, itu emang sulit, tapi gimanapun Tuhan udah punya rencana kedepannya. Pasti ada alasan kenapa Tuhan ambil ortu kalian. Entah itu karena Tuhan ingin kalian mulai mandiri. Atau apapun itu." Tambah Jeno panjang lebar.


"Hahaha, iya. Makasi ya kaliannn, jadi tambah sayang dehh" kata Marcella dengan wajah bahagia melihat perhatian teman-temannya itu.


"Ga usah sok ketawa lu! Kalo emang mau nangis, nangis aja." Kata Jaemin melihat ekspresi Marcella yang terlihat dibuat-buat.


Melihat perlakuan dari teman-temannya itu mereka mulai merasa bersalah. Mereka sudah terlalu lama menyimpan kebenaran mereka dengan ditutupi oleh kebohongan mereka. Mereka hanya tidak ingin semua terbongkar dan membuat teman-temannya akan berpikir bahwa mereka monster dan pembawa masalah pada sekolahnya.


🥀🥀🥀


Kringgg! Kringgg! Kringg!


Suara bell tanda pulang sekolah pun menggema dengan keras di setiap sudut kelas. Semua penghuni sekolah berhamburan ingin segera merasakan damainya kasur di rumah mereka.


Sepulang sekolah para gumiho tidak mempunyai waktu untuk istirahat ataupun bersenang-senang. Mereka selalu memikirkan bagai mana cara supaya sekolahnya berhenti diserang oleh para musuh. Berbagai strategi sudah mereka susun namun tetap saja cara paling tepat yaitu hanya memberi hallucinatory glass di sekolah mereka. Namun mereka tidak menyerah hingga semua bisa benar-benar selesai dengan damai.


Walaupun Aurora tau bahwa masalah ini pada akhirnya tidak diselesaikan dengan perdamaian. Mengapa ia tidak mengatakan masa depan dari penyelesaian masalah ini? Yang pasti ada sesuatu yang membuat ia tidak bisa mengatakan itu.


Mungkinkah karena kata 'dendam'?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


-Aku terlalu mencintainya, Hingga aku lupa bahwa semua ada ditangan Tuhan, bukan di tanganku sendiri- princess


.


.


.


.


.


.


.


thanks everyone who read this crazy story.😘💞💞


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2