
Flashback
Dugg!
"Hwaaaa, sakit!" Seorang gadis kecil tengah menangis sesenggukan. Rautnya menunjukan bahwa ia sedang kesakitan. Lalu dengan cepat seorang anak laki-laki berlarian menuju kearah gadis kecil itu untuk menolongnya.
Anak laki-laki itu terduduk lalu mengelus kecil puncak kepala gadis kecil itu. "Tidak apa-apa, kau baik-baik saja. Aku ada disini. Jangan menangis ya." Ucap anak laki-laki itu dengan lembut. Hal ini sontak membuat gadis kecil tersebut mulai tenang.
"Dimana mamamu? Apa kau sendiri?" Tanya laki-laki itu.
"Apa? Ah um, haha! Anu. T-tidam-mungkin aku sendiri, mama d-dan papa sedang membelikan, emm i-ice cream. Ah! Ya ice cream. Hahaha!" Kata gadis kecil itu terbata-bata membuat Mark sedikit curiga.
"Lalu siapa namamu? Dan berapa umurmu?" Tanyanya lagi.
"Grace Ace, aku biasa dipanggil Ace. Aku sudah besar! Umurku 7 tahun." Jawabnya dengan senyum manisnya.
"Nama yang bagus. Namaku Mark, Mark Lee. Umurku 8 tahun, satu tahun diatasmu. Kau terlihat imut saat tersenyum. Lihatlah! Kamu mempunyai lesung pipi yang lucu." Katanya sambil memegang lesung pipi gadis kecil dengan nama Ace.
Ace merasa panas pada bagian pipinya.
"Lihat! wajahmu merah, apa kamu sakit?" Tanya Mark khawatir sambil meletakkan telapak tangannya pada jidat Ace. Namun perlakuannya membuat Ace semakin merah.
"Emm, k-kak Mark aku ingin m-mencari papa dan mama dulu yaaa, b-bye byee!" Ace melambaikan tangannya canggung ke arah Mark yang dijawab dengan lambaian tangan Mark.
Cinta pertamanya terjadi saat ia berumur 7 tahun. Sejak saat itu dia terus mencari tau soal Mark. Dia sering mengikuti laki-laki itu diam diam. Dia tidak pergi sendiri, terkadang dia mengajak Aurora untuk menemaninya. Hingga suatu saat, ia merasa ingin terus bersama dengan Mark. Akhirnya ia pun mulai berani menampakkan dirinya di depan Mark.
Mark POV
"Mama, aku mau main ke taman belakang yaa. Boleh?" Tanyaku kepada mama.
"Iya, hati-hati ya! Kalau ada yang kasih permen jangan diambil!" Jawab mama mengijinkan.
"Iya ma, bye byee." Aku melambaikan tanganku diikuti lambaian tangan mama.
Aku berjalan menuju taman di dekat rumahku. Sejak dulu aku menyukai tempat dengan banyak bunga. Menurutku bunga dapat membuat aku tenang hanya karena melihat cantiknya. Namun ketika aku masih melihat-lihat bunga di taman tiba-tiba aku mendengar ada suara tangisan.
Aku melihat kearah sumber suara dan ternyata benar. Aku melihat ada seseorang tengah menangis. Aku menghampirinya lalu tanpa sengaja aku melihat luka di lututnya. Aku memegang sekitar kulitnya yang terluka dengan lembut. Lalu memegang puncak kepalanya dan berkata,
"Tidak apa-apa, kau baik-baik saja. Aku ada disini. Jangan menangis ya." Ucapku menenangkan.
"Dimana mamamu? Apa kau sendiri?" Lanjutku.
"Apa? Ah um, haha! Anu. T-tidak m-mungkin aku s-sendiri, mama d-dan papa sedang membelikan, emm i-ice cream. Ah! Ya ice cream. Hahaha!" Kata anak perempuan itu terbata-bata membuat aku sedikit curiga.
"Lalu siapa namamu?" Tanyanya lagi.
"Grace Ace, aku biasa dipanggil Ace." Jawabnya dengan senyum manisnya.
"Nama yang bagus. Namaku Mark, Mark Lee. Kau terlihat imut saat tersenyum. Lihatlah! Kamu mempunyai lesung pipi yang lucu." Kataku sambil memegang lesung pipinya.
__ADS_1
Aku melihat pipinya menjadi merah. Aku berpikir mungkin dia sakit. Aku pun meletakkan telapak tanganku pada dahinya untuk mengecek suhu tubuhnya. Suhu tubuhnya tidak panas, namun wajahnya semakin merah.
Imut- batinku.
"Emm, k-kak Mark aku ingin m-mencari papa dan mama dulu yaaa, b-bye byee!" Kata Ace menyadarkanku dari lamunanku. Ia melambaikan tangannya ke arahku dan aku menjawab lambaian tangannya itu dengan lambaian tanganku. Seketika itu, aku merasa ada sesuatu dalam diriku yang berterbangan, seakan ribuan kupu-kupu berterbangan bebas di perutku.
-semoga aku bisa bertemu Ace lagi- batinku
Β
π₯π₯π₯
Β
Sudah beberapa hari berturut-turut aku datang ke taman hanya untuk melihat anak itu. Namun dia tidak kunjung datang juga. Sesekali aku juga mengunjungi tempat ia terjatuh, barangkali dia berada di sana.
Akhir-akhir ini aku merasa selalu ingin bertemu dengannya. Sangat ingin bertemu. Sejenak aku termenung, aku mengingat bagaimana wajahnya. Dia polos dan imut.
Aku tersenyum mengingat kejadian kala itu. Hari dimana aku merasakan kupu-kupu seakan ada di perutku dan berterbangan bebas di sana. Hari dimana seakan bunga bunga tampil lebih cantik dari sebelumnya.
Aku merindukannya - gumamku
Tiba-tiba lamunanku terpecah ketika seseorang menyentuh bahuku. Mataku terbelalak senang ketika aku tahu siapa yang telah memegang bahuku. Aku memeluknya karena aku sangat merindukannya. Siapa dia kalau bukan Ace. Aku melepaskan pelukanku dan berkata "kemana saja? Aku mencarimu di taman setiap hari, tapi kamu tidak ada." Jujur ku dengan wajah yang ku buat seakan kesal.
"Hehehe". Cengirnya, itu membuatku gemas.
Aku kembali memeluknya. Lalu aku menatap wajahnya dan menciumnya,
tepat di bibirnya.
Aku merasa seakan ada listrik yang menyengat tubuhku. Beginikah rasanya? Aku melepaskan tautanku lalu menatap wajahnya. Dia terlihat sedikit kaget. Lalu tiba-tiba wajahnya terlihat sangat merah. Itu sangat lucu.
sebenarnya aku juga kaget dengan apa yang baru saja aku lakukan. aku hanya penasaran. Seringkali aku tidak sengaja mendapati papaku menempelkan bibirnya pada bibir mama. Mereka selalu terlihat sangat kaget. Lalu langsung melepaskan bibir mereka cepat.
Saat aku bertanya mengapa mereka melakukannya, mama dan papa terlihat gugup sekali.
Dan akhirnyaPapa menjawab pertanyaanku. Katanya, itu adalah bentuk rasa sayangnya dan rindu kepada mama karena mereka sempat berpisah karena papa kerja diluar kota selama 1 bulan.
Itulah alasan mengapa aku melakukannya. Karena aku sangat merindukannya. Dan entah dorongan dari mana aku benar-benar melakukannya.
Lalu dengan sangat tiba-tiba seseorang datang ke arah kami, sepertinya umurnya sama seperti Ace. Apa itu temannya?.
Anak perempuan itu langsung menarik Ace dariku, lalu langsung jalan meninggalkanku dengan tangan yang menyeret Ace.
Sesaat setelah itu aku melihat ada dua orang yang tidak asing berjalan menghampiriku. Mereka adalah orang tuaku. Mereka membawaku pulang ke rumah tanpa sepatah katapun keluar dari mulut mereka, hingga benar-benar sampai di rumah pun mereka tetap diam.
Makan Malam
"Mark, mama sama papa ga mau kamu dekat-dekat sama anak yang tadi ada di taman itu." Kata mama.
__ADS_1
"Kenapa ma? Mark kan suka sama Ace, dia baik." Jawabku sedikit marah.
"Papa sama mama ga mau kamu kenapa-napa Mark." Ucap papa.
Dengan nada keras aku membantah.
"Ngga mau! Mark tetep mau main sama Ace, walaupun mama papa bilang ga boleh!"
Aku langsung pergi meninggalkan mama dan papa yang masih syok dengan perkataan dan sikap ku.
Author POV
Dokk dokk dokk
Papa dan mama Mark mengetuk pintu kamar Mark dengan lembut. Mark hanya diam di kamarnya tidak menjawab sama sekali. Mengerti anaknya masih marah mereka pun langsung menyampaikan apa yang ingin mereka katakan pada Mark.
"Mark, papa sama mama mau keluar dulu sayang. Nanti kalau Mark mau makan turun aja, di bawah udah mama siapin makanan kesukaan kamu." Ucap papa yang sama sekali tidak di jawab oleh Mark yang ada di dalam.
Mereka mendengus untuk bersabar terhadap perilaku anaknya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk menginjakkan kaki mereka keluar.
Β
π₯π₯π₯
Β
Cwiitttt cittt citt cittt
Tak terasa pagi pun telah tiba. Mark bangun dari alam bawah sadarnya. Ia mengusap-usap matanya yang sipit untuk memperjelas pandangannya. Ia mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru ruangan lalu mulai mendudukkan tubuh lemasnya dan mulai berdoa.
kruyukk
"lapar.." Lirih Mark.
Ia mulai menuruni tangga untuk menyantap makanan paginya yang pastinya sudah tersedia di meja makan. Setelah selesai makan ia segera langsung jalan keluar rumah untuk pergi ke taman dan bertemu dengan gadis yang ia sangat ingin temui.
"Mau kemana Mark?" Tanya mamanya -Lora-. "Taman" jawab Mark singkat.
"Tidak boleh." Tolak Lora, namun tidak dihiraukan oleh Mark.
Mark terus saja berjalan dengan langkah kecilnya, walaupun ia sudah mendengar larangan Lora. Sesampainya di taman dia terus mencari keberadaan seorang gadis yang sangat ingin ia temui, namun tidak menemukan apapun.
Dia terus menunggu bahkan hingga matahari benar-benar tenggelam. Langit sudah gelap dan dia masih tetap menunggu gadis tersebut. Betapa jahatnya gadis itu, meninggalkan seseorang yang dengan setia menunggunya.
"Kak Mark" kata seseorang dengan suara yang sangat lemah, seakan orang itu sedang sangat putus asa. Mark dengan cepat menengok untuk memastikan siapa yang datang. Dan ternyata orang itu adalah..
-Kenapa kamu hadir jika akhirnya kamu benar-benar hilang? Aku hanya butuh kepastianmu- Mark
__ADS_1
Jangan lupa beri like yaaaππ