GUMIHO

GUMIHO
3. ~salah orang!~


__ADS_3

"Kak Mark!" Panggil seseorang dengan suara yang sangat lemah, seakan orang itu sedang sangat putus asa.


Mark dengan cepat menengok untuk memastikan siapa yang datang. Dan ternyata orang itu adalah seorang anak dengan umur 7 tahun.


Dia mendekati Mark dan memeluk Mark tiba-tiba. Mark yang mendapatkan pelukan tiba-tiba itu tersentak kaget.


"Ace?" Tanya nya. Seketika ia mendengar decihan keluar dari orang tersebut. Anak itu melepaskan pelukannya lalu melihat wajah anak tersebut.


"Jauhi Ace! Dia ga akan bisa bersama kakak lagi!" Ketusnya.


"Tapi kenapa?" Jawab Mark masih syok.


"Dia benci kakak, dia ga mau lagi sama kakak!" Kata anak perempuan itu.


"Ngga mungkin. Tadi baru saja kami bertemu. Dia bahkan tersenyum kepadaku!" Kata Mark sedikit menaikkan nadanya setelah mendengar alasan Ace tidak mau lagi melihatnya.


"Terserah kakak kalau kak Mark memang ngga percaya. Yang kakak harus tau adalah kalaupun kakak besok datang ke taman ini lagi, Ace ngga akan pernah ada di sini. Dia ngga akan datang lagi ke sini." Anak perempuan itu kemudian berlari dengan air mata yang tidak dapat ia tampung. Ia menangis, menangis karena orang yang dia suka lebih memilih orang lain.


Disisi lain Mark masih terpaku karena ucapan anak itu. Ia tidak ingin percaya pada anak itu, namun entah mengapa hatinya percaya jika 'dirinya dan Ace tidak akan bertemu di taman ini lagi.


Satu minggu kemudian,


Dengan langkah harap mark menyusuri taman yang biasa ia kunjungi. Ia menengok kanan kiri mencari sesuatu yang sangat ingin ia temui.


Mata Mark tiba-tiba berhenti di sebuah ayunan dengan seorang gadis bermain di sana dengan membaca sebuah buku.


"Ace.." Ujar Mark sangat pelan.


Mark tersenyum lebar lalu menghampiri gadis itu dengan sangat bersemangat.


"Ace!" Panggil Mark senang, namun gadis itu tidak menengok sama sekali.


"Ace! Aku mencari kamu seminggu ini. Kamu ke mana aja?" Tanya Mark sambil memeluk gadis itu erat.


"Lepas!" Ujar gadis itu dengan dingin.


"Ace?" Lirih Mark.


"Aku bukan Ace! Pergilah! Aku ingin membaca." Ujarnya.


"Hahaha! Kau lucu! Lagi pula kau kan belum bisa membaca." Ujar Mark. Dengan tawanya.


"Jangan tertawa!" Ujar gadis itu tak suka.


"Baiklah, baiklah. Kalau begitu siapa namamu?" Tanya Mark dengan mengejek.


"Mina." Jawabnya singkat.


"Wow, kau cukup baik mengarang nama." Ejek Mark.


"Terserah." Jawab gadis yang mengaku-ngaku memiliki nama Mina.


Gadis itu menutup bukunya lalu pergi begitu saja. Mark menahan tangan kanan gadis itu, namun dengan kuat menghempaskan tangan Mark.


-kenapa dia berubah?- batin mark


Beberapa minggu setelah kejadian itu, Mark mencoba untuk pergi ke taman usai ia pulang dari sekolahnya. Ia benar-benar menunggu Ace, namun Ace tidak kunjung datang.


Sudah berjam-jam ia menunggu namun gadis kecilnya itu tak kunjung datang. Ia menyerah dan memilih untuk pulang ke rumah dan pergi ke taman lagi esok pagi. Berjalan dengan wajah tertunduk kecewa.


'Mengapa? Mengapa ia selalu menjadi orang yang dibuang dengan mudahnya? Mengapa selalu dia yang dibuang?-batin Mark.


Ia terus bergumam meratapi nasibnya. Ia sudah sangat lelah karena mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung dari orangtuanya sekarang ini.

__ADS_1


Terakhir ia dapat melihat Ace adalah saat dimana Ace mengaku-ngaku mempunyai nama Mina.


Flashback Off


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Kringggg kringg kringgg!!


Suara dering alarm yang keras membuat seorang gadis remaja berusaha menggapai alarm untuk menghentikan suara yang mengganggu tidurnya itu. Seperti biasa ia duduk dari tidurnya lalu mulai mengucapkan syukur kepada Tuhan dan membaca renungan hariannya. Setelah itu ia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamarnya. Ia mengetuk setiap pintu yang ia lewati dan mengingatkan semua untuk jangan lupa mengucap syukur pada Tuhan.


Dan lagi-lagi..


"Johanaaaaaaaa! Ya Tuhannnn, bangun atuh Hanaaa!!" Teriakan Aurora terdengar hingga mungkin membuat para tetangga terbangun karena kaget.


Dan seperti yang kalian tahu. Bukanlah seorang Hana jika terbangun hanya karena teriakan. Empat perempuan akhirnya pergi ke kamar Hana.


"Ga ada cara lain girls" ucap Cella. "JOHANAAA!! KAK LUCAS PACARAN SAMA KAK BIANCAAA!" Kata mereka semua serempak.


Seorang bernama Hana itupun langsung terbangun dari tidurnya dan langsung berdiri dengan tangan terkepal siap memukul seseorang.


"HAHH?! Mana si tengil Biancaaa?! Satu pukulan juga langsung mampus". Karena sudah berhasil membangunkan Hana maka semua langsung melengos keluar kamar tanpa menghiraukan ucapan Hana.


"Woy! Biancanye ke manee oi!" Kata Hana sebal.


"Gua diboongi lagi dah". Kata Hana bermonolog sambil mengusap kepalanya.


Sesampai di sekolah mereka langsung menjalankan aktivitas mereka seperti biasa, lalu langsung menuju ke arah yang akan mereka tuju selanjutnya. Kelas, tempat tujuan mereka selanjutnya adalah kelas.


Saat perjalanan menuju kelas tanpa sengaja mereka berpapasan dengan tujuh manusia yang gemar membuat kekacauan. Hana menutup mulutnya untuk menahan teriakan yang akan keluar dari mulutnya sejenak. Lalu Hana mengubah raut wajahnya seolah terlihat biasa saja.


Ace POV


Kami berpapasan! Jantungku berdetak dengan sangat kencang karenanya. Aku berusaha sebaik mungkin untuk membuat raut wajahku seakan tidak peduli karena keberadaannya.


Mengapa berdetak cepat sekalii uhhhh, ada apa dengan jantungku?! Mengapa berdetak kencang sekali? Aku tak mau dia mendengar detak jantungku!- kataku dalam hati.


Tiba-tiba seseorang menahan tanganku supaya tidak melangkah lebih lagi. Jantungku benar-benar berdetak dengan kencang. Aku masih belum siap untuk bertatap muka dengannya.


Dengan terpaksa aku membalikkan badanku untuk melihat siapa yang menahan tanganku. Aku sangat terkejut sekaligus bersyukur, karena yang menahanku.



Bukanlah Mark, melainkan LUCAS! Sekilas aku melihat kearah Hana untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja dengan kejadian ini. Aku dapat melihatnya, Hana merasa marah. Tapi kenapa dia memberi anggukan dan senyuman kepadaku.


"Hai, Aku Lucas! Cowok paling tampan di sekolah ini. Yaaa, aku cukup tau bahwa kamu sangat menyukaiku. Tapi bagaimanapun aku masih belum bisa menerimamu." Kata Lucas tiba-tiba dengan wajah yang bisa dibilang sangat menyebalkan.


"Ekh- tap-i" kataku "ssuuusttt, udah ga papa aku udah tau kok semuanya. Ngga usah malu malu yaaa. Kamu mau nomer HPku? Uhh bakal aku kasih kokk!" Potongnya.


"T-tapi kak-" kata-kataku dipotong lagi.


"susst udahhh, aku tau kamu, aku udah tau semua. Nama kamu Johana kan, biasa di panggil Hana, anak terkonyol seangkatan dan anak paling suka tidur si kelas! Hahh! Udah, aku udah tau kamu, ga perlu kamu kasih tau lagi." Kata Lucas dengan wajah yakin sambil menempelkan jari telunjuknya pada bibir Ace.


"Bwahahahahahaa!!!" Sontak semua langsung tertawa karena ulah Lucas.


Lucas masih bingung dengan teman-temannya itu, mengapa ia ditertawakan?. Aku mengalihkan pandanganku dan Aku melihat ke arah Mark, rasanya sangat lama aku tidak melihat tawanya itu. Iya, sudah sembilan tahun aku tidak bisa melihat tawa itu.


οΏΌ


Aku merindukan tawanya.- batinku


Saat aku menikmati pemandangan yang indah itu, tiba-tiba sesuatu membuatku terkejut. Mark menatapku dengan tatapan tak bisa ku mengerti. Lalu ia melangkah maju dan menggeser tubuh Lucas.


Tanpa sepatah katapun dia langsung memegang tanganku dan menarik tanganku, namun seseorang menahan tarikan Mark. Aku melihat ke arah orang yang menahan tanganku dan ternyata itu Aurora.

__ADS_1


"Kak kami mau balik ke kelas, sebentar lagi sudah masuk." Kata Aurora pada Mark yang diangguki oleh Mark. Mark melepaskan genggaman tangannya dariku lalu membiarkan kami pergi menuju kelas.


"Bentar Hana! Kamu belum dapet nomer HPku lo!" Ucap Lucas padaku. Aku menengok ke belakang dan berkata


"Aku bukan Hana, dia orangnya." Kataku sambil menunjuk Hana. Aku melihat Hana langsung berlari kearah Lucas.


"Mana kak nomernya?" Tanya Hana kepada Lucas. Melihat wajah Lucas yang memerah karena malu membuat Hana tertawa kecil.


"Mana kak? Jadi mau kasih ngga?" Tanya Hana dengan nada yang dibuat-buat imut.


"Ahh, iyaa, mana HPmu biar aku masukkan nomerku." Jawab Lucas sambil memegang tengkuknya yang tidak gatal karena malu.


Setelah mengembalikan HPnya dikembalikan, Hana langsung berjalan kembali kearah kami.


"Ciee, ada yang lagi berbunga-bunga nihhh!" Kata kami serempak namun kali ini dengan berbisik-bisik, tidak ingin Hana malu mempunyai teman seperti kami.


Author POV


Jam makan siang


Jam makan siang pun tiba lima gadis-gadis yang belum diketahui kenyataannya bahwa mereka adalah sosok manusia rubah itupun mulai melangkahkan kakinya berpencar untuk memperkuat ketahanan sekolahnya. Mereka memfokuskan diri mereka hingga kaca seakan kembali menebal.


Kali ini entah mengapa mereka tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk memperkuat ketahanan sekolahnya. Mereka hanya membutuhkan waktu 10 menit saja untuk kali ini.


Mungkinkah karena Hana sedang gembira sehingga dia bersemangat sekali?. Mereka juga tidak tahu itu.


Seperti biasa selesai mereka melakukan itu, mereka pasti langsung bergerak menuju lapangan basket.


"Tumben banget nih cepet banget prosesnya" kata Aurora. "Iya, biasanya aja selesai jam makan siang baru jadi beneran. Kan jadi ga bisa liat kak Lucas makan." Ya, siapa lagi kalau bukan Hana yang mengatakan ini.


"Ya udah, selagi masih ada waktu kita makan aja yuk" saran Marcella.


Sesampai di kantin mereka membeli beberapa camilan untuk mereka bawa dikelas. Namun...


Pranggggg!


Sontak itu membuat semua semua siswa maupun siswi yang berada di kantin pun menatap kearah kekacauan itu.


Terlihat seorang laki-laki yang sangat familiar dimata Ace tengah memukuli seorang siswa tanpa ampun. Terlihat jelas kemarahannya sangat besar kepada korbannya.


Ace berlari ke arah laki-laki itu, laki-laki yang ia cintai sejak kecil. Orang itu adalah Mark.


Ace menahan tangan Mark menggunakan tangan kanannya supaya Mark berhenti memukuli laki-laki dibawahnya. Mark berhenti sesaat dan ia sedikit terkejut dengan kedatangan Ace.


"Berhenti!" Kata Ace dengan nada marah. Entahlah mengapa ia ingin sekali marah.


"Kenapa?!" Ketus Mark yang membuat Ace kaget.


"Ini sekolah bukan arena tinju!" Ucap Ace tak kalah ketusnya dengan Mark.


Mark menatap gadis itu cukup lama, sampai akhirnya ia berdiri tepat di depan gadis yang menurutnya ia kenali.


"Kalo lo ga tau masalahnya, ga usah sok berhentiin apapun yang gua lakuin!" Jawab Mark yang membuat seluruh penghuni kantin kaget.


"Lo sadar? Cowok yang lu bela adalah orang yang pingin buat lo dan temen-temen lo celaka!" Kata Mark membuat Ace diam seribu bahasa. Mark meninggalkan Ace yang mematung.


Namun kemudian ia menarik tangan Ace dan mendekatkan tubuhnya pada Ace dan menatap yang...



mengerikan..


Lalu,

__ADS_1


-Kenapa harus salah orang sihh, malu anjir!- Gerutu Lucas.


***Jangan lupa vote yaaaa*πŸ’žπŸ’žπŸ˜˜**


__ADS_2