GURU ES KU

GURU ES KU
LEPAS KENDALI


__ADS_3

Dinda baru sadar akan sikapnya tadi kepada pak Gibran kurang sopan, apa lagi antara murid dan guru, dan baru menyadarinya sekarang.....


"Apa yang barusan aku lakukan, bodohnya kamu Dinda" dalam hati Dinda bergumam


Kita pulang" ucap sang guru dengan prasaan canggung mereka...


"I...iya pak.." jawab Dinda gugup...


"Apa apaan kamu Dinda oake acara gugup segala" Ucap dinda deng bisik pelan.


"Kamu bilang apa barusan Dinda" Tanya sang guru yang mendengar Dinda bergumam pelan namun tak tau apa yang di ucap Kan Dinda...


"Emmm... tidak bilang apa-apa pak, mungkin bapak salah dengar" ucap Dinda Asal


"Ohh, krain kamu ngomongin bapak..." ucap sang guru..


"Kita cari makan dulu ya pak, Dinda masih lapar" ucap Dinda tanpa rasa canggung lagi dan tidak bisa menahan rasa laparnya...


"ok.. kita cari makan dulu.." ucap sang guru lalu berkeliling lebih dulu untuk mencari makanan...


Berhenti di sebuh tempat penjualan di tepi jalan dengan banyak beragam makanan..


Hampir Dua jam berlalu, mereka makan, bukan sang guru yang pilih-pilih makanan, namun antrian dsn banyak nya Dinda makan membuat waktu mereka cukup lama ..


"Din buruan makannya, kita sudsh cukup lama di sini, nant orang rumah mu khawatir sudsh jam segini belum pulang" ucap sang huru mulai berberes untuk pulang...


"Iya .iya pak.... sebentar lagi tinggal dikit nih" ucap Dinda bergumam tidak jelas dengn makanan yang oenuh di mulutnya, karena tergesa-gesa ingin menghabis kan semua makanan di depan meja tersebut...


Karena memang tidak bisa di habis jan segaligus, Dinda membungkus makan tersebut, Saat sang guru pergi membayar makanan mereka..


"Sangat sayang jika di buang-buang begitu saja" gumamnya sambil membungkus makanan dan membawa sebotol minum untuk Dinda lanjut makan di mobil pak Gibran nanti....


"Ayokkk..." ucap aang guru yang melihat makann di atas meja sudah tidak ada lagi..


"Okkkk pak" Jawab Dinda dengan tersenyum senang dan menenteng sebuah kantong Plastik yang pak Gibran tidak mengetahui isi dari kantong plastik tersebut...

__ADS_1


"Kamu pesan makan lagi tadi Dinda" tanya sang guru yang penasaran akan isi kantong plastik Dinda....


"Ohhh tentu tidak pak,Ini makanan sisa tadi Dinda bungkus, lumayan untuk makan di mobil bapak, kan kasian pak makanan nA gak di makan, main tinggal-tinggal aja, nanti dia nangis loh," ucap Dinda ngocel sepanjang jalan menuju mobil...


Ucapan Dinda hanya di balas anggukan oleh sang guru dan senyum tipis karena ulah muridnya yang tidak pernah malu atau milih-milih tentang tempat atau makanan yang masuk ke perutnya


Selagi itu bisa masuk mulut bisa mengenyang kan dan tidak berteriak di tenggorokan, Semua Dinda lahap...


Dinda dan sang guru Kini berada di dalam mobil menunu perjalanan, Pqk Gibran cukup cepat membawa mobil itu, Karena tidak mau orang Rumah Dinda khawatir, karena dia yang membawa Dinda dan tqnggung jawabnya, walau pun sudah ijin dan pastinya Dinda selalu memberi kabar kepada mbok Darmi...


Saat di depan mobil sang guru sebuah mobil ngerem mendadak dan di situlah...


"Ahhhkkkkkk" Teriak Dinda dan sang guru, Karena mobil sang guru tak lagi bisa berhenti dengan kilat, dan langsung menabrak mobil di depan mereka dengan kecepatan yang cukup menghancur kan bagian depan mobil dengan parah dan orang yang menumpangi dengan luka yang tak kalah parah....


Dua mobil hampir saja hancur dan penghuni sudah tak sadaar kan diri...tergeletak bersimbah Dara...


Orang-orang di sekitar jalan pun berkeruman mendekat melihat kecelakaan tersebut, dan melihat penghuni di dalamnya yang tak sadar kan diri...


Ada yang menelpon polisi dan juga ambulan


Mobil menuju rumah sakit dengan cepat dengan beberapa korban termasuk Dinda dan pak Gibran yang memang tidak lagi sadar kan diri...


Berita tentang kecelakaan itu pun mulai di liputi dan di siar kan setiap stasiun Tv, ada yang lansung ke lokasi ada juga yang hanya di siar kan di gedung stasiun saja.


Hal itu membuat berita secepat mungkin sampai ke semua rumah setiap warga, tak tertinggal kediaman Dinda dan keluaga pak Gibran, membuat keluarga yang bersangkutan langsung shok melihat berita tersebut..


Beberapa twlpon masuk ke rumah mewah milik Dinda


"Triringgg....tririnnnggg...." mbok Darmi yang mendengar, dengam cepat mengangkat telpon tersebut...


"Ya, Baik.... kami ke sana sekarang" ucap mbok darmi bergegas pergi ke tujuan mereka,


Di rumah sakit pun sudah berkumpul keluarga dari semua korban, termasuk keluarga sang guru...


Tak beselang lama semua keluarga Dinda/Art Dinda pun sampai di rumah sakit tersebut kecuali orang Tua Dinda yang baru di kasih kabar dan bergegas untuk pulang ke negra asal, para Art mereka mulai menanyakan kondisi Korban saat ini...

__ADS_1


Saat dokter keluar dari ruangan operasi..


"Gimana dok kondisi nona kami....??" Tanya para Art Dinda yang sangat berharap semua kebaikan menimpa Dinda...


Namun dokter pun sejenak masih terdiam untuk mejelas kan kondisi korban...


huhhhh..." dokter menghela napas...


Kondisi korban masih kritis, dan ada berapa.luka di bagian kepala yang membuat Dia belum sadar.., Tapi kami akan berusaha semampu kami" jawab dokter lalu berlalu pergi...


"Dokter...lakukan yang terbaik berapa pun biayanya kami akan bayar" ucap mbok Darmi mengejar Dokter..


"Iya buk, kami juga akan berusaha sebaik mungkin, semoga akan ada perubahan secepatnya" Jawab dokter itu...


"Ya tuhan ku mohon...selamat kan nona kami" gumam mbok Darmi sambil menangis pilu.


Tak berselang lama, kini ruang operasi yang tak jauh dari kamar Operasi Dinda pun terbuka, dan beberapa dokter di hampiri oleh keluarga Korban...


" Gimana kondisi anak saya pak..." tanya orang tua dari korban tersebut


"Masih kritis pak dan pasien juga mengalami bebrapa luka di kepala, membuat dia kehilangan sebagian kecil ingatan nya Tapi dengan terapi bisa di sembuh kan" Jawab dokter kepada keluarga korban...


"Pa kita bawa Gibran ke luar negri saja" ucap sang mama dari Gibran...


"Iya Ma, kita akan lakukan yang terbaik untuk Gibran" sang papa yang langsung menyetujui keinginan sang istri yang sangat khawatir itu..


Mbok Darmi mendengar itu,namun dia tidak peduli, karena Dia saat ini berharap besar pada takdir untuk kesembuhan anak majikannya itu, yang sangat baik terhadap semua orang....


Satu jam berlalu.....


"Tak...tak...tak..."Suara sepatu nan mahal itu menapak di sebuah rumah sakit ternama di kota tersebut...


"Triringggggg...triringgg" Hp milik mbok Darmi berbunyi dsn mbok Darmi segerah mengangkat telpon itu...


"Iya tuan di ruang melati nomor xxx" kaMi sedang menunggu di sini" dan mbok Darmi langsung menutup telpon tersebut

__ADS_1


__ADS_2