
"Heiii..???" Dinda kembali memegang tangan sang calon kekasih, dengan lebih erat lagi genggaman itu.
"Bapak yakin menyukai ku" tanya Dinda kembali.
Sang calon kekasih Dinda mendekat kan wajah nya ke depan wajah cantik nan muluss itu dengan menyentuh wajah Dinda.
"Aku bukan orang yang suka bermain-main dengan perasaan, apa perlu aku menikahi sekarang atau mau langsung bertemu keluarga jam ini juga. Ayoo..!!??"tanya sang guru kepada Dinda, karena benar-benar ingin meyakinn kan hati Dinda tanpa ragu.
"Em...tidak sekarang, aku masih ujian Guru tampan ku" ucap sang Dinda, membuat Guru tampan itu tersenyum bahagia.
"Tapi jujur, aku tidak percaya semua ini jadi kenyataan, dan aku merasa kalau ini cuma mimpi indah ku saja, mungkin terlalu banyak belajar dan persiapan untuk ujian, Dinda jadi bermimpi untuk menghibur diri." ucap Dinda yang benar-benar belum yakin akan kenyataan ini.
Sang huru menatap wajah Dinda, perlah an dia mendekat lalu menci umi Pipi sang gadis mudah itu.
Membuat Dinda melotot kaget akan apa yang di lakukan sang guru nya pada saat ini.
" Kamu bisa merasakan nya bukan, berarti itu bukan mimpi sayang, tapi kenyataan yang sebenar nya.
"Ap..apa yang bapak lakukan" tanya Dinda gugup saat rasa itu begitu dingin menempel di wajah Dinda.
"Menyadar kan kamu, kamu bilang sedang bermimoi bukan, Jadi agar kamu bangun dari mimpi dan merasa kan kenyataan itu." ucap Sang guru tampan masih dekat dengan wajah Dinda.
Sang guru mencoba kembali mendekati Dinda dan menyambar Bib ir Berwarna merah mudah milik Dinda dan Dinda kembali melotot dengan aapa yang di lakukan guru nya itu.
__ADS_1
Saat Dinda ingin mundur sang guru men arik te nggkuk Dinda lalu menci umi Dinda lebih Da lam dan mel umat nya.
Ntah lah mungkinnsang guru sudah di ambang na fsu, yang membuat Dia begitu berani men yenthu Dinda, namun tidak terlihat ada perlawanan dari Dinda...
Merasakan tidsk ada perlawanan dari Dinda. sang guru meng henti kan Ci umon itu lalu memandang Mata Dinda yang masih tertutup rapat.
Membuat sang guru tersenyum indah sambil melihat wajah polos Dinda.
"Dinda..??" panggil sang guru dengan mengelus wajah Dinda.dan Dinda cukup kaget mendengar itu, lalu membuka mata dan membuang pandangan nya ke samping dengan wajah yang jangat merah, seperti kepiting rebus...
Dinda menggigit bib ir nya, mengingat dan merasa kan bib ir lembut nan se xi milik sang guru tamoan yang selama ini sering dia khayal kan.
"Jangan gigit bib ir mu, nanti luka, dan aku tidak bisa mel mat nya lagi" ucap sang guru sarkas sambil mengoda dan mendekati Dinda yang tidak ingin menatap langsung wajah nya.
"Henti kan itu, jangan kata kan lagi, aku malu" ucap Dinda masih dengan posisi tadi tak bergerak, rasa nya Dinda ingin tengelam saja ke dasar kaut agar tidak bisa melihat guru nya itu, taoi Dinda tidsk rela harus kehilangan angbguru yang sekarang sudah bisa di anggap kekasih baru nya.
Pak Gibran yang melihat Dinda tidsk berani menatap Dia, memengang dagu Dinda lalu menoleh kan Dinda ke arah nya.
"Jangan malu seperti itu, hanya ada kita berdua, tidak ada yang lain melihat kita, dan yang tadi menci umt kamu itu, aku bukan orang lain" ucap sang guru meyakin kan Dinda dan agar Dia tidak trlalu memerah. Sang guru tau itu ci umant pertama Dinda dn Dia kekasih pertama Dinda.
Masih sangat wajar sebenar nya tapi sang guru tidak ingin Dinda berlarut-larut dan tidak PeDe seperti saat ini, karena mereka saling Cinta.
"Kamu harus yakin bahwa aku, pria dewasa ini, benar-benar ingin meminang mu jika kamu lulus nanti, kamu bisa sekolah lagi saat kita menjakani pernikahan, agar kamu tidsk di rebut orang" ucap sang guru, membuat Dinds tersenyum tersipu mendengar ucapan sang guru yang cukup berusaha meyakinn kan dia.
__ADS_1
Kamu yakin ingin lakukan itu, sedang kan aku masih sangat mudah dsn belum berpengalaman apa pun. dan juga baru tamat Sma itu oun jika luluas(amit-amit cabang bayi) .
"Aku yakin sayanng kamu lulus, karena kamu gadis pintar, pintas menarik hati sang guru idola di sekolah mu ini" ucap PeDe dsn bercanda ala guru tampan yang bernama Gibran itu...
"Bisa aja kamu Om tampan" ucap Dinda mendapat cubitan dari sang guru mendengar Dinds memanggil nya om.
"Tapi kamu demen dari dulu kan om tampan Ini" ucap sang guru sambil mencubit hidung mancung Dinda.
"Dinda menanggapi ucapan sang guru dengan tersenyum ,karena memang benar seperti itu.
"Kamu audah tenang kan sayang, calon suami mu mau pulang dulu, besok Aku masih masuk sebagai pengawas kelas mu dan memantau kamu, dan juga akan atar jemput kamu tiap hari." ucap sang guru mengajak Dinda berdiri dsn kekuar dsri tempat persembunyiannDinda yang btidak di ketahui oleh siapa pun, kecuali yang merancang tempat itu.
Karena tempat itu di buat saat Dinda sudah besar dan atas keinginan diri sendiri.
Mbok darmi dsn supir atau oun ARt yang lain oun tidak mengetahui tempat itu.
Dan sang kekasih adalah orang pertama yang Dia ajak masuk ke ruang rahasia Dinda tersebut.
Orangvgua Dinda oun tidsk pernah tau ads tempat yang indah di ranjang oleh Putri mereka di dalam rumah mega itu.
"Ok Om tampan oulang lah, dan suatu saat ajak aku ke rumah mu yang kamu tempati saat ini, karena rumah tetangga itu sudsh di jual oleh pemilik nya, Jadi tidak bisa lagi mampir ke sana" ucap Dinda menyindir sang kekasih, yang tidak lagi menunggu rumah di samping nya, karena sudah pindah, ntah kemna tempat sang kekasih baru Dinda pindah sekarang..
"Oke sayang, pasti akan ku ajak ke tempat baru dsn bertemu keluarga ku secepat mungkin, kamu harus selesai kan ujian dulu ya, baru kita ke rumah ku., dsn rumah di samping itu, akan menjadi rumah pribadi kita Saat menikah nanti" ucap sang guru dengan segenap kejujuran dari nya..
__ADS_1
"Oke pulang lah dulu, nanti keluarga munkhawatir, karena dari tadi aku tidak melihat kamu menelpon atau memberi kabar kepada keluarga mu kalau kamu telat pulang" ucap Dinda yang khawatir klau keluarga sang kekasih menjadi kepikiran karena sudah sore belum juga pulang ke rumah.
Apa lagi sang kekasih baru saja sembuh dari ingatan nya yaang sempat hilang berapa bulan ini.