GURU ES KU

GURU ES KU
USAHA PAK GIBRAN


__ADS_3

Seorang guru tampan yang selalu pulang paling belakang dan selalu menunggu seseorang melewati parkiran untuk menanti kan seorang gadis kecil itu pulang dan memantau dari kejauhan.


Saat dia asik menunggu, dia melihat seorang murid laki-Laki datang dari arah tempat biasa anggota Dinda keluar, biasa nya Jam segini anggota Dinda sudah terlihat, namun sekarang belum muncul juga, tanpa pikir panjang sang guru turun dari mobil guna memasti kan seorang Dinda baik-baik saja, karena dari desas desus sekolah dan cerita orang Di kantin, Dinda menyinggung juara umum di sekolah nya itu.


Baru kemarin kotak hadiah dan surat yang Dinda buang di ambil oleh guru tampan itu, bukan mengingin kan surat dan hadiah itu, lebih tepat nya dia kepo dengan isi nya, kenapa Dinda membuang nya...


Saat sang guru ingin menyusul baru lah geng Dinda terlihat dari kejauhan dan tampak baik-baik saja, lalu sang guru kembali ke dalam mobil milik nya


Seakan tidak apa-apa...


Din jemputan kita udah jemput duluan ya" ucap mereka berlalu dan pulang dengan mobil masing-masing, hari ini jemputan seperti nya belum datang, suasana terlihat sepi, kemudian Dinda membuka Hp Milik nya dan, namun ada pesan dari sang mama sebentar lagi akan tiba di sekolah Dinda, Dinda pun harus menunggu dahulu


Saat Dinda sedang menunggu seorang guru tampan menghampiri Dinda.


"Kamu belum pulang, mau bareng bapak" Tanya Pak Gibran kepada Dinda yang duduk sendiri itu...


"Lagi nunggu pak," jemputan, lagi di jalan, jawab Dinda..


"Ohhhh" ucap Pak Gibran singkat, namun masih berdiri di sebelah Dinda...


Saat ini bukan tanpa alasan dia turun lalu berdiri di sebelah Dinda, tapi sang guru tampan itu melihan Aldo mondar-mandir tak jelas di sekitaran parkiran, mungkin Dia kira Tidak ada yang melihat keberadaan nya, tapi pak Gibran menyadari itu.


"Bapak ngapain berdiri Di sini, emang bapak gak pulang??" tanya Dinda yang aneh dengan Sikap Pak Gibran...


"Masih nunggu orang juga, kalau di dalam mobil takut nya dia gak lihat nanti nya, kalau di luar gini kan, bisa cepat mengenali bapak" ucap sang guru berbohong...


"Ohhh.."Ucap Dinda singkat


"Kamu bertengkar dengan seorang Siswa di sekolah..???" Tanya pak Gibran mencari topik pembicaraan


"Gak pak, kenapa emang.?" tanya Dinda menoleh ke arah sang guru yang berdiri di samping Dinda saat ini


"Tapi bapak dengar kamu ada masalah dengan anak basket.??" tanya Sang guru memperjelas kan yang di maksud pertanyaan nya.


"Ohhh itu,gak cari masalah si pak, abis dia nya sok kepedean mau dekatinn Dinda, Dinda gak suka, yaudah Dinda tolak mentah-mentah saat di kantin" jawab Dinda malah mencerita kan hal itu dengan pak Gibran...


"Emang kamu belum boleh dekat dengan cowok sama orang tua kamu..?" tanya sang guru...


"Bebas ma orang tua Dinda pak, Dinda nya aja kurang suka kalau ada orang terlalu PeDe deketin Dinda, jadi ilfil lihat nya..


"Ohhh gitu, bagus lah kalau tidak mudah menyambut orang, karena kita tidak tau hati orang itu.." ucap Pak Gibran..


"Kenapa begitu pak" tanya Dinda balik.


"Ya kalau saat masih sekolah, masalah perasaan masih sangat rentan dan belum bisa di kata kan serius, lebih baik konsent ke pelajaran dan menyelesai kan nya, karena pendidikan itu penting" ucap Pak Gibran memberi saran kepada Dinda...


"Dinda memang tidak suka cowok yang masih sekolah pak, Dinda suka nya cowok Dewasa yang sudah mateng, yang sudah pasti tujuan hidup nya" jawab Dinda berlalu karena jemputan sudah datang.


"Pak gibran tersenyum lebar mendengar pilihan Dinda tersebut, dan membuat wajah kaku nan serius seorang guru tersebut memerah, lalu lanjut memasuki mobil milik nya..


"Gadis nakal, berani kamu ngomong gitu di depan ku, Takut nya aku salsh mengarti kan dan tidak bisa di kendali kan" gumam sang guru yang ambigu maksud dari ucapan nya itu...


Dinda masuk ke dalam mobil dan menghampiri sang mama, dan langsung pulang..

__ADS_1


Di rumah Dinda.....


"Kok tadi aku bilang gitu di depan Pak Gibran, Dia gak akan ngira aku suka sama dia kan( walau itu fakta nya) Tapi aku yakin dia tidak akan mengira seperti itu, dia kan kau dan emosi sama aku, sering marah-marah gak jelas sama Dinda" gumam Dinda saat sudah di kamar dan menganti seragam sekolah dengan pakain ganti.


Na..na..na..na..!!!" Nyanyian tak jelas Dari Dinda saat di turun dari kamar menuju ruang makan, dan kelautga sudah menunggu.


"Anak mama lagi kasmaran ya," Goda sang mama saat mendengar Dinda bernyanyi tak jelas menutuni tangga..


"Mama bisa aja, gak kok ma cuma mau nyanyi-nyanyi aja" jawab Dinda langsung Duduk dan mengambil beberapa makanan yang dia masuk kan ke piring nya, cukup banyak dan bermacam-macam.


"Makan yang banyak nak" ucap sang mama menatap Dinda yang mulai beranjak dewasa itu.


"Iya ma, Dinda pasti makan yang banyak" jawab Dinda..


" ma, papa gak makan di rumah siang ini" tanyak kembali Dinda.


"Gak nak, papa mu hari ini ada proyek besar dan harus benar-benar di urus oleh papa mu langsung, biar pasti proyek itu dan tidak ada simpang menyimpang" jawab sang mama sambil makan dan mengupas udang untuk sang anak.


Suasana makan Dinda siang ini cukup membahagia kan, namun memngingat kejadian di sekolah, tentang Aldi yang tidak trima dengan penolakan ,membuat Dinda agak was-was.


Di rumah sang Guru.


sekarang pak Gibran memang sepenuh nya pulang ke rumah lama yang dekat dengan rumah Dinda, niat nya, berusaha ingin mengingat kembali memori-memori yang telah hilang, dan kebersamaan dia bersama Dinda.


Baru gari itu, seorang pak Gibran keluarr dari kamar nya menuju teras kamar yang juga ada sejak dulu, namun Tidak pernah dia pakai, karena memang dia bekum lama tinggal di rumah itu, dan terjadi lah kecelakaan itu. yang membuat dia di rawat di luar negri dan kembali ke rumah mewah milik orang tua nya...


Dinda juga beberapa hari ini jarang membuka jendela atau sekedar keluar ke teras rumah, dan tidak mengetahui kalau sang guru kini lebih aktif di rumah yang dekat dengan nya...


Dulu Dinda yang selalu ingin tahu tentang sang guru itu, kini Dinda tidak terlalu perduli karena dia anggap sang guru tidak telalu ramah pada nya dan merasa seperti orang lain yang tidak di kenal.


Di rumah Pak Gibran....


Sekarang Di lebih aktif dan ingin mendekati dan mengetahui kembali tentang Dinda. Wlau dengan cara yang berbeda dan dengan tampang yang kaku tanpa senyuman itu.....


"Aku benar-benar ingin mengingat nya kembali, Ucap sang guru menatap teras rumah Dinda yang tak kunjung di buka oleh pemilik Kamar itu.........


"Triringgg...triringggg..." Hp milik Dinda bergetar dan berbunyi, satu panggilann masuk tanpa nama itu.


Dinda tidak peduli dan tidak penasaran dengan panggilan tanpa nama itu karena sudah sering orang-orang mengerjai Dinda dengan nomor baru, seperti teman-teman Dinda contoh nya.


Namun telpon itu cukup menganggu, karena selalu berdering jarak beberapa menit saja, sampai-sampai Dinda harus memaksa untuk mengangkat telpon itu..


"Hallo Dinda" ucap suara itu, terdengar familiar di telinga Dinda


"Mau apa, cepat kata kan sebelum memati kan telpon ini" ucap Dinda jutek.


"Tidak ada perlu apa, hanya kangen sama kamu aja" ucap suaea itu yang merubah oanggilan nya menjadi kamu, dengan gaya sok akrab dari pria itu...


"Kamu gak penasaran dari mana aku mendapat kan nomor mu, aku terpaksa harus meminta ke sana kemari hanya sebuah nomor telpon ini" ucap nya, membuat Dinda menutup lansung telpon itu dengan cukup kasar.


Dasar laki-laki sudah hilang urat malu, sudah di tolak masih saja mencari ku" ucap Dinda marah-marah dan lansung masuk ke kamar.


Angin bertiup cukup lembut di luar sana, membuat Dinda tertarik untuk keluar kamar, dan kini dia langsung berniat untuk duduk di teras kamar milik nya sambil menimati hembusan angin di siang hari.....

__ADS_1


Dinda membuka pintu kamar menuju teras dan tidak menutup kembali pintu tersebut, agar anginmasuk ke kamar Dinda dengan Ac di mati kan oleh Dinda...


"uhhhh" dinda merenggang kan kan seluruh tangan dan kaki nya, sampai-sampai dia terlihat sepwrti manusia karet...


Dinds tidak menyadari sedikit pun, saat ini ada orang yang menatap dia intent dari teras rumah mikik nya juga, Dia menatap Dinda yang tidak menyadari kehadiran nya sama sekali, pada hal teras rumah Dinda dan Pria dewasa itu lumayan dekat, jika berteriak pun akan terdengar sangat jelas..


Tapi berhubung Dinda yang benar-benar tidak menyadari keberadaan orang lain di sekitar nya, Dia bertingkah sesuka hati, mencium ketiak nya kiro dan kanan, bersilat-silat ala pencak silat, dan belajar mencium walau hanya mempraktek kan lewat angin...


Kadang Dinda manari-nari dan belajar terseyum dengan anggun, Saat Dinda tersenyum dengan tingkah Gila nya, Dinda tak sengaja menatap ke arah kamar yang juga terletak lantai dua itu, Dinda tidak tau kalu Di lantai dua itu ada kamar, namun saat menoleh ke sana, Dinda menyadari ada orang yang juga duduk di luar rumah itu


Dinda yang tidak terlalu tau kalau sang guru sudah sepenuh nya kembali ke sana, merasa orsng yang Dia lihat hanya sebuah halusinasi Dinda..


Namun tenyata orang tersebut tak kunjung hilang dan masih di sana dengan menatap ke arah Dinda...


"Tunggu, itu beneran ada orang nya"Tanya Dinda pada diri sendiri..


"Haahh.....be.. be..beneran orang, dan orang itu pak Gibran" ucap Dinda pelan dan mulai menyadari apa saja yang dia lakukan dari tadi.


"Taoi dia baru datang bukan,?? tidak mungkin dari tadi kan..!?? tadi aku belum melihat nya" ucap Dinda yang mulai malu dengan sikap konyol yang dia lakukan tadi,mau mengelak kalau sang guru baru datang, namun Dinda memang tidak memperhati kan ke atlrah sana hanya sibuk dengan tingksh bodoh nya...


"Ahhhhhhh" cicit Dinda berlari masuk ke kamar dan mengunci nya, lalu mengintip sang guru dari dalam....


Tiba-tiba Dinda melihat pak Gibran ketawa, dan benar- benar ketawa lepas, yang pasti nya karena ulah Dinda yang konyol, bukan nya ilfil, namun di mata pak Gibran sangat lucu..


Pak Gibran tertawa lalu dia juga masuk ke dalam kamar milik nya


"Ya ampunnn Dinda, apa saja yang kamu lakukan tadi itu,sungguh yang memalu kan, jatuh semua harga Diri yang ku jaga selama ini" ucao Dinda sambil memukul pelan kepala nya berulang.


Dinda masuk ke dalam selimut tebal milik nya lalu meronta-ronta, ingin melepas kan diri dari rasa malu yangbteramat itu...


"Ahhhkkkkggg" teriak Dinda di dalam selimut itu, Dinda tidsk oernah merasa malu hingga ke ubun-ubun, Kali ini benar-benar memalu kan.. sampai ingin menagis sejadi-jadi nya..


Sang guru masuk ke dalam kamar milik nya dengan keadaan masih tertawa lepas hingga perut sang guru merasa sakit...


"Sungguh anak yang konyol" ucap sang guru duduk di kurai kekuasaan nya si kamar itu.


waktu sudah menunjuk kan waktu malam, Namun Dinda masih beta di dalam selimut, dan kini dia tertidur pulas, karen pusing memikir kan harga diri yang sudah jatuh itu.


Hingga pagi pun Dinda bangun dengam muka bantal menuju kamar mandi...


stengah jam berlalu kini Dinda turun dari kamar milik nya dengnman muka yang tidak bersemangat, bagai mana tidak, hari ini pasti nya ada jam pak Gibran, dan itu yang paling tidak ingin Dinda jumpai, tapi dia tidak mungkin libur sekolah hanya Gara-gara ulah nya kemarin yang sangat konyol itu...


Tapi rasa malu Dinda yang besar, membuat Dinda benar-benar ingin menenggelam kan diri ke dasar laut agar tidak telihat oleh guru nya hari ini...


Apa yang harus ku lakukan" gumam nya tambah cemberut dan juga seperti ingin menangis mengingat tingkah konyol nya yang di saksi kan langsung oleh pria dewasa yang Dinda sukai dan juga guru yang tiap hari masuk ke kelas Dinda...


"Ada apa nak, kalau ada masalah yang berat, bisa cerita sama mama sama ayah" ucap ayah Dinda yang melihat muka putri nya cukup tidak bersemangat hari ini, seperti memendam masalah besar yang tidak terselesai kan..


"Tidak apa-apa yah" jawab Dinda dengan lesu nya.


"Apa kamu sakit nak, kalau sakit libur sekolah aja, nanti kit ke dokter" sambung sang mama yang juga dari tadi memperhati kan sikap sang putri semata wayang nya yang tidak semangat, sejak turun tadi...


Dinda tidak menjawab, dan kangsung oamit berangkat, melihat itu, sang mama menyusul lalu mengantar Dinda ke sekolah pagi ini.

__ADS_1


Di dalam mobil penuh keheningan dan tidak ada percakapan seperti biasa nya, yang ada hanya muka cemberut Dan kusut Dinda, yang membuat sang mama cukup bingung dengan putri nya...


__ADS_2