
Sesi makan-makan Dinda dan Gibran kini sudah selesai. dan mereka ingin segerah pulang, sang kekasih yang tidak mau Dinda pulang sebelum jam delapan malam.
Gibran membungkus beberapa makanan dari tempat makan itu, untuk Dinda makan di rumah nya, walau ada makanan enak, tapi Dinda seperti nya belum puas menikmati makanan yang terbuat dari tempat makan tersebut.
Gibran pasti nya tau makanan di Rumah dan maskan ARt di sana tidak kakah enak, namun Dinda tetao ingin mencicipi lagi rasa dari makanan yang baru saja dia makan itu.
"Sayanggg... ini makanan nya, untuk makan di rumah nanti" ucap Gibran saat sudah selesai dengan acara makan-makan mereka dan Dinda pun mengambil dari tangan Gibran, Lalu mereka masuk ke mobil menuju rumah Dinda.
kini mereka pulang masih dengan keadaan terang dan jalan pun cukup. dengan santai dan juga bercerita, bercanda dan kadang mereka membahas tentang perjalanan ke depan nya..
"Sayang kalau kita sudsh menikah nanti, kamu mau tinggal di mana??" Di villa atau kita buat rumah sendiri??."tanya Gibran kepada Dinda...
"Sekarang aku baru ingat, kamu harus cerita dulu tentang yang Om bahas di villa tadi, maksud nya gi mana." tanya Dinda yang baru ingat yang embuat merek bertengkar kcil tadi, tenyata gara-gara makanan ternyata Dimda bisa lupa juga dengan masalah tadi.
Namun sekarang Tidak, Dia kembali mengingat dsn ingin segera Gibran cerita kan pada saat ini juga tanpa ada nya hari esok atau kata nanti.
Gibran yang mengerti keadaan saat ini oun, tanpa berpikir panjang, berniat memulai cerita itu, Nmaun Gibran harus meyakin kan Dinda jangan marah dsn memotong dulu cerita nya, sebelum semua nya selesai..
"Sayang, aku akan cerita sama kamu, tapi Kamu janji jangan memotong atau memarahi ku, sebelum cerita ini selesai ya" ucap Gibran yang ingin Dinda menempati ucapan itu dulu.
"Ok akan aku dengar cerita mu sampai selesai, dsn jangan pernah berniat untuk berbohong pada ku, kalau tidsk ingin menerimah akibat dsri ulah mu itu" ucap Dinda dengan peringatan sambil menatap Gibran.
__ADS_1
"Iya..iya.. aku janji tidak akan seperti itu dan akan jujur sama kau, kamu butuh bukti kan sayang, bukan Janji" balas Gibran lembut menghadapi sikap gadis kecil nya yang paling tidak suka jika orang berbohong pada nya.
"Gini sayang, aku kan anak laki-laki satu-satu nya di keluarga ini, papa punya beberapa perusaan cukup besar di kota kita, dan papa sudah cukup berumur untuk turun tangan sendiri mengurus perusaan dan dia bisa di bilang, sudah lelah dan tidak ingin lagi memimpin perusaahan dan kini waktu nya istirahat."
"Dan kamu tau bukan kakkak ku perempuan dan membuat papa tidsk terlalu yakin akan dia, jadi perusahaan harus turun ke tangan ku dan menganti kan papa sebagai pemimpin serta sebagai pewaris perusahaan, selama ini aku menjadi guru, ingin mencari jati diri dan juga termasuk cita-cita ku dari dulu, ya apa boleh buat jika orang tua sudsh berkehendak, mereka tidak memaksa, tapi aku cukup kasihan, karena waktu tua di guna kan untuk istirahat, malah masih sibuk memikir kan perusahaan."
"Jadi Aku oke in semua itu dan ingin segerah menikahi agar bisa lebih leluasa membagi waktu kerja dsn pernikahan kita nanti, dan kamu sambil kulya saja, kalau urusan rumah itu Art yang urus, cukup kamu temenin aku tidur makan dan jalan-jalan, menjalani hidup berumah tangga kita dengan tenang" ucap Gibran panjang lebar, menjelas kan tentang keingin tahuan Dinda selama ini, dan cerita itu di Oke kan Oleh Dinda dsn menyambut itu dengan senyuman Indah Dinda..
"Oke, aku ngerti dan ingin menjalani hidup sama kamu secepat mungkin..
Tak terasa waktu berjalan cukup lama, dsn kini pun mereka sudah berada di depan Rumah Dinda. Saat Dinda turun Gibran oun ikut dan ingin mampir, namun....!!!!
"Ya mau mampir la sayang" ucap Gibran polos...
"Jangan dulu...jangan dulu...Oke, keadaan masih panas, dsn kamu pulang dulu, mandi ganti baju dan istirahat,Oke...." Ucap Dinda menahan Gibran tersebut.
"Oke sayang aku pulang dulu ya" balas Gibran yang mengikuti keinginan Sang kekasih, karena Dinda pasti nya lebih paham tentang keluarga nya saat ini....
Gibran oun masuk ke dalam mobil lalu melanjut kan pulang ke kediaman nya yang sudsh di ketahiu oleh Dinda hari ini.
Dinda pun masuk ke dalam rumah, Saat Gibran sudah melaju kan mobil milik nya untuk pulang.
__ADS_1
Dinda tersenyum bahagia masuk ke dalam rumah, dengan di iringi lagu-lagu kecil tak beraturan.
Melewati ruang tamu, yang terdapat di sana ayah dan mama Dinda yang hanya memandang senyum indah anak nya.
Saat sang ayah beeniat untuk memanggil Dinda, sang mama melarang hal itu, tidsk mau mengganggu kebahagain sang anak hari ini.
"Di.." ucap sang ayah yang berniat memanggil Dinda, namun dengan sikap sigap sang mamma yang menutup mulut ayah Dinda dengan bantal sehingga suara sang ayah tertahan dsn tidak jadi memanggil Dinda yang bellalu menaiki tangga menuju kamar pribadi nya.
"Sutt...Diam Yah, biarin aja dia pulang dengan kebahagiaan nya, jika dia butuh kita nanti, dia akn cari kita, baru deh kita dengar apa yang ingin Dia cerita, sesuai dengan keinginan hati nya, tanpa kita harus bertanya, jika kita bertanya, takut nya dia terpaksa mencerita kan hal itu" ucap sang mama panjang lebar tidsk ingin sang ayah ikut campur urusan anak nya yang lagi bahagia itu.
"Iya ma... ma'af..ma'af, kan ayah pengen tau aja gak terlalu kepo sih, jika mau cerita ya cerita, jika tidak mau juga tidak apa-apa." jawab sang ayah Dinda yang menyetujui uvapan sang istri nya..
Di kamar Dinda...
"Na..na...na..na...na..na....
"La...la..la...la..la..la..la" lagu gak jelas keluar dari mulut Dinda yang menanda kam gadis cantik itu sedang bahagia.
Sambil berjoget-joget kecil, Dinda menuju kamar mandi untuk menghilang kan bauk yang tidsk lagi enak untuk di cium, karena itu seragam sekolah dari pagi, yang Pasti nya semua bauk sudah berkumpul Di sana.
Sebelum masuk ke kamar mandi, Dinda melempar baju yang gidsk oantas di guna kan lagi itu, ke kersnjang pakain kotor milik nya, lalu berlalu ke kamar mandi untuk membersih kan tubuh yang lengket dengan debuh dan keringat Dinda hari ini
__ADS_1