Guru Killer Suamiku

Guru Killer Suamiku
Prolog.


__ADS_3

Lagi-lagi Aurora berbuat onar. Gadis yang hanya memakai rok sebatas paha itu memanjat tembok secara terang-terangan di hadapan seluruh guru dan siswa yang tengah berdiri di lapangan dengan mulut menganga tidak percaya.


Hanya Aurora yang berani melakukan hal senekat itu.


Tangan Alby terkepal kuat ia memandang beberapa siswa laki-laki dan guru yang menelan ludah melihat rok Aurora yang sedikit tersingkap akibat memanjat tembok. "SIAP GRAK!". Dan seketika seluruh murid dan guru menghadap kedepan mendengar teriakan Alby yang sekarang tengah menjadi pembina upacara pada pagi ini.


Alby turun dari podium dengan wajah memerah menahan emosi, Aurora menangkap air muka itu, maka sebelum Alby menggapai kakinya gadis itu langsung melompat tanpa menghiraukan teriakan Alby di balik tembok.


Aurora terkekeh pelan, gadis itu menepuk roknya yang sedikit berdebu lalu hendak berjalan menuju warung kecil yang biasanya jadi tempat nongkrongnya ketika membolos. Tapi semuanya harus pupus ketika sebuah lengan kekar menarik tangannya dengan kuat.


Shit! Pak Alby berhasil menyusulnya.


"Kamu pikir kamu akan di pandang hebat setelah melakukan hal nekat seperti itu Aurora?". Bentak Alby memegang kuat pergelangan tangan Aurora.


Aurora tersenyum sinis lalu mendekat kearah Alby membuat pria itu langsung melepas cekalannya dari tangan Aurora. "Saya sadar kok pak, kalau saya ini hanya orang biasa. Jadi jika saya hanya orang biasa...", Aurora menggantung kalimatnya di udara. Alby mengernyit bingung sebelum kecupan singkat mendarat di bibirnya.

__ADS_1


"Kenapa gak coba cium bapak aja biar jadi orang hebat". Kekeh Aurora yang langsung beranjak pergi menaiki motor temannya yang baru saja muncul. Aurora segera duduk dengan gaya yang se-seksi mungkin, roknya sengaja ia singkap keatas agar membuat Alby semakin marah. Gerakan seperti itu seakan menjadi Slow motion di mata Alby, Pria itu langsung tersadar dan meneriaki nama Aurora sekencang mungkin ketika motor itu sudah beranjak pergi dengan Aurora yang melambaikan tangannya.


Sial, lagi-lagi Alby tertipu oleh gadis nakal itu.


Alby segera mengusap pelan bibirnya, wajahnya yang semula memerah karena emosi kini digantikan oleh semburat merona dari pipi hingga menjalar ke telinga, sekarang telinga Alby seakan di cat merah. Pria itu jadi salah tingkah ketika satpam sekolah memanggil namanya dan menanyakan dimana anak nakal itu pergi.


Alby menggeleng pelan, ia berusaha menyembunyikan wajahnya tapi sayangnya wajah tampan itu semakin memerah ketika pak satpam menanyakan apa telinga Alby habis terkena cat?


Sial! Aurora Bagaskara sepertinya benar-benar minta diberi hukuman.


Nah gimana untuk Prolog kali ini? ^o^


Ini karya perdana Ital, sebenarnya agak ragu mau nge-publish takut kalau gak ada yang baca😆


Soalnya Ital itu orangnya bakal cepet putus harapan kalau gak ada yang support. Udah berapa kali nge-post cerita disini tapi karena gak ada yang baca akhirnya gak jadi di lanjutin, semoga kali ini rame yang baca, amiin^^

__ADS_1


Salam kenal,


Crystall Rabella, selir Papa Claude.



Catatan Ital :


Sebelum membaca, disarankan untuk memilih bacaan yang baik. Novel ini mengandung kata-kata kasar yang mungkin untuk sebagian pembaca merasa tidak nyaman.


Megandung konten dewasa untuk 17+ yang tidak disarankan untuk anak kecil🔞


Selamat membaca (^o^)


©2020'CrystallRabella

__ADS_1


__ADS_2