Guru Killer Suamiku

Guru Killer Suamiku
Medusa Di Dunia Nyata.


__ADS_3

GURU KILLER SUAMIKU | Episode 1 - Medusa Di Dunia Nyata.



...*****...


"Lo kalau ketemu orang yang namanya Aurora, usahakan menghindar, jangan tatap matanya kalau lo gak mau kehidupan SMA lo hancur". Lala mengerutkan dahinya bingung, "Kenapa dengan orang yang namanya Aurora? Emang dia monster?". Ujarnya bingung.


Nana menepuk jidatnya pelan lalu berujar sedikit berteriak, "Lebih berbahaya dari monster, dia itu titisan Medusa, usahakan lo menghidar dan jngan cari gara-gara sama dia". Lala hanya mengangguk mengiyakan sebelum percakapan itu makin panjang dan tambah membingungkan.


"Wah gila itu siapa, cantik banget". Ujar Lala yang baru saja memfokuskan tatapannya kepada seorang gadis yang baru melangkah masuk melewati gerbang. Gadis itu mengibaskan rambut panjangnya yang sedikit kusut lalu mengikatnya asal-asalan.


Nana menoleh, tubuhnya seketika menegang dan langsung berbalik memunggungi si gadis agar wajahnya tidak bisa terlihat olehnya. "Kamu kenapa?" tanya Lala. Nana menatapnya tajam seakan memberikan isyarat untuk diam, mengambil ancang-ancang untuk kabur namun terlambat ketika sebuah suara yang keras terdengar dan menarik perhatian murid lain. "Lo berdua yang murid baru!".


Lala langsung menoleh dengan mata berbinar senang menatap Aurora, belum pernah dia melihat wanita secantik itu sebelumnya. Benar-benar seperti malaikat. Sementara Nana menoleh dengan senyum yang dipaksakan.


"A-ada yang bisa dibantu kak?". Tanyanya gugup. Aurora berjalan mendekat. Lala sedikit memincingkan matanya bingung lalu menoleh kearah Nana, "Kenapa pakaian kakak itu lebih pendek dari kita?". Tanyanya berbisik kepada Nana yang langsung mendapat pelototan tajam dari gadis itu.


Aurora sampai di depan mereka berdua, matanya seakan memindai dari kaki hingga ujung kepala sebelum melemparkan tasnya kearah Lala. "Bawa tas gue ke kelas, mulai sekarang lo jadi babu gue".


Lala yang polos mengangguk lalu mengekori Aurora dari belakang sementara Nana sudah menghilang entah kemana. Lala sedikit menggaruk pipinya merasakan kalau tas yang dibawanya sangatlah ringan. Apa di dalamnya tidak ada isinya?

__ADS_1


"Emm...kakak namanya siapa?". Tanyanya ragu, Aurora sedikit menatap dari sudut matanya. "Gak usah banyak tanya, mulut gue lagi sariawan".


"E-eh iya, maaf kak".


"Ara woy! Masih hidup lo?". Camela datang, melempar tasnya kepada Lala yang langsung di tangkap dengan sigap oleh gadis polos berkacamata itu.


"Kemana aja lo seminggu gak masuk?". Tanya Camela seraya berkaca momoles lipstick merah menyala di bibirnya.


"Apaan sih, biasanya juga lo bodo amat!". Ujar Aurora seraya menguap. Ia benar-benar mengantuk sekarang.


"Iya juga sih". Camela segera menyimpan alat Make-up nya di saku bajunya lalu menyuruh Lala untuk mengantar tas mereka ke kelas. Tapi sebelum itu Lala kembali menanyakan nama Aurora karena penasaran, gadis itu benar-benar keras kepala. Kali ini Aurora menjawab, tapi ketika Lala mendengarnya telinganya berdengung seakan tidak percaya apa yang barusan di dengarnya, gadis cantik ini....


Aurora yang katanya titisan Medusa?!


"Lo kok pakai sendal ke sekolah, Swallow lagi!". Cibir Camela memandang Aurora dari atas sampai bawah.


Sial! Gadis ini tetap terlihat cantik walaupun dengan penampilan urak-urakan.


Aurora mengangkat bahunya tidak peduli lalu kembali berjalan, ingin cepat-cepat tidur di kelasnya.


Aurora berhenti berjalan ketika tak sengaja menatap kerumunan para murid yang berada di depan pintu ruang guru. Aurora menyenggol tangan Camela, "Ada apaan tuh?".

__ADS_1


Camela ikut menoleh lalu ber-oh ria, "Ada guru baru, katanya sih ganteng. Dengar-dengar dari si Mala dia bakal gantiin Ibu Indri".


"Maksud lo dia bakal jadi wali kelas kita?". Camela mengangguk, Aurora menaikkan alisnya sedikit mengernyit lalu kembali menguap, gadis itu hendak masuk ke dalam kelas ketika sebuah suara yang cukup familiar terdengar di telinganya.


Aurora menoleh, matanya yang tadinya sayu sekarang melebar sempurna ketika melihat Alby Ilham Baratama tengah berbincang dengan guru sambil berjalan kearah kelasnya.


Shit! Jangan bilang kalau pria ini yang akan menggantikan Ibu Indri—wali kelas mereka.


Tidak, yang benar saja?!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


TO BE CONTINUED.


Sebelum itu, jangan lupa tekan Like :3


Jangan ragu untuk memberikan saran atau kritikan. Itall selalu terbuka untuk menerimanya.


Jika ada kesalahan dalam penulisan beritahukan di kolom komentar (^o^)


HOPE YOU LIKE IT!

__ADS_1


Salam manis,


Crystall Rabella De Alger Obelia 😆🐙.


__ADS_2