
Aurora memutar bola matanya malas lalu menatap Vander dengan tajam.
"Segera turun dan datang ke ruangan saya Aurora Bagaskara". Ujar Alby penuh penekanan.
Aurora mendengus, mendelik tajam kearah Vander seakan mengatakan...
Mati lo abis ini Vander Fucking Allexander.
____________________________________________
GURU KILLER SUAMIKU | Episode 3 - Pasutri.
...*****...
"Saya tidak menyangka bahwa perempuan yang saya nikahi seminggu yang lalu memiliki perilaku seperti ini di sekolah".
Aurora memutar bola matanya malas, memilih untuk duduk di sofa seraya menaruh kedua kakinya di meja, mengabaikan Alby yang melempar tatapan tajam kepadanya.
"Apa yang sebenarnya kamu pikirkan Aurora? Kamu mau menghancurkan masa depan kamu?"
Aurora menutup mata—menaruh tangannya di dahi lalu berujar, "Masa depan saya udah hancur semenjak bapak nikahin saya seminggu yang lalu". Terselip nada mengejek di kalimat itu membuat Alby mengerutkan dahinya.
"Jadi kamu menyalahkan saya? Sudah saya bilang bahwa dalam pernikahan ini saya tidak akan mengekang kamu, tapi setelah melihat kamu bersikap seperti ini di sekolah saya tidak mungkin mengabaikannya begitu saja".
"Jadi secara tidak langsung bapak mau bilang bahwa bapak malu punya istri yang modelnya kayak saya? Kalau gitu ngapain di nikahin!". Ucap Aurora ketus. Gadis yang memiliki tatapan setajam elang itu mendengus. Menyebalkan.
Alby menghembuskan nafasnya pelan lalu duduk di samping Aurora—berusaha memaklumi sifat Aurora yang masih labil. "Bukan itu yang saya maksud Ara. Saya hanya tidak mau kalau masa depan kamu hancur begitu saja hanya karena kelakuan kamu sendiri".
__ADS_1
Aurora berdecak malas hendak membalas perkataan Alby sebelum ketukan di pintu menarik perhatian mereka. Alby berdiri menuju pintu lalu menemukan Ibu Darwin—guru bimbingan konseling yang berdiri tegap sambil memegang sebuah Notebook yang cukup tebal di tangannya.
"Silahkan masuk buk". Ucap Alby sopan memberi jalan masuk.
Ibu Darwin mengangguk pelan lalu masuk mendapati Aurora tengah duduk di sofa sambil bersedekap tangan dengan mata yang terpejam.
Anak ini selalu tidur di manapun jika ada kesempatan.
"Aurora Bagaskara!".
Aurora membuka mata, buk Darwin sudah berdiri di depannya dengan mata yang menatap tajam.
"Sampai kapan kamu akan terus bersikap seperti ini Aurora! Seharusnya tahun ini kamu sudah masuk ke universitas, tapi karena kelakuanmu itu di tambah nilai minus yang diberikan masing-masing guru pengajar membuat kamu gagal untuk lulus". Desis buk Darwin. Marah. Aurora mengorek telinganya merasa terganggu dengan suara nyaring buk Darwin yang memekakkan telinga.
Alby menghela nafas lalu berjalan kearah buk Darwin. "Untuk kedepannya saya yang akan membimbing Aurora agar dia tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi". Ucapnya. Aurora menatap tajam Alby tapi pria itu mengabaikannya.
Giliran lihat yang bening di senyumin.
"Ah iya, ini buku catatan pelanggaran yang dilakukan Aurora selama bersekolah disini, saya pikir ini akan membantu pak Alby sebagai wali kelas barunya".
Alby mengangguk sopan menerima Notebook yang cukup tebal itu lalu diam-diam melirik Aurora melalui sudut matanya.
"Kalau begitu saya pamit dulu pak". Ujar buk Darwin. "Dan kamu Aurora..." Aurora mendongkak dengan malas. "Perbaiki sikap kamu mulai sekarang!". Setelah mengatakan itu ibu Darwin melenggang pergi meninggalkan Aurora dengan tatapan kesal luar biasa.
Kenapa semua orang seakan menghakimi Aurora tentang apa yang benar dan tidak untuknya. Dirinya sendirilah yang lebih tau apa yang dia inginkan. Semua orang hanya ikut campur.
"Kamu sudah dengar kan yang di bilang buk Darwin tadi?".
Aurora mendesis kesal menatap Alby. "Geez! Tidak dengar!". Pekiknya marah. Aurora beranjak pergi hendak meninggalkan ruangan Alby sebelum pria itu mencekal tangannya.
__ADS_1
"Mau kemana kamu?".
"Bukan urusan bapak!". Ucap Aurora datar—menghempaskan kasar tangan Alby lalu keluar dari ruangan itu dengan pintu yang di tutup dengan keras membuat suara bedebum yang nyaring.
Alby menghela nafasnya lelah. Sampai kapan Aurora akan seperti ini. Alby mengeluarkan ponsel dari sakunya, mencari nama Aurora dalam kontak lalu mengirimkan pesan padanya.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Alby?
Kenapa tiba-tiba pria itu begitu peduli dengan Aurora?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TO BE CONTINUED.
Sebelum itu, jangan lupa tekan Like ><
Jangan ragu untuk memberikan saran dan kritikan, Itall selalu terbuka untuk menerimanya selama itu masih dalam batas yang wajar (-:
Masih sepi aja yah😆
Yang baca masih dikit tapi gak papa, semuanya butuk proses wkwkw...
Aku bakal Upload terus makanya jangan bosen buat baca, berharap ada yang komen supaya tambah semangat tapi yaudahlah wkwkw...
HOPE YOU LIKE IT!
Salam,
Itall Sad Girl🙍
__ADS_1