
"Ya sudah kalu gitu, lo gak mau gue ajak masuk karena lo malukan sama pakaian lo yang kampungan itu" ucapnya sambil menunjuk "Berbeda dengan kami, lihatlah pakaian kami beda sama lo yang ketinggalan zaman"
Ya Allah apakah ini sifat asli dari sahabat hamba?. Meskipun kami bersahabat kami tak saling tahu kehidupan sehari-hari.
"Makanya jadi orang itu jangan kampungan, sok suci"
Deghh
Sakit hati ini mendengar secara langsung dari mulut sahabat sendiri yang mengakatan pakaian muslimah adalah pakaian kampungan.
Tanpa terasa kaki ini melangkah mundur. Tak perduli teriakkannya lagi. Melangkah semakin menjauh, menjauhi tempat maksiat itu, dengan derai air mata yang tanpa izin terus mengalir.
Bughh..
"Aww" rintihku ketika tanpa sengaja mendabrak seseorang. Ya, karena tadi tanpa sadar aku berlari sangat kencang tanpa melihat jalanan dengan jelas. Hingga akhirnya menabrak seseorang.
"Apa ada yang luka ukhti?" tanya seseorang yang aku yakini ia laki-laki. Dan benar saja ketika menengok ke atas, duhh tampannya. "Ehh astagfirullah" ucapku dalam hati.
__ADS_1
Buru-buru aku berdiri saat sadar aku masih terduduk di jalanan dengan luka di siku.
"Maaf mas" kata ku sambil menunduk
"Apa ada yang terluka ukhti?" tanyanya untuk kedua kalinya tanpa mendengar ucapan maafku.
"Saya baik-baik saja mas, maaf sudah menabrak tadi, kalau begitu saya permisi"
Dengan sekuat tenaga aku berlari setelah mengucapkan maaf. Tak perduli pandangan orang terhadapku, karena yang aku butuhkan sekarang untuk cepat sampai rumah.
Setibanya dirumah, aku langsung masuk kedalam kamar setelah mengucapkan salam. Ku rebahkan diri ini dan menangis sejadi-jadinya dalam diam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat berbeda namun masih dikota yang sama, telihat seorang laki-laki tengah menatap seorang gadis yang baru saja menabraknya.
"Aneh, bilangnya baik-baik saja tapi menangis" gumamnya sambil geleng-gelen kepala.
__ADS_1
Ya, Dia laki-laki yang tanpa sengaja ditabrak seorang gadis yang berlari kencang dengan derai air mata, siapa lagi gadis itu kalau bukan Diva.
"Gus, apa Gus baik-baik saja?" tanya Arman teman sekaligus cruw sholawat dalam kajiannya.
"Saya baik-baik saja Man"
"Syukurlah kalau Gus baik-baik saja"
"Mari dilanjut perjalanannya"
"Oke siap Gus" ucap Arman sambil gerakan hormat.
Mereka berdua sebenarnya hendak menghadiri pengajian di daerah Sukabumi. Namun dalam perjalanan mereka berdua kehausan jadi memutuskan untuk singgah dulu di minimarket terdekat, namun siapa sangka Gus Azmi ditabrak seseorang dari arah berlawanan saat hendak menyebrang.
Ya, laki-laki yang baru saja ditabrak oleh Diva adalah Azmi Askandar. Yang kerap dipanggil Gus Azmi. Laki-laki tampan, pintar sholawat, hafal Alquran dan satu lagi kriteria menantu idaman para mak-mak. He he he bercanda😂. Eitt tapi kenyataan sih😁😁. Gimana sih Autor ini, yang benar menantu idaman atau bukan? 😡😡
Tenang para reader jawabannya tentu saja menantu idaman. Siapa sih yang gak mau punya menantu seperti Gus Azmi, jawabannya pasti mau semua. Apalagi para cewek-cewek, pasti ingin kan menjadi istrinya Gus Azmi. Termasuk Autornya 😁😁.
__ADS_1
*Autor minta dukungannya semua🙏🙏, untuk karya ku yang pertama ini. Maaf jika ceritanya membosankan dan gak bagus menurut kalian. Kalian juga bisa kasih motivasi loh buat karyaku untuk kedepannya seperti apa. DM aja di instagram ku Cahaya Vita. Salam sayang semuanya😘