Hal Yang Ingin Kudengarkan

Hal Yang Ingin Kudengarkan
Senyum Itu..


__ADS_3

Malam hari ini aku bertemu dengan Teman di daerah Pasar lama. Karna mendadak, aku agak telat sesuai janji temu. Mungkin, dia marah kalau aku datang telat. Dari jauh keramaian di kawasan Kuliner Pasar lama sudah terlihat, Temanku yang sudah sampai duluan di dekat parkiran motor yang berjejeran di tepi jalan.


Aku menghampirinya, lalu dia menyadari keberadaanku, dan raut wajahnya berubah kesal seketika saat melihatku, seperti mau dimakan olehnya.


‘Lama banget sih kamu! Aku udah nungguin kamu dari tadi’ Ucap temanku dengan nada cemberut. Namanya Hana. Dia adalah perempuan yang sangat baik, Rambutnya sebahu berwarna hitam, Wajahnya cantik dan imut, namun sayangnya tingkah laku imutnya itu yang bikin ngeselin orang.


Satu tahun lalu kita berdua kenal itu pas di toko buku daerah serpong mall. Pas aku lagi sibuk membaca buku, waktu itu dia tiba-tiba menghampiriku, Awalnya sih cuma tanya-tanya tentang buku rekomendasi apa yang paling bagus waktu itu. Akhirnya, kami ngobrol bareng dan saling kenal.


‘Hah, habisnya kamu ngajak pergi mendadak’ jawabku mengeluh.


‘Yaudah lupain, kita jalan-jalan dulu sebentar sambil liat-liat makanan yang katanya enak di tempat ini’ Ucap Hana. Kita berdua berjalan menyusuri sepanjang jalan Pasar lama.


Lampu-lampu yang menjuntai di atas jalan yang memanjakkan mata dan suasana di Pasar Lama yang begitu ramai pengunjung. Banyak pedagang gerobak dan warung tenda yang berjejeran di setiap tepi jalan Pasar lama yang menyediakan aneka ragam kuliner malam yang di jual mereka.


Mulai dari jajanan jaman dulu atau jajanan jaman sekarang. Kalau udah ramai seperti ini, banyak orang yang mengantri memesan makanan, dan ada juga motor yang masih lewat di Pasar lama. Padahal kalau udah malam seperti ini pasti susah kalau di lewat, karna banyaknya orang yang mengunjungi tempat ini saat waktu malam tiba.


Aku melihat warung gerobak sate kambing itu banyak sekali yang mengantri dan menunggu di tempat itu. Aku pikir warung itu sepertinya enak.


Akhirnya kami memilih makan Sate kambing muda dan Gulai. Untung saja kita berdua dapat tempat duduk. Lalu, aku bertanya sama Hana mau pesan apa.


‘ Kamu mau pesan apa? Sate aja atau Sate sama Gulainya?’ tanyaku.


‘Aku pesan Gulai aja, aku gak habis makan sate sendiri, kamu aja’ Jawab Hana. Aku menghampiri orang yang penjual Sate itu.


‘Kang, saya pesan Sate Kambing satu porsi, sama Gulai dua porsi’ Ucapku memesan makanan sama akang jual Sate itu yang masih sibuk membungkus sate.


‘Siap ‘A, minumnya apa ‘A?’ Tanya Tukang Sate itu. Aku bertanya dulu sama Hana mau minum apa.


‘Kamu mau minum apa Hana?’


‘Aku es jeruk aja’ jawab Hana singkat.


‘Es jeruk dua ya kang’ ucapku ke Tukang Sate itu.


‘Siap, tunggu sebentar ya’ ucap tukang sate itu, dan lanjut membungkus Sate kambing yang di pesan pengunjung lain.


Sembari menunggu makanan kita berdua datang, Hana masih sibuk dengan Gadgetnya, dan aku hanya melihat para pengunjung yang sedang berjalan berlalu-lalang , aroma aneka masakan, asap sate yang dibakar, bunyi minyak panas yang sedang menggoreng sesuatu, suara klakson dari pengendara, bahkan suara-suara orang makan sambil ngobrol heboh.


Di samping itu, terlihat Hana masih saja sibuk mengetik di gadgetnya. Aku mencoba membuka obrolanku denganya.

__ADS_1


‘Hana, kamu lagi ngapain sih?’ tanyaku.


‘Gak lagi ngapa-ngapain Cuma bales chat grup’ jawab Hana sambil sibuk mengetik gadgetnya.


‘Hana, aku mau tanya boleh gak?’


‘Hm, Tanya apa?’ ucap Hana sembari memasukkan hpnya di tas.


‘Kamu kenapa ngajak aku jalan mendadak?’ tanyaku penasaran.


‘Gakpapa Cuma pengen di temenin aja sama kamu. Gak boleh ya?’ Ucap Hana.


‘Enggak maksudku, kamu gak ngabarin aku sebelumnya jadi kamu mendadak gitu’ ucapku jelas.


‘Aku ‘kan lupa ngabarin kamu, emang kamu ada acara sekarang?’ Tanya lagi Hana.


‘Sekarang sih gak ada acara, tapi sebelumnya ada urusan tadi, terus kamu tiba-tiba telp mengajak pergi mendadak’ Jawabku jelas.


‘Ohh.. gitu. Emang urusan apa’ ucap Hana singkat.


‘Oh iya, kamu nanti masuk kuliahnya jam berapa?’ tanyaku mengalihkan pertanyaan yang di lontarkan Hana kepadaku.


‘Ha!?’


‘Kenapa kamu kaget?’ tanya Hana bingung.


‘KAMU NGAPAIN NGAJAK AKU PERGI SEKARANG HAH! UDAH TAU BESOK KAMU MASUK KULIAH!’ Ucapku meninggi.


‘Habisnya kamu selalu sibuk kalau di tanya’ Ucap Hana pelan sambil bibirnya manyun dan makin terlihat imut.


‘Aku ‘kan banyak urusan juga. Kamu juga harus banyak belajar kan? bentar lagi kamu mau lulus’ jawabku. Tiba-tiba datang Akang penjual sate mengantarkan pesanan kita berdua ke meja makan kita.


‘Terserah kamu mau bilang apa, intinya kamu memang sok sibuk!’ ketus Hana dengan pasang muka cemberut.


‘Iya maaf-maaf’ ucapku pasrah. Hana mengambil sambal dari meja, dan sambal itu di taruhnya ke piringku. Dia menyendokkan sambal ke piringku bukan sekali, tapi berulang kali menaruh sambal ke piringku sesampai gulaiku di penuhi sambal.


‘Hana! jangan banyak-banyak sambalnya!’ Ucapku sok.


‘Biar kamu sehat’ ucap Hana senyum jail dan dia melanjutkan makanannya sendiri. Dan dengan berat hati, aku memakan Gulai yang di penuhi sambal itu. Saking pedasnya, aku minum es jeruk itu kutengkuk sampai habis.

__ADS_1


‘Kenapa kamu? Kelihatannya kamu bahagia banget makan itu?’ tanya Hana sambil senyum jail lagi.


‘AKU INI KEPEDESAN! BUKAN BAHAGIAI!’ Ucapku makin kesal di buatnya.


‘Hahaha.. kamu lucu ya kalau lagi marah’ Ucap Hana terkekeh sambil tangan kanannya menopang dagu sembari tersenyum manis melihatku. ‘Nanti kita kemana lagi?’ tambah Hana.


Namun tanpa ku sadari, senyumku mengambang dengan sendirinya tanpa ada perintah dariku. Tapi, ku buang mukaku supaya tak terlihat oleh Hana. Aku tidak mau ia tahu kalau malam ini dia sangat cantik sekali.


‘Kita pulang aja, sikapmu itu membuat ngeselin orang’ jawabku setengah kesal. Hana tiba-tiba mendekat kepadaku dan dia seperti mau berbisik kepadaku.


‘Aku bersikap seperti ini cuma kamu saja’ dan Hana hanya tersenyum manis. Dan, sekali lagi tanpa ada perintah dariku, dadaku berdetak lebih cepat dari sebelumnya, perasaan apa ini?


...🍂🍂🍂...


Kita berjalan di atas lampu-lampu jalanan meredup. Sambil jalan menuju ke Stasiun pun dia masih sibuk makan cumi-cumi bakar pas sebelumnya dia memesan cumi-cumi bakar terlebih dahulu sebelum keluar ke Pasar lama.


‘Hmm.. enak banget cumi bakarnya Dareen,’ ucap Hana terlihat bahagia memakan cumi bakar itu.


‘Cumi-cumi itu kenapa sih!? Kalau gak mau di makan seharusnya mereka membuat diri mereka enggak enak! Kenapa ini enak sekali!’ tambahnya.


Saking nikmatnya memakan Cumi-cumi bakar itu sampai dia melantur gak jelas. Namun, caranya dia berekspresi Seperti itu membuat dirinya terlihat sangat cantik dan imut.


Tiba-tiba dia memegang lengan jaket jeans hitamku. Langkahku berhenti, wajahnya terlihat seperti ingin menyampaikan sesuatu ke padaku.


‘Makasih ya udah mau temani aku pergi jalan-jalan. Padahal kamu sibuk. Tapi kamu masih sempatin waktu luang untukku’ Ucap Hana terlihat malu-malu, dan di pipinya masih terlihat rona merah. Aku jadi makin salah tingkah.


‘Hmm.. Tenang aja, aku juga lagi free hari ini kok yang penting kamu harus semangat belajar biar bisa lulus nanti ya’


‘Iya’ Meskipun dia agak ngeselin, namun senyuman itu akan selalu ku jaga. Walaupun dia agak ngeselin juga.


Sampai dari depan Stasiun Tangerang. Hana langsung beli tiket kereta menuju Jakarta Kota. Aku heran mengapa dia jauh-jauh datang kesini buat ketemu aku? Seharusnya kita bisa ketemuan di Kota Tua. Tapi dia bilang pengen banget ke Pasar Lama bareng aku.


Hana melambaikan tangan ke arahku, dan aku membalasnya dengan senyuman sembari menganguk kepala sedikit. Pas aku membalikan badanku, terdengar suara memanggil namaku.


‘Dareen!’ Aku membalikan tubuhku ke arah suara itu.


‘Nanti aku datang ke tempat kerjamu ya! Kita akan ketemu lagi’ Ucap Hana keras karna dia meneropong mulutnya dengan tangannya sendiri untuk bisa terdengar suaranya.


‘Apa kamu bodoh?’ aku meniru kelakuan dia juga. Tapi dia membalasnya dengan senyuman dan dia masuk kembali di Stasiun. Lalu, pergi begitu saja, dan dalam hatiku berkata “Seberapa banyak Manis senyumanmu di hadapanku. Tetap yang indah hanya Perasaanmu yang aku nilai”

__ADS_1


__ADS_2