Hal Yang Ingin Kudengarkan

Hal Yang Ingin Kudengarkan
Rasa Sakit Dan Kesedihan


__ADS_3

Sampai dari tujuan alamat rumah Sarah. Mataku terbalak saat melihat tempat tinggalnya Sarah ternyata di Apartemen mewah. Bangunan yang sangat tinggi, funiture yang sangat mewah saat memasuki resepsionist itu. Sangat mengejutkan, ternyata dia orang kaya tapi yang aku bingungkan kenapa dia masih kerja di cafe itu?


‘Kak ini rumahnya?’ tanyaku penasaran.


‘Iya, ini rumahku’ ucapnya dengan nada terbata-bata akibat mabuk. Aku berjalan sambil berpegang pundaknya Sarah menuju pintu masuk lift.


‘Dareen, kamarku di lantai sepuluh, nomer dua ratus tiga puluh dua’ ucap Sarah memberitahukanku tempat kamarnya.


Sampai di lantai sepuluh, aku bergegas mengantar Sarah ke apartemetnya. Karena aku melihat Sarah sudah kelihatan lemas.


Pas udah sampai di kamar dua ratus tiga puluh dua. Aku meletakkan kartu di alat scan di bawah gangang pintu itu. Lalu, aku membukakan pintu itu. Aku menyalahkan lampu di ruang tamu itu. Ternyata apartementnya luas sekali.


Aku mengantarkan Sarah ke tempat kamarnya. Dan, Aku membatu dia rebahan di kasur itu, lalu aku membuka sepatu tingginya. Pas aku selesai membuka sepatu Sarah, aku baru menyadari kalau aku baru pertama kali ke kamar perempuan. Tiba-tiba dadaku berdetak lebih kencang, aku merasa grogi di kamar perempuan.


Kuputuskan untuk cepat-cepat meninggalkan apartement Sarah karna aku takut ketika dia sadar nanti dia jadi salah paham denganku.


Pas aku berjalan meninggalkan Sarah di tempat tidur itu. Tiba-tiba langkahku terhenti saat tanganku ada yang pegang. Lalu kutengok Ternyata Sarah.


‘Kamu jangan pergi Ki! temani aku’ ucap sarah dengan pasang wajah sedih ketakutan. Tapi siapa “Ki?” atau mungkin pacarnya?


‘Iya kak saya gak akan pergi. Saya temani sebentar’ jawabku tanpa mikir panjang, padahal situasiku saat ini sangat gawat.


Aku mengambil tempat duduk di pojokan kamar itu, pas aku mau mengambil kursi itu, ada bingkai foto Sarah dengan seorang perempuan yang pernah dia kasih tunjuk foto itu kepadaku sebelumnya. Tapi kenapa foto bersama temannya itu banyak sekali di kamarnya?


Ku hiraukan saja tentang foto itu, lalu aku duduk di kursi sambil memperhatikan Sarah yang sedang tidur pulasnya dia. Aku menemani dia sampai dia baik-baik saja. Lepas itu aku langsung bergegas pulang ke rumah.

__ADS_1


Dan, tak terasa waktu sudah menunjukkan jam satu lewat sepuluh menit pagi . Aku tertidur sangking kantuknya aku menemani Sarah sampai lupa untuk pulang. Kalau sudah jam segini, kereta terakhir sudah tidak ada lagi.


Kalau aku pulang pakai taksi di jam pagi buta sekarang ini pasti mahal. Lebih baik aku tidur di sofa. Dan, paginya aku harus pulang ke rumah dulu ganti baju, setelah itu pergi menemui Yuri.


Cahaya itu sangat menyilaukan, saking silaunya mataku terbuka sendirinya. Saat aku pandang jendela terbuka itu ternyata sudah pagi. Aku melihat jam dinding di atas tv, jam sudah menunjukkan delapan pagi, aku langsung bangun dari tempat sofa mencari tasku untuk bergegas pulang ke rumah.


‘Selamat Pagi Dareen’ aku menengok ke arah suara itu. ‘Dengur tidur kamu keras kali ya ternyata hahah’ tambah Sarah sambil memasak sesuatu.


‘Maaf kak, saya harus pergi dulu, saya ada janji ketemu sama seseorang’ ucapku buru-buru sambil mencari tas yang masih belum ketemu.


‘Sarapan dulu ya Dareen. Setelah itu kamu boleh pergi’ ucap Sarah sambil tersenyum manis kepadaku. Saat dia tersenyum tadi, aku mengingat kejadian malam kemarin. Saat itu dia sangat putus asa tapi mengapa dia masih tetap tersenyum?


‘Maaf ya kak jadi ngerepotin malah kak Sarah yang masak’ aku langsung duduk di meja makan yang berdekatan dengan dapur.


‘Gakpapa, malah aku yang jadi gak enak sama kamu. Kamu malah bela-belain nganterin aku ke apartement aku’ ucap Sarah sambil melanjutkan memasaknya.


‘Yuk di makan ke buru dingin’ perintah Sarah.


‘Iya Kak makasih’ sambil makan aku dari tadi masih penasaran. Aku dah liat seluruh ruang apartement ini. Herannya aku masih belum ketemu foto pacar yang dia maksud. Malah kebanyakan foto teman perempuannya saja.


‘Maaf kalau tiba-tiba tanya. Saya masih belum tau wajah pacarnya kak Sarah. Terus di tempat tinggal kak Sarah ini tidak ada foto pacar kak sarah atau kak Sarah menyimpan barang-barang mendiang pacar kak Sarah di satu tempat. Dan, juga Malah kak Sarah nunjukin foto temennya kak Sarah saja kemarin malam’ ucapku terang. Sarah duduk di hadapanku, lalu dia mulai berbicara.


‘Yang aku pernah nunjukin kamu foto itu, Dia adalah pacarku’


‘Hah? Maksudnya?’

__ADS_1


‘Maaf kalau aku belum cerita banyak sama kamu.


Padahal aku pengen curhat sama kamu kemarin. Malah aku jadi mabuk kemarin’ ucap Sarah sambil meminum kopinya dan kemudian dia mulai melanjutkannya ‘Jadi, tentang foto berdua itu, kita memang berpacaran tapi kita berdua saja yang merahasiakan hubungan kami. Cuma Master saja yang tahu hubungan kami’


‘Master?’ ucapku kaget.


‘Iya Master tahu karna dia melihat kami pernah berciuman di belakang cafe, dan setelah kami ketahuan terpaksa aku menceritakan hubungan kami ke Master. Master tidak terkejut sama sekali, dia hanya bilang “Hubungan terlarang tak akan bisa bertahan. Tapi perasaan seseorang berbeda-beda. Jadi kalau perasaan kamu tak tertahan kan, mungkin saja itu alasan kamu untuk bertahan denganya” dia bilang seperti itu’


‘Perasaan Kak Sarah bagaimana sekarang? Apa Kak Sarah harus memulai hidup baru lagi seperti mencari pengganti baru lagi atau hanya seperti ini’ tanyaku penasaran.


‘Tidak, sekarang belum ada yang bisa menggantikan dia. Karna aku menyesal berpura-pura berpacaran dengannya. Aku takut kalau aku menolak berpacaran dengannya, mungkin dia akan menjauhiku. Dan, sebelum kecelakaan itu kita sudah resmi putus karna aku meragukan hubunganku denganya. Tapi di satu sisi aku terkejut, dia tetap mau bertemu denganku. Lalu kecelakaan itu terjadi. Aku jadi menyesal mencintainya setengah-setengah waktu itu. Sekarang aku tidak tau lagi Dareen. Harus bagaimana aku menebus kesalahanku dengannya’ Ucap Sarah menangis keras di hadapanku.


Aku hanya bisa diam melihat Sarah yang ku kenal ramah, baik, dan mempesona di mataku. Dan, sekarang dia hancur-sehancurnya perasaan dia saat ini. Tidak ada perasaan lagi yang dia ingin ungkapkan, kini dia hanya mempunyai rasa penyesalan yang begitu mendalam. Aku menghela napas sebentar


‘Saya tak peduli apa pun genrenya, Kak Sarah nggak bisa memilih akan jatuh cinta pada siapa. Dan, sulit untuk melupakan perasaan itu. Saya pernah jatuh cinta dengan temanku sendiri yang tak seharusnya saya miliki. Saat aku bersamanya rasanya sangat menyakitkan kalau hubunganku hanya sebatas teman walaupun dia tidak tahu perasaan saya yang sebenarnya. Saya menyesal pernah mengenalnya dari awal bertemu. Tapi, entah kenapa Sejak bertemu dengannya lagi, perasaan penyesalan itu sudah hilang karna senyuman itu lah yang terus saya jaga sampai saat ini’ Ucapku, lalu tempat dudukku kudekatkan ke Sarah, dan aku melanjutkan.


‘Jadi meski ada banyak perasaan rumit di antara dua orang people, seperti cinta penyesalan atau ragu. Kurasa Kak Sarah tak perlu menyakitkan diri sendiri lagi. Maka dari pada menyesali kematiannya. Mungkin.. Kak Sarah harus mencoba menghargai waktu yang telah kalian habiskan bersama’ ucapku sambil mengusap air mata di pipinya dengan sapu tanganku.


‘RISKI!!’ Namun akhirnya dia tetap menangis keras dari sebelumnya sambil menyebutkan nama seseorang yang penting di hidupnya.


Sarah sudah tenang dengan perasaan sekarang. Jadi aku langsung bergegas untuk pergi ke tempat Yuri. Mungkin dia sedang menungguku di sana.


‘Kak Sarah maaf sekarang Kak Sarah sudah tenang, jadi saya ma-‘ belum selesai bicara, Sarah memotong bicaraku.


‘Makasih ya Dareen, kau mau mendengarkan keluh kesahku. Sekarang aku sudah tenang dan tak menyesalinya sekarang’ ucap Sarah dengan senyuman itulah yang ku harapkan darinya.

__ADS_1


Ya Tuhan, andai saja perasaan seseorang tak serumit dari sebuah kata yang terlontar. Mungkin saja kehidupan ini selaras dengan kenyataan. Tapi, tak peduli seberapa banyak rasa sakit dan kesedihan yang di alami saat ini. Itu tidak akan membuat merasa tidak bahagia.


__ADS_2