Hancur Karna Orang Ketiga

Hancur Karna Orang Ketiga
EPS 3: AWAL KEHANCURAN


__ADS_3

Brayen yang sudah tidak tau harus bagaimana lagi,mengambil air wudhu sholat dan berdoa.


Berdoa dan pasrahkan semua yang dialaminya kepada sang kuasa.


Mengangkat tangan dengan perasaan hati yang sudah tidak tahu harus bagaimana lagi dengan suasana hati yang gundah gulana penuh kesedihan.


Berdoa penuh kepasrahan dengan air mata yang bembasahi pipinya,meratapi dan penuh berharap kepada sang pencipta untuk kesembuhan putranya yang saat ini masih terbaring di ranjang dan tidak sadarkan diri.


"Ya Allah yang maha pengasih lagi maha pemurah"


"Malam ini hamba berserah diri pada mu ya Allah"


"Jika masih kau izinkan Surya menjadi milik kami tolong sembuhkan dia,namun jika tidak hamba pasrahkan dia hamba ikhlas kan dia kedalam genggaman mu ya Allah"


"Lebih baik dia pergi ke dalam genggaman mu ya Allah untuk menghadap mu ya Allah"


"Karna hamba tidak tega untuk terus melihat nya menderita seperti ini ya trs ya Allah"


Disisi lain Surya yang mengeluh kesakitan kepada ibunya,dan Kasih yang tidak tahan melihat penderitaan anaknya.


"Ma....sakit ma..."


Ujarnya dengan nada yang lemas dan penuh kesakitan,hingga ia tidak sanggup berbicara lebih banyak lagi.


"Hamba mohon ya Allah hamba mohon ya Allah hamba mohon.....berilah yang terbaik untuk anak hamba ya Allah"


Selesai berdoa memanjatkan basmallah dan menutup wajah dengan tangannya,dan dengan air mata yang membasahi pipinya.


Memasrahkan diri kepada sang pencipta untuk kesembuhan anaknya karna ia sudah tidak tau harus bagaimana lagi.


Keesokan harinya pun tiba,diruangan tempat Surya terbaring Kasih yang berlari masuk ke ruangan dan memberitahu Brayen bahwa iya mendapatkan kan pengobatan alternatif lain untuk menyembuhkan anak mereka.


"Mas...mas aku dapet info pengobatan yang lain,kita harus bawa Surya ke sana"


Berbicara dengan Anda meyakinkan Brayen bahwa Surya pasti akan sembuh dengan pengobatan itu tapi Brayen yang sudah putus asa dan malah tidak ingin mencari pengobatan lain.


"Cukup...cukup Kasih...aku bilang cukup"


Ekspresi wajah Kasih pun seketika berubah saat Brayen mengatakan hal itu dan lalu terdiam.


"Udah terlalu banyak usaha yang kita lakukan untuk Surya"


"Kita udah usaha kesana kesini tapi ap?,apa yang kita dapat? sia-sia Ken semuanya"


"Yang ada kondisi Surya semakin memburuk dan terus memburuk"


"Sekarang coba kamu liat...sayang ini udah...huh"

__ADS_1


"Udah waktunya kita nyerah"


Ujar Brayen dengan nada penuh putus asa dan pasrah dengan semua yang terjadi dan semua usaha sia-sia yang telah ia lakukan untuk kesembuhan putranya Surya dan memilih untuk menyerah, menyerahkan semua kepada takdir.


Kasih yang tidak terima dengan pernyataan Brayen suaminya dan juga sangat kecewa karena Brayen begitu cepat putus asa dan menyerah.


Berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa pasti ada jalan keluar atas semua yang telah menimpa keluarga mereka dan tidak mau menyerah oleh keadaan untuk terus berusaha mencari jalan keluar untuk menyembuhkan putranya Surya.


"Anak ini masih bernafas mas..."


"Tapi Kasih....huh"


"Kita.....kita ga boleh nyerah,kita harus berjuang mas"


Brayen terdiam seketika saat mendengar pernyataan dari Kasih yang tidak mau putus asa dan tidak tahu harus bagaimana lagi.


"Kamu mau nyerah?!"


"Ooo ok....gpp ko' mas"


"Aku akan tetap berjuang sendirian tanpa kamu"


Kasih yang berbicara dengan nada yang sangat kecewa kepada Brayen,menahan tangis dan penderita yang ia rasakan karna harus memperjuangkan kesembuhan putranya sendiri tanpa ada dukungan lagi dari suaminya Brayen.


Berlari meninggalkan kamar tunggu tempat Surya dirawat dan terbaring sakit dengan tangis yang sudah tidak terbendung meninggalkan Brayen disana yang masih terdiam.


"Huh Kasih....aku dah ga kuat lagi Kasih..."


"Semua ini terlalu melelahkan, menyakitkan buat aku"


"Melihat anak laki-laki ku Surya,terbaring tak berdaya"


"Selang-selang dan jarum-jarum yang menusuk tubuh kecilnya yang semakin hari semakin memburuk"


"Semakin kurus anak ku"


"Belum lagi melihat kamu yang selalu menangis dan sibuk mencari pengobatan kesana kesini cari harapan palsu Kasih,harepan palsu istri ku..."


"Aku lelah Kasih aku lelah...demi Allah aku lelah"


Ujar Brayen yang bergumam dalam batinnya meratapi kesedihan yang bertubi-tubi dan sudah tidak sanggup lagi untuk melihat kesedihan dan kehancuran yang menimpa keluarga kecilnya saat itu.


Malam hari pun tiba dan di perlihatkan scen di mana Brayen berada di tempat hiburan malam atau diskotik untuk meredakan kesedihannya dan berusaha menenangkan pikiran nya sejenak dari masalah keluarga nya yang tak kunjung usai.


Duduk di depan meja bar dengan meminum segelas bir dengan kondisi yang sudah mulai mabuk dan tidak sadarkan diri.


"Allo cantik....dari pada bengong sendiri mending sama om aja yuk"

__ADS_1


"Ayo sini seneng-seneng sama om"


"Hei-hei bisa sopan sedikit ga pak?!!"


"Ayok kita senang-senang malam ini cantik ayo sama om pasti suka"


"Saya ga mau....apaansih,lepasin tangan saya!!!"


"Ayok seneng-seneng malam ini aja"


"Saya ga mau pak,sopan sedikit ya pak ya!!!!"


"egh...agh...lepasin saya pak"


Brayen yang terganggu dan tidak terima melihat seorang wanita diperlakukan tidak senonoh seperti itu oleh om-om cabul tua Bangka yang tidak ingat umur.


Menghabiskan segelas cangkir bir nya dengan satu tegukan berjalan menuju gadis itu dan tanpa basa basi langsung menghajar tepat di wajah si om-om cabul tua Bangka tersebut hanya dengan satu pukulan dan membuat pria tua bangka yang tidak ingat umur itu tersungkur jatuh ke lantai.


"Aaaghhh....."


"Gausah ikut campur lo ya....duduk ga gw bilang"


Ujarnya menunjuk tangannya kehadapan pria tua itu yang awalnya ingin membantunya malah duduk kembali dan tidak ingin ikut campur.


Wanita itu pun menoleh ke hadapan Brayen pada pandangan pertama dan sangat kagum dengan kejantanan Brayen yang terang-terangan menolong nya dari pria tua itu.


Wanita itu bernama Mega dengan paras cantiknya yang bisa memikat banyak pria,rambut pendek dan pirang terurai harum bak Bunga mewah.Mata indah dan menggunakan baju jas kantoran berwarna putih kagum kepada seorang Brayen Tesla yang saat itu menolongnya pada saat Brayen masih dalam keadaan yang kacau balau karna masalah keluarga kecil yang dialaminya dengan kondisi yang sudah mabuk dan setengah sadar.


"Brayen yang sudah tidak sanggup berdiri lagi dan hampir tersungkur ke lantai tapi Mega dengan sigap memegang tangannya dan membantunya berdiri.


"Ehhh...eh...mas...,mas gpp Ken?"


"eee ..eghhh...eghm....saya...saya.."


Sebelum Brayen selesai melontarkan kata-kata nya ia pun terjatuh kehadapan wanita itu dan Mega memeluk nya erat agar tidak terjatuh.


Disanalah kisah awal kehancuran yang akan menimpa rumah tangga Kasih dimana Brayen yang melakukan kesalahan besar dengan Mega melakukan hubungan terlarang tanpa sepengetahuan Kasih.


KATA-KATA DARI BRAYEN YANG TELAH MEMBUAT KESALAHAN BESAR


"Dititik kecewa ku yang terdalam aku jatuh ke dalam kesalahan"


"Aku....seorang Brayen Tesla yang sejak dulu hatinya hanya untuk Kasih....sekarang membuka hatinya untuk perempuan lain dan bahkan mengizinkan nya masuk untuk memberikan sedikit kenyamanan"


_Next_


Bantu vote like dan komen kak:)

__ADS_1


__ADS_2