Hancur Karna Orang Ketiga

Hancur Karna Orang Ketiga
EPS 4: KESALAHAN


__ADS_3

Setelah semua itu terjadi scen pun berpindah dan diperlihatkan mereka berdua sedang duduk berdampingan diluar tempat hiburan malam atau diskotik itu,ditempat yang hanya mereka berdua ditengah kesepian malam.


Duduk diatas kursi kayu dengan diiringi dinginnya angin malam serta hiasan-hiasan lampu indah disekeliling mereka yang menghiasi malam itu.


Brayen mulai menceritakan kisah yang dialaminya kepada Mega tentang bagaimana kesepian dan hancurnya kehidupan rumah tangga yang saat itu dialaminya.


Dan menceritakan tentang istri nya Kasih yang terlalu sibuk dengan pengobatan anak mereka Sampai-sampai ia merasa kesepian dan merasa tidak punya siapa-siapa.


"Kasih...dia terlalu sibuk,sibuk cari pengobatan kesana kesini tapi apa hasilnya?!!"


"Apa hasilnya?,gada sama sekali ga ada"


"Yang ada Surya semakin memburuk dan memburuk dan menderita"


"Kasihan aku liatnya,ga tega aku"


"Belum lagi....anak perempuan kesayangan aku,yang dulunya dia selalu tertawa bahagia sekarang berubah yaa berubah"


"Sama sekali dia ga pernah begitu lagi"


"Dirumah aku sekarang udah ga ada canda dan tawa lagi,sama sekali ga ada"


"Tapi kembali lagi dari itu semua yang bikin aku paling dapet itu Surya ...kasihan anak itu"


Setelah Brayen berhenti berbicara sejenak Mega pun menyaut berbicara dan mengatakan bahwa dia juga mengalami hal yang sama seperti apa yang dialami Brayen dan sangat mengerti sekali kondisi Brayen saat ini.


"Aku ngerti banget perasaan kamu ngerti banget yang kamu rasain sekarang ini"


"Yaa....karna sama aku juga merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasain sekarang Brayen"


Brayen yang terkejut karna mendengar pertanyaan yang dikatakan oleh Mega dan ia tidak menyangka bahwa wanita tempat ia sedang berkeluh kesah juga mengalami hal yang sama sepertinya.


"Waaaouu.....maksud kamu gimana itu?gimn?"


Mega pun mulai menceritakan kisah hidup yang dialami.


"Aku punya keluarga sama seperti kamu"


"Tapi aku ngerasa kayak ya...aku ga punya siapa-siapa"


"Kalok istri kamu Ken sibuk nyarik pengobatan untuk sembuhin anak kamu yang sakit"


"kalok suami aku?!"


"Dia tu terlalu sibuk untuk terus merasa bersalah dalam kesalahan yang dia buat"


"Sampai-sampai dia lupa sama aku istrinya"


Ujarnya berbicara dengan nada yang lembut dengan suara yang pasrah dengan air mata yang membasahi pipinya sedikit demi sedikit karna kekecewaan yang melanda beban pikirannya saat itu.


"Huh...bahkan kamu bisa lihat sendiri Ken"


"Aku haru kerja...sendiri bahkan sampai malam"


"Huh... sampai-sampai aku dipandang rendah sama orang-orang seperti yang kamu lihat tadi"


"Aku benar-benar ga nyangka ternyata diluar sini itu ada orang yang sama nasibnya kayak aku"

__ADS_1


"Dengan bercerita seperti ini kita merasa lebih lega bukan"


Ujar Kasih kepada Brayen dengan menatap mata sipit Brayen yang meneteskan air mata.


Malam pun berganti pagi dan terlihat dikamar hotel pemandangan yang tidak disangka-sangka bahwa Brayen dan Mega tidur satu kamar dan sudah melakukan hal yang tidak senonoh dan terlarang seperti hubungan suami istri dengan seorang wanita yang baru semalam ia temua di hiburan malam karna merasa nasib yang dialami mereka sama dan Brayen telah melakukan kesalahan yang fatal.


Entah apa yang dipikirkan Brayen hingga ia bisa melakukan hal sejahat itu kepada Kasih,dan membuka hatinya untuk wanita lain.


Sedangkan mungkin sekarang Kasih yang masih menunggu Brayen pulang dan sedang sibuk mengurus anak mereka yang sakit dirumah sedang kan ia malah bersama wanita lain di kamar hotel.


Setelah menghabiskan waktu bersama wanita lain ia pun pulang kerumahnya.


Menggunakan mobil sedan mewah berwarna putih memarkirkan mobilnya didepan pintu rumah mewah bak istana menuju keluar mobil dan masuk kerumah dengan menggunakan setelan jas berwarna merah marun dan membawa tas kantor ditangannya.


Terlihat pembantu mereka yaitu bik Tarni sedang mengepel rumah dan Brayen yang menanyakan dimana Kasih berada.


"Tarni..."


"I...iya tuan?"


"Ibu dimana?"


"Ibu ada di atas tuan dan ibu berpesan kalok tuan pulang langsung saja ke kamar"


Brayen menatap ke atas ruangan dan langsung menuju kamar tempat Kasih berada.


Membuka pintu dan melihat istri nya yang masih duduk menunggu putra mereka Surya yang kondisinya semakin memburuk.


Tidak ingin melihat itu semua Brayen kembali menutup pintu kamar dan malah pergi menemui Mega di apartemen yang sudah ia belikan kepadanya.


Terlihat mereka berdua yang sedang duduk bersulang meminum secangkir red whine glass (anggur merah) dengan makanan utama (dinner) melengkapi kebersamaan mereka dengan senyum manis dan kebahagiaan diantara mereka berdua.


"Suka...suka"


"Selamat makan sayang"


"Selamat makan"


Sedangkan disisi lain Surya anak mereka yang kondisinya semakin memburuk diperiksa oleh dokter dan suster.


"Eee....sus. tolong cek untuk infusnya ya sus"


"Baik dokter"


"Segera ya sus"


"Coba sus cek semuanya sus,kita pakai monitor ya sus"


Kasih yang berlari karna cemas dan menanyakan apa yang terjadi tiba-tiba kepada anaknya dengan suara menahan tangis dan berusaha tegar melihat semua itu.


"Dok ada apa dok?"


"Eeee....begini buk,saat ini anak ibu sudah kehilangan kesadaran nya dan mungkin untuk Surya hidup sudah tidak lama lagi"


Kasih yang mendengar semua itu sangat terkejut dan tidak membendung air matanya lagi.


Sedangkan di sisi lain diperlihatkan Brayen yang masih bersenang-senang dengan Mega di meja makan dan tidak peduli dengan anak dan istri nya dirumah padahal saat ini kondisi Surya sangat kritis.

__ADS_1


"Dok saya mohon dok lakukan yang terbaik untuk Surya"


"Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk anak anda sabar ya buk"


"Sebentar..."


"Gimana sus?,ok sus coba cek monitornya"


Dokter yang sibuk memeriksa Surya dan Kasih yang mencoba menelpon Brayen.


Suara ponsel Brayen berbunyi dimeja makan dan saat ia akan mengangkat telpon Mega menghentikan tangannya dan memegang tangan Brayen dengan rayuan dan senyuman manis.


Kasih terus menerus menelpon Brayen tapi tidak ada jawaban sama sekali,sedangkan kondisi Surya sudah semakin kritis dan tidak tertolong lagi.


Mega mengambil telpon Brayen dan mengatakan bahwa ada dia di sini dan tidak usah memikirkan Kasih istri nya.


"Disini juga ada aku sayang....jadi telponnya aku matiin aja ya"


"Eghmn....baiklah"


Mereka pun melanjutkan makan bersama mereka.


Air mata Kasih yang terus menetes dan kekecewaan nya pada Brayen yang sudah tidak tertahankan lagi.


Usahanya untuk menelpon Brayen juga sia-sia.


Ia sudah tidak tahu harus bagaimana lagi padahal saat ini ia sangat membutuhkan Brayen.


Ia pun berhenti menelpon Brayen dan berlari ke arah dokter yang sedang berusaha menolong anaknya yang kritis.


Kasih yang terkejut karna melihat dokter selesai memeriksa Surya mencabut selang-selang dan jarum-jarum infus yang menempel di tubuh Surya.


"Dok...dokter?"


"Buk kami minta maaf,kami sudah berusaha yang terbaik untuk Surya namun Surya tidak bisa kami selamatkan"


"hegghhhh.....Surya......Surya....!!!!"


"Bangun nak ini mama nak"


"Bangun ini mama"


"Surya ga akan tinggalin mama Ken?,Surya masih hidup Ken?"


"Nak ayo bangun jangan bercandaa"


"Eghghh....Surya.....!!!!"


Isak tangis Kasih yang sudah melampaui batas dan tidak terbendung lagi begitu sangat terpuruk dengan kematian anaknya.


Suasana haru dan sedih menyelimuti ruangan itu ketika Kasih tahu bahwa anaknya sudah meninggal.


Memeluk putranya sangat erat dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti harus menerima keadaan dan kebenaran pahit bahwa anaknya sudah tidak bernafas lagi.


_Next_


Apakah kalian penasaran bagaimana kelanjutan Kisah kasih setelah kehilangan putranya?,dan akan kah Brayen akan datang saat anak meninggal atau malah asik bersama Mega?.

__ADS_1


Bantu vote like dan komen:)


__ADS_2