Hancur Karna Orang Ketiga

Hancur Karna Orang Ketiga
EPS 5: KEKECEWAAN


__ADS_3

Pagi menjelang malam Brayen yang masih tetap tidak kembali kerumah dan sedangkan Kasih sendirian menangis dan menangis dan terus bersedih tidak bisa berhenti mengeluarkan air mata nya.


Hatinya begitu hancur Karna anak laki-laki nya Surya yang telah meninggal kan dirinya dan tidak ada Brayen di sisinya padahal saat itu ia sangat membutuhkan suaminya disaat kondisinya yang sangat terpukul karna kematian Surya.


Terus menerus memeluk erat Surya seakan-akan tidak bisa kehilangan dan tidak ingin berpisah.


Setelah beberapa lama ia menangis sendirian diruang itu,seluruh keluarga pun datang menghadap nya dan juga ikut bersedih karna tau Surya sudah meninggal dunia.


Mereka semua tidak tahan melihat Kasuh yang begitu terpuruk memeluk erat Surya yang sudah tidak bernyawa membasahi wajah Surya dengan air matanya yang terus berjatuhan tanpa henti.


Suasana sedih menyelimuti semua orang yang berada diruangan itu.


Beka anak perempuan pertama mereka,berlari kearah Surya dan Kasih yang sedang bersedih sambil menangis dan langsung ikut memeluk Surya adik tercinta nya dengan air mata yang tanpa henti.


Keluarga dan semua orang yang ada diruangan itu pun ikut bersedih dan meneteskan air mata karna tidak tega melihat keluarga kecil itu hancur.


Isak tangis dari Beka dan Kasih yang tidak kunjung usai.


Ayah Farhan berjalan keluar ruangan untuk menelpon Brayen agar ia segera pulang dan menyemangati istirnya Kasih dan anaknya yang begitu terpukul dengan kematian Surya putra satu-satunya mereka.


Suara dering ponsel Brayen yang terus berbunyi dimeja kamar hotel tempat Brayen dan Megayang sedang sibuk menghabiskan malam mereka.


Kring.....


Kring......


Kring.....


Suara ponsel yang terus saja berbunyi namun dihiraukan.


Ayah Farhan yang sudah berusaha menelpon Brayen tapi sama saja tidak ada jawaban karna Brayen yang sedang tidur satu ranjang dengan Mega dan menghiraukan panggilan telpon dan tidak menggap itu penting karna tidak ingin kemesraan mereka diganggu.


Beralih ke scen diruangan tempat rumah Kasih dengan suasana kesedihan diruangan itu yang sudah tidak terbendung lagi.


Masalah yang begitu besar dialami oleh Kasih yang sangat membuatnya terpukul dan Beka yang memanggil adik laki-laki kesayangannya Surya dengan isak tangis menggema diruangan itu.


"Suryaaa......Bangun....",ujar beka sambil tersedu-sedu tidak bisa menahan air matanya.


Melisa yang tidak tahan melihat Putri nya Kasih dan Cucunya Beka begi menderita dan terpukul karna kematian Surya.Pergi duduk dan menghampiri mereka berdua disamping nya dan berusaha berusaha menenangkan putri dan cucunya.


Malam berganti pagi terlihat Brayen yang yang baru bangun setelah menghabiskan malam indah nya bersama Mega di kamar hotel itu bangun dengan wajah keceriaan dan tidak tahu kejadian apa yang menimpa keluarga kecilnya dirumahnya.

__ADS_1


"Hoaaammmm........"


Duduk sejenak dan bernajak dari tempat tidur mengambil telponnya samping meja kamar dan duduk di kursi hotel berwarna coklat yang minimalis sembari mengecek ponselnya dengan ekspresi wajah yang masih biasa-biasa saja.


Ia pun mengecek dan membaca pesan di ponselnya,dan alangkah sangat terkejut dirinya dan ekspor wajahnya pun seketika berubah menjadi suatu kesedihan dan penyesalan tanpa henti terlihat di wajah nya.


**MELIHAT PESAN-PESAN YANG DIKIRIM KAN OLEH ORANG DIRUMAH KEPADANYA.


_Sms dari Kasih**_


"Mas.....Kamu dimana?,Surya kritis mas dia butuh kamu!!!"


"Aku telpon-telponan kamu ga pernah angkat aku mas dari kemarin!!!"


"Kamu dimana sih mas,aku butuh kamu disamping aku dan anak kita"


_Sms dari mama Melisa_


"Brayen apa mitingnya belum selesai?tolong cepat pulang nak,Surya meninggal dan Kasih sangat terpukul sekali"


_Sms dari mama Dinda_


Brayen yang sangat terkejut dan seketika ekspresi wajahnya berubah menjadi kesedihan dan penyesalan setelah membaca pesan dari keluarga dirumah yang langsung membuangnya sangat terpukul setelah membaca pesan tersebut.


Terdiam sejenak menyesali perbuatannya,karna lebih memilih bersama wanita lain dibandingkan bersama istri dan keluarganya dirumah.


"Astaga......."


"Apa yang sudah aku lakukan ya Allah,anak ku meninggal dunia aku tidak tahu,dan istri ku Kasih pasti sangat terpukul dan kecewa pada ku karna aku tidak ada disana menemaninya"


"Aku harus bagaimana ya Allah"


Brayen yang tidak tahu harus bagaimana lagi dan tidak sanggup membendung air matanya yang terus menetes,bersedih dan terpuruk sambil terdiam duduk di kursi hotel.


Berdiri dari kursi dan beranjak pergi keluar tempat itu dengan niat pergi menemui anaknya Surya yang sudah meninggal dan menemani istri dan putrinya yang terpukul atas kematian Surya namun langkah nya seketika dihentikan oleh Mega yang memanggilnya yang masih berbaring diranjang.


"Bra....Brayen....!!!!"


Berjalan menuju Brayen dengan wajah yang berseri-seri penuh dengan kebahagiaan karna sudah menghabiskan malam yang indahnya bersama Brayen.


Merangkul pundak Brayen dan bertanya.

__ADS_1


"Brayen sayang.... Ko' kamu tiba-tiba sedih begitu sih?,seneng dong sayang Ken ada aku disini,hmmm ada apa?!"


Tapi ekspresi wajahnya yang bahagia itu seketika berubah menjadi kesedihan saat mendengar pernyataan yang dikatakan Brayen dengan nada yang sangat terpukul.


"Aa....Anak aku meninggal Mega"


"Anak aku meninggal,Surya putra laki-laki satu-satu ku meninggal dan aku tidak tahu"


Mega seketika melepaskan rangkulannya dan mundur perlahan dengan ekspresi terkejut.


"Innalilahi wa innailaihirojiun...."


"Kalok gitu aku harus segera pergi Mega,aku ga bisa lama-lama disini kasian istri dan anak aku dan keluarga aku dirumah nungguin aku pulang, sedangkan aku ga ada disamping mereka"


Setelah mengatakan hal itu Brayen pun langsung bergegas dan pergi meninggalkan Mega untuk pulang kerumahnya.


Setelah beberapa lama kemudian Brayen pun sampai di depan gerbang rumahnya sambil mengendarai mobil sedan berwarna putih dan mewah.


Melihat suasana haru dan rumahnya yang dikelilingi poster-poster kata-kata belasungkawa dan bunga-bunga penghormatan kepada orang yang telah meninggalkan dunia.


Bendera kuning tanda orang meninggal berkibar digerbang rumahnya.


Kerumunan manusia menggunakan baju hitam tanda kematian dan laki-laki menggunakan baju Koko berwarna putih berdiri didepan rumahnya dengan raut wajah bersedih dan belasungkawa.


Mobilnya terus berjalan dan ia memarkirkan mobilnya tepat didepan rumahnya dan beranjak keluar membuka pintu mobil dengan ekspresi wajah terkejut dan raut wajah bersedih terlihat jelas diwajahnya.


Sama sekali tidak ada ekspresi kebahagiaan terlihat dirajut wajahnya,hanya ada kesedihan dan penyesalan yang Brayen rasakan kala itu.


Ia berjalan masuk menuju rumahnya melihat orang datang silih berganti setelah mengucapkan belasungkawa atas kematian putranya Surya.


Saat didepan pintu ayah Farhan menyambut kedatangan Brayen dan langsung memeluknya dengan Isak tangis yang membanjiri pipi dari ayah Farhan.


Brayen hanya terdiam kaku tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah melihat anak laki-laki nya satu-satunya terkapar tak bernafas dan tertutup kain kafan didepan mata kepalanya sendiri.


Alex yaitu kakak tiri dari Kasih berdiri disana menepuk pundak Brayen dengan niat menyemangati nya.


Brayen yang melihat Surya dimandikan oleh Kasih dengan Kasih yang sudah mati rasa karna sangat terpukul dengan kematian anaknya Surya dan kekecewaan yang sangat mendalam ia rasakan kepada suaminya Brayen yang saat kejadian Surya meninggal ia tidak ada disana disamping Kasih.


Dengan Beka disamping Kasih dengan ibu dan mertuanya melihat dari belakang Kasih yang sedang memandikan Surya.


_Next_

__ADS_1


__ADS_2