Hancur Karna Orang Ketiga

Hancur Karna Orang Ketiga
EPS 6: KEHILANGAN


__ADS_3

Brayen berjalan masuk melewati pintu rumah yang terbuka lebar untuk semua orang.


melangkahkan kakinya selangkah demi selangkah dengan perasaan yang sudah hancur berkeping-keping karna melihat putranya yang sedang tidur terbujur kaku tidak bernafas sedang dimandikan oleh istri nya Kasih.


Kasih memandikan Surya dari ujung rambut hingga ujung kaki menyirami tubuh munggil itu dan membersihkan atau menyucikannya sebelum ia akan disholatkan.


Dengan kesedihan dan hati yang sudah hancur dan sangat terpukul harus ia tahan dengan berat hati harus mengikhlaskan kepergian Surya putra laki-laki satu-satu nya.


Air mata Kasih yang terus berjatuhan menahan pahit,sedih, kekecewaan,dan Isak tangis nya dalam diam.


Dada sakit yang ia rasakan namun ia harus menahannya agar terlihat kuat dan berusaha mengikhlaskan kepergian putranya itu.


Brayen melangkah dan sampai ditempat Surya dimandikan.


"Innalilahi wa innailaihirojiun"


Ujar Brayen dengan air mata yang terus membasahi pipinya dan perasaan menyesal yang ia alami.


Matanya yang sudah memerah karna terus menangis mengarah ke arah Kasih dengan perasaan menyesal.


Namun kasih menghiraukan pandangan dari Bryen karna sudah sangat kecewa padanya,yang bahkan saat anaknya meninggal ia tidak hadir saat Kasih dan seluruh keluarga memerlukannya.


Semua orang terdiam berdiri ditempat pemandian Surya dengan kesedihan dan isak tangis dari semua orang yang menyelimuti ruangan itu.


Brayen berjalan ke arah Kasih dengan perasaan yang sangat bersalah dan menyesal dengan apa yang ia perbuat.


Suara isak tangis dari Kasih yang mulai terdengar dengan kencang karna sudah tidak tahan lagi dengan tekanan batin yang dialaminya.Yang awalnya terdiam menahan sesak didada pun mulai mengeluarkan tangisan dengan sekencang-kencangnya dengan perasaan yang begitu hancur dan kebenaran pahit yang harus ia terima.


Brayen Tesla yang sudah merasa bersalah kepada istri,anak,dan semua keluarga nya, menghampiri istrinya tercinta yang sangat ia cintai dan memeluknya dengan sekencang-kencangnya dan berusaha manjadi penopang dari Istri nya Kasih yang sedang menangis hancur karna kepergian putra mereka Surya.


Kasih menangis begitu kencang hingga hanya suaranya saja yang terdengar dan bergema diseluruh penjuru ruangan itu.


Semua orang ikut menangis terdiam dan bersedih karna kepergian Surya dan juga tidak tahan melihat Kasih dan keluarga kecil mereka yang begitu terpuruk dan terpukul dengan kematian Surya.


Alex sebagai seorang kakak walaupun ia hanya seorang kakak sambung untuk Kasih hanya bisa terdiam dan melihat Kasih adiknya yang sedang dipeluk oleh Brayen yang dan sedih bersedih,terdiam di pojokan sambil berdiri di dekat ayah Farhan.

__ADS_1


Beka ikut memeluk ibunya dengan diiringi tangisan yang sudah lelah ia keluarkan dan membuat matanya membengkak karna terus menangis.


Brayen melepas pelukan Kasih dan berjalan menuju putranya Surya yang sedang terbujur kaku dan sudah dimandikan dengan bersih oleh Kasih,dan dengan bau mayatnya yang sudah diberikan pengharum yang sangat menyengit.


Brayen pun memeluk putranya Surya dengan tangisan dan penyesalan yang begitu mendalam.


"Maaa....Aafin ayah nak...."


Suaranya yang sudah bergemetar tak sanggup lagi membendung perasaan nya dan kebeneraan pahit yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


Mencium kening Surya dengan kecupan lembut dengan waktu yang begitu lama.....


Dengan diiringi air matanya yang jatuh membanjir wajah Surya yang sudah tidak bernyawa.


Tidak alam kemudian setelah semua proses dilakukan dan memakai kan kain kafan,menutupnya dengan keranda mayid dan mayatpun disholatkan.


"Allahhhh......Hu Akbar......"


Ujar imam yang sedang melaksanakan shalat mayid dan juga para makmum laki-laki yang mengikutinya nya sampai sholat mayid selsei.


Setelah mayid selsei disholatkan,Surya pun di makamkan,ditanah pemakaman yang sudah begitu ramai oleh makam-makam yang lain dan tanah pemakaman yang begitu luas.


Tutup keranda mayid dibuka dan dua orang pria memopong tubuh mungil Surya yang sudah menggunakan kain kafan berwarna putih yang menyelimuti tubuh itu dengan tali kafan yang mengikatnya.


Brayen menunggu didalam tanah kubur berdiri dan mengambil tubuh mungil Surya dari dua orang tersebut.


menggendong nya perlahan-lahan dan melihatnya sejenak karna tidak tega dan dengan terpaksa harus menidurkan anaknya Surya kedalam tanah untuk selama-lamanya.


Beka berdiri didepan pemakaman melihat adiknya yang sedang ditutupi dengan tanah pemakaman sambil memegang bingkai foto berukuran besar dengan gambar Surya yang sangat tampan dan lucu memakai baju biru yang sangat indah.


Sambil memegang bingkai foto itu dengan tangan mungil Beka yang masih kecil dengan pegangan yang begitu erat dan diiringi isak tangis dari Beka yang tidak bisa berhenti meneteskan air matanya,dan tak sanggup melihat semua yang terjadi,melihat adik kecilnya yang harus pergi meninggalkan nya.


Kasih berdiri dibelakang Beka memeluknya putri kecilnya yang sedang terpuruk itu dan berusaha menguatkan putrinya walaupun saat itu hatinya juga begitu hancur.


"Allah.....Huakbar......"

__ADS_1


"Allahh .....Huakbar......"


Dua tangan orang tua itu mengambil segenggam tanah pemakaman Surya dan menyirami pemakaman Surya secara bersamaan dengan diiringi tangisan air mata yang menetes jatuh membasahi tanah pemakaman Surya.


Setelah semua pelaksanaan pemakaman Surya selsei dilaksanakan dan semua orang pun pergi meninggalkan pemakaman tersebut dan kembali kerumah masing-masing


Tiga keluarga kecil itu melangkah masuk kedalam rumah melewati pintu yang terbuka lebar,melihat sekeliling dan berjalan selangkah demi selangkah dengan perasaan yang begitu hancur dan terpuruk.


Rumah yang sepi tidak ada lagi kebahagian tidak ada lagi satu orang anggota keluarga tidak ada lagi tawa dari sosok seorang anak laki-laki yang Kasih anggap sebagai pelengkap keluarga kecil mereka.


Yaitu pelengkap dari keluarga kecil Brayen Tesla,Kasih Awani dan juga adik kecil dari Beka Tesla.


Mereka bertiga terus berjalan sambil Brayen yang merangkul anak dan istrinya dengan kedua tangannya.


Dengan kondisi dan suasana hati yang sudah hancur dan sedang terpuruk karna kehilangan sang buah hati yaitu anak mereka Surya Tesla.


Berjalan menuju tangga rumah,dan Brayen mengantar istrinya naik menaiki tangga menuju kamar Surya yang ada diatas lantai dua.


Brayen dan Beka hanya terdiam melihat dari bawah tangga dengan kesedihan yang masih sangat terasa antara anak dan ayah tersebut Karna kehilangan satu keluarga kecil mereka.


Brayen melihat Kasih yang semakin jauh menaiki tangga dengan perasaan bersalah atas semua yang terjadi dan membiarkan istrinya Kasih untuk sendiri dulu menenangkan dirinya yang sedang terpuruk karna kehilangan Surya.


Sesampainya nya didepan kamar ia membuka pintu dan berjalan melangkah melihat sekeliling dan semua kenangan yang ada dikamar itu.


Matanya mengarah melihat bingkai foto besar terpampang didinding tembok tepat di atas ranjang Surya.


Melihat senyuman Surya di foto itu yang begitu manis dengan ketampanan nya yang mirip dengan ayahnya Brayen dan menggunakan baju Koko putih.


Berjalan menuju ranjang Surya duduk perlahan-lahan sembari menidurkan tubuhnya yang sudah lemas dan tak berdaya memeluk Bantal Surya dengan sangat erat.


_Next_


Bagaimana perasaan kalian jika kalian berada diposisi kasih?


Akankah kebahagian akan kembali lagi walaupun Surya sudah tidak ada dirumah itu?

__ADS_1


Ikuti terus cerita ku,semoga kalian semua suka dan menggapnya menarik.


Bantu like komen dan vote ya:)


__ADS_2