Hantu Di Pojok Kelas

Hantu Di Pojok Kelas
Epilog + Part 1


__ADS_3

Judul : HANTU DI POJOK KELAS


Tokoh :


(*pemeran utama)


▪ Naya.


(*peran pendukung)


▪ Rere.


▪ Sindy.


▪ Caca.


▪ Shella.


▪ Siska.


▪ Tomi.


▪ Pak Irsyad (Guru IPS).


Tema : Horror, School Life, Friendship, Sad, Hurt


Penulis : Chaiya Tatatata


#PROLOG


SMP Nusa Bangsa adalah sekolah menengah pertama yang tempatnya terbilang luas dan terdapat banyak kelas. Sekolah ini nampak biasa saja tidak terlihat aura seram ataupun mistisnya. Namun siapa sangka, ternyata terdapat satu kelas yang terbilang angker yang konon katanya menyimpan cerita mistis tersendiri.


Konon, saat awal semester satu, ada seorang siswi yang meninggal dunia karena perundungan/dibully oleh teman sekelasnya sendiri. Hingga akhirnya siswi tersebut berniat membalas dendam dengan cara meneror dan mengancam akan membunuh mereka yang telah membuatnya meninggal dunia.


Penasaran dengan kisahnya?


Ikuti terus cerita ini.


#PART_1


Ada seorang siswi bernama Naya, terkenal pendiam, pintar, dan kutu buku namun ia sering dibully oleh teman sekelasnya sendiri. Ia nyaris tidak punya teman di sekolahnya, hanya ada 2 murid saja yang mau menemaninya, itu pun tidak satu kelas dengannya.

__ADS_1


(Di Kelas 9-3/Saat Istirahat)


*Naya sedang asyik membaca buku di bangkunya yang terletak di paling pojok belakang.


Rere : (sambil menggebrak meja) "Heh Naya! Lu tuh kalo jadi orang gaul dong! gak bosen apa baca buku terus!"


Sindy : "Iya tuh! dasar kutu buku!"


Lalu Sindy merebut buku yang sedang di baca Naya tadi. Ia pun segera berlari menjauhi Naya.


Naya : "Sindy! balikin buku aku!"


Naya bangkit dari duduknya dan berniat mengejar Sindy, namun baru tiga langkah ia berlari, ia harus terjatuh karena kakinya tersandung sesuatu.


Naya : "Aduh!"


Shella : "Hahahaha, rasain tuh!"


Ya, Shella lah yang membuat Naya terjatuh. Ia sengaja meluruskan kakinya ke samping agar Naya terjatuh sehingga tidak bisa mengejar Sindy.


Di sisi lain, Caca baru saja tiba dari toilet. Sindy yang melihat Caca, langsung mendekat ke arah Caca sambil membawa buku milik Naya.


Sindy : "Caca, ini kan buku punya Naya, kita jailin yo"


Sementara itu, Naya sudah bangun dari jatuhnya dan kembali mengejar Sindy.


Naya : "Sindy! balikin buku aku!"


PLUK!!


Sindy langsung melempar buku Naya ke dalam selokan yang berisi air hingga membuat buku tersebut basah kuyup.


Naya : "Buku aku!!!"


Naya refleks berjongkok mengambil bukunya. Karena buku itu adalah buku catatan mata pelajaran, sangat disayangkan kalau sampai bukunya rusak, berarti ia harus menulis ulang catatannya yang sudah lumayan banyak itu.


Naya : "Buku aku basah kan..." ucap Naya sambil berdiri, dengan suara gemetar menahan air matanya agar tidak jatuh.


Caca : "Ih Naya! Lu tuh jorok banget ya, buku basah kena air selokan aja diambil!"


Kemudian Caca menjatuhkan buku basah yang sedang dipegang Naya, ia langsung menginjak-injak buku itu hingga kotor, rusak, dan lusuh, lalu mengambil sapu dan serokan, dan segera membuang buku tersebut ke tong sampah.

__ADS_1


Sindy : "Kerja bagus Caca!" ucapnya sambil mengacungkan dua jempolnya.


Caca melirik ke arah Naya yang kini sedang menunduk sambil meneteskan air mata. Pertahanan Naya pun runtuh, air matanya sudah tak bisa dibendung lagi.


Caca : "Napa lu nangis hah?! cengeng banget sih!"


Lalu Caca masuk ke dalam kelas diikuti Sindy di belakangnya. Mereka sengaja menyenggol bahu Naya sebelum mereka tiba di dalam kelas.


Sementara itu, Siska, teman perempuan Naya satu-satunya di sekolah pun datang menghampiri Naya yang kini sedang duduk termenung sambil menangis di luar kelas.


Siska : "Naya, kamu kenapa nangis hmm?" tanya Siska sambil memegang bahu Naya guna menenangkannya.


Naya : "hiks, b-buku catatan pela-jaran a-aku rusak Sis," ucapnya dengan terbata-bata.


Siska : "Lho, kok bisa rusak sih?"


Naya : "Buku aku dirusakin sama Sindy dan Caca. Mereka ngelempar buku aku ke selokan yang ada airnya, jadinya bukunya basah deh. Pas udah aku ambil, Caca langsung injek-injek buku aku sampai kotor dan rusak, udah itu dia buang bukunya ke tong sampah, hiks..."


Siska : "Kamu harus banyak-banyakin sabar ya buat ngadepin mereka. Dan maaf kalo tadi aku datangnya telat, jadinya aku gak bisa bantuin kamu,"


Naya : "Gak papa kok Sis, makasih ya, udah nenangin aku." ucap Naya yang kini sudah tidak menangis lagi.


Siska : "Iya Nay, sama-sama."


*KRING------KRING*


Siska : "Udah bel masuk tuh, aku ke kelas ya? kamu juga langsung masuk kelas ya?" ucapnya sambil bangun dari posisi duduknya, diikuti oleh Naya.


Naya : "OK Siska, bye?" - sambil melambaikan tangan.


Siska : (membalas lambaian tangan) "Bye, kamu hati-hati ya,"


Naya : "Iya."


Siska berjalan menuju kelasnya, begitu pun Naya, ia langsung memasuki kelasnya lalu menuju bangkunya yang ada di pojok belakang.




__ADS_1


TBC.


__ADS_2