
#PART_2
Keesokan harinya, mereka kembali bersekolah seperti hari-hari biasanya. Dan seperti biasa, Rere And The Genk kembali membully Naya.
(Pagi hari sebelum bel masuk/Di dalam kelas)
Rere : "Nih! Kerjain PR gua ama PR temen-temen gua! Gak mau tau, pokoknya pas istirahat pertama nanti harus udah beres PR-nya!" ucap Rere sambil menaruh setumpuk buku PR miliknya dan milik temannya.
Naya : "Banyak banget Re, maaf aku gak bisa, aku harus ngafalin ulangan buat sekarang."
Shella : "Enak aja lu! Gak ada penolakan! pokoknya gak mau tau lu harus ngerjain PR kita ampe selesai, titik!"
Caca : "Bener tuh! Awas aja kalo kagak, lu bakal ngerasain akibatnya!"
Sindy : "Makanya buruan kerjain! katanya pintar semua mata pelajaran. Manfaatin dong kepintarannya, gimana sih!"
Naya : (menghela nafas pasrah) "OK, aku akan kerjain PR kalian."
Rere : "Nah gitu dong! Dari tadi kek."
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Rere dan teman-temannya kembali duduk ke bangkunya masing-masing. Sementara Naya dengan sangat terpaksa, mau tidak mau akhirnya ia mengerjakan PR mereka, mengorbankan waktunya yang awalnya ia niatkan untuk membaca mata pelajaran yang akan diulangankan hari ini. Ia lebih memilih itu daripada harus dibully kembali oleh mereka.
*KRING------KRING*
Bel istirahat berbunyi, bertepatan dengan Naya yang baru selesai mengerjakan PR milik Rere And The Genk. Ia pun meregangkan ototnya yang terasa pegal karena sudah mengerjakan PR yang sangat banyak.
Sindy : "Dah selesai belum?" tanya Sindy sambil menghampiri bangku Naya bersama Shella.
Naya : "Ini, udah selesai." ucapnya sambil menyodorkan buku PR mereka.
Shella : (menerima buku tersebut) "Nah gitu dong, bagus!"
Mereka pun menjauhi bangku Naya tanpa mengucapkan terima kasih sama sekali. Kemudian Shella menaruh buku PR itu ke bangku miliknya, Caca, Rere, dan juga Sindy.
Sindy : "Kita ke kantin yo Shel !!" ajak Sindy.
Shella : "Ayo!" respon Shella setelah selesai menaruh buku PR.
Mereka pun melenggang pergi menuju kantin, meninggalkan Naya seorang diri di dalam kelas. Naya lebih memilih membaca buku pelajaran yang sebentar lagi akan diulangankan setelah istirahat, ketimbang beristirahat ke kantin.
> SKIP <
*KRING------KRING*
Bel masuk pun berbunyi, sekarang adalah pelajaran Pak Irsyad, guru IPS yang terkenal killer. Jadwal hari ini bagian ulangan harian IPS.
__ADS_1
Tak lama Pak Irsyad pun masuk ke dalam kelas dengan membawa setumpuk kertas soal ulangan IPS.
Pak Irsyad : "Anak-anak, seperti yang Bapak janjikan kemarin, hari ini kita akan mengadakan ulangan harian IPS. Siapkan kertas 2 lembar. Di atas meja hanya ada alat tulis dan kertas saja, tidak ada buku IPS di kolong meja, semuanya dimasukan ke dalam tas. Bisa dipahami anak-anak?"
Murid-murid : "Siap, bisa!"
Pak Irsyad pun mulai membagikan soal ulangan IPS ke bangku-bangku muridnya.
Pak Irsyad : "Kerjakan dengan jujur, tidak boleh diskusi apalagi menyontek. Waktunya hanya 1 jam, manfaatkan dengan sebaik mungkin."
Shella : "Aduh! Mampus! Gileee cok, soalnya buanyak banget njir,"
Shella terkejut karena soal ulangan tersebut terdiri atas 45 PG dan 5 Essay, ditambah lagi soalnya panjang-panjang, essaynya beranak pula.
Caca : "Iya Shel, gimana dong ini? mana gua belum ngafalin lagi!"
Pak Irsyad : "Ssyutt! tidak ribut! kerjakan saja!" tegur Pak Irsyad yang kini sudah duduk di kursi guru.
Rere : "Kuy lah kita nyontek aja Sin!"
Sindy : "Yoi!"
Rere dan Sindy mulai menjalankan aksinya. Mereka segera mengambil buku IPS yang telah mereka simpan di kolong meja dan bukan di dalam tas. Rupanya mereka tidak mengindahkan perkataan gurunya itu. Mereka pun mulai membuka tiap lembaran buku yang sedang mereka contek tersebut.
Sementara itu, Naya mengerjakan soal ulangan dengan jujur dan sepenuh hati tanpa ada kesulitan sama sekali. Menurutnya, ulangannya gampang kok, toh kan sudah dipelajari semua. Itu semua berkat ia yang selalu rajin membaca, jadinya itu terasa cetek bagi Naya.
Pak Irsyad : "Waktu yang tersisa tinggal 15 menit ya, anak-anak."
Caca : "Buset pak, cepet amat dah!" protes Caca, karena perasaan baru tadi ulangannya dimulai, tapi tau-taunya udah tinggal 15 menit aja.
Pak Irsyad : "Sudah, jangan banyak protes!"
'Iiihh ngeselin banget sih! dasar guru killer!' batin Caca menggerutu.
Pak Irsyad : "Sudah Caca, gak usah ghibahin saya! cepat selesaikan ulangannya!"
'Anjir, baru inget gua, Pak Irsyad kan bisa baca pikiran.'
Pak Irsyad : "Udah lah, gak usah muji-muji gitu, saya tau saya memang hebat kan?" ucapnya angkuh sambil melipat kedua tangannya di dada, karena mengetahui isi pikiran Caca.
'Idih najis! pede gilaaa, siapa juga yang muji dia, au ah gelap' batin Caca. Ia pun kembali melanjutkan ulangannya yang sempat tertunda itu.
Pak Irsyad hanya terkekeh menanggapi respon di pikiran Caca. Begitu pun Shella, ia ikut tersenyum geli melihat interaksi guru dan murid tersebut.
Pak Irsyad: "10 menit lagi...."
__ADS_1
Naya : "Saya sudah selesai pak!" ucapnya sambil berdiri.
Pak Irsyad : "Sudah diperiksa kembali?"
Naya : "Sudah pak!"
Pak Irsyad : "Bagus! Sini kumpulkan!"
Naya pun berjalan menuju meja guru dengan langkah aduhay bak model miss universe.
Rere : "Idih, songong banget sih tuh anak!"
Sindy : "Jan so iye deh!"
Naya : "Ini pak," ucapnya sambil menyodorkan kertas ulangannya.
Pak Irsyad : (menerima kertas tersebut) "Ya sudah, kamu boleh duduk kembali."
Naya pun berjalan kembali ke bangkunya. Sesampainya di bangkunya, ia segera duduk di kursinya.
Saat mereka asik-asiknya menyontek, tiba-tiba ada petir yang menggelegar cukup keras. Sontak mereka langsung terkejut hingga mengakibatkan buku dan HP yang tengah dipegangnya itu jatuh
ke lantai.
BRUK!!!
Pak Irsyad mendengar seperti ada suara benda terjatuh. Lantas ia langsung bangkit dari duduknya dan segera melirik ke sumber suara. Alhasil, netranya menangkap ada 2 buku dan 1 HP yang tergeletak di lantai. Dengan sigap, ia langsung menghampiri si tersangka. Siapa lagi kalau bukan Caca-Shella dan Rere-Sindy.
Pak Irsyad : "OOHH JADI DARI TADI KALIAN BER-4 NYONTEK YA!" tegur Pak Irsyad setelah berhasil mendapatkan barang bukti berupa 1 unit HP android yang sedang berselancar di google, beserta 2 unit buku paket IPS.
Caca, Shella, Rere, Sindy : "Engga pak!!! engga!!!" elak mereka bersamaan sembari menggelengkan kepalanya.
Pak Irsyad : "Alah, dah keciduk juga masih aja ngeles. Kalian ber-4 akan Bapak hukum bersihin kelas ini dan area lapangan setelah pelajaran Bapak selesai! titik."
Caca, Shella, Rere, Sindy : "Laahh paakk!! Kok gitu siihh!"
Pak Irsyad : "TIDAK ADA PENOLAKAN!"
Pak Irsyad langsung mengambil kertas ulangan tersebut lalu mengembalikan HP dan buku IPS mereka, kemudian melenggang pergi meninggalkan kelas tersebut dengan raut wajah masam menahan kekesalannya akibat tingkah laku muridnya itu.
•
•
•
__ADS_1
TBC.