Hanya Anak Sekolahan Biasa

Hanya Anak Sekolahan Biasa
Rencana


__ADS_3

"Nak, apa yang kamu lakukan ? Jika seseorang belum pernah melakukan sesuatu yang dia lakukan maka dia akan kewalahan..."


Saat ini aku sedang mencuci piring yang tadi digunakan untuk makan. Menurutku ini bukanlah hal yang susah untuk dikerjakan.


"Biar Ibu saja yang melakukannya. Kamu bukan tipe pria yang bekerja di dapur". Ibuku tetap saja membujukku untuk menghentikan dari mencuci piring.


"Tidak apa-apa Bu. Ini sudah biasa aku lakukan saat berada di kosan".


"Kosan ?"


"Eh ! Tidak itu... aku hanya bercanda" Aku hampir saja mengatakan kalau aku dulu pernah tinggal di kosan. Yah memang, saat bekerja dulu aku selalu ngekos karena aku belum punya uang untuk beli rumah sendiri.


Mendengar itu, Ibu lalu melihatku dengan tatapan tajam. Aku yang merasakan tatapan dari Ibuku, aku menjadi sedikit terganggu.


"Ee.. ada apa Bu ?" Aku bertanya sambil tersenyum melihat ke arah Ibu.


"Apakah kamu bersekongkol dengan Ayahmu untuk menjahili Ibumu ini ?"


"Tidak Bu".


Sebenarnya aku hanyalah anak nakal yang sekedar mencuci piring. Saat itu aku berkomitmen untuk membuat keluarga ini bahagia. Karena aku adalah orang yang kembali ke masa lalu dan bisa dikatakan jenius.


"Ibu..."


"Kenapa lagi ?"


"Aku berjanji akan membuatmu bahagia".


"Itu adalah kata-kata yang selalu diucapkan oleh Ayahmu !!"


Beberapa waktu kemudian. Setelah aku selesai mencuci piring. Aku langsung mengerjakan hal lain.

__ADS_1


"Uh aku harus menghilangkan bau menjijikan ini".


Saat ini aku sedang membersihkan kamarku yang baunya sudah seperti sarang tikus. Aku mulai dari menjemur kasur dan bantal yang selalu aku pakai tidur. Lalu mengelap kaca jendela dan membuang sampah.


Untuk Ibu, dia sekarang sedang tidur siang. Ibu terlihat sangat lelah karena terus mengerjakan pekerjaan rumah. Bisa dilihat kalau menjadi seorang istri itu tidak mudah.


Sedangkan Ayah dia sekarang sedang bekerja di tempat orang lain. Ayah adalah seorang yang pekerja keras. Dia yang sebagai kepala keluarga mempunyai tanggung jawab untuk menafkahi kami.


"Huh... akhirnya selesai juga".


Aku langsung minum air dari kendi karena aku sangat haus setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah.


"Bleh... rasa airnya seperti bercampur rasa dari tanah".


Pekerjaan Ayahku berhubungan dengan benda tajam. Dan karena terlalu giat bekerja, jari Ayah sampai hampir terpotong. Tapi untung saja Ayah segera dilarikan ke rumah sakit. Sungguh Ayah yang malang.


Aku lalu mulai berpikir untuk menyusun rencana ku dihari pertama aku kembali ke masa lalu.


"Pertama aku harus membujuk ayah keluar dari pekerjaan berbahaya itu. Dan kami bisa mendirikan restoran kecil sehingga Ibu dan Ayah bisa mengurusnya. Tapi uang adalah masalahnya. Uang..."


"Game ML ! Game itu diluncurkan di Indonesia pertama kali pada 14 Juni 2016. Lebih tepatnya 11 bulan dari sekarang. Jika aku menjadi NewTubers maka aku bisa saja mendapat uang banyak. Tapi yang jadi masalah adalah aku tidak punya Laptop maupun HP. Huh... Apa gunanya memiliki banyak ide ? Stok modal berada dititik terendah".


Aku langsung berjalan untuk kembali ke kamar. Jika aku pergi ke rentenir, mereka juga pasti tidak akan meminjamkan uang kepada anak SD sepertiku.


Aku bahkan tidak akan mendapat banyak uang meskipun aku bekerja paruh waktu. Aku juga tidak bisa meminjam modal dari orang tuaku.


Aku mulai duduk di kursi sambil mengeluh. "Ah~ jenius apanya. Apakah tidak ada sesuatu yang menarik hari ini ?"


Aku mulai melihat ke sekeliling. Terdapat banyak tumpukan buku di atas mejaku. Dimulai dari buku pelajaran, buku tulis, buku gambar, buku novel.


"Tunggu... novel ? Benar ! Aku bisa dengan itu !'

__ADS_1


Novel. Semua orang dapat menulis novel berapa pun usia mereka, karena bakat tidak diukur dari umur. Dan kebetulan saat menulis novel yang dibutuhkan hanyalah imajinasi.


"Ini merupakan rencana yang bagus. Ternyata aku benar-benar jenius !" Saat itu aku sangat senang ketika masalah tentang uang mulai terpecahkan secara perlahan-lahan. Dengan ingatan masa depanku aku semakin yakin akan masa depan cerah yang aku raih.


"Yah singkirkan dulu masalah untuk itu, karena rencanaku akan aku mulai besok ! Sekarang aku harus menyambut kepulangan kakakku".


Aku segera pergi keluar rumah. Dan benar saja aku melihat kakakku sudah pulang dari sekolahnya. Dia menuntun sepedanya saat sampai didepan rumahnya.


"Kakak sudah pulang" Aku tersenyum kepada kakakku yang imut itu. Aku memanggilnya imut karena pipinya yang besar. Aneh rasanya jika melihat kakak yang masih berumur 16 tahun.


Kakak yang melihatku didepan rumah karena menyambut kedatangannya, dia langsung balik menyapaku. "Hai Adik. Kakak pulang !"


Kakak mempunyai kebiasaan selalu mengusap kepalaku. Saat kehidupan dulu kakak juga begitu. Dia mengusap aku sambil tersenyum dengan gembira, meskipun dirinya kelihatan lelah.


"Ibu dimana ?" tanya kakak dengan ekspresi penasaran.


"Ibu sedang tidur di ruang keluarga", jawabku dengan nada santai.


Dengan segera kakak lalu langsung menaruh sepedanya dan segera ke kamar untuk istirahat. Kakak adalah siswi SMA yang sekarang berada di kelas 1 jurusan IPA. Dan tinggal 2 tahun lagi dia akan segera lulus.


Sebenarnya aku tahu kalau kakak ingin sekali kuliah di universitas impiannya yang ada di Jakarta. Dengan nilainya yang bagus aku yakin dia akan diterima. Tapi dia lebih memilih untuk bekerja karena keluarga kita tidak sanggup untuk membiayai kakak kuliah.


Sekarang sudah mulai malam. Semua keluargaku sedang berkumpul diruang keluarga seperti biasa untuk menghabiskan waktu bersama dengan menonton TV.


'Suasana seperti ini sudah lama tidak aku rasakan' batinku.


Meskipun begitu aku tetap saja tidak boleh lentur terhadap jalan yang sudah aku buat. Karena aku sudah bertekad bulat untuk membuat kehidupan keluargaku berbeda dari yang dulu.


Setelah selesai menonton, semua anggota keluarga lalu pergi untuk tidur. Dikamar aku sedang menatap langit-langit kamarku. Langit-langit kamar yang aku lihat hanyalah genteng rumah yang sudah penuh dengan sarang laba-laba.


"Aku tidak tahu kenapa langit memberiku kesempatan untuk kembali ke masa sekarang. Tapi yang jelas, aku akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin !"

__ADS_1


Aku mengangkat tanganku ke atas dan mengepalkan tanganku, membayangkan kalau masa depan yang aku inginkan dapat aku raih melalui usaha yang aku lakukan.


Setelah itu aku menutup mataku dan tertidur. Aku sangat menantikan hari besok yang akan dimulai dengan langkah awal yang aku buat.


__ADS_2