
Pagi hari jam 8.45 a.m
Di sebuah perusahaan penerbit. Semua orang sedang heboh tentang masalah novel yang baru-baru ini sedang banyak dibaca.
"Asisten manajer Roy, apa anda memeriksanya ?"
"Ya, pemimpin redaksi ! Bahkan jika tidak dirilis. Masih akan ada 5000 eksemplar yang dicetak".
Hari ini mereka semua yang ada di ruangan itu sedang berdebat tentang novel yang baru-baru ini di posting.
"Selama covernya bagus, pasti akan terbit batch kedua. Bukankah ini baru sepuluh chapter ? Ini terlalu cepat untuk mencetaknya !"
Pemimpin redaksi masih ragu untuk segera mencetak novelnya atau tidak. Tetapi asisten manajer Roy segera meyakinkannya dengan kelebihan yang dimiliki oleh novel itu.
"Seperti yang anda lihat, novel ini bagus setting pertamanya tidak absurd dan ceritanya tetap mengalir. Ini adalah novel yang sangat baik".
Salah satu orang juga mendukung tentang tanggapan dari asisten manajer Roy.
"Ya benar ketua apa yang dikatakan asisten manajer Roy. Penulisnya pasti orang terkenal yang mengubah nama penanya dan mengunggah novel ini".
Mendengar hal itu pemimpin redaksi lalu mulai berbicara "Novel ini memang menyenangkan. Tapi... apakah menurut kalian genre Cinta lebih baik dari pada novel Fantasy ?"
"Selera pembaca dalam genre ini sedang berubah. Novel Fantasy sedang populer akhir-akhir ini".
Salah satu orang juga mengeluarkan pendapatnya lagi untuk mendapatkan novel ini.
__ADS_1
"Saya juga sangat merekomendasikan novel ini. Saya sudah membaca novel ini dan karakter prianya sangat menarik. Dan jika penulisnya bukan pendatang baru, itu akan bagus jika kita memberi 9% keuntungan dari 4000 eksemplar".
Mendengar itu pemimpin redaksi langsung menentang hal itu. "Apa ? Bukankah itu terlalu banyak ?"
"Aku sebenarnya mempertimbangkan 10% dari 5000 eksemplar".
Pemimpin redaksi langsung menyipitkan matanya sambil mendecih. Dia lebih memilih saran yang tadi dari pada yang baru dia dengar.
"Yang sebelumnya lebih bagus. Kita harus menghubungi mereka dulu".
"Baiklah kami akan segera menghubunginya".
Sedangkan di perusahaan lain yang tempatnya tidak besar dan tidak kecil juga. Mereka juga sedang membahas hal yang sama.
"Pemimpin redaksi, apakah anda sudah melihat ini ? Novel ini sepertinya bagus. Bagaimana menurutmu ?"
"Ya, aku melihatnya kemarin. Mereka bilang itu bagus. Itu berarti novel ini sangat menyenangkan", ucap pemimpin redaksi setelah melihat novel yang ditunjukkan.
Sang CEO lalu menyuarakan pendapatnya kepada pemimpin redaksi. "Aku punya perasaan yang baik tentang novel ini. Ayo dapatkan novel ini".
"Apa ?" Mendengar itu pemimpin redaksi lalu terkejut dengan apa yang diutarakan Sang CEO.
"Aku jamin 10% dari 6000 eksemplar !"
Sang CEO sangat bersemangat ketika melihat novel yang menjanjikan didepan matanya. Tapi pemimpin redaksi segera mengingatkannya kalau keadaan perusahaan sedang tidak baik.
__ADS_1
"Bukankah itu terlalu banyak ? Bisnis penerbitan kita sekarang tidak berjalan dengan baik. Bukankah kontraktor kita akan marah jika mengetahuinya..." ucap pemimpin redaksi.
Mendengar itu Sang CEO segera meyakinkannya lagi "Aku memimpikan hal baik tadi malam. Setidaknya 10000 eksemplar pasti akan dirilis".
Pemimpin redaksi hanya tersenyum melihat CEO perusahaan yang bersikeras untuk mendapatkan novel itu.
"Aku tidak tahu apakah itu benar akan terjadi. Tapi yang pasti novel ini akan menjadi HIT... Kirimkan mereka nomer kita ! Jika mereka menelepon maka aku akan langsung kesana".
"Oke !"
9.00 p.m Lokasi Ruang Kamar
Setelah selesai mandi rasanya tubuh kembali segar. Aku langsung duduk di kasur sambil melihat ke sekeliling kamar.
Aku melihat ke arah tumpukan buku pelajaranku. "Haha... aku jadi teringat kalau dari dulu aku tidak pandai dalam Bahasa Inggris. Lalu apakah aku harus mempelajarinya sekarang ?"
Aku mengambil buku kamus Bahasa Inggris dan segera membukanya. Seperti namanya kamus Bahasa Inggris. Berisi kumpulan kosakata Bahasa Inggris.
Aku membaca dan mencoba mengingatnya satu persatu dari kosa kata yang ada di kamus. Tapi saat itu aku sadar ada sesuatu yang aneh.
"Huh ? Apakah otakku seencer ini ?" Entah kenapa aku dapat mengingat setiap kosakata yang aku baca di kamus. Dan pada akhirnya aku membaca seluruh kosakata yang ada di kamus sampai aku tidak menyadari kalau sekarang jam sudah menunjukkan pukul 10.00 p.m.
"Aku tidak menyangka kalau aku seorang jenius ! Apakah ini efek dari kembali ke masa lalu ?"
Aku langsung mengambil buku pelajaran Bahasa Inggris untuk mengetes hasil ingatanku. Dan benar saja setelah aku membukanya aku langsung paham apa yang tertulis di buku pelajaran.
__ADS_1
"Haha... aku mengerti semuanya".
Aku lekas menjawab pertanyaan yang ada dibuku pelajaran. Ternyata seseorang jika tahu kosakata maka dia pasti akan cepat mengerti arti dari semua ini.