Hanya Khayalan

Hanya Khayalan
Episode 8


__ADS_3

Lauren pergi kekamar mereka dengan tergesa-gesa karena mendengar suara teriakan yang terdengar


"Ya siapa tau itu anak mama!"


"Lo bisa pelan gak sih? Teriak teriak mulu!"


"Sar, Nes. Kalian kenapa sih?" Keduanya terdiam tak menjawab sama sekali.


Flashback off


"Udah deh semenjak kejadian Sarah diusir gua gatau kabar dia gimana lagi soalnya ya, setau gua dia pindah, tapi gatau dimana?" Ucap Agnes


"Mungkin masih di indo Nes, lu ada denger kabar pernikahan dia atau gimana gitu gak?" Tanya El


"5 bulan yang lalu sih, tapi gatau itu bener apa nggak, soalnya yang ngehamilin Sarah rumahnya udah gak disitu gua tanya tetangganya bilang istrinya juga ikut ya berarti keknya Sarah dah nikah!" Ucapnya


Teman-temannya hanya terdiam tak tau harus menjawab apa.


Sesaat mereka sudah sampai di apartemen El, mereka berdua memutuskan untuk menginap.


"Rey, kata lu bedua harus gua balikin apa gimana?" Ucap El


"Tanya dulu lah, dimana rumah bokap nya setidaknya lu izin kalo mau adopsi dia atau gimana lah pokoknya ketemu dulu gitu loh" Jawab Agnes


"Oke oke, besok kali ya? Soalnya si Rey juga udah tidur"


"Iyalah besok aja" Jawab Agnes


Keesokan harinya


"Rey udah siap? Nanti bantu kakak kasih tau rumah ayah kamu ya?" Ucap El


"Siap" Ucap Rey

__ADS_1


Mereka berempat berangkat menggunakan mobil. Rey mulai memberi tahu dimana rumah ayahnya.


"Permisi.. Permisi.."


Sekitar 2 menit kami menunggu akhirnya pintu terbuka dan terlihat seorang perempuan bertubuh tinggi dan agak berisi


"Cari siapa mbak?" Ucapnya


"Permisi bu, maaf kami mengganggu, apa betul ibu, ibunya Rey?" Ucap El


"Bukan mba saya bukan ibunya Rey, tapi saya ibu sambung Rey, ada apa ya?" Ucapnya


"Emm, apa boleh saya bertemu dengan ayah kandung Rey, kebetulan tadi saya tanya ke tetangga katanya rumah Rey disini" Lanjut El


"Ayo mba masuk dulu" Ketiganya mengangguk lalu membuka sepatu yang mereka gunakan


"Silahkan mba, nama mba siapa ya saya, Yuli"


Ucapnya memperkenalkan diri


"Saya Agnes, dan ini Tierza" Ucap Agnes


Yuli segera pergi sambil mengangguk lalu dengan cepat ia berbalik melihat kami dengan seksama lalu menganga melihat kami bertiga.


"Sebentar ya mba saya panggilkan bapak sebentar" Kami mengangguk dengan senyuman


Beberapa menit kemudian ada seorang laki laki bertubuh besar dan tinggi keluar dan juga yuli yang membawa nampan berisi 4 gelas


"Diminum mba maaf cuma ada ini saya permisi dulu ya"


"Makasih mba, jadi ngerepotin, mba disini aja sekalian denger apa yang mau saya obrolin"


"Iya bu, disini aja" Ucap lelaki tadi

__ADS_1


"Maaf ganggu pak sebelum nya, apa betul bapak ayahnya Rey, saya Beatrix pak dan ini Agnes juga Tierza"


"Iya mba betul saya ayah kandung Rey, mba Beatrix saya Patrick, sebelumnya ada apa ya mba?" Tanya pak patrick


"Saya mau tanya sebelum nya, apa Rey tinggal bersama mantan istri bapak, maaf jika menyinggung" Tanya Agnes


"Ah gapapa, iya dia tinggal dengan mantan istri saya, saya pun belum bertemu lagi dengan Rey, memangnya ada apa sih mba?" Ucap nya


"Niat saya kesini ingin mengantar Rey karena kemarin saya bertemu dia ditoko kue dan saya tanya ibunya suah tidak ada"


"Apa betul mba? Dimana Rey saya harus bertemu dengan ia"


Ucap pak Patrick


"Rey saat ini ada dirumah saya pak, jika bapak berkenan saya akan mengadopsi ia" Ucap El


"Udah biarin aja pak, lagi pula kitakan gaada biaya buat sekolahin anak itu" Ucap bu yuli bisik bisik


'Mau bisik bisik juga tetep kedengeran bu' Ucap ku dalam hati


"Ya saya sih terserah mba nya mau nya gimana?" Ucap pak Patrick


'Lah ni orang gimane sih anaknya mau diadopsi kok kek santuy bener hidupnye!' Ucap Agnes dalam hati


"Jika saya akan mengadopsi anak bapak apa bapak tidak keberatan, rencana saya akan membawa dia pindah"


"Oh baik mba terserah mba saja" Ucapnya


"Baik Pak, Terima kasih, maaf menggangu saya permisi dulu ya pak" Ucapnya sambil berdiri


Patrick dan Yuli pun ikut berdiri dan ikut mengantar hingga ke depan rumah.


Ketiganya segera masuk kedalam mobil dan beranjak dari rumah orang tua Rey

__ADS_1


____________________________________________


Selamat membaca


__ADS_2