
Suatu hari di sekolah swsasta yang luas, gedung tinggi yang mengelilingi lapangan ditengah nya bak sebuah persegi.
Lea Fraza, Dinda Kanya dan Triyas Pricella. Tiga gadis yang bersama sejak SMP kini satu sekolah.
Hari pertama masuk adalah hari pengenalan dimana para OSIS dan guru membimbing para siswa siswinya.
Di sekolah itu, terkenal ketat dan banyak peraturan aneh. Namun lulusan dari sana tidak main-main.
"Barissss!" Teriak salah satu OSIS yang sepertinya dia ketuanya.
Para siswa siswi segera baris dengan rapih, terlihat juga para senior yang bermuka judes.
"S****n! Kesel bgt, kenapa harus pada ditekuk gitu sih mukanya. Biar di kira judes apa gimana, yang ada jijik gue" bisik Lea pada Dinda dan Triyas.
"Ckkkkckk" suara ketawa Dinda dan Triyas.
"Padahal kan muka kamu juga ditekuk leaaa" balas Dinda, Triyas hanya ikut tertawa.
"Hmm kalian"
Lalu para OSIS itu menyuruh mereka membawa persyaratan untuk besok. Mereka juga menghukum para siswa yang melanggar aturan.
Tiga hari berlalu masa pengenalan, mereka di tes lagi agar benar-benar siap menjadi peserta didik di sana, mulai dari fisik dan lainnya.
Mereka bertiga masuk kelas komputer jaringan karena alasan yang berbeda walaupun disana banyak jurusan lainnya.
Beberapa siswa dari kelas mereka adalah Jhanny, fannya, Irene, Farah, Nessie, Jojo, jiow, Gunawan, Adi, dan Noel.
Lea duduk dengan Triyas, sementara Dinda duduk dengan jhanny.
"Hi gue Dinda" seru Dinda pada jhanny.
"Oh, gue Jhanny Ayunda panggil aja jhanny"
"Salken yah"
__ADS_1
Lea menyambung pembicaraan dari belakang
"Mm gue Lea dan ini Triyas"
Tak lama pak Kevin datang, ia wali kelas di kelas mereka. Dari muka terlihat dia orang yang kalem dan tenang.
"Selamat pagi anak-anak!" Sapa pak Kevin
Semua murid menjawab "Pagi!"
"Oke pertama, perkenalan nama bapak Kevin, saya wali kelas kalian. Berhubung ini pertama kali masuk, gimana kalau kita bikin struktur organisasi dulu? Siapa yang mau jadi ketua?"
Kelas sangat hening.
"Oh mungkin kalian masih canggung yah sama bapak, biar lebih relaks kalian aja yang pilih sendiri" ucap pak Kevin yang berusaha mencairkan suasana.
"Saya aja pak" ucap Jhonatan, pria berbadan besar berkulit sawo matang.
"Wah bagus, selanjutnya?"
Ditengah pembicaraan, telpon pak Kevin berbunyi. Lalu ia mengangkatnya.
"Halo Bu, oh iya saya kesana" dengan nada yang serius.
"Anak-anak, sepertinya ada murid baru. Bapak mau jemput dia dulu"
Lalu pak Kevin bergegas ke kantor.
"Duh murid barunya ganteng nggak ya? ucap Triyas.
"Apaan sih lo Yas!" ucap Lea
"Yeee suka-suka dong, cowok di kelas kita tuh nggak ada yang ganteng. Lah ya siapa tahu aja kali ini cowok"
"Suka-suka lo deh"
__ADS_1
Tak lama pakai Kevin memasuki kelas bersama siswa baru.
"Tuh kan Bener kata gue dia cowok, udah gitu lumayan lagi" ucap Triyas kegirangan.
"Apaan sih biasa aja" balas Lea.
"Oke anak-anak ini murid baru yang tadi Bapak omongin. Oke sekarang kamu kenalin diri kamu" kata pak Kevin.
"Baik Pak, Perkenalkan nama saya Bagas, saya ya pindahan dari SMA Cakrawala. Saya harap kalian bisa berteman baik dengan saya" ucapnya dengan nada dingin.
"Oke baik, Bagas sekarang kamu duduk sama Noel itu yang paling belakang"
Lalu Bagas langsung duduk didekat Noel.
"Iiiih kok dingin sih ih, kayak gini novel-novel gitu nggak sih, udah gitu mukanya lumayan lagi" ucap Trias.
"Apaan sih lo Yas, kaya udah pede banget dia bakal jadi milik lo!"
Dinda pun Hanya bisa menarik nafas karena kelakuan mereka berdua.
Kelas juga menjadi sedikit ribut, ada yang tidak suka dan ada yang suka pada Bagas
"oke oke sekarang semuanya diam, kalian jangan ribut ya Bapak mau ke kantor Ada rapat para guru" lalu pak Kevin pergi.
Setelah pak Kevin pergi, Triyas langsung buru-buru ke meja Bagas. "Bayar uang kas" ucap Trias dengan senyum-senyum imutnya yang berusaha menggoda.
"Astaga Triyas, kita semua di kelas aja tuh belum ditagih. Dia yang baru masuk kelas langsung ditagih" ucap Dinda.
"Pergi aja deh Yas, risih banget" seru Noel.
"Apaan sih orang aku bicara sama Bagas juga"
Setelah itu Triyas membalikkan badannya dan menghadap bagas. Ia mengulurkan tangannya "Oh iya aku Trias salam kenal ya"
"Bagas" kata yang singkat padat dan jelas keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Triyas kemudian terpaku dan kaget karena jawaban Bagas akan sangat singkat dan cuek.