
Jam istirahat tiba.
Lea, Dinda, Triyas, Jhanny dan fannya. Mereka pergi ke kantin bersama dan memesan menu yang sama.
"Eh perpustakaan di sini lantai berapa yah lupa aku" ucap Dinda membuka obrolan.
"Kayaknya di lantai 3 deh" jawab fannya.
"Oh gitu ya, yaudah lain kali gue kesana. Ada yang mau ikut?"
"Gue" ucap Lea.
Di tengah perbincangan, pesanan yang di bawa oleh jhanny dan Triyas akhirnya datang.
Sementara itu, Bagas menuju ke kelas otomotif.
Ia mencari Ilham teman masa SMP nya dulu. Sangat kebetulan ia berpapasan di tengah jalan.
"Eh ham!" Seru Bagas.
"Lah Bagas! Lo jadi pindah ke sini?"
"Iya ham, tadinya sih papa gak ngizinin"
"Syukurlah, ke kantin yok"
Di kantin.
"Eh Lo liat gak di antara cewek berlima ada yang rambut sebahu itu" bisiknya pada Bagas.
Bagas mencari perempuan yang Ilham tunjuk sambil celingukan.
"Iya liat, kenapa?"
"Banyak yang gak suka sama tu cewek"
"Kenapa?" Tanya nya lagi.
"Judes banget mukanya, udah lagi dia sama siapa aja ngelawan"
Bagas hanya menjawab oh, karena ia memang tidak peduli dengan wanita itu.
Di meja lain.
__ADS_1
"Cabut yuk" ajak Lea.
"Ayo lah kita juga udah selesai kan?" Ucap Triyas juga mengajak yang lain.
Triiiiiiiiiiiiiing bel istirahat berbunyi, menandakan bahwa jam istirahat telah selesai dan semua murid masuk ke kelas mereka masing-masing.
"Arghhhhh" teriak Triyas.
"Kenapa Yas?" Ucap Dinda yang merasa khawatir.
"Gapapa, cuma sebel aja sama sekolah ini. Kenapa gak ada lift padahal kan ada banyak lantai di sini, kan capek" celetuk Triyas.
"Hmm kalo yang ada lift nya sih rumah lu" ucap Lea.
Mereka semua tidak meladeni ocehan Lea dan Triya, lalu mereka kembali menaiki tangga.
Akhirnya mereka sampai di lantai 4. Semua kelas ada di lantai 4 dan 5, sementara semua lab dan ruangan perpustakaan ada di lantai 3. Kantor guru, aula dan ruang penyimpanan ada di lantai 2, sementara, kantin dan loby ada di lantai 1.
Jam pelajaran berjalan dengan lancar hingga bel pulang.
Di parkiran, Lea menunggu jemputan Antony ayahnya dan Triyas menunggu jemputan supirnya karena orang tua Triyas tergolong kaya. Sementara Dinda naik motornya.
Keluarga Lea termasuk keluarga yang biasa saja dengan rumah sedang dengan 2 lantai dan hanya punya satu mobil. Lain dengan Triyas rumahnya 3 lantai dan sangat megah, bahkan menggunakan lift. Tak jarang banyak anak-anak yang mendekati Triyas hanya karena kekayaan nya dan ingin memoroti. Makannya dia sekarang sangat memilih teman.
Di rumah Triyas.
"Hmm bosan banget, gaada orang di rumah cuma ada pembantu" gerutu Triyas.
Ia lalu berenang sebentar dan memakan beberapa camilan, namun ia masih bosan.
Akhirnya ia menelpon ke dua sahabatnya yaitu Lea dan Dinda.
Triiiing hp Lea berbunyi, ia kemudian mengangkat nya.
"Halo Yas ada apa?"
"Gue bosen nih, gaada yang bisa diajak ngobrol... Lo nginep yah plis temenin gue malam ini, bawa baju ganti inget besok sekolah. Ajak Dinda juga, Lo yang telpon Dinda yah dadah"
Turut... Panggilan berakhir.
"G****k Triyas gak ada akhlak, untung sayang" teriak Lea yang merasa kesal karena panggilan itu diputuskan sepihak.
Tanpa berlama lama Lea langsung menelpon Dinda dan mengajak nya.
__ADS_1
Lalu Lea kemudian membujuk ayahnya agar mau mengantarkannya ke rumah Triyas.
Lea menghampiri ayah dan ibunya yang sedang menonton tv.
"Ayah.." seru Lea dengan manjanya dan tiba-tiba ia duduk di tengah-tengah ibu dan ayahnya.
"Ya ampun Lea, sempit! Kaya anak kecil aja. Pasti ada maunya" ucap Dewi ibunya Lea.
"Ih bunda"
Sambil menyender di bahu ayahnya ia berkata "Ayah, anterin Lea dong"
"Gak, udah sore sayang"
"Ih ayah, aku mau ke rumah Triyas nginepppp!"
"Sama siapa?" Antony memang tipe ayah yang selalu khawatir pada anak-anak nya.
"Sama Dinda ayah ih, nanti kita jemput yah boleh yah" bujuknya lagi.
"Yaudah sana siap-siap"
"Yes makasih ayah" cupp satu kecupan mendarat di pipi ayahnya.
"Duh anak cewe ini manjanya minta ampun" gerutu Dewi melihat tingkah anaknya.
Triyas langsung mengemasi barang-barang yang akan di bawa tak lupa laptop untuk menonton drama.
Antony langsung melajukan mobilnya ke rumah Dinda.
"Din Dinda..!" Teriak Lea dari luar pagar.
Dan yang keluar adalah ibunya Dinda.
"Eh ada Lea, mau jemput Dinda yah?" Ucap ibunya Dinda dengan nada yang sangat ramah.
"Iya Tan, Dinda nya ada?"
"Ada, kamu ke sini sama siapa?"
"Sama ayah Tan"
Tak lama Dinda pun keluar, mereka segera pamit dan menuju ke rumah Triyas.
__ADS_1