
Sesampainya mereka di rumah Triyas, ia langsung menyambut mereka.
"Bawa laptop gak?" Tanya Triyas.
"Bawa kok, cerewet lu padahal lu juga punya kan laptop?"
"Hehe iya sih yaudah ayok naik"
Mereka langsung masuk ke lift dan menuju lantai 3. Sesampainya di kamar Triyas, tidak terasa mereka sudah mengobrol sampai jam 8 malam.
Ketika mereka menyiapkan proyektor untuk menonton drama, di waktu yang bersamaan. Hp mereka semua bergetar. Itu adalah notifikasi dari grup kelas. Akan ada lomba presentasi antar kelas tiga hari lagi.
"Wih" ucap Lea dan Triyas bersamaan lalu mereka melihat ke arah Dinda.
"Kenapa pada nengok ke gue sih?"
"Lo kan jago ngomong di depan" ucap mereka lagi secara bersamaan.
Dan Dinda hanya menghembuskan nafas nya.
Malam itu yang menonton drama hanyalah Lea dan Triyas, sementara Dinda mencari judul dan materi nanti yang akan dipresentasikan.
Saat jam menunjukkan pukul sebelas malam, mereka bertiga langsung menghentikan kegiatan mereka agar besok tidak telat berangkat ke sekolah.
...Guk guk guk!!!!!! Guk guk!!!...
Saat pagi harinya, alarm dari hp Lea berbunyi. Bunyi alarm nya adalah suara anjing menggonggong yang sangat kencang.
"F**k! Suara apa???" Upat Triyas
Sementara Dinda hanya kaget bengong.
"Maaf para bestai-bestai, ini alarm gue lupa di matiin"
__ADS_1
"Astaga, Lo manusia bukan sih?" Tanya Triyas yang merasa kesal.
"Yes im human haha"
"Mana ada orang yang masang alarmnya suara gonggongan anjing"
"Hmm udah Yas, kita mandi aja"
"Iya Din"
Dinda melerai mereka dan mereka bergegas mandi. Di dalam persahabatan mereka, Dinda memang yang paling dewasa. Bahkan tak jarang mereka selalu menuruti saran apapun dari Dinda.
Triyas adalah tipe orang yang selalu ceria dan bersemangat dalam segala hal, sementara Lea adalah tipikal orang yang mood nya gampang berubah dan wajah judesnya kadang sering membuat ia tak ada teman.
Lain dengan Dinda ia orang yang dewasa dan selalu bersungguh-sungguh dalam hal pelajaran.
Pagi harinya, tiga gadis itu diantar ke sekolah oleh supir.
Kemudian mereka berkumpul di meja Dinda, fannya dan Jhanny mereka mengambil kursi mereka untuk bisa ikut berkumpul dengan mereka bertiga.
"Din, presentasi lo tentang apa?" Tanya Lea.
"Iya ih lo tadi sibuk sendiri tadi malem" ucap Triyas.
"Hah kalian ko bisa barengan, kalian nginep? Ajak kita dong lain kali" seru Jhanny
"Wokehh"
Lalu Dinda menceritakan tentang materi presentasi nya yang tentang seputar pendidikan.
Di tengah perbincangan tentang presentasi itu, ada salah satu ucapan yang membuat mereka kaget.
"Gak usah sok deh, gue jamin sih lo bakal gagal"
__ADS_1
Umpat Irene, lalu disusul Farah yang tertawa kecil.
Siapa yang tidak kesal dengan mereka berdua, sejak pertama masuk, mereka sudah sering membuat onar.
Lea yang mendengar suara itu langsung tersulut emosi.
"B******k Lo!" Teriak Lea, ia kemudian menghampiri meja Irene yang ada di sampingnya.
"Apa!" Kata Irene, ia berdiri dan mencengkeram kerah Lea.
"Lo yang apa! Gak usah ngomong kayak gitu bisakah? Emang lo bisa wakilin kelas kita? Lu kan bego jadi diem aja deh jangan bisanya minum miras dong"
Irene kemudian menjambak rambut Lea dan terjadilah perdebatan di kelas itu.
Dinda berusaha melerai mereka, namun tidak bisa bahkan sekarang mereka saling tampar. Entah kenapa Farah tidak melerai Irene, sepertinya memang sengaja.
Tak lama pak Kevin dagang.
"Ada apa ini?" Teriak pak Kevin dengan lantang.
Pak Kevin kemudian melerai mereka.
Terlihat sedikit merah di pipi Lea. Dan rambut yang acak-acakan dan rontok di kepala Irene.
"Kalian ke ruangan saya" ucap pak Kevin singkat"
Mereka langsung ke ruangan pak Kevin.
Dinda yang tadi kewalahan, akhirnya merasa lega karena tadinya pertengkaran itu susah untuk dihentikan. Bahkan para laki-laki di kelas itu tidak bisa menghentikan mereka.
Memang, kata-kata yang irene ucapkan tadi bukan untuk Lea, melainkan untuk Dinda. Tetapi Dinda paham, Lea Ikut campur karena peduli. Terlebih Lea memang gak suka sama Irene.
Di ruangan pak Kevin, setelah saling menjelaskan. Irene terbukti bersalah karena ia yang memicu timbulnya perdebatan.
__ADS_1