
Sudah tiga hari aku ada disini, dan tak perlu membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi karena semua nya masih sama seperti yang ada di masa ku. Leaky Cauldron masih sama saja. tempat yang ramai di kunjungi oleh berbagai macam jenis penyihir. penyihir-penyihir dengan hidung bengkok dan berwajah lumayan menyeramkan duduk berkumpul di ujung ruangan seperti nya sedang membandingkan barang yang mereka punya sehabis belanja dan tentu nya semua itu bukan barang yang normal, seseutu yang berlendir berwarna merah darah dan agak bergerak misalnya. di lain sisi penyihir-penyihir bertampang terhormat sedang membahas sesuatu yang ada di Daily Prophet "keajaiban sihir tranfigurasi abad ini".
'wah seajaib apa sihir transfigurasi itu' pikir hermione geli.
"ini sarapan anda miss" seorang pelayan wanita muda berkulit eksotis itu menghidangkan daging panggang, kentang tumbuk, kacang-kacangan dan jus labu. Aku yang sudah cukup lapar langsung memasukkan pelan-pelan yang ada di piring itu ke dalam mulut ku. setelah selesai sarapan aku pergi menuju halaman belakang, mengeluarkan tongkat, dan ku keruk batu bata ke tiga dari kiri di atas tempat sampah, dan mundur saat gerbang lengkung menuju Diagon Alley membuka tembok.
pemandangan yang sangat familiar terpampang di hadapan ku. penyihir-penyihir ramai berbelanja kesana kemari, bergerombol dan ada juga yang sendiri seperti diriku. aku tak ingin berbelanja. aku akan mengunjungi sebuah bangunan bertingkat dengan ice cream hijau besar di atasnya yang berada di perempatan itu.
"datang lagi, eh ?" kata pemiliki toko itu ramah ketika aku masuk untuk memesan.
"yah, ice crem mu sangat enak,Fortescue" jawab ku basa basi tapi aku tidak bohong ice cream nya memang enak. Florean Fortescue masih sama ramah nya dengan yang ada di masa depan. yang berbeda adalah tampilannya yang sangat muda. dia masih berusia belasan tahun akhir sepertinya, rambutnya masih belum gondrong. rambut hitam itu di potong cepak sangat rapih dan mengkilap, tak ada rambut di sekitar mulut dan dagu nya, wajah nya benar-benar bersih dalam artian yang sesungguhnya.
"Butter Bear ice cream" tanya nya karena aku selalu membeli itu setiap aku kemari.
"yah, dan di dalam gelas" tambah ku, aku berencana menikmatinya di sini sambil membaca buku yang kubawa 'Kisah tiga saudara bukan hanya sebuah Legenda' buku yang ku dapat kan saat pertama kali mampir ke salah satu toko buku di Diagon Alley.
"ini pesanan mu miss, selamat menikmati" Florean Fortescue menyodorkan sebuah nampan kecil dengan ice cream berwarna putih krim dan cairan berwarna emas sebagai toping nya. aku membayar dan mengucapkan terimakasih lalu duduk di ujung dekat jendela. aku mulai menikmati es krim ini. rasanya sangat unik, dingin namun tetap hangat khas butter bear, perpaduan yang lumayan unik bukan ?
aku membuka tas kecil yang tentu saja sudah ku perluas dalam nya menggunakan sihir ekstensi. ada banya sekali barang di dalam tas ini dari bendar yang berguna sampai yang tak berguna sekalipun ada.
"Accio buku kisah tiga saudara" ucapku lirih, dan sebuah buku kecil yang tidak terlalu tebal menyembul keluar dari dalam tas mungil ini.
"di dunia muggle benar-benar kacau..."
"ya,kau lihat tadi ?banyak sekali benda-benda besi melayang di udara..bukan seperti mobil terbang, bentuknya sangat aneh dan tampak berbahaya, benda terbang itu menjatuhkan sesuatu dan langsung saja bummm semua berserakan"
"kabar baik kita adalah penyihir. kita bisa langsung ber apprate"
aku mendengar jelas obrolan penyihir-penyihir yang sedang menunggu es krimnya. apakah ada serangan lagi di dunia muggle ? untung saja aku memilih menginap di diagon alley. kalau aku di dunia muggle, aku harus menyaksikan kembali peperangan di depan mataku. itu bukan hal yang baik. perasaan tak enak menjalar di sepanjang tubuhku, teringat peperangan yang terjadi di masa depan. melihat tubuh-tubuh tak bernyawa dan mereka adalah orang yang ku kenal baik sungguh membuatku prustasi setiap mengingatnya. aku tak ingin berlarut dalam ingatan itu. aku mulai membaca lagi buku ku dan menyuap es krim segar itu.
'kisah tiga bersaudara sangat lah melegenda. 3 benda yang jika di satukan akan membawa kemampuan bagi pemiliknya untuk mengalahkan kematian. seperti yang kita tahu, salah satu benda yang ada di dalam legenda itu nyata ada nya, yaitu sebuah tongkat elder yang saat ini dimiliki oleh pembuat tongkat sihir terkenal di bulgaria, Gregorovitch. tidak tahu itu adalah tongkat yang asli atau palsu. tapi ia sangat membanggakan tongkat tersebut dan mengklaim bahwa tongkat itu benar-benar asli...."
yah tentu saja semua itu asli, aku menyaksikan langsung denga kedua mata kepala ku tentang keberadaan benda-benda tersebut. bahkan aku sendiri yang mematahkan tongkat eldernya. ah mungkin tongkat itu marah padaku sehingga ia menyeret ku dan harry yang ada di dekat ku untuk di bawa nya ke jaman ini. benar-benar tongkat yang menyebalkan.
aku kembali membaca buku tersebut, namun tak ada hal yang menarik atau sesuatu yang baru. semua nya sudah ku ketahui bahkan sepertinya aku lebih paham mengenai relikui kematian dibandingkan buku ini. buku ini banyak sekali membahas dugaan ini itu sampai sesuatu yang mustahil seperti batu kebangkitan yang tertulis saat ini sedang di makan oleh sebuah naga kuno yang berjenis Antipodean Opaleye. tentu saja itu tidak benar dan hanya karangan belaka.
aku menutup buku ini dan memasukkan kembali ke dalam tas ku dengan kesal. dan kuputuskan untuk menghabiskan es krim ku sambil melihat penyihir-penyihir yang berlalu lalang di balik jendela kaca. apa ya ?seperti nya ada sesuatu yang sangat penting dan tak boleh di lupakan. tapi aku sama sekali tak mengingatnya. ini pertama kalinya aku melupakan sesuatu seperti nya itu cukup membuat ku frustasi.
__ADS_1
ah sudahlah. aku tak ingat. lebih baik aku berjalan-jalan di toko Apothecary - toko yang menjual bahan-bahan ramuan, untuk membeli bahan-bahan yang akan di gunakan ketika membuat ramuan nanti. aku akan mempersiapkannya semua, mengerikan rasanya membayangkan berbelanja kesana kemari di temani pangeran kegelapan.
ah ! pangeran kegelapan ! aku baru ingat, riddle saat ini berada di dunia muggle dan perang sedang terjadi saat ini. apa riddle baik-baik saja ? tidak, bukannya aku khawatir pada pangeran kegelapan, justru hal baik jika dia mati di peperangan kali ini. tapi, riddle tidak mati dan justru menjadi pangeran kegelapan bukan ? aku harus melihat keadaannya. bukan karena aku khawatir pada nya. hanya saja, ini tentang hati nurani. riddle muda sudah sangat menderita, kalau dia terluka dan semua orang abai padanya, mungkin hal ini akan menjadi pendorong bagi nya untuk semakin membenci muggle.
"panti asuhan itu. dimana panti asuhannya ?" ah aku pernah membaca sihir aneh di salah satu buku di perpustakaan bagian terlarang. ku mohon bekerjalah.
"patitival tom marvolo riddle" ucap ku lirih. ku mohon bekerja lah, aku butuh lokasi nya secepat mungkin. aku berkonsentrasi dengan penuh. ku rasakan sihir asing itu mulai mengganggu. tidak ! tidak akan ku biarkan kau mengganggu ku. aku berkonsentrasi dengan penuh. sulit sekali rasanya menstabilkan sihir ku. aku benar-benar menyesal beberapa hari ini tidak tidak berlatih sihir sama sekali.
"ayolah" bisik ku lirih nyaris putus asa, beruntung aku berada di ujung ruangan, tidak ada yang memperhatikan ku, ku yakin kondisi ku saat ini tidak bagus, sangat menyebalkan jika ada yang mengganggu proses sihir ku saat ini. lima menit aku berkonsentrasi akhirnya sebuah asap putih berkilau menyembul keluar dari tongkat ku dan menunjukkan sebuah bangunan tua yang sudah hancur separuh, dan di sana pria yang cukup familiar sedang bersembunyi di sebuah semak belukar dengan banyak luka di tubuh dan wajahnya.
"apprate !" kata ku, aku berniat untuk ber aprate lumayan jauh dari lokasi nya. karena aku takut jika ada sihir terdeteksi di sekitar tempat tinggal riddle maka akan menjadi kesalah pahaman. aku ingat betul apa yang terjad dengan sahabat ku di tahun ke dua nya.
"ya Tuhan ! Riddle !" teriakku, riddle kaget bukan main melihat ku menghampirinya, wajahnya terlihat memiliki begitu banyak pertanyaan namun tak ada satu pun yang keluar dari mulutnya. benar-benar aneh melihat voldemort berwajah seperti ini dan kondisinya sangat buruk seperti ini. jika harry melihat ini pasti ia akan terpingkal-pingkal.
"siapa disana ! jangan bergerak atau aku akan membunuhmu"ah ternyata masih begitu banyak tentara di sekitar sini. aku tidak tahu apakah mereka musuh atau sekutu.
"kamu baik-baik saja?" tanya ku cepat.
"baik...apa yang..."
"bisa berlari ?" jawab ku cepat sambil melihat kondisi sekitar.
"bisa...hey ap.."
"apa yang kamu lakukan !" akhirnya dia berhasil bertanya namun tetap mengikuti ku berlari.
"nanti saja tanya nya. kita harus segera menjauh dari sini. karna aku tidak boleh melakukan sihir apapun di sekitar sini" kata ku putus asa.
doorrr !! doorr !! dorr !!
"berhenti kalian !" ternyata orang-orang tadi mengejar kami. untung saja tak ada satu pun peluru yang berhasil mengenai kami. kami berlari sekuat tenaga, untung saja riddle bisa di ajak kerja sama. puing-puing berserakan disana sini dan tubuh-tubuh manusia berserakan sepanjang jalan. mengerikan sekali jalanan ini. aku ingin menyelamatkan mereka semua tapi aku tidak boleh mengubah masa depan lebih jauh dari ini.
"berbelok disana kata ku menunjuk sebuah belokan yang berada sekitar 100 meter di depan sana.
"hey, itu jalan buntu" kata riddle protes.
"tenang saja. justru kita akan mati konyol jika berlari lurus" jawab ku prustasi dan sekali lagi aku bersyukur riddle menuruti perkataan ku tanpa protes lagi.
__ADS_1
"ahhh !! demi janggut merlin !! apasih untung nya dari perang ini ? aku benar-benar benci perang ! aku benci mereka semua!" racauku sepanjang jalan sambil berlari sekuat tenaga menghindari tembakan-tembakan di belakang kami. untung saja aku sudah terlatih berada di medan perang. kalau tidak mungkin aku sudah menjadi bagian dari Nearly Headlees Nick. akhirnya kami sampai juga di belokan yang ku maksud. disini sudah sangat jauh dari panti asuhan, harus nya tidak masalah ber aprate dari sini.
"apprate !" gumamku dan kami pun menghilang meninggalkan para tentara yang kebingungan mencari-cari keberadaan kami.
.
.
(RiddlePOV)
"ya Tuhan ! Riddle !" aku mendengar suara yang sangat familiar dari belakang ku, apakah ini hanya halusinasi ? mungkin ini halusinasi yang keluar karena kesadaran ku yang sudah mulai berkurang akibat luka-luka yang ku dapatkan. jika bukan karena peraturan sialan itu aku pasti sudah membunuh muggle-muggle itu. ku lihat si pemilik suara itu berlari mendekati ku dengan wajah yang sangat panik berbeda dengan wajah yang selalu ia tunjukkan pada ku selama ini, apakah ini nyata ? atau halusinasi ? aku masih tidak bisa membedakannya. tapi dari sekian banyak wanita cantik di muka bumi ini kenapa harus dia yang muncul dalam halusinasi ku ?
"siapa disana ! jangan bergerak atau aku akan membunuhmu"tentara mugle itu bisa mendengarnya. berarti ini kenyataan ? apa yang dilakukan gadis dumbledore disini ?
"kamu baik-baik saja?" tanyanya cepat yang membuat ku bingung
"baik...apa yang..."
"bisa berlari ?" potongnya, bahkan tak memberikan ku kesempatan untuk bertanya.
"bisa...hey ap.."
"dalam hitungan ke tiga. kita berlari ke belakang sana. karena sangat beresiko untuk membawa mu ber aprate dari sini. 1...2...3 ayo !" awalnya aku enggan mengikuti instruksinya, namun setelah tangan nya menggandeng ku, aku tanpa sadar mengikuti nya saja berlari menuju arah yang ia tunjuk tadi.
"apa yang kamu lakukan !" akhirnya aku berhasil bertanya.
"nanti saja tanya nya. kita harus segera menjauh dari sini. karna aku tidak boleh melakukan sihir apapun di sekitar sini" kata nya terlihat putus asa. dia akan menggunakan sihir ? bukan kah itu di larang ?ini berbahaya bagaimana jika aku di keluarkan karena terdeteksi ada sihir di sekitar ku ?
doorrr !! doorr !! dorr !!
"berhenti kalian !" ternyata orang-orang tadi mengejar kami. untung saja tak ada satu pun peluru yang berhasil mengenai kami. kami berlari sekuat tenaga, persetan dengan hukuman nya, aku tinggal katakan saja jika itu bukan sihir ku. mereke bisa memastikan nya ketika tongkat kami di periksa.
"berbelok disana kata ku menunjuk sebuah belokan yang berada sekitar 100 meter di depan sana."
"hey, itu jalan buntu" kataku protes. apakah mengikuti nya adalah keputusan yang tepat ?tapi aku yang dalam kondisi seperti ini pun yang semuanya serba mendadak tak dapat memikirkan solusi apapun. jika nanti sudah terpojok aku akan menggunakan tongkat gadis ini untuk membunuh mugle-mugle sialan itu.
"tenang saja. justru kita akan mati konyol jika berlari lurus" hah terserah kau sajalah dasar dumbledore bodoh.
__ADS_1
"ahhh !! demi janggut merlin !! apasih untung nya dari perang ini ? aku benar-benar benci perang ! aku benci mereka semua!" racaunya sepanjang jalan. aku ingin tertawa mendengar nya, dasar gadis bodoh tanpa sengaja senyum tipis tersungging dari bibir ku. akhirnya kami sampai juga di belokan yang di maksud. sudah, berakhir sudah semua nya. aku mengumpat kesal dalam hati karena terlalu bodoh mengikuti gadis sinting ini kemari.
"apprate !" gumamnya membuatku terkejut.dia saja sudah kesulitan menggunakan mantra sederhana apalagi mantra rumit seperti ini dan membawa orang lain. tubuh ku akan tetap utuh kan ini ?