Harry Potter : Lost In 1943 (Tomione)

Harry Potter : Lost In 1943 (Tomione)
chp 8


__ADS_3

Apa


yang sebenarnya terjadi ? beberapa detik yang lalu aku melihat riddle


di balik semak-semak itu. Tapi sedetik kemudian aku sudah berada di


halaman kastil. Aku masih bingung dengan semua kejadiannya. Aku melihat


harry yang tampak lebih terkejut lagi di bandingkan diriku.


"apparate


! hanya itu yang ada di fikiran ku saat itu. Aku tidak menyangka aku


benar-benar bisa menembus nya" kata harry masih dalam keadaan terkejut,


dahinya sudah di banjiri keringat tak sebanding dengan cuaca dingin


berkabut seperti ini. Terkejut bercampur bingung – itulah yang kurasakan


saat ini. Bagaimana bisa pertahanan hogwarts di tembus seperti ini ?


"apa


karena kita dari masa depan ? atau mungkin ini bantuan dari sihir aneh


itu ?" kami berdua masih merenungi semua kejadian ini.


"sebaiknya


kita kembali ke dalam. Sebentar lagi jam makan malam" kata harry.


Langit memang sudah mulai gelap bahkan semburat merah sudah


berangsur-angsur berubah menjadi hitam sepenuhnya. Kami berjalan dalam


diam masih dalam keadaan terkejut.


"jangan


ceritakan apapun pada profesor dumbledore"pinta harry, aku pun


mengangguk setuju. Bagaimana pun harry jauh mengenal profesor dumbledore


di bandingkan diriku. untuk saat ini percayakan saja segala keputusan


ini pada harry.


Setelah


selesai membersihkan diri kami pun turun untuk makan malam, sebenarnya


masih ada banyak hal yang ingin aku diskusikan dengan harry. Namun


seperti nya ini bukanlah waktu yang pas untuk mendiskusikannya.


Aula


besar sudah sangat penuh, bahkan meja guru pun sudah terisi penuh, aku


melihat profesor dumbledore sedang berbincang-bincang dengan profesor


dippet. Sungguh penampakan yang menggelikan, bagiamana tidak ?


sepertinya profesor dumbledore sedang berusaha melucu atau apalah tetapi


hanya dirinya saja yang tertawa terbahak-bahak sedangkan profesor


dippet hanya menatapnya tanpa ekspresi, tak jauh dari situ profesor


dengan kepalanya yang nyaris botak dengan rambut putih yang tumbuh di


sana sini tak lupa dengan kacamatanya – profesor binns sedang menikmati


makannya. Benar-benar hal yang ajaib melihat nya belum berwujud hantu


seperti itu.


"disana"


harry menunjuk tempat yang paling ujung. Tak ada siapapun disana. aku


melihat sekilas thomas dan george melambaikan tangannya tapi untunglah


disana penuh jadi kami tidak bisa makan bersama mereka.


"waahh" gumam ku, aku langsung menumpukkan sosis dan pai daging ke piringku.


"harry


?" tanya ku. Ia hanya mengambil beberapa kentang goreng.  Ia terlihat


semakin stress saja. Aku tau, akulah yang paling tau di dunia ini dengan


apa yang di cemaskannya saat ini.


"makanlah


meskipun kamu tak bernafsu" aku mengambilkan beberapa daging asap dan


kentang rebus. Namun hanya di tatapnya saja datar.


"harry


aku tahu kecemasanmu. Tapi jika kamu tidak mampu bertahan di sini,


bagaimana aku bisa bertahan sendirian ?kita akan selalu bersama kan


?"kata-kataku seperti nya tak ada yang sampai ke harry.


"aku khawatir tidak bisa kembali"kata harry getir.


"kembali kemana ?" aku hampir terlonjak mendengarnya. Itu adalah thomas dan george.


"apakah kau sudah rindu dengan tempat asalmu ?keluarga mu ?" tanya george, tapi harry tetap membisu.


"ayolah ! jangan terlau di fikirkan. Sebentar lagi libur natal kau bisa berkunjung kerumah kami –"


"tidak ! ia sudah berjanji mengunjungi rumah ku, bukan rumah mu" timpal george.


"baiklah


– dan ingat, kamu adalah bagian dari tim quidditch sekarang. Kita akan


mulai berlatih malam ini" tak kusangka kalimat thomas membawa angin baik


bagi harry, wajahnya langsung saja berubah ketika mendengar kata


'quidditch' benar-benar, dimana pun ia berada quidditch memang bisa


membangkitkan suasana hati nya lagi. Aku tersenyum melihatnya kembali


ceria seperti itu.


"eh


? itu bukankah riddle ? ada apa dengannya ?" kata george. Kami semua


langsung menoleh ke arah pintu masuk aula. Benar saja, penampilannya


kali ini bukan seperti riddle yang biasanya, seperti baru kembali dari


berburu atau apalah. Rambutnya sedikit berantakan meskipun sepertinya ia


sudah berusaha merapikannya sebelum masuk ke aula, keringat di wajahnya


bahkan bisa di lihat dari ujung sini. Seorang gadis slytherin yang


memang selalu menempel pada nya berteriak histeris yang membuat siapa


saja jijik mendenarnya. Gadis itu memberikan kain kecil dan berusaha


membersihkan keringat yang ada di wajah riddle namun langsung di


tepisnya,membuat ku ntah kenapa tersenyum geli melihatnya. Riddle


benar-benar tampak kesal malam ini.


"apa dia sempat melihat kita tadi ?" bisik harry.


"jika begitu kita dalam masalah" jawabku mulai khawatir.


"ayo


kita ke lapangan, yang lain sepertinya sudah ada disana,kau ikut kami


mione ?"aku mengangguk senang. Ingin sekali melihat harry bermain lagi


seperti dulu. Ingin sekali sejenak saja melupakan semua masalah ini,


masalah yang semakin hari semakin buruk saja.


(Riddle POV)


Kemana


sebenarnya mereka pergi ? aku sudah mengelilingi hutan terlarang bahkan


sampai ke tempat yang belum pernah ku jamah sebelumnya. Menghilang ?


itu mustahil. Tapi bagaimana mungkin mereka kabur begitu cepat.


Sudahlah, yang terpenting aku mendapatkan hal-hal menarik setelah


mengikuti mereka. Aku mengambil tongkatku dan ku ucapkan beberapa


mantra, langsung saja koyakan baju ku yang ada di sana sini sudah


kembali seperti sebelumnya, debu dan kotoran pun sudah beranjak dari


tubuhku. Tapi keringat ini sungguh tak dapat berbohong, aku merapikan


diri ku sekena nya saja, aku berniat langsung menuju aula besar sebelum


makan malam selesai, sungguh lapar dan lelah menjadi satu, ini semua


karena pasangan sialan itu. Pasangan ? ah si flamel aneh itu bukan


kekasihnya. Sepertinya aku memiliki rencana yang lain.


Aula


benar-benar sudah terisi penuh,ketika aku masuk seluruh mata tertuju


padaku. Bukan hal yang aneh lagi untukku sehingga aku membiarkannya


saja. Toh apa yang bisa ku lakukan ? mengutuk mereka semua di depan para


guru ? Pandangan ku beralih ke meja gryffindor. Apa-apaan itu ? mereka


berdua sudah ada di sana bahkan penampilannya lebih baik dari ku. Aku


menghabiskan waktu berjam-jam mencari mereka, sedangkan mereka sudah

__ADS_1


asyik berada disini. 'sial !' umpatku kesal.


"janggut


merlin ! apa yang terjadi padamu Tom ?" suara tak asing itu lagi,


sungguh aku tak ingin melihat mu dulu kali ini, suara nya saja sudah


membuat ku semakin lelah. Ia mengeluarkan kain kecil berwarna merah muda


dengan motif bunga-bunga – norak , sungguh apa yang ingin dia lakukan ?


aku menempis tangannya dengan kasar yang membuatnya semakin histeris


saja.


"aku


lelah. Bisa tinggalkan aku sendiri" kataku dengan nada yang sopan yang


langsung membuatnya semakin histeris saja. Agak menyesal aku melakukan


hal itu tapi untung saja ia langsung meninggalkanku.


"selamat


menikmati makan malam Tom, aku akan menunggu mu malam ini di tempat


biasa" katanya genit. Aku hanya tersenyum dan mengangguk saja dan


langsung duduk di tempat ku yang biasanya. Aku mengisi piringku dengan


apa saja yang ada di depan ku. Aku tidak berniat untuk memilih-milih


makanan, asalkan semua nya enak dan membuat ku kenyang itu bukan masalah


lagi. Aku makan dengan mengamati meja gryffindor. Mereka semua sudah


selesai makan dan sudah akan meninggalkan aula. Pergi kemana lagi mereka


? sudahlah untuk kali ini lepaskan saja mereka. Toh aku sudah


mendapatkan sesuatu yang bagus hari ini. Besok aku akan mencari tahu


lagi.


(Hermione POV)


"ah


menyenangkan sekali. Setelah sekian lama sepertinya aku sudah hidup


kembali mione !" aku senang sekali melihat harry seperti ini. Kapan


terakhir kali aku melihat nya ceria ? sepertinya sudah sangat lama.


"astaga


harry !ada hal yang lebih penting dari semua ini !" aku nyarais


terpekik teringat dengan tugas ramuan yang di berikan prof. Slughorn.


"apa ?" tanya harry mulai serius.


"tugas ramuan, ingat ?"


"tugas apa itu ? dan dimana mereka ?" tanya harry wajah nya tak seserius yang tadi, ia malah merapikan ujung-ujung sapunya.


"mereka


akan menyusul. Katanya akan mengamati slytherin yang akan berlatih –


sudahlah kenapa kita membahas mereka. Tugas ramuan lebih penting" kata


ku mulai tak sabar.


"ayolah


mione ? tidak bisakah kau bersantai sedikit dengan pelajaran ? aku


yakin tanpa perlu belajar kita pasti akan menjadi yang teratas. Kita


sudah mempelajari ini semua sebelumnya" harry pun tampak kesal. Aku


seperti nya memang belum pernah memberitahukan tugas ini, tapi aku yakin


george sudah membertihunya.


"harry apa kau tau tugas apa ini ?"seperti dugaan ku ia menggelang dengan acuh.


"kita


harus membuat honestate liquid. Dan apa kau tahu apa efeknya ? itu bisa


mengungkapkan kebenaran bagi si peminum" tak seperti dugaan ku, harry


malah memasang wajah tololnya.


"apa itu permasalahan kita mione ? pura-pura saja meminumnya. Padahal isinya hanya jus labu yang sudah kau tukar – "


"kau mungkin bisa berkata begitu karena dirimu berpasangan dengan george, pasangan ku adalah Riddle – "


"astaga


mione ini bukan masalah besar – ini bencana!" akhirnya harry mengerti


juga, seharusnya dia langsung meminta maaf padaku atas sikapnya yang


mengejekku dari tadi, kesal juga rasanya melihat responnya tadi.


"kita


seperti nya untuk kali ini kami harus meminta bantuan padanya. Jika


riddle tahu tentang latar belakang kami maka bencana besar benar-benar


akan terjadi.


"akhirnya


besok kita akan mengunjungi hogsmeade" kata thomas. Di ruang rekreasi


ini ramai sekali, tak ada satupun siswa yang berniat untuk pergi. Ada


yang mengobrol, ada yang bermain catur sihir dan beberapa lainnya


mengerjakan tugas-tugas sebelumnya libur natal di mulai. Kami – aku,


harry, thomas, dan george duduk di depan perapian, kehangatan menjalar


di tubuhku yang membuatku semakin nyaman dan enggan untuk berpindah


tempat.


"apa


kalian sudah pernah dengar tentang hogsmeade ?" tanya mereka, kami pun


menggeleng saja, karena seharusnya kami tidak tahu mengenai hogsmeade,


lagi pula aku tak tahu hogsmeade di jaman ini.


"ah


kalian harus tahu itu. Hogsmeade adalah tempat yang paling


menyenangkan. Banyak hal yang bisa kalian jumpai disana. dan ketika


sampai disana kita harus mengunjungi three broomsticks, kau tau


butterbeer nya sangat enak dan tiada duanya – " mereka terus saja


mengoceh membicarakan toko ini dan itu,aku hanya tersenyum saja


mendengarkan mereka yang begitu bersemangat mendiskripsikan hogsmeade .


harry bahkan memerankan diri nya dengan baik,ia banyak bertanya ini dan


itu yang sebenarnya tidak perlu di tanyakan karena ia seharunya sudah


tahu jawabannya. Syukurlah kami cukup menikmati berada di zaman aku


berfikir mungkin akan sulit untuk hidup disini.


"oh ya, liburan natal nanti apa rencana mu mione ?" tanya thomas.


"aku


– tidak tahu. Seperti nya akan memulai tugas ramuan itu" jawab ku. Ah


kali ini nasib harry jauh lebih baik di bandingkan diriku. Setidaknya ia


bisa bertemu dengan keluarganya, sedangkan aku ? menghabiskan liburan


bersama dengan voldemort ! demi merlin aku tidak pernah memimpikan ini


sebelumnya. Untunglah wajah nya di jaman ini tidak terlalu buruk. Apalah


jadinya diriku jika aku menghabiskan banyak waktu dengan voldemort yang


botak dan tak memiliki hidung itu. Aku bergidik ngeri membayangkan itu


semua.


"ada apa mione ?" tanya george. Aku memandng harry, seperti nya ia tampak khawatir dengan ku.


"tidak apa. Harry akan berlibur di rumah mu bukan ?" tanya ku pada george dan di jawab anggukan bersemangat.


"sebenarnya


aku juga ingin mengundangmu untuk berlibur di rumahku. Tapi bagaimana


dengan tugas ramuan mu? – Pokoknya ketika kau memiliki waktu luang kau


harus berkunjung ke rumah ku !" kata george penuh semangat. Aku pun


mengangguk senang, akhirnya ada sesuatu yang ku nantikan ketika liburan


datang.


Lama


kami berbincang bincang mengnai banyak hal, tentang para profesor, para


hantu bahkan kami membicarakan Rancorous Carpe – penjaga sekolah di


zaman ini. Dari cerita mereka seperti nya Carpe lebih baik di bandingkan


dengan Filch. Setidak nya ia hanya menghukum anak-anak yang tidak


mentaati aturan. Tidak seperti Filch yang benar-benar membenci kami.


Hari semakin larut, banyak siswa yang sudah mulai ke atas untuk pergi ke

__ADS_1


kamar mereka masing-masing. Aku pun menguap lebar-lebar tak peduli


dengan sekitarku dan membuat mereka justru mentertawaiku.


"hey kau benar-benar wanita – kan ?" tanya george. Aku hanya nyengir dan menggaruk rambut semakku yang heboh ini.


"aku


akan naik untuk tidur. Sampai besok" aku benar-benar sudah mengantuk,


mereka pun mengucapkan selamat malam padaku sebelum aku naik ke atas.


Sesampainya di kamar aku langsung menuju kasurku yang berada di paling


ujung. Mereka semua sepertinya sudah berada di alam mimpinya


masing-masing. Ku ingat-ingat sepertinya aku nyaris tidak pernah


berbicara pada mereka. Aku mulai tidur ketika mereka semua sudah


memasuki alam mimpi dan ketika mereka bangun aku pasti sudah ada di aula


untuk sarapan. Bukan maksudku tak ingin bergaul dengan mereka. Tapi


lebih baik mereka tak terlalu terlibat dengan ku. Aku membuka baju ku


untuk bertukar dengan piama ku, ku lihat sejenak tubuhku yang ada di


pantulan cermin itu. Masih banyak bekas luka disana sini. Aku sudah


mencoba beberapa kali dengan sihir agar bekas lukanya menghilang tapi


percuma saja, ini luka bekas perang dulu, jadi pasti sihir-sihir hitam


lah yang meninggalkan semua jejak imi di tubuhku.


Kicau


burung samar-samar ku dengar dan berhasil membangunkan ku dari tidurku.


Apakah ini sudah pagi ? aku melihat ke luar – semburat merah di ufuk


timur sudah mulai tampak terlihat. Aku pun turun dari kasurku dan


berniat untuk membasuh muka ku dan berganti pakaian. Hari ini terasa


lebih dingin dari biasanya, mungkin memasuki bulan desember menjadi


alasannya. Tak perlu berlama-lama di kamar mandi karena airnya sudah


sedingin es membuat gigi ku berkemeletuk. Aku segera melesat ke koperku,


ku cari baju yang paling hangat. Ku ambil sweater rajut berwarna biru


malam yang berada di dasar koper ku, langsung ku kenakan saja lumayan


membuat tubuh ku terasa lebih hangat. Ku rogoh lagi koperku dan aku


menemukan syal rajut berwarna merah muda yang mencolok dan jaket tebal


selutut dengan bulu-bulu halus di bagian lehernya dan perpaduan warnanya


– ajaib. Enggan sekali mengenakan semua ini tapi ini lebih baik di


bandingkan harus kedinginan sepanjang hari, lagi pula ini adalah trend di


zaman ini jadi orang lain akan memandang biasa saja dengan apa yang ku


kekanakan. Di zaman ini wanita selalu mengenakan rok model ¾ yang jadul.


Tapi kali ini aku tidak akan mengikutinya,hello ini musim


dingin. Aku akan mengenakan celana yang nyaman saja, ku ambil celana


hitam peninggalan zaman ku dan langsung ku kenakan saja, dan ku ambil


sepatu tinggi yang menutupi sampai ke mata kaki,tak lupa ku kenakan


sarung tangan kulitku. Setelah mengenakan ini semua rasanya sudah


semakin hangat. Aku pun turun ke ruang rekreasi menunggu harry, thomas,


dan george turun.


Baru saja aku duduk di depan perapian, harry turun memanggilku.


"aku


benar-benar kaget, dan ternyata benar kau dan – apa yang kau kenakan


ini ?" tanya harry menyembunyikan senyumnya yang sebenarnya masih bisa


ku lihat.


"dingin


sekali harry. Dan aku harus menyesuaikan mode yang ada bukan ?" kata


ku. Beruntungnyanharry karna ia seorang pria, tak ada perubahan yang


drastis dalam model pakaian nya, jadi dia pasti merasa santai saja. Aku


masih terus mengomeli harry sampai akhirnya thomas dan george turun


"dingin sekali hari ini" keluh mereka.


"sebenarnya


ada apa dengan mu mione ? pakaian mu tak ada yang masalah, hanya agak


aneh saja melihat celana itu" george angkat bicara seperti nya ia mulai


kesal mendengar ku mengocehkan pakaian ini sepanjang jalan menuju aula.


"ini aneh. Lihat harry !" kata ku kesal, harry malah tertawa terpingkal-pingkal.


"model


pakaiannya jauh berbeda dengan yang ada di di tempat kami tinggal


sebelum nya errr – masudku paris"jawab harry setelah tenang.


"dan ini aneh – "langsung saja aku menghujani harry dengan pukulan keras ku tanpa ampun.


"maksud mu – kamu mengatakan model pakaian kami aneh ?" tanya thomas.


"bukan


itu maksudku, kalian pasti akan merasakan apa yang kurasakan ketika


kalian baru datang ke paris dan melihat mode pakaian mereka – berbeda.


Itu saja" mereka berdua mbentuk huruf o dengan mulut mereka.


"


dan – cukup mione. Apapun yang kamu kenakan kamu tetap cantik,


percayalah" kata harry yang masih belum bisa menyembuhkan rasa kesalku.


Ketika


memasuki aula kami disambut hangat oleh aroma kentang goreng


dimana-mana, aroma ayam panggang, daging asap dan aroma lezat lainnya.


Masih tak banyak orang yang ada di aula ini, bahkan hanya ada profesor


Flitwick di meja guru. Mungkin mereka semua masih berada di bawah


selimut tebal masing-masing. Bahkan tak ada satupun murid hufflepuff


yang menampakkan batang hidung nya. Di meja slytherin ku lihat sudah ada


beberapa anak dan seperti biasanya – riddle sedang membaca korannya


dengan anggun di temani sebuah cangkir tak tahu itu teh atau kopi.


'eh


?' kata ku dalam hati. Riddle beranjak dari kursinya dan seperti nya


menuju ke arah meja gryffindor. Apa yang akan ia lakukan, ia melihtku


dan melambaikan tangannya, harry malah asik memakan pai daging nya, ku


sodok perut nya dan membuat nya menoleh.


"apa


ia kemari ?" tanya harry, dari nada bicara nya seperti nya harry sudah


tidak bermasalah dengan vodemort muda itu. Apakah ia sudah melupakan


dendamnya ? tak kulepaskan pandangan ku dari voldemort muda itu, dan


benar saja ia menuju meja kami.


"hai"


sapanya ramah, dan tak kusangka harry pun membalasnya meskipun ia tetap


dengan pai dagingnya. Aku bingung sendiri dengan sikap harry kali ini.


Apa ia terkena mantra dari riddle ini ?


"aku


hanya mengingatkan, pada hari senin minggu pertama liburan – kita


bertemu di Leaky Cauldron" aku tak mampu berkata-kata lagi dan aku


mengangguk saja.


"dan – selamat menikmati sarapan kalian" katanya sebelum meninggalkan kami.


"riddle


–" yang punya nama langsung berhenti mendengar panggilan harry. Agak


terkejut juga aku. Apa yang akan ia lakukan pada riddle ?


"tolong


jaga mione selama liburan" aku benar-benar terkejut mendengar perkataan


harry barusan. Apakah ini mimpi ? sejak kapan mereka akrab ? dan apa


maksudnya semua ini ? sepertinya harry benar-benar telah di mantrai oleh


yang harus ku lakukan.


"tenang saja, akan ku jaga dia" katanya tersenyum dan langsung meninggalkan kami.

__ADS_1


– TBC


__ADS_2