Harry Potter World

Harry Potter World
Ivan Abattros


__ADS_3

Perkenalkan namaku Ivan Abattros aku lulusan sekolah menengah atas favorit di daerahku, kehidupanku menjadi monoton entah apa yang terjadi pada diriku ketika sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, yang terasa di kepala hanya pusing yang teranggat sangat seperti kamu berputar di tempat selama satu menit, aku pun mencoba menutup mata, tapi setelah membuka mata pemandangan yang ada di depan mataku tiba - tiba berubah, yang tadinya jalanan aspal yang ramai dengan kendaraan mobil & motor sedangkan yang kulihat sekarang adalah sebuah ruangan yang yg ukurannya sekitar 10x15 Meter. Dengan dekorasi yang sangat bagus menurutku.


Ivan: "Aku sekarang ada di mana? perasaan tadi lagi jalan mau pulang. Tunggu kenapa badanku jadi mengecil kaya anak umur 8 tahun?"


Dan setelah itu ivan merasakan sakit kepala karena dia mendapatkan ingatan dari tubuh yang dia tempati sekarang


Ivan:"Ternyata namamu sama sepertiku, Ivan Abattros anak tunggal dari Adam Abattros dan Rose Abattros nee Black, dan aku memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Isana Abatros. Tunggu Nee Black? apakah aku berpindah ke dunia Harry Potter? biarlah nanti aku tanyakan saja ke ayah dan ibuku"


?: "Ivan cepat turun nanti makanan mu bakalan dingin, kita harus pergi belanja keperluan sekolah Kaka mu ke Diagon Alley"


Yaps ibuku berteriak dari lantai bawah, rumahku terdiri dari 2 lantai, lantai pertama ada ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan satu kamar mandi


dan untuk lantai dua hanya terdapat 3 ruangan yaitu 3 kamar tidur dan 1 tempat kerja untuk ayahku Adam Abattros


Ivan : "Iya bu!!"


...****************...


Ketika aku masuk ke ruang makan aku langsung melihat 2 Perempuan dengan penampilan yang satu seperti umur 25 tahun padahal aslinya lebih dari 30 karena memiliki kulit yang halus dan putih di tambah dengan sorot mata yang mencerminkan kedewasaan dan kasih sayang serta wajah yang sangat cantik, Sedangkan perempuan yang satu lagi memiliki perawakan yang proporsional yaitu dengan tinggi 160cm dan memiliki paras cantik tapi tempramen yang terlihat yaitu menyenangkan, dan untuk yang laki laki memiliki wajah tampan dan otot otot yang terlihat jelas di setelan jas berwarna biru dengan sulaman perak dan emas.


Ivan : "Selamat pagi semuanya"


Ibu : "Selamat pagi juga ivan"


Isana : "Selamat pagi juga ivan"


Ayah : "Selamat pagi juga nak"


Aku pun mengambil tempat duduk di sebrang kakak ku , pada saat makan ayahku melihat ekspresi ku seperti yg memiliki masalah


Ayah : "Nak apa kamu sedang memiliki masalah?"


Ivan :"Emmm, ayah apa boleh aku masuk ke perpustakaan keluarga?"


Ayahku langsung menatapku dengan tatapan ragu lalu menoleh ke ibu untuk menanyakan persetujuannya, ibuku hanya tersenyum melihat ayah meminta persetujuannya


Ayah :"Baiklah akan aku izinkan untuk ivan membaca di perpustakaan keluarga, Tapi ada syaratnya"


Ivan:" apa itu syaratnya ayah?"

__ADS_1


Ayah : "Syaratnya mudah, kamu jangan melakukan hal yang tidak kamu mengerti, oke?


Ivan :"Siap Laksanakan"


Sarapan pun berjalan dengan lancar dan harmonis, setelah sarapan ibuku mengajak kita semua ke perapian dan menyalakan bubuk floo untuk pergi ke Diagon Alley


Ibu :"Ayo anak anak kalian duluan, ucapkan dengan jelas Diagon Alley"


Ivan & Isana : "Baik Bu"


Setelah kita semua sampai di Diagon alley kita di bagi menjadi 2 kelompok atas usul ayahku yaitu Kakak bersama ayah untuk pergi membeli kebutuhan ke Hogwarts dengan alasan agar lebih mudah karena dia punya banyak kenalan, sedangkan aku pergi dengan ibu untuk jalan jalan.


Ivan : "Bu kenapa memangnya di keluarga kita untuk masuk ke dalam perpustakaan keluarga harus ada syarat khusus?"


Ibu :" Iya di keluarga Abattros kita biasanya mengizinkan untuk mengakses perpustakaan yaitu saat umur 9 tahun"


Ivan:" Lantas kenapa aya dan ibu mengizinkanku untuk mengakses perpustakaan kan aku baru 8 tahun?"


Ibu :" Karena kita sebagai orang tua hanya mengikuti apa yang anaknya mau dan membimbingnya agar tidak memilih jalan yang salah"


Aku pun langsung memeluk ibuku karena di kehidupan ku dulu aku tidak pernah merasakan apa yang dinamakan kasih sayang dari orang tua, dan pada saat ini pun aku berjanji 'Terima kasih ibu karena kamu telah mempercayaiku, aku akan membuat kalian bangga dengan pencapaian ku dan aku akan menjadi penyihir kuat seperti Merlin'


Ibu:"Sama - sama, apa kau mau eskrim? di depan ada penjual es krim yang enak yaitu Florean Fortescue's Ice Cream Parlour yang terkenal di Diagon Alley"


Ivan :" Mau bu, aku juga penasaran tentang es krim yang ada di Diagon Alley"


Setelah membeli es krim kami pun pergi ke Eeylops Owl Emporium untuk membeli burung pengantar surat, kata ibuku agar aku tidak sedih jika nanti saat kakak ku pergi ke Hogwarts sehingga ada teman untuk di ajak bermain


?:" Selamat datang di Eeylops Owl Emporium ada yang bisa saya bantu?


Ibu :" saya ingin membeli burung untuk anak saya bisakah anda mengantarnya untuk melihat burung yang ada?


Manager :"Tentu saja Nyonya Abbatros, sebuah kehormatan untuk bisa membimbing Tuan Muda Abattros untuk melihat lihat burung"


Ivan :" Ivan, namaku Ivan Abattros"


Manager:" Tentu tuan Ivan, silahkan ikuti saya"


Setelah melihat sekeliling dan memasuki ruangan terakhir mataku terpaku pada burung yang seperti memiliki telinga di atas kepalanya, dan saat mendekat aku pun terkejut dengan penampakannya dari dekat

__ADS_1


Ivan :'Bukannya ini Elang Harpy yang ada di Papua di dunia lamaku'


Ivan :" Paman apakah burung ini di jual?" sambil menunjuk ke elang harpy


Manager :" Kamu memiliki mata yang bagus tuan ivan, burung itu di sebut Elang Papua, baru datang hari ini dari temanku yang ada di Asia, apa kamu yakin mau membeli burung ini?, mereka adalah predator yang ganas di alam liar"


Ivan :"Tentu paman tidak apa - apa lagian burung ini masih belum dewasa"


Manager :"Tentu mari kita bawa burung ini ke depan untuk pembayaran"


Kami pun kembali ke depan untuk menemui ibuku dan terlihat kakak dan ayahku sudah selesai untuk membeli perlengkapan Hogwarts untuk kakak ku Isana. Ketika mereka melihatku bersama Manager sambil membawa burung yang cukup besar yang membuat mereka kaget.


Ayah:" Nak burung apa itu? apakah itu burung yang kamu pilih?


Ivan:" iya ayah ini adalah Elang Papua"


Ayah:" Apakah kamu yakin memilih Elang Papua itu?, apa burung itu bisa untuk mengirim surat dan juga burung itu terlihat seperti predator yang ganas"


Ivan:" Tenanglah ayah, lagian dia belum dewasa jadi aku bisa melatihnya agar tidak membahayakan keluarga kita dan juga melatihnya untuk mengirim surat, lagian bisa juga untuk menjaga rumah kita agar tidak ada yang berani melakukan hal yang merugikan keluarga kita lagian kan tubuhnya besar"


Ayah dan ibuku terlihat bangga karena anak mereka sudah dewasa sedangkan kakak ku isana terlihat sangat antusias untuk bisa bermain dengannya.


Ibu :" Baiklah tapi kamu harus merawat dan mengajarinya dengan baik oke perlakukan dia seperti kamu mengurus keluarga mu"


Kata ibuku sambil tersenyum dan mengacak ngacak rambutku yang putih


Ivan:" baik bu, ngomong ngomong namanya akan menjadi Hawk"


Hawk:"Waaak"


Hawk pun merasa senang jdi aku mengusap kepalanya sebagai tanda menyayanginya, dan Hawk pun terlihat nyaman.


Ayah:"Jadi berapa harga Elang ini?"


Manager:" Karena itu adalah burung langka jadi harganya cukup mahal yaitu 50 Galleon"


Ayah:" Baiklah ini uangnya, terima kasih atas bantuannya ayo saatnya kita pulang untuk beristirahat"


Manager :"Terima kasih Tuan Abbatros"

__ADS_1


Aku pun menjadi penasaran karena yang pertama manager terlihat sangat menghormati ayah dan ibuku dan yang kedua adalah karena ayah dengan santainya mengeluarkan uang 50 Galleon seperti bukan apa apa. Meskipun penasaran tapi aku sudah lelah untuk mengantar Ibu berbelanja di Diagon Alley sehingga ketika mencapai rumah aku langsung pergi ke kamarku untuk terjun ke dunia mimpi.


__ADS_2