
Keesokan harinya aku melihat kalender ternyata sekarang tanggal 19 September 1988 kemarin aku tak sempat untuk melihat tanggal karena "Transmigrasi", aku pun bangun dari tempat tidur pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan, setelah berpakaian aku pun turun ke lantai 1 untuk sarapan pagi
Ivan : "Selamat pagi semuanya"
Ibu : "Selamat pagi juga ivan"
Isana : "Selamat pagi juga ivan"
Ayah : "Selamat pagi juga nak"
Ibu : " Cepat duduk dan makan bersama kami supaya makanannya tidak dingin"
Ivan :"Baik bu"
Setelah duduk aku pun menikmati masakan yang di buat ibuku dan ternyata masakan yang di buat ibu sangat enak sehingga dapat menyaingi koki restoran bintang 5 di kehidupanku dulu
Ivan :" Ouh iya bu, kemarin aku tak sempat menyimpan Hawk di halaman belakang, ibu simpan dimana Hawk sekarang apakah di halaman belakang?"
Ibu:" kau ini bukannya simpan dulu Hawk ke halaman belakang, dia kemarin terlihat tidak nyaman di dalam sangkar"
Aku hanya menggaruk bagian belakang kepalaku yang sebenarnya tidak gatal
Ivan:" Maaf bu, lain kali ga bakalan terjadi lagi"
Ibu:" Setelah makan jangan lupa kasih makan juga Hawk dan minta maaf padanya"
Ivan:"Baik bu"
Setelah sarapan aku dan kakak pergi ke halaman belakang untuk bermain dan melatih Hawk, saat hawk kita sampai di depan Hawk ketika ingin mengelus kepalanya Hawk malah mematuk tanganku, walaupun tidak sakit tetap saja aku merasakan bahwa dia kesal terhadapku
Isana:" Hahahahahahahaha, rasakan itu ivan makannya klo punya tangung jawab itu harus di lakuin lihat akibatnya hahahahaha"
Kata kakakku yang sedang mengusap kepala Hawk dan juga Snowy yang merupakan burung hantu kakak ku
Ivan:"Iya, maafkan aku ya Hawk karena kemarin aku kecapean sehabis berbelanja di Diagon Alley"
Kataku sambil mengelus kepala Hawk dan memberikan paha ayam kepada Hawk
Hawk" Waaaak"
Ivan:" Baiklah sekarang kita akan mulai berlatib pertama tama kamu terbang ke atas dulu Hawk, dan setelah di atas jika kamu mendengar "wiiit" kamu harus pergi ke arahku oke?"
Hawk :"Waaaak"
Setelah melepaskan Hawk ke dia langsung terbang menuju ke langit, dan aku memasang sarung tangan tebal yang melindungi dari ujung jari ke siku tangan ku agar tidak cedera saat Hawk hinggap di tangan ku karena ini menjadi pertama kalinya Hawk berlatih
Ivan:"Wiiit"
Tak lama setelah aku bersiul terlihat Hawk dari ketinggian menukik tajam ke bawah yang menuju kearah ku, ketika 10 meter di atas ku Hawk melebarkan sayapnya yang membuat aku dan Isana melongo karena besar dan lebarnya sayap Hawk
Ivan & Isana :"WOW"
Tak lama setelah itu dia hinggap di tanganku walaupun sedikit sakit aku bisa menahannya
Ivan:" Bagus untuk percobaan pertama mu"
Sambil memberikan cemilan yang berupa makanan untuk burung sebagai apresiasi prestasinya
Hawk:"Waaak"
Setelah beberapa kali latihan dan hasilnya memuaskan aku melepaskan dia agar bisa mandiri dan mengasah insting berburunya, tak terasa sudah jam 2 siang saatnya makan siang
__ADS_1
Ivan:"Kak ayo kita makan, jangan sampai ayah & ibu menunggu"
Isana:" Oi oi oi adiku yang manis sudah berani mengatur kakanya ya seperitnya adiku sudah dewasa"
Ivan:"......"
Setelah memasuki dapur aku hanya melihat Ibu saja yang sedang menyiapkan makanan.
Ivan:" Bu ayah kemana? apa tidak ikut makan bersama kita?"
Ibu:"Ayah mu sedang ada masalah yang harus diselesaikan di Kementrian sihir"
Ivan:"Ouh iya bu aku penasaran kenapa ketika kita membeli burung hantu Manager toko tersebut terlihat sangat menghormati kalian?"
Ibu dan Isana hanya tersenyum melihat aku menanyakan hal tersebut yang membuat aku semakin sebal
Ivan:" Ayolah bu jangan bikin aku penasaran"
Ibu:" Aiyah, anak ibu yang lucu sudah dewasa ya bisa memprotes ibunya sendiri, ibu suka liat wajah kamu ketika sebal yang membuat wajahmu makin lucu"
Ketika mendengar perkataan ibu aku jadi tertunduk karena malu sedangkan untuk kakak hanya tertawa dengan lepas
Ibu:" Untuk jawaban mu ada di perpustakaan, kamu akan di antar kesana dengan Kakakmu tadi ayahmu bilang kamu boleh mengakses perpustakaan sekarang"
Aku yang tadinya tertunduk langsung melihat wajah ibuku untuk konfirmasi atas apa yang aku dengan dan ibuku hanya menanggapi dengan anggukan kecil dan tersenyum, aku pun langsung berdiri dan memeluk ibuku
Ivan:" Terima kasih ibu"
Isana:" Apakah kamu tidak berterima kasih kepadaku?"
Ivan::"Terima kasih juga kakak"
Setelah makan siang selesai Ivan dan Isana pergi ke perpustakaan, saat membuka pintu perpustakaan Ivan kagum dengan koleksi buku yang begitu banyaknya yang tersedia untuk dia baca
Isana:" Sebaiknya buku yang pertama kali kamu baca adalah Grimore keluarga agar pertanyaan yang kamu tanyakan terjawab"
Ivan:"Terima kasih kaka karena telah mengigatkanku, aku hampir lupa tujuanku datang ke perpustakaan ini"
sambil memberikan senyum yang tulus yang membuat isana tersenyum bahagia
Isana:"Apapun untuk adiku yang manis ini"
Setelah memberikan Grimore keluarga kakak ku mengambil buku tentang transfigurasi Lanjutan yang membuat ku terkejut
Ivan:'oi oi oi apa kakak ku hanya tahun pertama Hogwarts?'
Setelah terkejut melihat buku yang di baca kakakku aku menepis pikiran itu untuk nanti sehingga aku menjadi fokus ke Grimore keluarga ku untuk mengetahui asal usul keluarga Abattros.
...****************...
Tidak terasa hari sudah Sore, aku di ingatkan oleh isana untuk pergi membersihkan badan dan bersiap untuk makan malam, di perjalanan pulang aku terkejut karena tidak melupakan 1 kata pun yang terdapat di buku yang aku baca Tenyata keluarga Abattros adalah salah satu keluarga paling kuno dan paling mulia yang ada di dunia Harry potter, yang seingatku dulu tidak ada nama keluarga Abattros di film harry potter, mungkin karena "Transmigrasi" ku ke dunia ini. setelah mencuci tubuhku aku pergi ke lantai bawah untuk makan malam.
Ibu:"Apakah kamu sudah menemukan jawaban daru pertanyaan mu anakku?"
Ayah:"Memang pertanyaan yang ditanyakan Ivan itu apa?"
Ibu:"Dia bertanya kepadaku kenapa manager toko di Diagon Alley sangat menghormati kita"
kata ibuku dengan senyuman yang mencerminkan kebangaannya tentang keluarganya
Ayah:"Hahahahahaha, anaku sudah dewasa sehingga bisa memperhatikan detail sekecil itu, ayah bangga padamu ivan"
__ADS_1
Ivan:" Terima kasih ayah, aku juga terkejut ternyata keluarga kita adalah salah satu Keluarga Paling Kuno dan Paling Mulia, pantas saja ayah menggeluarkan 50 Galleon seperti tidak ada masalah padahal jika di kelurga lain, uang itu cukup untuk beberapa bulan.
Ibu:" Walaupun kita kaya selalu ingat ivan, tetap rendah hati dan jangan boros terhadap uang, seperti yang kamu bilang banyak yang lebih susah dari pada kita. Dan kamu jangan bangga karena keluarga kita salah satu dari keluarga paling kuno dan paling mulia, karena masih banyak di luar sana yang yang lebih kuat dari keluarga kita walaupun status keluarganya tidak seperti kita, jadi jangan menyombongkan diri dan tetap rendah hati, ingat itu ivan"
Ivan:" Baik bu, akan ku ingat selalu"
Ivan:" ouh iya bu tadi aku liat kakak membaca buku tranfigurasi lanjutan apakah kakak sudah samapi ke level itu? padahal dia kan baru tahun pertama siswa Hogwarts"
Isana:" Tentu saja kakak mu ini jenius jadi aku belajar tentang Tranfigurasi Lanjutan, kalau kamu mau tau aku juga sudah di tingkat lanjutan dalam hal Mantra dan potion"
Kata kakak ku sambil membusungkan dadanya terlihat bangga
Ibu:" Kakak mu itu sudah belajar sejak umur 8 tahun karena belum bisa memasuki perpustakaan ibu dan ayah mengajarinya untuk Mantra oleh ibu karena lebih menguasainya, Tranfigurasi oleh ayahmu karena dia jenius dalam tranfigurasi, sedangkan untuk potion ayahmu meminta salah satu temannya untuk mengajari kakak mu"
aku pun kaget mendengar hal tersebut kakak ku termasuk jenius dalam 3 hal tersebut karena sudah mampu mencapai tingkat lanjutan. Ketika aku melihat kakak ku dia semakin membusungkan dadanya karena pencapaiannya.
Ivan:" Ibu aku juga ingin seperti kakak belajar tentang Mantra, Tranfigurasi, Potion, Duel, dan juga terbang"
Ayah dan ibuku terkejut bukan karena ingin belajar mungkin mereka sudah memprediksinya karena mereka tau keinginan bersaingku sangatlah besar, mereka terkejut karena aku ingin belajar tentang duel dan terbang.
Ayah:"Kenapa kamu ingin belajar duel dan terbang ivan?"
Ibu dan isana pun menjadi fokus kepadaku karena penasaran atas jawaban yang akan aku berikan
Ivan:" Aku ingin belajar duel agar aku bisa melindungi keluargaku dan orang orang yang aku sayangi, dan untuk terbang aku hanya ingin merasakan apa yang di sebut terbang dan tertarik untuk bermain quidditch"
Ibu:" Aiya, anaku sekarang benar benar sudah dewasa ya sampai pemikirannya sudah sejauh itu
Ivan:' Memang aku sudah dewasa mentalku saja sudah seperti umur 20 tahun'
Ayah :" Baiklah untuk pelajaran Potion dan duel ayah akan meminta bantuan teman ayah apakah bisa mengajarkan mu juga, dan untuk terbang ayah bisa mengajari mu karena sewaktu di Hogwarts dulu ayah termasuk pencari terbaik di quidditch walaupun masih di bawah James"
Ivan kaget ketika mendengar nama James karena yang dia ingat James adalah dari keluarga Potter yang juga ayah dari Harry Potter
Ivan:" James itu siapa ayah? dan kalau boleh tau teman yang ayah maksud untuk mengajariku Potion dan duel itj siapa?"
Ayah :" James adalah pencari dari tim quidditch Gryfindor di angkatan ayah, namanya Adalah James Potter tapi sayang dia sekarang sudah meninggal karena ada penghianat di teman terdekatnya, yaitu Sirrius Black dan untuk teman ayah yang mengajari Potion dan duel adalah Severus Snape untuk potion dan untuk duel adalah Filius Flitwick"
Aku kaget dengan guru yang akan membimbingku dalam Potion dan juga duel karena kedua orang tersebut adalah guru Hogwarts, dan ketika ayah menyebutkan penghianatan Sirrius Black wajah ibu menjadi sedih mungkin karena Sirrius adalah Kakak dari ibuku.
Ivan:" ayah mungkin paman Sirius bukan lah penghianat tersebut"
ketika mengatakan hal ini sontak ketiga orang tersebut melihat kearah ku dengan tatapan seperti mengatakan 'maksud kamu apa?'
Ivan:" Begini ketika aku membaca Grimore keluarga aku juga tau kalau keluarga ibu adalah Black jdi aku pun melihat silsilah keluarga Black yang masih hidup, ketika melihat paman Sirrius aku menjadi penasaran kenapa dia di masukan ke Azkaban tanpa pengadilan terlebih dahulu, jadi aku berpikir mungkin yang menghianati paman James bukanlah paman sirrius"
#Note:
Tingkatan Keluarga
Keluarga Mulia (Memiliki Kekayaan kurang dari 500.000 Galleon)
Keluarga Paling Mulia ( Memiliki kekayaan lebih dari 600.000 Galleon)
Keluarga Kuno (Memiliki Sejarah keluarga kurang dari 600 Tahun)
Keluarga Paling Kuno (Memiliki Sejarah keluarga lebih dari 700 Tahun)
__ADS_1