Harry Potter World

Harry Potter World
Pelatihan


__ADS_3

Keesokan harinya setelah semalam membahas Paman Sirrius dan paman James aku mengetahui bahwa Paman James seperti karya aslinya menikah dengan Lily Potter nee evans dan memiliki anak yaitu Harry Potter yang disebut anak yang selamat dari Pangeran Kegelapan Lord Voldemort. Setelah bangun dari tempat tidur aku seperti biasa membersihkan badanku dan menuju ke lantai 1 untuk sarapan pagi.


Ivan : "Selamat pagi semuanya"


Ibu : "Selamat pagi juga ivan"


Isana : "Selamat pagi juga ivan"


Ayah : "Selamat pagi juga nak"


Setelah sarapan aku berniat untuk melakukan eksperimen pelatihan bersama Hawk. Untuk pelatihan awak aku melakukan Pelatihan Saitama yaitu Lari 10km, Push Up 100x, squat 100x, sit up 100x, pull up 100x Dan pelatihan beladiri lainnya. karena aku tau bahwa di dunia ini tanpa kekuatan kita hanya akan menjadi orang yang di remehkan orang lain dan dapat membahayakan keluargaku atau orang - orang yang aku cintai, sehingga aku bertekad untuk menjadi yang penyihir yang terbaik di dunia ini. Setelah mengajari Hawk untuk menyerang orang yang berniat jahat walau pun susah aku harus sabar melatihnya dan memberikan apresiasi kepada hawk atas apapun yang dia capai untuk memperdekat hubungan kami. setelah melatih hawk selama 2 jam aku membiarkan dia terbang bebas di sekitar rumah untuk berburu. setelah itu aku melakukan pelatihan Saitama saat selesai dan sudah waktunya untuk makan siang aku bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari bau keringat yang menyengat.


Setelah makan siang aku dan kakak ku pergi ke perpustakaan untuk membaca buku tentang Oclumency karena aku tau bahwa Dumbledore suka mengintip ke dalam pikiran siswanya, dan aku tidak suka jika orang lain melihat pikiranku tanpa sepengetahuan, setelah lama mencari akhirnya aku menemukan buku tentang Oclumency awalnya untuk belajar sangat sulit tetapi ketika mengetahui dasarnya menjadi mudah, cukup bayangkan sajah ingatan kita itu seperti file di dalam komputer, aku bersyukur atas kemampuan yang di beri ini yaitu aku memiliki ingatan yang tidak pernah lupa atas suatu kejadian atau kata dari buku yang telah aku baca.


Setelah menyusun ingatan menjadi seperti file di komputer tidak lama aku memasukan password untuk bisa mengakses file tersebut, lalu meletakan komputer tersebut di suatu ruangan putih dan untuk perlindungan cukup membayangkan sebuah labirin yang sangat besar sehingga sulit untuk menemukan ruangan tempat menyimpan semua ingatan ku, dan jika berhasil melewati labirin tersebut masih ada jebakan lain yaitu harus bertarung dengan 4 Magical Beast, dan untuk perlindungan terakhir aku hanya menempatkan sebuah ilusi yang sulit untuk di lepaskan kecuali aku yang mengizinkannya untuk lepas dari ilusi tersebut.


Melihat hasil karyaku cukup bangga dengan hasilnya, tak terasa hari sudah pukul 3 saatnya untuk melatih kemampuan beladiri ku, seperti taekwondo, wing chun, jiu Jitsu, Kendo, dan parkour untuk melatih kelenturan dan kelincahan badan ku, aku memaksakan latihan ini sampai kakiku gemetar yang menandakan bahwa aku telah melampaui batasan ku setelah melakukan pelatihan yang berat ini aku beristirahat dengan cara meditasi untuk ketenangan pikiranku agar selalu berpikir positif dan menghadapi semua masalah dengan kepala dingin.


Setelah merasa kekuatan telah terkumpul untuk berjalan pulang aku pun berdiri dan bersiap untuk makan malam dan berbincang dengan keluargaku


Ivan:" Ayah apakah teman ayah mau mengajariku untuk Potion dan duel?"


Aku bertanya kepada ayah dengan semangat yang membara


Ayah:"Tentu mereka sangat senang bisa mengajarimu untuk potion dan duel mu ivan"


Ketika mendengar hal tersebut aku terlihat sangat bahagia sehingga membuat ibuku mencubit pipiku karena kelucuan yang aku tunjukan, ouh iya ngomong ngomong rambutku dan wajahku terlihat seperti Kaneki Rambut putih dari Anime Tokyo Ghoul di kehidupan ku dulu, aku memiliki rambut berwarna putih karena faktor keturunan dari keluarga ayahku yaitu Abattros yang semuanya memiliki rambut putih, dan untuk ibuku dan Isana memiliki rambut hitam karena keturunan dari keluarga Black.


Ivan:"Terima kasih ayah, Ivan janji tidak akan mengecewakan ayah dan akan melampaui kakak"

__ADS_1


Isana:" oi oi oi jangan cuma membual saja buktikan dengan belajar dengan sungguh sungguh dan jangan malas, lelaki harus menunjukan dengan tindakan bukan omongan"


Ivan:" Lihat saja nanti kaka ketika aku masuk ke Hogwarts aku akan melewati level mu"


Isana:"Baiklah adikku yang lucu kakak akan menunggu kamu 3 tahun lagi dari sekarang, jika kamu melewati levelku nanti aku akan membantumu mencari calon untuk dijadikan menjadi istrimu"


Ketika aku mendengar kalimat terakhir wajahku langsung memerah yang terlihat sangat jelas karena rambut putih ku yang makin menambah tingkat keimutan ku, dan menyebabkan keluargaku tertawa karena melihat ekspresi malu ku.


Ivan:'yah setidaknya aku memiliki kehidupan yang lebih baik dari kehidupanku dulu yang tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua apalagi dari seorang ibu'


Ayah:" ouh iya Ivan kamu akan belajar menggunakan tongkat milik keluarga karena kamu belum bisa memiliki tongkat sendiri, oleh karena itu pelatihan mu akan menjadi lebih sulit karena tongkat yang kamu pakai belum tentu cocok untuk kamu gunakan apakah kamu masih mau melanjutkan pelatihan?"


Ivan:" Tentu saja ayah aku tidak akan mundur karena hal seperti ini, justru jika pelatihan ku berat karena kurang cocok dengan tongkat yang aku pakai, akan menjadi lebih mudah untuk melakukan mantra jika menggunakan tongkat yang cocok untuk ku sehingga memudahkan di masa depan nanti"


Ayah dan ibuku terlihat kagum ketika aku mengatakan hal tersebut, mereka saling melirik dan aku melihat ada anggukan di antara keduanya, tidak lama setelah itu,


Ibu:"Jadi Ivan, kamu setelah makan malam akan belajar Mantra dengan Ibu selama 1 jam dan 1 jam lagi belajar bersama ayah di tranfigurasi, apakah kamu setuju?"


Setelah selesai makan dan mencuci piring Ibu membawaku ke teras di belakang rumah sambil membawa paha ayam dan makanan burung untuk Snowy dan Hawk. Setelah memberi makan Hawk dan Snowy ibu melanjutkan untuk mengajariku mantra dasar seperti Wirgandium Leviosa


Ibu:" Jadi Ivan ibu akan mengajari kamu mantra melayang yaitu mantra tingkat dasar Wirggandium Leviosa, ucapkan sambil lambaikan tokat mu ke arah bulu untuk membuatnya melayang"


Ibu:"Wirgandium Leviosa"


setelah ibu mengucapkan mantra bulu tersebut melayang ke atas dan di gerakan mengitari kami yang membuat ku lebih bersemangat.


Ibu:"Oke Ivan kamu coba sekarang dengan tongkat mu"


Ivan:" Baik bu"

__ADS_1


Ivan:"Wirgandium Leviosa"


Setelah mengucapkan mantra ada sesuatu yang mengalir dari tanganku menuju ke ujung tongkat yang menghasilkan cahaya kecil, tapi yang terjadi tidak sesuai dengan ekspetasi bulu yang ada di depanku hanya naik beberapa Cm dari meja lalu jatuh kembali, aku pun memasang wajah kecewa yang terlihat oleh ibu sehingga dia berkata


Ibu:" Wajar kamu gagal untuk percobaan pertama kakak mu juga sama sepertimu gagal untuk percobaan pertama, terus coba lagi jangan menyerah ivan"


Ivan:" Baik bu"


Ivan:"Wirgandium Leviosa"


Dan ketika selesai mengucapkan mantra bulu yang ada di depanku naik sejajar dengan mata, akibat terlalu bahagia sehingga kehilangan konsentrasi yang akibatnya bulu itu jatuh kembali ke meja


Ibu:" Bagus Ivan tapi kamu harus ingat jangan kehilangan konsentrasimu"


Ivan:" Baik bu"


tidak terasa 1 jam telah berlalu ibu masuk ke dalam rumah untuk memanggil ayah dan aku mengobrol dengan Hawk dan snowy agar tidak bosan


Ayah:" Maaf ivan ayah tadi menyelesaikan dulu dokumen yang harus ayah isi, baiklah apa kamu masih kuat berlatih transfigurasi?"


Ivan:" Iya ayah tidak apa - apa lagian ada Hawk dan Snowy yang menemaniku, Sepertinya kapastitas ku hanya tinggal 1/3 dari total cadangan sihirku"


Ayah:" Baiklah coba kamu duduk dalam posisi meditasi lalu rasakan aliran sihir yang ada di sekitar kamu"


Ivan:" Baik yah"


Ayah:" Jika kamu merasakan ada yang mengalir di sekitar kamu coba serap ke dalam tubuhmu, dengan cara membimbing aliran sihir tersebut masuk ke dalam cadangan sihirmu, ingat jangan memaksanya karena akan berakibat buruk untuk tubuhmu dan kejernihan sihir yang kamu serap tidak akan bagus"


Setelah mendengarkan nasihat ayah aku merasakan aliran sihir di sekitar ku dan membimbing mereka masuk ke dalam cadangan sihirku, yang membuatku terkejut adalah ketika aku membimbing masuk aliran sihir, aliran yang ada di sekitarku seperti bahagia sehingga berbondong - bodong untuk pergi ke dalam cadangan sihirku, akhirnya aku memutskan untuk mengkompres cadangan sihirku agar lebih stabil dan pondasi ku menjadi lebih kuat, yang Ivan tidak tau adalah fenomena yang terjadi di sekitarnya yaitu Ivan di kelilingi oleh banyak cahaya yang menyebabkan ayahnya sampai menggosok tangannya karena tidak percaya atas apa yang telah dilihatnya.

__ADS_1


Ayah:'Sepertinya anakku memiliki kedekatan dengan sihir seperti kakeknya dulu'


Ayah Ivan hanya melihat fenomena ini ketika melihat ayahnya atau kakeknya ivan yang membuat ayahnya semakin bangga terhadap ahli warisnya tersebut.


__ADS_2