
Tuan sebaiknya anda pulang dan beristirahat, wajahmu sangat pucat." tidak paman, aku tidak akan pulang!" ya sudah kau tidurlah sebentar jangan terlalu di pikirkan saya yakin nona akan baik-baik saja. saya akan keluar mencari makanan.
lampu IGD mati, dokter keluar dari ruangan dengan wajah tertunduk ke bawah yang menandakan berita tidak baik. "Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan janin dalam kandungannya." mendengar hal tersebut su kian langsung terduduk ke lantai lantaran tak percaya semua yang di takuti nya terjadi.
"Paman lihat, aku membunuhnya." ucap su kian yang di iringi dengan tangis, paman yang melihat hal tersebut ikut meneteskan air mata. "tuan tenanglah ini sudah menjadi takdirnya". ucap paman sambil menepuk-nepuk bahu su kian. "tuan tolong tenanglah, pikirkan nona, dia akan sangat sedih melihat mu seperti ini.
keesokan harinya, "bibi gu datang membawa makanan nona tolong makan sedikit saja, nona belum makan dari kemarin". ucap bibi, namun laras tidak menghiraukannya dia hanya diam sambil memejamkan matanya.
krek,,,bi tolong keluar sebentar saya ingin bicara dengan laras! "baik tuan". laras maaf kan saya, karena saya kamu kehilangan bayimu maaf kan saya". mendengar hal tersebut sontak membuat laras menangis deras, "Tuan, semua ini terjadi karena mu saya keguguran itu semua karena mu tidak sewajarnya wajahmu kau tampakkan di hadapan ku, keluar,,,aku minta kau keluar sekarang". teriak laras, tapi laras saya tidak akan keluar saya akan menunggu di sini sampai kamu memaafkan ku! ucap su kian
kalau begitu saya yang akan keluar, seketika laras merangkak dari tempat tidur dan keluar.
__ADS_1
Su kian hanya terdiam melihat itu semua, ia merasa dirinya tidak ada gunanya, laras yang melihat su kian seperti itu ikut menangis dan ia merasa kasihan, tapi di satu sisi ia merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena ia sangat lemah.
Di balkon rumah sakit laras berniat mengakhiri hidupnya karena ia berfikir tidak mempunyai siapa-siapa lagi di dunia ini. su kian yang menyadari laras menghilang segera keluar dari kamar dan mencari ruang CCTV dan ia melihat laras berada di pinggir balkon rumah sakit, yang membuat nya langsung bergegas ke untuk menghentikan laras,
"Laras turun, mari kita mulai semua dari awal saya berjanji tidak akan pernah menyakitimu lagi!"
"Tidak tuan semua sudah berakhir semua janji mu tidak lagi berguna, tolong lepaskan aku aku ingin menemani ibu dan anakku di sana". ucap laras
seketika laras menyampa kan dirinya dari lantai 16,
seketika su kian terbangun, untunglah ini cuma mimpi ucap su kian, sambil tersenyum lega.
__ADS_1
"tuan kau sudah bagun ini makanlah, dokter bilang nona dan kandungan nya baik baik saja, nona sekarang sedang beristirahat". ucap paman yang membuat su kian tersenyum dan bergegas menuju kamar laras.
***Bersambung.....
Bantu like, komen dan Vote ya!!!
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih***! :)