
Hari ini Syafana mendaftar kuliah ditemani ibu angkatnya. Syafana beruntung keluarga angkatnya sangat baik padanya. Setelah selesai mendaftar mereka kembali pulang.
Ternyata dirumah sudah ada Pak Hendra.
"Bagaimana, Bu? semuanya lancar?"
Ibu Yuni tersenyum,"sangat lancar yah. Ayah tau kalau uang pendaftaran kuliah Syafana dapat diskon lo, karna nilai raport Syafana waktu SMA masuk 5 besar" kata ibu Yuni dengan semangat.
"Benarkah?"tanya pak Hendra sambil memandang kepada Syafana.
Syafana tersenyum dan mengangguk.
" Wah, Fana kamu hebat. Nanti rajin - rajin belajar ya. Biar cita - citamu cepat tercapai."
"Iya, Pak. Syafana akan rajin belajar." ucap Fana.
"Fana, kita makan dulu yuk. Kamu pasti sudah lapar juga kan?" ucap bu Yuni.
"Baik, Bu. Biar Fana siapkan dulu ya." ucap Fana sembari pergi menyiapkan makan siang.
Setelah makanan terhidang, mereka makan bersama.
---------- ------------- -----------
Sore hari di ruang keluarga keluarga pak Hendra sedang berkumpul dan berbincang - bincang.
Sementara Syafana bersama adik - adik angkatnya sedang belajar diruangan yang telah disiapkan ibu Yuni.
Selesai belajar mereka bergabung diruang keluarga, termasuk Syafana.
"Bagaimana acaranya belajarnya?" tanya bu Yuni kepada anak - anaknya.
"Asyik, Bu. Shabrina suka belajar sama kak Fana." Shabrina langsung menjawab dan adiknya pun ikut dengan mengangguk.
"Baguslah kalau begitu. Oiya Fana kalau jadwal kuliah kamu nanti Jum'at, Sabtu dan Minggu ya. Kalau untuk hari minggu cuma sekali dua minggu aja. Jam delapan pagi sampai setengah sembilan malam. Nanti teman - teman kuliah kamu juga yang udah bekerja semua. Gak apa - apa kan?"
"Gak apa buk. Kan sama aja." Jawab Fana dengan tersenyum.
"Nanti kalau kakak kuliah pasti banyak yang naksir kakak. Kakak kan cantik, baik, ramah lagi." timpal Shabrina
"Dasar kamu ya dek. udah tau aja naksir - naksiran"
"Hehehe, kakak bisa aja." ujar Shabrina sambil cengengesan
" Fana, besok biar kakak yang belikan semua perlengkapan kuliah kamu" ujar kak Hesti sambil duduk di sofa.
"Makasi ya kak. Fana jadi ngerepotin kakak"
"Gak ngerepotin kok. Kakak ini kan kakakmu juga"
"Iya kak. Sekali lagi makasi ya kak"
"Sama - sama" jawab kak Hesti sambil tersenyum
__ADS_1
"aku sangat beruntung bisa bertemu keluarga ini. Mereka semua baik padaku. Baiklah,aku tidak akan mengecewakan semuanya. Aku akan berjuang demi orang tua, keluarga dan orang - orang yang sudah mensupportku. Ayo Syafana, berjuanglah dengan penuh semangat. Kisahmu dimulai. Dan kisah ini akan berakhir dengan kebahagiaan" bathin Syafana sambil tersenyum.
Malam sebelum tidur Syafana menelfon orang tuanya untuk minta di do'akan karena seminggu lagi adalah hari pertama dia kuliah.
Fana tidak menyangka dia akan kuliah. Mimpi yang selalu dia bayangkan. Dia ingin berhasil dan mengangkat derajat keluarganya. Kesuksesan itu butuh perjuangan, dan tidaklah instan. Maka untuk itu, dia akan berjuang keras. Dia harus berhasil. Tidak ada gengsi untuknya. Yang penting apapun yang dia lalukan adalah baik dan tidak merugikan orang lain.
_____________________________
Seminggu kemudian jadwal Syafana ospek. Setelah ospek 3 hari, Fana akan mulai kuliah. Sebenarnya ada rasa gugup. Tidak terbayang kalau rekan kuliahnya nanti sudah berumur melebihi dia.
Hari jum'at mulailah hari pertama kuliah Fana. Sampai di kampus tiba - tiba seseorang memanggilnya.
"Fanaaa..." seseorang berlari ke arahnya
" Aya?" mereka berpelukan
"Senang banget aku ketemu kamu. Kok kamu gak kuliah pagi aja sih?"
"Aku kan kerja" jawab Fana sambil tersenyum
"ouw, kamu udah mau masuk?"
"Belum. 15 menit lagi. Kenapa? masih kangen ya sama aku. Hehhehe" canda Fana
" Iya donk. duduk dulu yuk. Aku tu kangen bingit sama kamu."
"Aku tu orangnya emang ngangenin. kamu udah selesai jam kuliah?"
"udah, tp aku masih mau ngumpul - ngumpul dulu sama teman - teman baru aku."
"Dia lagi di mushalla kampus. Eh, Fana kamu tinggal dimana?"
"Aku tinggalnya gak jauh dari sini kok. Kapan - kapan mampir aja. Tapi jangan lupa bawa buah tangan ya. Hehe"
"Tenang aja. Aku bakalan bawa buah tangan cowok ganteng ntar. Hehehe"
"Apaan kamu bawa cowok. Langsung dikasih hadiah tangkai sapu kamu sama ibu angkatku ntar"
"Memangnya ibu angkat kamu galak ya?"
"Enggak kok. Peraturan disana sama dengan peraturan dirumah" jelas Fana.
Saat mereka asyik ngobrol, ada seorang cowok yang datang.
"Hai, Aya. Pantesan lama ternyata lagi asik ngobrol sama cewek cantik ya. Siapa nama kamu? Kenalkan aku Samuel" dia mengulurkan tangannya pada Fana. Fana menyambut uluran tangan Samuel
deg
"ada apa dengan jantungku?" bathin Samuel
"Aku Fana" ucap Fana sambil tersenyum
"Manis sekali senyumnya. Cantiknya juga alami" bathin Samuel lagi
__ADS_1
"Kamu manis banget Fana. Mau donk jadi semut biar bisa ngejar kamu" canda Samuel
"Maaf ya, aku dikelilingi racun semut. Nanti kamu cepat jadi almarhum yang ada. Hehhhehe" jawab Fana cengengesan
"wah, ternyata dia suka becanda juga" bathin Samuel lagi
"Fana, mau donk lecung pipit kamu catu" canda Samuel
"Benelan Muel mau lecung pipit Fana catu? tapi maap ya, Fana lagi pelit. Muel datang aja ke tempat tambal ban, biar dibenerin pipinya cama om tukang bannya" canda Fana sambil berbicara dengan nada anak kecil.
"Hahahaha.." mereka bertiga tertawa bersama
"Kamu lucu banget Fana"
"Gak kok,Muel. Biasa aja"
"Syafanaaa... l miss u.." tiba - tiba seorang cewek berlari dan memeluk Fana. Siapa lagi kalau bukan Tia. Teman dari SMA yang suaranya nyiksa abis.
"Tia, suara kamu tu kecilin dikit." ujar Aya
"Biarin.. Aku kan kangen sama sahabat cantik aku ini" kata Tia sambil masih memeluk Fana. Fana hanya tersenyum melihat temannya yang satu ini.
"Fana, kamu ikut kami kuliah pagi aja, biar kita bisa barengan lagi" rengek Tia sambil bergelayut manja di lengan Fana
"Ya ampun Tia. Kamu masih kayak dulu deh. Aku tu harus kerja. Aku bukan anak orang kayah, jadi aku harus kerja biar bisa kuliah dan berhasil" balas Fana dengan tersenyum.
"Aduh, maaf ya, aku masuk kelas dulu. Udah jam nya nich. Bye Aya, Tia dan bye Muel" ucap Fana sambil berlari kecil
"Bye.." balas Aya dan Samuel berbarengan
"Bye.." Tia pun membalas dengan lesu
"eh...Aya. Teman kamu itu manis dan lucu juga ya" ujar Samuel sambil jalan ke rombongan mereka
"Dari dulu kelles.. Kamu naksir? harus berani kamu melewati penjaganya"
"Memang siapa penjaganya?"
"Serigala besar" jawab Tia
"Appaa? Serius kamu?"
"Dia punya kakak laki - laki yang sangat menyayangi dan menjaganya. Dan satu lagi, Fana itu selalu menjaga jarak dari cowok. Kalau sekedar teman aja dia wellcome. Dia orangnya gak pekaan"
"Ouw.. berat juga deketin dia ya"
"Gak berat kok. Yang berat tu nyiapin amunisi untuk melawan penjaganya" lagi - lagi dijawab Tia
Samuel cuman manggut - manggut. Mereka kembali bergabung dengan teman yang lainnya.
_________________________
*Temen - temen,,,bantu like and vote ya..
__ADS_1
mudah - mudahan bab berikutnya udah mulai seru ya....