
"Terimakasih atas perhatiannya,Kalian boleh pulang sekarang" ucap Ketua BEM yang telah membimbing kegiatan para maba nya di hari pertama.
Memang sih sebenarnya ini masih belum jam pulang,tetapi langit mengganti cuaca dari yang masih baik baik saja tiba tiba menjadi mendung.
"Ikut gue bentar ya Nay.., beneran bentar aja" Ucap Nadya manja dengan tangannya yang mengayunkan tangan Nay.
"Lo daritadi cuma bilang ikut bentar ikut bentar, kan gue udah nanya kemana..?" Sahut Nay dengan cepat karena sedaritadi Nadya hanya mengajak namun tidak segera mengatakan kemana tujuan nya. yang diomeli hanya tertawa kecil.
"Hehe, ke bang Jayden bentar..". Nay memutar bola mata nya,namun tetap mengiyakan permintaan sahabatnya. Tentu dengan senang hati Nadya yang sangat Hyperactive ini langsung memeluk Nay dan berterimakasih tidak cukup satu kali.
...----------------...
Sesampainya mereka di gedung Fakultas kesehatan dan kedokteran, mereka langsung masuk tanpa basa basi. Entah apa yang salah dari penampilan Nay, banyak orang melirik ke arah Nay dengan tatapan yang benar benar tidak bisa diartikan.
"Ven! ngapain kesini?" Ujar lelaki tampan rupawan dengan kaos hitam dan celana panjang hitam,tak lupa dengan kacamatanya. siapa lagi kalau bukan ketua BEM mereka.
__ADS_1
"Yah, kak Hesa!! Nadya bukan Ven!" ujar Nadya yang tak terima dipanggil dengan nama depannya, Vien. Hesa tertawa dan menepuk pundak Nadya pelan.
Nadya menatap sekeliling dari Hesa,lalu menatap Hesa hingga terdongak dikarenakan tinggi Hesa dan Nadya yang perbedaannya sangat jauh.
"Kak, kak Jay mana?" ucap Nadya sambil menatap Hesa dari bawah,menunggu kata yang keluar dari mulut anak tunggal Erlangga itu.
"Gue gatau Nad, coba cari di kantin". Nadya mengernyit "Kok kantin? Kak Jay bolos?" ucapan Nadya hanya dihadiahi naiknya dua bahu lebar milik Hesa singkat.
Tak mendengarkan Nadya yang sibuk mengomel karena Hesa membiarkan kakaknya bolos, Mahesa malah salah fokus terhadap sesosok gadis tinggi yang dibawa Nadya. "Lo anak yg telat tadi kan?" ucap Hesa spontan.
Nay termenung. Apa maksudnya? Jadi tadi Nay di prank? Atau Seniornya yang tadi memang jahil?. Tetapi Nay hanya menampis semua dan berkata "ah haha gitu ya kak? hehe" sungguh basa basi yang menggeramkan.
Tepat disaat mereka bercanda tawa dengan suasana canggung, Kakak dari Nadya, Jayden datang dengan menyibakkan rambutnya kebelakang.
"Lo biru dongker kan? Anak yang telat tadi?" Sungguh,jika Nay tidak mengerti adanya surga neraka dan dosa,Nay akan menghantam kedua seniornya hingga pulang dijemput ambulance. Terlebih yang satu ini mungkin? apa-apaan,dirinya dipanggil biru dongker? karena Navyan? ingin rasanya Nay berkata kasar saat itu juga.
__ADS_1
Tetapi,Nay hanya menjawab dengan canggung "eh iya kak, ehehe". Sungguh suasana yang menyebalkan. Bagaimana tidak? Jayden adalah orang yang memberhentikan Nay di depan gerbang tadi.
"Sorry ya, itu yang minta tunggal Erlangga" Nay mengernyit lalu menatap keberadaan dimana tadi Hesa berdiri. Namun nihil. Hesa pergi menghilang tanpa jejak. "mengerikan" batin Nay.
...----------------...
Setelah menunggu Nadya dan Jayden bertengkar ria, Akhirnya Nadya dan Nay pergi dari sana. Melihat temannya yang lesu karena tidak boleh 'ngekos bersama' dengan dirinya,akhirnya Nay hanya mengusap punggung temannya.
"Jalan ke taman kota,gas?"."Lo jajanin ya?"
"Iya,gampang"."Gasss!" Teriak Nadya riang di atas motor milik Nay. Nay tersenyum lalu segera menaiki motornya dan melesat dari gedung Fakultas kesehatan dan kedokteran.
Nay adalah tipe anak yang tidak terlalu suka bergaya,cukup apa yang dia kenakan. sekiranya itu nyaman untuk Nay maka akan ia gunakan. Seperti sekarang, ia hanya mengenakan kaos oblong dengan celana panjang dan sepeda vario miliknya.
__ADS_1
...****************...