
#harshword!
Karena pertemuan yang tidak disengaja, Nadya dan Nay tidak jadi memesan tempat di dalam. Mereka memilih duduk bersama Hesa yang sendiri namun menduduki bangku dengan kuota 7 hingga 8 orang.
"Perasaan tadi kak Jay keluar, tapi kok ga bareng sama kak Hesa?" Tanya Nadya yang menatap Hesa penuh rasa penasaran, kemana perginya sang kakak. "Jemput Satria dulu,ntr juga dateng" Ujar Hesa sebelum menghisap rokoknya.
Tak lama menjadi bahan percakapan, Jayden pun datang bersama Satria yang disusul dengan Jake. Satria mengambil duduk di sebelah Nadya, Jake menduduki bangku yang berhadapan dengan Nay, dimana tempat duduk mereka berada disamping meja. Sedangkan Jayden menduduki bangku sebelah Hesa.
...----------------...
"Nay, sorry agak lancang. lo ngerik alis?" Ujar Jake yang dibalas gelengan kepala dibarengi dengan kekehan Nay. "Engga, ini kebentur trotoar pas kecelakaan motor" Jawab Nay singkat. "Seriusan? Lo nya gapapa?" Satria yang terbawa suasana ikut bertanya.
__ADS_1
"Gue gatau si kak, Kata mama gue sampe pemulihan 4 bulan. Syaraf daya ingat gue bermasalah." Jawab Nay penuh penjelasan.
Siapa sangka mendengar penjelasan Nay barusan membuat Hesa terdiam seketika. Tak menggerakkan netranya dari Nay dengan tangannya yang berhenti bergerak untuk menyatukan bibir dan rokoknya. "Kalo soal masalalu, mantan atau hubungan gitu inget?" Tanya Jayden penuh penasaran.
"Engga". "Cuma..." Nay menatap Hesa penuh pengamatan. Hesa yang mendapat tatapan intimidasi dari Nay mengerutkan alisnya, menunggu kata yang keluar dari bibir Nay. "Gue dari awal ketemu kaya ga asing sama lo kak." Ucap Nay yang dihadiahi naiknya satu sudut bibir Hesa.
"Ga asing gimana?" Tanya Mahesa sembari menaruh rokoknya pada asbak yang berada ditengah meja mereka. "Gue rasanya familiar sama lo kak. Tapi kalo diinget lagi, ternyata lo orang yang sering ngantri di belakang gue pas mesen kopi dulu." Jawab Nay dengan sahutan tawa Hesa yang menutupi goresan luka hatinya.
"Oh, bold cappuccino sama Esse applemint kan?" begitu terkejutnya Nay mengetahui fakta barusan. Seniornya tahu ia merokok? Sungguh habislah Nay sekarang. "Lo ngerokok Nay?" Tanya Nadya yang sama terkejutnya. "Lo make Esse?" Tanya Jayden tak kalah penasaran. Sungguh Nay dihujani pertanyaan hanya karena kata-kata Hesa.
Ramai sudah tongkrongan mereka dengan satu protesan yang keluar dari mulut Nadya. mereka bercanda tawa tanpa menghiraukan pergantian lagu dari hp Hesa yang sejak tadi menyala.
__ADS_1
...----------------...
Kepulangan Jayden,Jake,Nadya dan Satria benar-benar membuat sepi suasana. Kafe pun mulai sepi dengan pengunjung. Meskipun kafe itu 24 jam terbuka, namun siapa yang akan berkunjung tepat hampir larut malam? mungkin hanya beberapa anak muda yang bermain game bersama teman-temannya.
Nay masih berdiam pada bangkunya dan tak jauh seperti kegiatan Hesa, Nay menghimpit rokok diantara kedua jarinya. Bersandar menikmati malam, melepas semua lelahnya hari ini. Bersanding dengan bold cappuccino dan Ketua BEM nya. Tenang dengan alunan lagu Immortal Love Song dari MahadewA.
"Tuhan pun tahu jikalau aku mencintai dirimu, Tak musnah oleh waktu"
MahadewA benar-benar melelapkan isi pikiran Mahesa. Terbawa angan, menjemput kenangan. Ia tahu, lagu yang terputar saat ini sungguh menggambarkan perasaannya.
Ia masih mencintai sesosok wanita dihadapannya, yang menjadi penguasa hatinya selama ini. Sangat berbanding terbalik dengan sikapnya diatas panggung, Tunggal Erlangga tak mencari satupun pengganti untuk pengisi hatinya. Sampai ajalnya menjemput pun, ia akan berpegang teguh untuk menggenggam Ratunya di hati.
__ADS_1
...****************...