
#harshword warn!
Hari ini kampus benar-benar ramai. Dimana banyak Mahasiswa berdesakan pada lapangan indoor. Bagaimana tidak? Ternyata band favorit para Mahasiswa sedang mengadakan konser bersama lagu baru mereka.
"MAHESAAAA". "WAH PARAH SIH DAMAGE LO,HESAAA". "JAYDENN HUAAA". "JAKEEEE". "GILA SATRIAAA". Yah.. Mungkin kira-kira begitu teriakan para fans dari 'Arespati band'. Ya, nama band beranggotakan Mahesa, Jayden, Jake dan Satria adalah Arespati. Tak lupa untuk memberikan nama bagi para fans mereka, Arescyan.
Lapangan indoor benar-benar menggelegar. Banyak teriakan para Mahasiswa, terlebih Mahasiswi yang men-cap dirinya sebagai Arescyan garis keras. Seisi lapangan semakin dihebohkan disaat Mahesa mendekat dan berlutut untuk para selir gadisnya disana.
'Kembalilah padaku. Bawa separuh nafasku. Kau dewiku '
Terlarut dalam aura Mahesa, mereka semua tak sadar bahwa netra Mahesa tertuju pada satu sosok yang sedikit jauh dari kerumunan Mahasiswi. Mahesa berdiri dan kembali berjalan ke arah teman-temannya dengan dongakkan kepala menetralkan rendahnya suara.
"Pasti setelah ini ramai di base Arescyan. Lihat deh cara kak Hesa memanjakan mata para gadisnya, bener-bener bikin geleng kepala" ucap Nadya panjang lebar yang dijawab anggukan kepala dari Nay.
...----------------...
__ADS_1
Terkekeh dengan akun fans mereka, Hesa menutup handphone nya dan menatap Jayden yang sedaritadi tak melepas netra elangnya dari anak tunggal Erlangga itu. Jayden memalingkan wajah dan tersenyum sarkas dikala Hesa berkata "Diantara ratusan selir yang muja nama gue, sang pemilik hati jemput gue Jay. Berdiri ga berbeda dengan perawakan lama."
"Dia ga jemput Sa, karna dia liat lo sebagai orang baru". Hesa tergelak, mengambil rokok dan koreknya dalam saku, menghidupkan dalam pikiran damai dengan Ratu hatinya dalam angan.
"Dia kembali ke hidup gue, tapi ga ke dekapan gue". Benar-benar Jayden kehabisan akal. Mahesa Erlangga sudah gila dalam cinta. Dia mati dalam angan. Mahesa menutup matanya, menghisap candunya nikotin bagi bibirnya, mengingat bagaimana Sang pemilik hati berdiri menatapnya dari jauh.
kriett
"Gue nyusul, gue duluan ya" ucap Hesa meninggalkan teman-temannya yang menatapnya penuh tanda tanya dalam benak. "Dia waras kah bro?" ucap Satria yang disahuti Jayden. "Engga, dimabuk asmara".
...----------------...
__ADS_1
Ditengah Hesa menghisap rokok di tangannya, hp miliknya berdering yang tertera nama Jayden disana. Hesa dengan dua jari yang menghimpit rokoknya hanya menggeser tombol hijau tanpa mengangkat hp nya dari meja. "Sa,Dimana lo? jelek banget lo main tinggal aja" Ketus Jayden diseberang panggilan. "Gue nunggu COD an paket, urusan paket kelar gue nyusul ke tempat biasa" Ujar Mahesa yang diiringi jarinya menutup telefon secara sepihak.
Kalau saja bohong menjadi suatu perlombaan,Hesa akan menempati podium nomor satu. Lihat, Hesa sekarang berada di kafe dimana ia menjadikan tempat itu sebagai kenangan indahnya bersama Ratu Hati nya. Meskipun tidak meyakinkan akan kedatangan Sang pujaan hati, ia tetap datang, duduk menikmati secangkir kopinya, dan berharap Ratunya datang menghampirinya.
Tersedak kopinya sendiri, Hesa membuat hampir seluruh isi kafe melihat kearah dirinya, Termasuk yang baru saja masuk kedalam kafe. "Kak Hesa? gapapa?". Mahesa menatap seorang gadis yang mengulurkan air minum di depannya sambil mengusaikan batuknya yang tak kunjung selesai.
"Eh, ada tempat duduk tuh disi- eh? Kak Hesa?". Hesa menatap bingung orang yang baru saja memberikan air putih untuknya serta orang yang baru saja menyebut namanya.
"Nay? Ven?"
...****************...
__ADS_1
- song: separuh nafas
by Dewa 19