HATI MENCINTAI TAPI TAK BISA DIUNGKAPKAN

HATI MENCINTAI TAPI TAK BISA DIUNGKAPKAN
Membuat Bengkel Online


__ADS_3

Mencari pekerjaan tidak semudah yang dikiranya, terlebih Faris adalah seorang mahasiswa. Dia terus berpikir pekerjaan apa yang pantas untuk mahasiswa seperti dia.


Tidak lama kemudian, akhirnya dia berpikir untuk benar-benar membuka bengkel online, tapi sayangnya kelengkapan untuk bengkelnya itu belum lengkap, ada beberapa barang penting yang belum ada.


"Bagaimana ini, bengkel tidak akan berjalan jika peralatannya belum lengkap". Faris duduk didepan rumah sambil menatap ke alat bengkelnya itu.


Ibunya melihatnya, membuat hatinya terharu dan langsung pergi ke kamarnya. Dia mengambil sebuah kotak.


" Mudah-mudahan bisa membantunya".


"Faris". Ibunya memanggilnya.


" Ini, semoga ini bisa sedikit membantumu". Ibunya memberikan kotak itu dan langsung pergi meninggalkan Faris menuju ke kamarnya.


Ibunya membuka lemarinya dan melihat album foto.


"Suamiku, anak kita sekarang sudah besar, apapun yang dia butuhkan, aku akan memenuhinya". Ibunya meneteskan air matanya ketika melihat foto almarhum suaminya.


Perlahan Faris membuka kotak itu, dan ternyata isinya perhiasan. Faris langsung menghampiri ibunya.


"Bu, ini".


" Pakai saja nak"


Faris langsung memeluk ibunya, dia menangis, karena selalu merepotkan ibunya dan belum bisa membahagiakannya.


"Aku janji bu, kelak aku akan membahagiakan Ibu".


Lalu Faris keluar rumah untuk menukarkan perhiasan ini.


Ditengah perjalanan dia melihat seorang wanita sedang meminta tolong. Wanita itu tasnya dijambret.


Tanpa pikir panjang, Faris mempercepat laju sepedanya dan menabrakkan sepedanya ke pencuri itu.


"Gubrak". Pencuri itu jatuh begitu saja.


Faris langsung merebut tas wanita itu dari pencuri itu.


" Toloonggg, tolong ada pencuri". Faris teriak ke sekitarnya untuk meminta bantuan ke orang lain.


Mendengar perkataan Faris, pencuri itu langsung kabur.


Tidak lama kemudian, bapak-bapak pun berdatangan.


"Dimana pencuri nya? ". Tanya salah seorang bapak-bapak itu kepada Faris.


" Dia ke sana pak" Jawab Faris sambil menunjukkan arah kemana perginya pencuri itu.


Pencuri itu sudah lama meresahkan para warga, dia selalu mencuri di wilayah itu tapi tidak pernah tertangkap. Akhirnya bapak-bapak itu terus mengejar pencuri itu dan berusaha menangkapnya. Agar tidak lagi meresahkan para warga.


"Ini tasnya". Faris memberikan tas wanita itu.

__ADS_1


" Kamu ini, Faris kan?". Jawab wanita itu sambil mengambil tasnya.


"Iya". Jawab Faris yang sedang mengambil sepedanya itu.


" Aku Intan, salam kenal, aku juga kuliah ditempat yang sama denganmu". Ucap Intan sambil mengayunkan tangan kanannya untuk berkenalan dengan Faris.


Tapi Faris mengacuhkan Intan, dia langsung pergi meninggalkan Intan.


"Cowo yang sangat.. ". Ujar Intan yang kemungkinan sangat tertarik oleh Faris, dan Intan pun langsung pulang.


Faris terus melajukan sepedanya untuk segera sampai ke toko emas, untuk menukarkan emasnya itu. Lalu dia pun sampai dan langsung menukarkannya.


" Memang tidak seberapa uangnya, tapi aku akan membeli yang penting saja".


Faris pun terus melanjutkan perjalanannya menuju toko peralatan bengkel sambil berpikir untuk membuka bengkel dirumahnya, ketika dia libur kuliah.


"Halooo, tolong bantu ayah, disini ramai sekali". Pemilik toko peralatan bengkel itu menelpon seseorang.


Sesampainya Faris, dia langsung masuk dan Melihat-lihat bengkel itu. Dia sedang mencari peralatan bengkelnya.


" Ayaaahhhh, I'm comiinnggg". Datang seorang wanita yang barusan ditelpon.


Dia langsung menaruh tasnya di meja ayahnya, dan ayahnya pun langsung mendorong wanita tersebut.


"Cepat-cepat, kau layani pria yang di sana". Ditunjuklah Faris.


" Dia rupanya ". Tersenyum wanita itu.


" Akhirnya kita ketemu lagi ya Faris". Ucap wanita itu yang tangannya memegang pundak Faris.


Faris kaget dan menjatuhkan barang yang diambilnya itu. Wanita itu pun mengambil barang yang dijatuhkan Faris.


"Intan". Ucap Faris dan langsung mengambil barangnya itu.


Intan terus berbicara kepada Faris, yaa, Faris hanya seorang pendiam, dia tidak berbicara banyak kepada Intan. Berbeda dengan Intan, dia terus berbicara, sekaligus merayu-rayu Faris. Tapi Faris mengacuhkannya dan langsung meninggalkannya begitu saja.


"Faris, kelak kau akan bertekuk lutut dihadapan ku". Sambil tersenyum Intan terus menatap Faris.


Lalu Faris membayar barangnya itu kepada pemilik toko. Setelah selesai membayar, dia melihat Intan sedang berdiri melihat dirinya.


Faris terus berjalan ke arah Intan, sesampainya didekat Intan. Intan pun berbisik.


"Hari ini kau mengacuhkan aku, tapi kelak kau tidak akan mengabaikan aku seperti ini lagi".


" Intan, jangan berdiri terus di sana, cepat bantu Ayah". Ayahnya sangat repot sekali melayani para pembeli.


"Baik ayah". Intan pun langsung pergi meninggalkan Faris.


Faris menengok kebelakang dan melihat Intan. " Ada apa dengan dirinya". Lalu Faris melanjutkan jalannya untuk pulang.


Sesampainya di rumah, Faris langsung menyiapkan peralatan yang baru dibelinya itu. Ibunya melihatnya.

__ADS_1


"Memang ya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya".


" Maksudnya? ". Faris berdiri ke hadapan ibunya ketika mendengar hal itu.


" Ayahmu dahulu seorang mekanik motor, dia sangat ahli dalam memperbaiki motor, andai dia hidup, pasti kita.. " Ibunya menghentikan perkataannya itu dan mengusapkan tetesan air matanya.


"Ibu, sudah bu, kita tidak boleh bersedih, aku yakin ayah pasti bangga melihat aku meneruskan profesinya". Jawab Faris yang kala itu memegang pundak ibunya.


Ibunya pun memeluk Faris.


" Ibu, mau ke dalam dulu". Ibunya masuk kedalam rumah.


Faris melanjutkan untuk mempersiapkan bengkelnya itu. Setelah semuanya selesai, dia langsung memotret bengkelnya itu.


"Habis foto, langsung share deh digrup". Faris langsung share foto-foto bengkelnya itu ke grup kuliahnya. Dia men share dengan memberikan promo yaitu setiap service gratis ganti oli.


Tidak lama, setelah Faris share, Sehan dan Intan pun melihatnya.


" Jadi Faris membuka bengkel". Ucap kedua wanita itu berbarengan.


Satu hari, dua hari, tiga hari, tidak seorang pun yang datang ke bengkelnya, sambil duduk diluar rumah, Faris hanya menundukkan kepalanya. Ibunya melihatnya.


"Sabar, itu kunci seseorang membuka usaha, harus sabar dan telaten". Ibunya memberikan semangat kepada Faris.


Tidak lama kemudian, di kejauhan terlihat mobil menuju rumah Faris.


" Mobil itu". Faris berdiri dan kaget ketika melihat mobil itu.


"Ada apa Faris, ada apa dengan mobil itu". Ibunya kebingungan ketika Faris sampai kaget seperti itu.


" Mobil Sehan". Ucap Faris.


Deg deg, deg deg, deg deg. Jantung Faris mulai berdebar.


Mobil itu pun sampai di rumah Faris. Dibukalah pintu mobil itu.


Faris tidak percaya siapa yang datang dan dia langsung duduk di bangkunya.


"Iqbal? ".


" Hai Faris, bu". Iqbal mencium tangan ibu Faris.


"Ibu akan membuatkan minuman ya". Ibunya pergi ke dapur.


" Faris, Faris". Ucap Iqbal sambil menggoyangkan tangannya ke wajah Faris yang saat itu sedang terdiam.


"E, e, maaf Iqbal, aku hanya terkejut ketika ada yang datang, karena selama ini belum ada yang datang ke bengkel ku". Jawab Faris.


" Sini apa yang rusak, biar ku perbaiki". Faris melanjutkan pembicaraannya.


Iqbal pun langsung menunjukkan apa yang rusak di mobil Sehan.

__ADS_1


__ADS_2