
"Heeiiii, kalian dengar-dengar semua, kita mendapatkan undangan ulang tahun Sehan, seorang anak CEO mengundang kita semua untuk hadir di pesta ulang tahunnya, harap kalian datang yaa, acaranya minggu depan, di malam minggu, oke teman-teman, ini ambil undangannya, dan ingat ya, undangan ini harus dibawa saat datang, oke, jadi jangan sampai hilang, dan akan ada souvenir nya, ayo cepat-cepat". Teriak Cika, salah satu teman Sehan yang memberikan pengumuman atas undangan ulang tahun Sehan dan membagikan undangan itu.
Sehan melihat Faris sedang duduk di taman, Faris tidak mengetahuinya jika ada yang membagikan undangan, karena dia fokus sedang membaca buku.
"Cika, aku minta satu ya undangannya". Sehan meminta undangan kepada Cika. Dengan senyuman yang manis Sehan berjalan ke arah Faris, mungkin undangan itu dimaksudkan untuk Faris.
Ditengah perjalanan terlihat Iqbal sedang berjalan kearah Sehan, dan mereka bertemu.
" Sehan, mau kemana? ".
" A..a.. aku mau". Jawab Sehan dengan gugup.
"Undangan?, pasti ini untukku kan?, kau sengaja mengantarkannya untukku ya, terimakasih ya Sehan". Iqbal tersenyum dan langsung pergi.
Sehan menundukkan kepalanya, dia sedih, karena seharusnya undangan itu untuk Faris, dilihatnya Faris di taman, tapi Sehan tidak melihat Faris lagi.
Sehan terus berjalan menundukkan kepalanya, tiba-tiba dia tertabrak oleh seorang laki-laki.
"Aduh maaf-maaf aku tidak lihat".
" Iyaa, tidak apa-apa ".
" Faris". Ucap Sehan yang terkejut melihat Faris, ternyata yang ditabraknya adalah Faris.
Sehan melihat tangan Faris memegang undangan, Sehan tersenyum kembali. Tiba-tiba hatinya berbunga-bunga.
"Faris, undangan itu". Ucap Sehan.
" Akan aku usahakan datang". Jawab Faris yang memberikan senyuman kepada Sehan.
Waktu kuliah sudah selesai, Faris membereskan buku-bukunya. Dia melihat undangan Sehan.
"Haruskah aku datang, aku tidak mempunyai uang untuk membeli kado, bengkel pun masih belum begitu ramai". Pikir Faris yang sedang sedih.
Padahal acaranya seminggu lagi, tapi Faris sudah menyerah karena tidak mempunyai uang. Dia berpikir jika dia membeli kado yang murah, pasti Sehan menertawakannya.
Di mobil, Cika bingung melihat Sehan tersenyum sendiri. Cika pulang bersama Sehan.
"Sehan, hari ini kau bahagia sekali, memangnya ada apa si? ".
" Hah, tidak ada apa-apa ". Jawab Sehan.
"Apa kau sedang jatuh cinta?". Lanjut Cika memberikan pertanyaan yang bagi Sehan tidak masuk akal.
"Tidak, aku tidak jatuh cinta, mana mungkin orang seperti ku jatuh cinta". Sehan tidak mempercayai dirinya jika dia sudah jatuh cinta kepada Faris.
__ADS_1
Sehan juga selalu mengingat perkataan orang tuanya di malam itu.
" Anak kita sudah besar, aku akan menjodohkan ke anak temanku" . Ucap Papa Sehan dimalam itu.
Sehan mengetahui Papanya bermaksud menjodohkan dia dengan Iqbal. Mau siapa lagi selain Iqbal. Karena hanya ayahnya dia sahabat satu-satunya yang menolong ayahnya dikala bangkrut.
Tapi Sehan tidak peduli, pasti ada jalan untuk mengubah statement Papanya. Sehan bahkan tidak menyadari akan Papanya jika sudah berkata A, pasti harus dilakukan.
Waktu tidak akan berjalan lama, waktu pun tidak diam ditempat. Waktu terus berjalan seiring matahari terbit dan terbenam. Tidak ada yang bisa menebak masa depan seseorang seperti apa, jodoh pun tidak ada yang tahu. Hari ini dia menyukai A, tapi entah kelak mungkin menyukai B atau Z.
"Mama aku pulang". Sehan pulang ke rumah dengan gembira ria.
Berbeda dengan Faris, yang memikirkan kado untuk Sehan. Dia membuka bengkel di rumahnya.
" Faris, sudah sore, kenapa membuka bengkel nak?, bukankah bengkel dibuka hanya hari kamu libur kuliah" . Ibunya bertanya kebingungan.
"Tidak apa-apa bu, aku hanya sedang iseng saja". Jawab Faris yang tidak ingin menceritakan tentang ulang tahun Sehan.
Faris juga membuka hpnya untuk membuka bengkel online nya. Berharap ada yang menghubunginya.
Di rumah Sehan.
" Sehan papa minta izin sama kamu untuk mengundang teman papa untuk hadir di acara ulang tahun kamu". Ucap Papa Sehan.
"Iya Pa". Sehan menganggukkan kepalanya.
" Apa mungkin Papa? ".
" Faris makan dulu nak, kamu belum makan dari tadi". Ucap Ibu Faris yang menawarkan makan.
"Baik bu".
Faris masuk untuk makan dahulu, tapi diluar ada mobil yang datang ke rumah Faris.
" Tin tin". Seseorang dalam mobil memberi klakson.
"Siapa itu nak? ". Tanya ibunya.
" Aku tidak tahu bu".
Faris keluar untuk melihat siapa yang datang ke rumah nya. Perlahan pintu mobil terbuka.
"Intan". Ucap Faris.
Ternyata yang datang adalah Intan, si penggoda Faris. Seperti nya ada maksud tertentu dia ke rumah Faris.
__ADS_1
" Hai Faris".
"Ibu, salam kenal bu, nama saya Intan bu". Intan memberi salam kepada Ibu Faris.
" Saya masuk kedalam dulu ya neng". Jawab ibu Faris.
Faris bingung melihat Intan ke rumahnya, terlebih pakaian Intan yang begitu seksi, para tetangga pun agak melirik Intan yang berpakaian seksi begitu. Bahkan orang yang lewat didepan rumah Faris juga melirik Intan.
"Intan, silahkan duduk, ada apa kamu kesini". Tanya Faris.
" Baik baik, i.. itu, mobil aku seperti nya ada yang rusak, tolong cek dan perbaiki". Jawab Intan yang kebingungan mau apa dia ke rumah Faria.
Intan pun hanya melihat bahwa bengkel Faris online. Makanya dia buru-buru ke rumah Faris. Walaupun mobilnya tidak mengalami kerusakan.
"Mobil mu tidak apa-apa, semua dalam keadaan baik-baik saja". Ucap Faris yang selesai memeriksa mobil Intan.
" Oh gitu ya, coba cek bawah mobil itu, seperti nya ada yang tidak beres".
Faris pun langsung ke kolong mobil Intan untuk memeriksanya.
Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil yang datang juga ke rumah Faris. Pintu mobil pun terbuka.
Faris keluar dari kolong mobil.
Deg deg, deg deg, deg deg. Jantung Faris berdetak kencang. Apa yang dilihatnya sungguh dia tidak percaya.
"Sehan". Ucap Faris yang kaget melihat Sehan datang ke rumahnya.
" Faris, Faris, bagaimana sayang dengan mobil aku? ". Intan langsung menghampiri Faris.
Mendengar perkataan Intan, membuat kaget Sehan. Sehan tidak percaya jika Intan dan Faris.
" A.. aku, aku hanya ingin meminjam buku Fisika, iya buku Fisika". Ucap Sehan.
"Baik, aku akan mengambilnya, silahkan duduk dulu". Jawab Faris yang masuk kedalam rumah.
Intan dan Sehan pun duduk, mereka berdua mulai berbicara satu sama lain.
" Kau pasti sudah lama ya berpacaran dengan Faris". Tanya Sehan dengan nada pelan.
"Oh tentu, sudah lama banget". Jawab Intan yang percaya diri menjawab pertanyaan Sehan.
Tidak lama kemudian, Faris keluar.
" Maaf menunggu lama, ini bukunya". Faris menyerahkan buku fisikanya.
__ADS_1
"Terimakasih, besok akan ku kembalikan". Jawab Sehan dengan perasaan hancur.