
"Kakak! Aku ingin belajar sihir!" Ucap antusias Nera, pada Cain yang sedang duduk santai disebelah sungai, dengan baju dan celana yang terbuat dari daun pisang.
"Hm?" Mendengar ucapan Nera, Cain mengalihkan pandangannya pada Nera, "Belajar sihir? Boleh-boleh saja sih, tapi apa kau sanggup?"
"Sanggup kenapa kak? Apakah susah?"
"Tentu saja" Cain berjalan mendekati Nera, lalu duduk bersila dihadapannya. "Untuk menggunakan sihir, seseorang harus menggunakan mana, apa kau tau mana itu apa?"
Nera menggelengkan kepalanya, "Tidak kakak, aku bahkan baru tahu bahwa sihir itu memang ada"
"Baiklah, sebelum kujelaskan apa itu sihir, mari kita belajar dulu tentang mana" Cain mengangkat telapak tangannya, lalu membuat sebuah bola mana berukuran bola tenis dan berwarna merah diatasnya.
Wushhhhhh
Mata Nera terlihat berbinar-binar, sebab dia baru pertama kalinya melihat hal yang seperti itu, "Wah! Hebat! Ini namanya apa kak?!"
Cain terkekeh kecil melihat Nera yang sangat antusias, "Ini namanya bola mana, bola ini bisa menghancurkan satu batang pohon dalam sekali serang"
"Wah!!! Hebat sekali!!!!"
"Heh, ini memang hebat, tapi kerumitan saat membuatnya, bisa-bisa membuat kepalamu botak"
"Apa? Memangnya bagaimana cara membuatnya? Dan apakah memang sesulit itu?"
"Sangat sulit! Ini seperti kau harus membuat bola menggunakan benang, tapi kau harus mengingat jalur apa yang kau lewati, sampai bola benang yang kau buat jadi dan berbentuk. Dan ingat, jika jalur yang kau gunakan salah, bola itu bisa meledak, dan meledakkan tanganmu sampai berkeping-keping"
Nera menjadi ketakutan saat mendengar penjelasan Cain, "A-Apakah ini sihir hebat?"
"Sihir hebat? Ini cuma dasar! Aku harus berlatih selama 5 tahun untuk membuat bola mana seukuruan begini!"
Setelah mendengar penjelasan Cain, Nera merasa bahwa belajar sihir itu menakutkan. "A-Apakah aku bisa melakukannya?"
"Mana aku tahu? Tanyakan itu pada dirimu sendiri"
"Maksudku itu, tolong semangati aku!!!"
"Ya ya, kau bisa melakukannya"
__ADS_1
"Benarkah?" Semangat Nera terlihat kembali, setelah mendengar pernyataan Cain barusan.
"Ya, sebab gurumu itu aku!"
"Haha! Aku percaya pada kakak!"
Cain berdeham pelan, "Ekhem! Baiklah, kita akan lanjutkan penjelasan tentang mana"
Saat mendengarnya, Nera duduk dibawah dan bersila dihadapan Cain. "Aku sudah siap!"
"Mana adalah energi alam yang sangat kompleks pada kehidupan, kau bernafas menggunakan mana, kau menggunakan sihir karena mana, dan kau hidup karena mana. Jika kita analogikan, dunia adalah toples, dan mana adalah air yang ada didalamnya"
"Lalu manusia itu apa?"
"Manusia? Manusia hanyalah bakteri yang ada didalam air, yang akan mati bila air itu mengering"
Nera merasa merinding saat mendengar itu, "Maksudmu bila tidak ada mana, manusia akan mati?"
"Bukan hanya manusia! Duniapun akan mati secara perlahan-lahan"
"Tentu saja bodoh! Dari semua yang kujelaskan, apa kau masih bisa bertanya bahwa mana itu penting?!"
Nera tertunduk ketakutan saat melihat Cain yang sedang marah-marah, "Ma-Maafkan aku...."
"Kau boleh bertanya, tapi harus yang masuk akal!"
"Ba-Baiklah"
"Oke, kita lanjutkan. Untuk menggunakan sihir, seseorang harus memakai sebuah teknik pengendalian, yang dibuat secara khusus untuk mengendalikan mana. Teknik pengendalian mana ada beberapa jenis. Jenis kesatu adalah teknik serangan frontal, yaitu bola mana seperti yang kubuat sebelumnya, dan serangan-serangan masif lainnya. Kedua, teknik pengendalian jalur, teknik ini bisa memungkinkan seseorang untuk mengacaukan jalur-jalur mana, contohnya seperti tali yang mengikatku tadi, yang dimasukkan sebuah jalur khusus, untuk meledak saat seseorang berhasil menghancurkan jalur khusus itu. Dan yang ketiga adalah teknik pengendalian spesial, teknik penyimpanan mana, teknik ini bisa membuat seseorang menyimpan mana disetiap organ-organ, atau tulang-tulang tubuhnya. Mana yang disimpan itu bisa dipakai untuk keadaan darurat, seperti saat jalur mana kalian diblokir oleheh seseorang, dan kalian bisa menggunakan mana simpanan itu untuk menggantikan mana yang ada dialam bebas, teknik pengendalian ini juga bisa diaplikasikan pada suatu benda, seperti menyimpan mana pada sebuah cincin, dan menciptakan ruang didalamnya, sehingga kita bisa menyimpan barang-barang kita, agar tidak kerepotan saat bepergian"
"Em.... Jika aku boleh bertanya, jalur mana itu apa?" Tanya Nera dengan takut-takut, sebab dia tidak mau dimarahi lagi eh Cain.
"Jalur mana adalah sebuah benang yang tercipta dari imajinasi otak, yang berfungsi untuk mengendalikan mana disekitar kita. Jadi jika kita tidak punya otak, kita tidak akan bisa menggunakan mana. Dan untuk membuat otak kita berimajinasi tentang jalur mana, kita harus memakai teknik pengendalian yang kujelaskan tadi"
Nera menganggukan kepalanya tanda mengerti, "Apakah ada batasan seseorang untuk menggunakan teknik pengendalian?"
"Yang membatasi teknik pengendalian bukanlah diri kita, tapi kelangkaannya"
__ADS_1
"Kelangkaannya?"
"Ya, setiap teknik pengendalian ada 4 tingkatan, tingkat terendah adalah kelas 4, dan tingkat tertinggi adalah kelas 1. Untuk kelas 4, ada 30% kemungkinan kita menemukannya, tapi untuk kelas 4, hampir mustahil bila kita menemukannya"
"Wah.... Kakak sangat pintar ya, apa kakak belajar dari pengalaman?"
Cain menaikkan sebelah alisnya, "Pengalaman? Aku bahkan baru saja keluar dari sangkar"
"Keluar dari sangkar? Memangnya kakak burung?" Nera sangat heran dengan apa yang dikatakan Cain barusan.
"Ya, aku burung yang baru saja keluar dari sangkar, dan sayapku akan bertumbuh besar, seiring perjalanan yang kulalui nanti" Ucap Cain sembari menatap langit yang sangat cerah dan indah.
"Apakah kakak akan berpetualang?" Nera terlihat antusias saat menanyakannya.
"Tentu saja! Apa kau mau ikut?"
"Ya! Aku mau ikut!" Nera menganggukan kepalanya dengan kencang, dia takut bahwa Cain akan meninggalkannya bila dia tidak melakukan itu
"Tapi kau setidaknya harus bisa membuat sebuah bola mana"
"Aku akan berusaha!!!!" Nera mengepalkan tangannya dengan erat, sebab dia sudah terlalu bosan hidup sendirian didalam hutan yang sangat sepi.
"Baguslah! Ayo kita lanjutkan!"
"Iya!!!! Tapi omong-omong, kakak tahu itu dari siapa? Apakah kakak mempunyai teman yang sering bercerita?"
"Betul sekali, aku mempunyai teman yang sering bercerita, dan jangan tanyakan dia ada dimana, sebab dia sudah mati"
"O-Oh...."
.
.
.
.
__ADS_1